
Widya dan Satria akhirnya menginap di rumah Anggi, mereka sangat kawatir melihat keadaan Anggi dan besok teman Satria yang bernama Dokter Brian berjanji akan datang untuk memeriksa kondisi Anggi
Widya bersandar pada dada bidang Satria
"Mas, aku sungguh tak tega melihat Anggi, apa kamu tidak merasa kasihan padanya?
"Sayang aku juga kawatir melihat kondisinya, maka dari itu aku meminta Brian datang.
kamu tenang ya, Anggi akan mendapat perawatan secepatnya besok"
"Aku sangat mengutuk mantan suami Anggi, kita harus memberi orang itu pelajaran"
"Pasti sayang, setelah Anggi sehat, kita akan memikirkan rencana balas dendam itu, mas tak akan membiarkan orang tersebut terus menyiksa Anggi, laki-laki biad*p itu harus menerima hukuman atas perbuatannya"
"Aku mau orang itu mendekam di penjara dan pergi jauh dari hidup Anggi" ucap Widya penuh dendam
"Sekarang kita focus kesembuhan Widya dulu ya sayang" Satria mengecup kening Widya, lalu akhirnya mereka tertidur
Keesokan pagi
Widya masih tertidur pulas, sedangkan Satria sudah terbangun karena dokter Brian sudah menghubunginya
"Hallo Brian, gila loe masih pagi banget ganggu gue tidur"gerutu Satri
"Hahahha Sorry bro, gue penasaran jadi gue pengen tahu detailnya sebelum gue kesana"
"Sebentar, gue keluar dulu, Widya masih tidur" ucap Satria setengah berbisik
__ADS_1
Satria berjalan menuju teras belakang Rumab Anggi, lalu meneruskan pembicaraan mereka
"Ok gue dah keluar"
"Hah cepet banget loe udab keluar? lemah loe bro" ucap Brian tertawa terbahak-bahak
"Dasar gokil, bocor alus loe gak ilang walau udah jadi dokter" dengus Satria kesal
"Hahahha Sorry sorry bro, habis loe kayanya tegang bener sih" ucap Dokter Brian cengengesan
"Gue lagi kawatir liat Anggi keadaannya gitu"
"Jadi siapa Anggi itu?
"Dia mantan gue bro, gue minta tolong sama loe karena Anggi gak mau ke rumah sakit atau memanggil dokter"
"Hufh... mending loe kesini secepatnya, lebih bebas bicara. Sekalian loe sarapan pagi disini. gue tahu bujangan makan gak bener."
"Sombong loe yang udab kawin" gerutu Dokter Brian
"Pasti hahaha" kini gantian Satria yang menggoda Dokter Brian
"Ok lah gue siap-siap dulu, gak sampe satu jam gue udah di lokasi" ucap Dokter Brian memgakhiri panggilannya.
Satria lalu berjalan ingin masuk ke dalam kamarnya, namun berpapasan dengan Tinah yang berjalan tergesa-gesa dengan wajah panik
"Tinah apa yang terjadi dengan Anggi? mengapa wajahmu panik gitu? "
__ADS_1
"Itu pak, bu Anggi demam tinggi, ia merintih kesakitan"
Satria lalu langsung mengikuti Tinah yang sudah masuk kedalam kamar Anggi
Satria mendekati Anggi yang terlihat tak Sadarkan diri, ia merintih kesakitan, peluh membasahi keningnya.
Tina mengompres kening Anggi dengan tangannya yah menempel memegangi handuk yanh dipakai untuk kompres karena posisi Anggi yang telungkup.
"Pak apa yang harus kita lakukan? "
"Anggi, kamu dengar suara mas? ini mas Satria" ucap Satria berkaca-kaca melihat wanita yang pernah dicintainya kini terbaring tak berdaya
Anggi membuka matanya yang sayu. air matanya merembes keluar
"Masss, sakit" ucap Anggi lirih
Satria membelai rambut Anggi, ia mengecup puncak kepala Anggi.
"Tinah tolong jaga Anggi sebentar, saya akan menjemput dokter Brian" ucap Satria
"Anggi kamu tahan sebentar ya, mas akan bawa dokter kesini. "
"Jangan mas, .."
"Percaya sama mas, mas tidak akan membiarkan kamu menderita, mas akan memjaga kamu dan melindungi kamu selamanya, itu janji mas dari dulu sampai kapanpun" Satria mengecup kening Anggi lalu langsung bergegas menuju kendaraannya untuk menjemput dokter Brian
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang berlinang airmata melihat Satria yang penuh cinta mencium kening Anggi, ia merasa sangat cemburu melihat keintiman mereka. Ia langsung bergegas masuk ke kamarnya ketika melihat Satria keluar dari kamar Anggi
__ADS_1