
Karena kejadian siang tadi, mood Widya hilang, ia hanya mengobrol sebentar , semuanya terasa sangat canggung, Widya tak ingin berlama-lama di sana, ia berniat pamit dengan para sahabat, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Widya merogoh tasnya dan mengambil ponselnya dari dalam tas.
Sebuah pesan singkat dari Bobby.
Widya membuka dan membacanya
"Wid kita ketemu di cafe biasa, jam empat. Kalau loe gak datang , gue yang akan kerumah loe" Bobby
Widya memutar matanya malas, sudah hampir tiga bulan ia menghindari Bobby, jika kali ini ia tidak menemui Bobby, maka bisa dipastikan Bobby yang akan menemuinya dirumah, dan Widya tahu betul sifat nekad Bobby
"Huhf Bobby sialan" gumam Widya dalam hati, wajahnya langsung kusut setelah menerima pesan singkat Bobby ia membuang nafas berat. perubahan wajahnya tertangkap oleh para sahabatnya
Erna tersenyum kecut melihat perubahan wajah Widya. Ia tahu betul siapa yang baru saja mengirim pesan pada Widya
"Wid loe kenapa? apa suami loe nyuruh loe balik? dia marah Karena kumpul sama kita-kita?? tanya Nia
"Emm gue pamit dulu ya guys.. ada keperluan mendadak. mas Satria suruh gue balik" ucap Widya beralasan, namun ia tak berani menatap Erna, karena Widya yakin Erna tahu siapa yang mengiriminya pesan singkat
"Gue harap suami loe ngerti,kalau istri juga butuh privasi. butuh me times nya "ucap Tia menimpali
Sementara Erna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya
"Bisa-bisanya loe bawa-bawa nama Satria buat alibi, sedang loe janjian ketemuan sama Bobby.
__ADS_1
ingat Wid, suatu saat apa yang loe tutup-tutupi akan terbongkar juga, itu yang bisa gue sampaikan sebagai sahabat loe" ucap Erna berbisik ke telinga Widya saat ia berpamitan pulang
Widya menelan ludahnya sendiri dan berusaha tersenyum, karena apa yang di katakan Erna adalah sesuatu yang amat Widya takuti
Widya lalu bergegas keluar cafe, ia mengetik pesan singkat meminta Bobby menemui di lakasi yang berbeda, ia tak mau teman-temannya yang lain akhirnya tahu ap yang Evi katakan adalah sebuah kebenaran, dan Widya tak mau mereka menduga-duga jika anak dalam kandungannya benar anak Bobby, walau pada kenyataannya begitu.
Widya menemui Bobby di lokasi yang mereka tentukan
Dari kejauhan bobby melambaikan tangan ketika melihat kedatangan Widya. Senyumnya terus merekah. walau Widya akui senyum Bobby lebih mirip kelicikan yang terbalut namun Widya tak memiliki pilihan lain selain menemui Bobby
Bobby bangkit dan menarik kursi untuk duduk, Widya langsung duduk
"To the point aja, loe mau apa ketemu gue? " sambar Widya langsung tanpa menunggu lama, ia tak punya banyak waktu meladeni Bobby
"Tenang baby... duduk dulu dong yang tenang, gak asik kan loe terburu-buru gitu???? apa loe mau jadi pusat perhatian orang-orang dengan suara loe, kecilkan suara loe sedikit, kita akan but perjanjian kerjasama yang sama-sama menguntungkan, menguntungkan buat loe, gue dan anak kita" tanya Bobby santai
"Cepet loe ngomong apa maksud loe, gue gak punya waktu banyak, loe jelasin secepatnya, maksud loe minta ketemu" ucap Widya dingin
Bobby menyeringai lalu melemparkan map ke depan meja Widya
"Apa nih? tanya Widya bingung
"Loe buka dulu, baru loe tau" ucap Bobby tersenyum licik
Widya membuka beberapa lembar kertas dan dan foto-foto Satria dan Anggie,
__ADS_1
Widya berusaha menyembunyikan perasaanya di depan Bobby, laki-laki ini pasti punya maksud tersembunyi karena memberikannya foto-foto ini
"Apa maksud loe nunjukin ini? ucap Widya tenang, Bobby terkejut sebentar kemudian tersenyum, Widya berusaha tenang di depannya, padahal ia tahu kini hati Widya menangis. hatinya hancur melihat kedekatan Satria dengan Anggi
"Suami loe nampaknya mau balik sama Anggi, secara mereka dulu adalah sepasang kekasih.
mereka dulu terpisah karena hubungan mereka di tentang oleh ayah Anggi. Tapi sekarang malah Ayah Anggi lah yang meminta Satria untuk menjaga anaknya, dengan kata lain ia meminta Suami loe itu buat nikahin anaknya yang janda itu"ucap Bobby menerangkan
Bobby menghentikan ucapannya, ia bersorak kegirangan dalam hati melihat ekspresi keterkejutan Widya yang terpukul mendengar apa yang di sampaikan nya.
lalu Bobby melanjutkan ucapannya
"Loe ingat beberapa bulan lalu waktu suami loe pulang telat? dia nemenin Anggi di rumah sakit sampai bapaknya meninggal dan hari berikutnya dia gak masuk kerja khusus nemenin Anggi yang shock karena kepergian orangtuanya" terang Bobby
Wajah Widya puas mendengar penuturan Bobby, ia tak menyangka suaminya akan berbohong lagi dan lagi, dan sialnya ia baru tahu hari ini, ia merasa sangat kecewa.
Tubuh Widya bergetar hebat menahan kemarahan. tangannya terkepal
"Terusin, Gue mau tau semuanya Bob" ucap Widya dengan suara bergetar
"Anggi janda kaya, malah bisa dikatakan kini Anggi sangat kaya. Mantan suaminya anak konglomerat, yang lebih mengejutkan lagi, ternyata adalah wasiat dari orang tua mantan suami Anggi yang baru dibacakan beberapa minggu yang lalu, memberitahukan jika Anggi ahli warisnya bukan suaminya, padahal suaminya adalah anak tunggal, namun orang tua Andi sangat sayang pada Anggi dan untuk melindungi Anggi dari sifat buruk anaknya mereka menulis sebuah wasiat"timpal Bobby
"wasiat? wasiat apa jelasin" cecar Widya
"kalau sampai mantan suami Anggi yang bernama Andi itu menceraikan Anggi maka harta warisan atas nama Andi akan jatuh ke tangan Anggi, sedangkan mereka sudah resmi cerai, dan wasiat itu baru di ketahui oleh Andi setelah mereka cerai. itulah mengapa Andi berusaha membuat Anggi menjadi istrinya lagi" ucap Bobby menjelaskan
__ADS_1
"tapi ada sesuatu yang membuat Anggi gak akan kembali dan menjadi wanita kaya raya" ucap Bobby dengan senyum liciknya, Widya batu menyadari betapa liciknya Bobby sejak kejadian ini, Bobby pria yang sangat menakutkan dan menjijikkan, ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, sayangnya Widya telat baru menyadari hari ini