
tiba2 ingatan nya kembali pada secarik kertas yang di berikan bi sumi sebelum dia pulang.
satria tertegun membaca isi dalam kertas itu...
"ya tuhan ku pikir anggi pergi karena kemauan nya menuntut ilmu, ternyata........
tega nya pak handoko berbuat seperti itu. hanya demi ambisi.... " satria meremas kertas ditangan nya
ia mengacak2 rambut nya karena geram
demi memiliki kekayaan berlimpah, jalinan bisnis dengan rekan kerja nya lalu menjodohkan anggi dengan anak rekan kerja nya tersebut.
anggi menjadi korban ketamakan ayah nya.
bagaimana bisa ada orang tua semacam itu.
menjodohkan anak nya dan mengirimnya kuliah dengan tunangan nya ,dan demi memuluskan keinginan nya. papa nya anggi tega mengancam anggi,
jika menolak kemauan nya maka pak handoko akan memberhentikan pengobatan istri nya yang sedang sakit yaitu mama nya anggi
benar2 diluar akal sehat. bagaimana bisa....
satria menggelengkan kepala tak habis pikir jalan pikiran pak handoko
terlebih lagi menggunakan istrinya untuk mengancam anaknya, anggi
satria mengepalkan tangan nya geram
tapi ia tidak dapat melakukan apapun
disisi lain ia ingin hubungan nya dengan anggi terus berjalan,.
__ADS_1
disisi lain ia tak mau anggi menjadi anak durhaka menentang orang tuanya
satria tidak memiliki kekuasaan untuk menentang
bukan hanya karna dia kuliah tanpa biaya mengandalkan bea siswa yang di perolehnya
tapi juga karena ia anak yatim piatu.
sorot mata satria di penuhi emosi
ia bertekad akan menyelesaikan kuliah nya lalu bekerja dan menunjukan kepada orangtua anggi jika ia bisa jadi orang sukses
hingga satria akhirnya lulus dengan nilai cum laude dan diterima bekerja di sebuah perusahaan bergengsi di kota itu
sampai ketika ia mendengar berita bahwa anggi menikah dan menetap di luar negeri
harapan nya pupus
jika satria ingin jujur. ia masih sayang anggi
tapi satria tidak mau menodai pernikahannya dengan wanita lain
flash back off#
"sat... satria kok melamun? tanya anggi mengguncang2 tubuh satria yang larut dalam masa lalu
"eh iya maaf ngi. seyum satria canggung karena kepergok anggi sedang melamun
"sebaik nya sekarang aku pulang. selera makan ku hilang" tukas anggi bersiap2 akan bangkit dari bangku nya
sekilas satria melihat luka lebab di kaki anggi
__ADS_1
siang ini anggi memakain long dress lengan pendek yang di padukan dengan blazer semi casual
anggi sengaja memakai itu untuk menutupi luka di tangan dan kaki nya
"nggi.. darimana kamu dapat kan luka lebab itu? " tanya satria menyelidik sambil meraih dan menyingkap pergelangan tangan anggi yang terturup blazer
"oh itu sat.. karena jatuh
iya jatuh
aku gak sengaja terjatuh di dapur" ucap anggi
namun kegugupan nya membuat satria levih curiga lagi
luka lebab di pergelangan anggi tidak seperi luka karena terjatuh
lalu satria meneliti lagi lengan sebelahnya dan lebab nya sama.
"apa kamu mau bilang ini luka lebab karen terjatuh lagi? pandangan satria menusuk kebola mata anggi yang membuat anggi jadi makin gugup takut ketahuan berbohong
"sudah sore, aku pamit" ucap anggi ingin segera beranjak dari sana
satria makin mengeratkan pegangan tangan nya
anggi lalu mulai menangis
"kali ini aku minta kamu cerita bagaimana kamu mendapat luka lebab di kedua tangan mu. aku tak menerima ponalakan mu jika kau anggap aku orang yang berarti di masa lalu mu" tegas satria lalu memeluk anggi
anggi makin membenamkan wajah nya di dada satria
perasaan nyaman yang tak pernah ia rasakan di pernikahan nya
__ADS_1