
Satria mendapati istrinya tertidur dengan posisi meringkuk seperti anak bayi.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?Apa ada yang sakit?Tanya Satria memegang kening Widya.
Widya membuka kelopak matanya dan melihat suaminya yang kwatir
”Mas kamu sudah pulang?"ucap Widya bangkit
”Mengapa matamu bengkak?apa kamu habis menangis" cerocos Satria.
"Ah aku tadi hanya sedih sedikit mas, ibu hamil terkadang melankolis tidak jelas" kilah Widya
Lalu terdengar pintu di ketuk, Satria bangkit dan membukakan pintu dan nampak Prapti membawa nampan berisi makanan
"Terima kasih mba prapti”ucap Satria senang, ia lalu menutup kembali pintu kamar dan mulai menyuapi Widya.
"Mas jangan kamu terlalu memanjakan aku, Nanti aku bisa jadi wanita pemalas dan aku akan merindukan momen seperti ini nantinya"
"Mengapa harus rindu, aku akan memanjakan mu sampai kita menua bersama"
"Aku harap itu benar, tapi sayangnya tidak” ucap Widya lirih
"Apa sayang?"tanya Satria
"Ah enggak mas, aku harap kamu tidak mengingkari janjimu"
__ADS_1
"Tentu saja, aku gak akan pernah lupa janjiku padamu.
Aku Satria akan menjaga dan mencintai Istriku Widya hingga akhir hayat ku"
"Mas Jangan ucapkan sesuatu yang tak bisa kamu tepati”
”Dan bila itu terjadi ingatkan aku, itu tugasmu”
Widya memeluk suaminya, ia menitikkan air mata karena haru. Suami yang sempurna, dan ia wanita terbodoh sedunia
”Sayang mas ingin mengatakan sesuatu yang penting, mas harap kamu tidak marah"
”katakanlah mas, mana bisa aku marah padamu" ucap Widya walau di hatinya dah sih dug , ia hanya bisa berfikir jika Satria tahu kesalahannya
"Beneran mas?" Tanya Widya memastikan pendengarannya
"Iya sayang, dengan begitu aku bisa melindungi nya dari mantan suami Anggi yang bajingan itu"
"Syukurlah mas akhirnya setuju saran ku"
"Tapi sayang, jika itu menyakiti hatimu, aku memilih hanya punya kamu seorang dan akan kupikirkan cara lain"
"gak mas, aku gak keberatan. Aku merestui kalian"
"Apa kamu tidak cemburu?atau ...?”
__ADS_1
"Sebagai wanita pasti cemburu, tapi aku percaya suamiku. lagi pula, Anggi sudah aku anggap kakak ku sendiri”
”Betapa bangga nya aku sama istriku tercinta ini” Satria memeluk istrinya dan menciumi kening Widya.
Keesokan hari nya
Satria menemui Anggi dan memberitahukan jika ia sudah mengantongi izin Widya. Mereka lalu merundingkan tanggal di laksanakan ya pernikahan.
Karena status Satria sudah beristri sehingga mereka akan menikah sirih dan di hadiri oleh pihak keluarga dari Anggi, sedangkan Satria hanya memiliki seorang paman yang berada di luar kota.
Satria pun sudah melakukan aktivitas seperti biasanya, ia sudah lega karena Andy kini mendekam di hotel prodeo. laporan penganiayaan Anggi membuatnya harus mendekam untuk waktu yang lama.
Anggi mendatangi kamar Widya, ia mengetuk pintu kamar Widya untuk membicarakan imbalan tepatnya tanda terima kasih yang akan Anggi berikan pada Widya.
Widya membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Anggi masuk.
mereka duduk di balkon kamar Widya
”Aku kesini ingin menyerahkan ini sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah berbesar hati memberikan suamimu padaku”
”Aku hanya meminjamkan saja”ucap. Widya santai
”Apapun itu, aku ucapkan banyak terima kasih. Kamu sudah seperti adik bagiku, kamu saudara yang kumiliki Wid, kamu mau merawat ku saat ku sakit, memberikan ku semangat hidup. Terima kasih”ucap Anggi tulus lalu memeluk Anggi
Widya merasa terenyuh hatinya, ia merasakan kehangatan kenyamanan , membuat Widya merasakan ketulusan Anggi yang seperti saudara baginya. tak terasa air mata nya jatuh. Ia merasa bersalah sudah memanfaatkan Anggi. Namun sebelum ia pergi, Widya juga ingin Anggi maupun suaminya bahagia dengan orang yang dicintainya. Dan Widya melihat cinta di mata mereka berdua.
__ADS_1