Suami Sewaan

Suami Sewaan
Ayu


__ADS_3

Satria sengaja meminta izin pada wali kelas Kinar selama beberapa hari, dan selama itu juga Satria sengaja tidak masuk kerja. ia ingin menghabiskan waktu dengan anak-anaknya dan istri tercintanya.


"Papa ayo cepat pa, nanti kesiangan gak enak berenang panas-panas”ucap Aisya menarik tangan Satria


”Semua sudah siap? ”tanya Satria menatap anak-anaknya


”Udah dari tadi kali”ucap Reyhan memutar matanya malas, Satria hanya bisa nyengir karena perkataan Reyhan, putra nya ini mewarisi sifatnya yang ceplas ceplos


”Reyhan, gak sopan, minta maaf sama papa” perintah Kinar menasihati adiknya, namun Reyhan tetap cuek tak merasa bersalah, membuat Kinar sebal dengan adik kecilnya yang keras kepala itu


”Sudah-sudah jangan marah sama papa, papa kalian semalam begadang karena adik kalian rewel, jadi papa bangun kesiangan deh”ucap Anggi memberi pengertian anak-anaknya


”Maafin papa ya karena kesiangan bangun, ayo semua masuk mobil”ajak Satria pada anak-anaknya


Setelah semua anaknya masuk, Satria membantu Anggi dan si kembar Raffa dan Raffi masuk ke dalam mobil satunya.


Mereka tidak mungkin hanya membawa satu mobil karena ada si kecil Raffa dan Raffi .


”Nenek, kakek yakin gak mau ikut? tanya Anggi menatap kakek dan neneknya


”Enggak sayang, nenek merasa kurang enak badan” ucap Ayu lirih


”Apa nenek mau Anggi temani?”tanya Anggi merasa bersalah pada neneknya


"Pergilah, kakek akan menjaga nenekmu.


Anak-anak pasti sedih jika mama mereka tidak ikut dengan mereka”ucap Putu tersenyum


”Baiklah, Anggi dan Satria pamit dulu ya kek, nek, assalamu'alaikum”


”Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan”ucap putu dan Ayu bersamaan, mereka mengiringi kepergian Satria dan keluarganya dengan melambaikan tangannya


”Senangnya kek kita bisa di berikan umur panjang, bisa melihat cucu kita bahagia dan memiliki anak, ini merupakan kado terindah yang Allah berikan pada kita di sisa usia kita” ucap Ayu tersenyum memandang mobil Satria yang menghilang di tikungan jalan


”Iya nek, kakek juga sangat bersyukur. kakek bahagia , tak ada penyesalan dalam hati lagi” ucap Putu tersenyum


”Ayo nek kita masuk, wajahmu pucat sekali, apa perlu kita telepon Ridwan untuk memeriksa kondisimu?”tanya Puti yang khawatir melihat istrinya pucat pasi


”Aku hanya kelelahan kek, tidur sebentar juga pulih. Jangan ganggu anak kita dan buat mereka khawatir hanya untuk masalah sepele.


Mereka sudah punya keluarganya masing-masing.


kau tahu sendiri putramu itu jika aku sakit, ia akan sangat panik dan tak akan beranjak jauh dariku.

__ADS_1


Aku pusing mendengar dia banyak aturan, ya walupun itu semua tanda kasih sayang dan baktinya pada kita, namun aku hanya ingin anak-anakku yang manja dan tersenyum” ucap Ayu, ingatannya melayang jauh ketika Ridwan dan Bagus masih kecil.


”Mereka sudah tua untuk kamu perlakukan seperti itu.


Yang ada kita yang mereka perlakukan seperti anak kecil”ucap Putu menggeleng pelan.


Terdengar tawa kecil Ayu yang melihat suaminya tak berdaya dimanjakan oleh anak-anaknya


Putu yang mandiri dan berwenang kini hanya orangtua yang tak berdaya jika di hadapkan di depan anak-anak mereka


”Kita memang sudah waktunya hanya bisa menerima apa yang anak-anak inginkan, toh kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita”ucap Ayu tersenyum lebar. senyum yang mampu membuat hati keras Putu lumer


”Ya, ya ,ya kamu benar sayang. Hidup kita sudah lengkap.


melihat anak dan cucu kita bahagia, dan memiliki anak.


Tak ada yang ku inginkan lagi dalam hidup selain melihat kebahagiaan mereka”ucap Putu tersenyum


Tak terasa mereka sudah sampai kamar.


Kini Putu dan Ayu menempati kamar di bawah karena menimbang kesehatan mereka yang akhir-akhir ini kurang baik, serta usia mereka yang tak bisa menaiki tangga ke lantai atas.


”Baiklah bidadari ku, sekarang kamu tidur. Aku akan menjagamu”ucap putu lembut


”Hahaha apa yang akan anak, cucu dan cicitmu katakan jika mereka mendengar apa saja yang baru kamu katakan kek.


”Aku tak perduli jika mereka mengejekku. bagiku kamu tetap jantung hatiku biarlah mereka mengenang dan mencontoh kita yang selalu saling mencintai dan mendukung satu sama lainnya. Agar mereka tahu jika rumah tangga itu harus di dasari dengan rasa mengasihi”


Sebuah kecupan mendarat di kening keriput Ayu.


Putu selalu mencium kening istrinya saat Ayu akan tidur kebiasaan yang sama sejak pertama awal mereka menikah hingga saat ini.


"Terima kasih telah menjadi istriku. kamu adalah bidadari dunia dan akhiratku” ucap Putu mesra


”Amiiinnnn.... sudah sebaiknya kamu juga istirahat, semalaman kamu tidak tidur karena menungguiku.


Sini tidurlah denganku"ajak Ayu.


Putu lalu naik ketempat tidur memeluk istrinya hingga Ayu tertidur.


Wajah ayu yang kini penuh keriput tak bisa menutupi kecantikannya walau sudah di makan usia.


Wanita tegar dan penyabar, wanita hebat yang mendampinginya menjalani kerasnya hidup.

__ADS_1


Putu perlahan melepaskan pelukannya, nampak nafas teratur Ayu yang sudah terbuai mimpi


Putu merasa sangat khawatir dengan kondisi Ayu, kini istrinya itu terlihat makin pucat dan kurus.


berkali-kali ia membujuk agar ayu segera di periksakan ke dokter, ia menolak dengan halus, bahkan ia tak mau Putu memberitahukan kondisinya pada Ridwan.


Putu memandangi ponsel di tangannya, ia ragu antara melanggar janjinya dengan istrinya atau tetap memegang janjinya.


Tiba-tiba ponsel berbunyi, Putu menatap ponselnya dengan malas, namun tiba-iba matanya berbinar, ia lalu langsung keluar kamar untuk menerima panggilan telepon itu.


”Assalamu'alaikum pa, papa sama mama apa kabar?"tanya Ridwan di ujung telepon


”Alhamdulillah, papa baik-baik saja”ucap Putu pelan


”Mama di mana pa? kok gak ada suara mna di dekat papa, biasanya dimana ada papa disitu pasti ada mama” tanya Ridwan sedikit curiga


”Mamamu tidur"ucap Putu berusaha setenang mungkin


”Tidur? di jam seperti ini??? apa mama sakit pa?”tanya Ridwan langsung mencium ada yang tak beres dengan mama nya


”Nak, apa kamu punya waktu? jenguk lah mamamu sesering mungkin. Mamamu tak pernah mengatakan jika ia rindu pada kalian, malah melarang papa mengganggu kalian, tapi papa yakin jika mamamu itu sangat merindukan kalian”ucap Putu menahan bulir air matanya.


Karena sungguh apa yang Ayu rasakan juga ia rasakan. Putu sangat merindukan anak-anaknya


”Ridwan meluncur sekarang pa"ucap Ridwan


"Apa kau tidak sibuk nak, nanti-nanti juga bisa” ucap Putu tak enak hati


”Pa, pekerjaan dan lainnya bisa menyusul.


Maafkan Ridwan gak bermaksud melupakan kalian. maafkan Ridwan ya pa"Ucap Ridwan tercekat.


Ridwan sangat menyayangi dan menghormati kedua orangtua angkatnya yang sudah dia anggap orangtua kandungnya itu.


Ridwan malu pada kedua orangtuanya karena sudah lalai.


Terlahir kali ia mengunjungi mereka saat Anggi melahirkan si kembar dan itu sudah sembilan bulan lalu.


"Kamu tidak salah nak, hati-hati di jalan. jangan lupa pamit dengan istri dan anakmu, jika mereka mau kamu bisa mengajak mereka dan menginap beberapa hari di sini. Anggi dan Satria membawa anak-anak mereka berenang


”baik pa, Ridwan jalan dulu, Assalamu'alaikum”


”Wa'alaikum salam nak” panggilan berakhir

__ADS_1


Putu masih memandangi ponselnya. ia tak mengingkari janjinya dengan Ayu , dan Ridwan datang. itu sudah cukup membuatnya lega.


”Semoga kamu tidak kenapa-napa sayang”ucap Putu lirih memandang pintu kamarnya


__ADS_2