
Satri dan Anggi sampai di sebuah villa di pinggir pantak, mereka memutuskan kesana karena kebetulan villa tersebut milik Anggi dan tempatnya memang bagus untuk menghabiskan waktu berdua.
Anggi maupun Satria memilih tempat itu bukan karena ia tak mampu membawa anggi kesebuah resort mewah pinggir pantai, namun Anggi maupun dirinya menyukai kesederhanaan.
Di villa tersebut hanya ada sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut, karena itu Anggi mempercayakan kedua pasang suami istri yang tidak memiliki rumah itu untuk menempati Villa.
Anggi hanya menyewa seorang pembantu yang hanya bekerja membersihkan vila. dan memasak makanan untuk sepasang suami istri tersebut.
Setelah menempuh perjalanan, mereka akhirnya sampai di depan gerbang sebuah villa yang terlhat asri.
Seorang satpam membukakan pintu dan menunduk hormat pada Anggi. mereka turun dari mobil dan langsung di sambut sepasang kakek nenek.
"Kakek Putu, nenek, apa kabar? " ucap Anggi memeluk mereka
memang Anggi sudah menganggap mereka kakek nenek nya sendiri, karena sejak kecil Anggi tak memiliki kakek nenek baik dari pihak mama mau pun pihak papa nya
"Owh cucu nenek sudah datang. Alhamdulillah kami berdua sehat cu" ucap nek ayu memeluk Anggi.
"Iya nek, kek maaf Anggi baru punya waktu mengunjungi kalian"
"Cucu kakek orang sibuk, jangan lupa jaga kesehatan ya"
"Siap kek, oh iya ini suami Anggi. Namanya Satria"
Putu maupun Ayu berpandangan. Mereka merasa ada yang salah, mengapa suami cucu nya berbeda dengan yang terakhir kali Anggi bawa. Namun mereka tak berani bertanya, mereka menunggu Anggi sendiri yang mengatakan.
Putu merupakan pensiunan angkatan darat. Sehingga walau di usia senja nya ia masih memiliki kharisma seorang pemimpin.
Sebenar nya Putu dan istrinya memiliki seorang putri, namun karena perbedaan pendapat putri mereka pergi dari rumah dan menikah dengan lelaki yang di cintai nya.
Putu hanya mendengar jika anaknya sudah tiada tepat setelah ia melahirkan dan mantu nya mengalami kecelakaan hingga meninggal di tempat.
Sedang keberadaan cucu nya hilang bagai di telan bumi.
__ADS_1
Putu mencari keberadaan cucu nya tersebut hingga ia menghabiskan banyak uang, menjual harta benda yang dimiliki nya termasuk rumah yang mereka tinggali demi mencari kabar cucu mereka.
Hal tersebutlah yang membuat kedua suami istri ini hidup tak punya rumah.
Namun hingga detik ini, mereka masih berharap suatu saat takdir mempertemukan nya dengan cucu kandung nya.
"Mari masuk, kalian pasti lelah dan lapar, nenek sudah masak kan sate lilit kesukaan mu" ucap Ayu menuntun Anggi masuk.
Mereka lalu masuk ke dalam rumah, berganti pakaian lalu makan bersama.
Setelah makan, mereka berbincang-bincang sambil menikmati udara malam tepi pantai.
Anggi menceritakan semua tentang hidupnya, bagaimana kini ia menjadi istri Satria dan tak lupa meminta maaf kepada kedua orangtua yang dianggap nya nenek kakeknya sendiri karena tak memberitahu prihal rumah tangga nya.
Nenek menangis dan memeluk Anggi, ia merasa kesal, sedih, marah yang jadi satu melihat penderitaan cucu angkat nya yang sudah dia anggap cucu nya sendiri itu, tak terkecuali Putu yang meradang mendengar perbuatan mantan cucu mantu nya.
"Kakek akan menghajar pria itu jika suatu saat kakek melihat nya. Laki-laki bia*ap"
"Sabar kek, pria itu sudah membusuk di penjara, orangtuanya sudah tidak mau membantu nya kali ini. mereka berjanji pada Anggi karena melihat kekejaman anaknya pada Anggi"
"Yang penting sekarang Anggi sudah bahagia kek, ada mas Satria yang menjaga Anggi"
"Jika kamu menyakiti cucuku seujung kuku saja, aku pastikan kamu akan menderita" ucap Putu menatap tajam Satria
"Kakek bisa pegang kata-kata saya, saya mencintai Anggi dan tidak akan menyia-nyiakan ia" ucap Satria memandang penuh cinta istrinya membuat putu tersenyum
Entah mengapa ia langsung menyukai Satria, bukan karena wajahnya yang tampan, namun seperti ada magnet yang membuat nya selalu ingin dekat dengan pemuda ini.
Ayu juga merasakan hal yang sama, ia merasa sudah mengenal lama pemuda yang kini jadi cucu mantu nya.
Mereka berbincang-bincang, terkadang terdengar senda gurau mereka.
Putu dan istrinya berpamitan untuk istirahat, memberi waktu pada cucu nya untuk nikmati kebersamaan dengan suami nya.
__ADS_1
Satria duduk mendekati istrinya, mereka berpelukan sambil memandang indahnya bulan penuh
"Sayang apa kamu bahagia? "
"Aku bahagia, asal dengamu"
"Walau aku tak memiliki apa-apa? " tanya Satria menatap mata indah istrinya.
"Aku tak perduli itu mas, walau aku kehilangan semuanya aku rela, asal. kamu tetap bersamaku.
Bagiku harta hanya titipan. saat yang menitipkannya mengambil, aku hanya pasrah.
Akan lebih indah jika kita merintis kesusksesan kita dari bawah bersama dan menikmati hasilnya berdua"
"Terima kasih Ya Tuhan, engkau memberikan istri yang sholihah seperti mu" ucap. Satria memgecup kening Anggi lembut
"Mas Aku cinta kamu" ucap Anggi di telinga Satria.
"Aku sangat, sangat mencintaimu wanita sholihah ku" ucap Satria mengulum lembut bibir sexy Anggi
Mereka hanyut dalam ciuman yang awalnya lembut berubah penuh nafsu, Satria mulai menciumi setiap jengkal tubuh sexy Anggi yang tanpa cacat. hingga kini tubuh Anggi tanpa sehelai benang
"Mas, kakek, nenek" jangan disini" ucap Anggi parau.
Satria tak bisa membendung hasrat nya, ia langsung menyalurkan hasrat nya tak peduli lagi, karena kimia dah jam satu malam.
Suasana yang dingin dan Indah membuat suasana menjadi romantis. Mereka memadu kasih di terangi sinar bulan dan deburan ombak tepj pantai
"Selama nya kamu milikku sayang" ucap Satria parau.
Anggi memejamkan mata, menikmati keindahan dan kebahagiaan yang kini ia rasakan
"Aku milikmu mas, selamanya, jiwa raga ini milikmu. I love u" ucap Anggi lirih memeluk suaminya.
__ADS_1
mereka berdua meneguk nikmatnya cinta di bawah sinar bulan.
Entah berapa lama mereka memadu kasih hingga tubuh Anggi tak berdaya. Satria membopong tubuh Anggi dan mereka tidur dengan saling berpelukan