Suami Sewaan

Suami Sewaan
Egois


__ADS_3

Kendaraan mereka meninggalkan komplek pemakaman umum dimana Widya bersemayam.


Kali ini Anggi membiarkan Satria yang mengendarai mobil mereka.


”Kita makan malam di luar saja, aku sudah mengabari orang rumah dan meminta tolong mereka menjaga anak-anak kita"ucap Satria menoleh sebentar pada Anggi , kemudian kembali fokus ke jalan


”Tapi mas...” Anggi tampak ragu, ia juga ingin berduaan dengan Satria setelah sekian lama ia dan Satria terpisah, namun ia tak tenang meninggalkan Aisya di rumah, walau Anggi yakin mereka bisa menjaga putrinya, namun naluri keibuannya membuatnya gelisah


”Sayang, bisa kah mas minta waktu untuk kita berdua beberapa saat??, please.


Kita juga harus menghabiskan waktu kita berdua agar mas bisa lebih mengenalmu”ucap Satria sengaja menghentikan kendaraannya di pinggir jalan


”Mas janji setelah makan malam, kita akan segera kembali kerumah” ucap Satria menggenggam tangan Anggi.


”Beritahu mas arahnya, mas serahkan semua padamu, kamu mau makan apa”ucap Satria mengecup tangan Anggi, membuat wajah Anggi merona merah.


Ia pernah jatuh cinta dengan pria ini, hingga kini cintanya masih sama besarnya, namun perlakuan Satria yang menurutnya romantis tetap membuat dadanya berdetak tak karuan di buatnya


”Aku ingin makan sea food”ucap Anggi malu-malu


”Siap nyonya besar” ucap Satria mengedipkan sebelah matanya, ia menjalankan kendaraan sesuai petunjuk Anggi, sementara tangan satunya tak lepas menggenggam tangan Anggi, seolah ia tak ingin jauh sedikitpun dari wanita ini, sedang Anggi hanya membuang wajahnya karena malu, ia berusaha menekan perasaannya dengan memandang jalanan yang mereka lalui melalui jendela mobil mereka


Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah restoran seafood di pinggir pantai di kota J


Satria dengan sigap membukakan pintu untuk Anggi, mereka bergandengan tangan masuk ke dalam restoran tersebut layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta


Setelah makan malam, mereka lalu langsung menuju rumah, namun di tengah perjalanan, Satria menepikan kendaraannya, membuat Anggi bingung


”Mas, kok mobilnya berhenti di sini?”Satria hanya tersenyum, ia membuka sabuk pengaman dan menggenggam tangan Anggi


”Sayang, maukah kamu menjadi istriku lagi, mas janji akan menebus semua kesalahan mas masa lalu dan akan membuatmu bahagia" ucap Satria serius


”Apa mas tak akan menyesali keputusan ini? " tanya Anggi , sekaligus meyakinkan dirinya jika Satria memang serius

__ADS_1


"Insha Allah mas yakin”ucap Satria bersungguh-sungguh


"Mari kita lupakan masa lalu kita dan kita sambut hari esok menulis lembaran hidup kita yang baru dengan anak-anak, apa kamu bersedia?”Tanya Satria memegang wajah Anggi


Anggi mengangguk pelan, akhirnya doa-doanya selama ini terkabul, jika Satria baik baginya maka ia ingin di dekatkan , namun jika ia tidak baik untuk hidup dan masa depannya, biarkan ia pergi menjauh dan waktu menghapus cinta nya


Satria merasa amat bahagia, ia menciumi kening Anggi berkali-kali sambil mengucap terima kasih.


Pandngan mata mereka bertemu, Satria mendekatkan wajahnya, bibirnya menyentuh bibir Anggi, ia ******* bibir Anggi lembut dan penuh perasaan cinta.


Mereka tenggelam dalam perasaan bahagia


”Terima kasih”ucap Satria mengakhiri ciumannya,lalu mendaratkan kecupan di kening Anggi, setelah itu ia kembali mengendarai kendaraannya menuju kediaman Anggi


Sesampainya mereka dikediaman Anggi, nampak semua orang masih belum tidur, Putu dan Ayu masih duduk menonton acara televisi, sedang Bagus dan Ridwan asik dengan ponselnya masing-masing


”Assalamu'alaikum” ucap Satria dan Anggi


”Wa'alaikun salam ”jawab serentak semua orang


”Dari mana kalian?"tanya Putu membuka percakapan


”Dari makam Widya kek”ucap Satria enteng sambil mengunyah kacang goreng di depannya


”Lalu?...”tanya Putu penasaran


”Lalu...? maksud kakek?” tanya Satria balik bertanya pada Putu, ia segera menghentikan aktifitas mengunyahnya


"Maksud kakek apakah yang akan kamu lakukan setelah tahu kenyataannya? ” Tanya Putu menatap cucu nya


”Nenek tidak mau kamu terus menerus menyakiti Anggi, jika kamu tak sanggup membahagiakannya, Mak lepaskan ia nak, Anggi berhak bahagia dengan pria pilihannya”ucap Ayu menambahkan, kedua pasangan lanjut usia itu menatap cucu mereka dengan pandangan tajam, cukup bagi mereka melihat Anggi sedih dan kecewa


”Apa kalian begitu menyayangi Anggi?”tanya Satria memandang keluarganya satu-satu

__ADS_1


”Aku tak perduli kau adalah keponakan ku, jika kau menyakiti Anggi lagi, maka aku akan membawa Anggi pergi jauh bersama anakmu, dan kau tak akan pernah bisa menemui mereka di sisa hidupmu”ucap Ridwan yang sedari tadi menyimak perbincangan orangtuanya dengan keponakannya, Bagus yang sejak tadi seolah cuek, kini meletakkan ponselnya dan menenangkan saudaranya itu


Bagus berjalan menuju sofa dimana Satria dan orangtuanya duduk, Bagus memilih duduk di depan mereka dan memandang tajam ke arah Satria


”Aku tahu kalian sangat menyayangi Anggi, namun kalian juga harus mendengarkan perkataan ku"ucap Satria merasa terintimidasi oleh keluarganya sendiri.


Ia bisa melihat betapa keluarganya sangat melindungi Anggi


”Selama ini kakak Diam, karena berfikir bahwa suatu saat kamu akan sadar, dan hingga sampai kau kecelakaan demi mengejar mantan istrimu itu”ucap Bagus dingin


”Naaakkk” Ayu menyela ucapan Bagus, ia tahu bungsu nya itu bukan orang yang akan banyak bicara, di lihat dari ucapannya kini bisa dilihat jika Bagus sudah di batas kesabarannya


”Mama, papa, maafkan Bagus , Bagus merasa harus menyampaikan semuanya”ucap Bagus lembut


Putu memegang tangan Ayu, memberi isyarat istrinya untuk membiarkan Bagus bicara. Putu mengangguk pelan


”Jadi....”Satria terkejut, ia menatap Bagus dengan pandangan tak percaya


”Ya, kau mengejar mantan istri yang sudah meninggalkanmu, sampai kau tak sadar jika ada mobil melaju kencang” ucap Bagus


”Dia meninggalkanku? wanita itu? ”tanya Satria seolah berkata pada dirinya sendiri


”Sebaiknya kau ingat segera dan tahu seberapa dalam kau menyakiti Anggi. Kamu malah menuduhnya berselingkuh dan mengatakan anak yang di kandungnya bukan anakmu, hingga membuat Anggi memilih untuk membesarkan anak kalian sendiri, ia meninggalkanmu, walau ia sangat mencintaimu.


Setelah mendengar kau kecelakaan, ia seakan ingin berlari menemui mu, membuang egonya, melupakan sakit hatinya padamu, menempatkan harga dirinya di titik rendah, demi berharap anaknya bisa mendapatkan kasih sayang utuh dari papa dan mamanya. Pernahkah kau pikirkan bagaimana perasaannya?” ucap Bagus bergetar menahan perasaannya, amarahnya, kecewanya


Satria terdiam, ia seolah kehilangan nyawanya, wajahnya pucat pasi dengan mulut menganga tak percaya, tanpa ia sadari ia menangis, menangis menyesali kelakuan yang tidak ia ingat


Sungguh terlalu egois ia meminta Anggi menikah dengannya, saat ia berulang kali menyakiti wanita itu,


sekarang ia bisa melihat bahwa keraguan Anggi beralasan, ia saja yang terlalu memaksakan kehendak pada Anggi, wanita itu masih terluka, walau sudah memaafkan, bukan berarti lukanya bisa sembuh dengan mudah.


”Astaghfirullah, bagaimana aku bisa jadi manusia sehina ini? aku seperti b*j**n.

__ADS_1


Maafkan aku, ampuni aku ya Robb”ucap Satria dalam hati


__ADS_2