
"tinggal menghitung menit. bentar lagi loh bakal memohon dan bersimpuh di kaki gw"
gumam bobby dalam hati
matanya tak lepas memandangi gerak gerik widya
widya mulai merasa panas.
membuka cardigan yang di pakai nya gelisah...
berulang kali dia menelan saliva nya
"mengapa udara di sini panas ya.. ahhh" gumam widya
bobby sengaja membuka baju nya
nampak otot2 perutnya yang seperti roti sobek
widya memandangi bobby tak berkedip
lalu mendekati bobby yang pura2 sedang meminum mineral water di tangan nya
tangan widya mulai membelai dada bidang bobby
menciumi setiap jengkal tubuh bobby dan meninggalkan bekas gigitan2 kecil di leher dan dada bobby
lalu widya merangkul bobby dan melumat kasar bibir bobby.,
bobby tak mau kalah dengan permainan widya
lalu lidah mereka saling membelai dan membelit
widya mulai melepaskan pakaian nya
hasrat nya sudah menggebu2
lalu berinisiatif membuka pakaian dalam bobby dan melemparkan nya kesembarang tempat
merekapun menyatukan tubuh
__ADS_1
berpacu mencapai kepuasan hingga berkali2 dan akhirnya mereka terlelap tidur hingga menjelang malam
matahari sudah tenggelam sejak 1jam lalu. tetapi widya dan bobby masih tidur tanpa sehelai kain pun
tiba2 ponsel widya berdering. setelah beberapa kali widya akhirnya meraih ponsel nya dan langsung terperanjat
menganalisa sekeliling nya
dan lebih terkejut lagi mendapati dirinya dan bobby tanpa pakaian
"owh shitt bobby sialan, apa yang dia perbuat sama gw. seinget gw tadi main sama mas satria kenapa... ???
ah pasti ulah bobby ini. kampret emang nih laki2" gerutu widya dan terkejut kembali karena ponselnya untuk kesekian kalinya satria menghubungi nya
"mati gw dah malam belom pulang. satria pasti marah" ucap widya kwatir dan mengangkat ponsel nya
"hallo sayang kamu dimana. kok belum pulang sudah malam ini...." cerocos satria di ujung telepon
"ah sayang maaf tadi aku habis jalan sama erna trus ketiduran dirumah nya. nih aku mau balik" ucap widya buru2 dan menutup ponselnya sebelum satria bertanya lebih jauh
"aww sampe sakit perih gini. sialan loh bob" gerutu widya sambil berjalan tertatih2 ke kamar mandi
"babe, darling kamu mau kemana? tanya bobby melihat widya bangkit dari kasur
apalagi dadar guling loh
sialan loh bob.. bikin gw gak bisa jalan" saut widya ketus
terdengar bobby tertawa terbahak2
dan widya menatap bobby dengan sengit
membanting pintu kamar mandi keras
"loh bisa marah kucing manisku. tapi sebentat lagi loh bakal bertekuk lutut di kaki gw" gumam bobby pelan memandang ke arah kamar mandi
setelan selesai membersihkan diri dan berpakaian widya langsung pergi dari rumah bobby tanpa menoleh ke arah bobby
dan langsung memacu kendaraan nya menuju rumah
__ADS_1
sepanjang jalan widya mengutuki kebodohan nya yang selalu masuk ke dalam perangkap bobby
"bagaiman ini jika mas satria curiga. duh bisa bahaya. padahal gw dah berusaha jauhin bobby dan memulai hidup baru sama satria.
widya2 loh goblok banget dah" maki widya pada dirinya
widya beberapa kali membuang nafas kasar meredam emosi nya
sementara di rumah satria sudah rapih dan menantikan kedatangan istrinya
dia beberapa kali mengintip di jendela ruang tamu tapi widya belum juga menampak kan batang hidung nya
sementara makanan di meja yang sudah dia siapkan mulai dingin
tak lama terdengar suara kendaraan memasuki halaman rumah nya
dan widya masuk dengan wajah pucat
"sayang maafkan aku" ucap widya mulai memangis
"sayang kenapa kamu menangis. " tanya satria memeluk istrinya
"tuhan maafkan aku. suami ku terlalu baik. maafkan aku mas" ucap widya dalam hati dan mengeratkan pelukan nya pada satria
a
widya
cantik, glamor, materialistis
satria
jujur, penyayang, baik hati, setia
__ADS_1
bobby
playboy,