Suami Sewaan

Suami Sewaan
Keputusan Kinar


__ADS_3

”Apa yang akan papa lakukan selanjutnya? biaya transparasi ginjal .... ah ”Kinar tak meneruskan ucapannya, ia kehabisan kata-kata dan sulit berfikir, darimana papanya bisa mendapatkan donor ginjal?


"Pa, ajukan Kinar, Kinar siap mendonorkan ginjal Kinar buat mama” ucap Kinar mantab


Satria menggeleng lemah, ia tak mau masa depan Putri kesayangannya hancur karena memiliki satu ginjal.


Bagaimana nantinya ia memiliki anak hanya dengan satu ginjal????


Satria tidak mau mengorbankan kebahagian putrinya, demi kesembuhan istrinya, walau ia sangat ingin Anggi bisa pulih seperti sedia kala, namun rasanya ia tak adil


”Pa , Kibar mohon papa izinkan Kinar akan baik-baik saja"ucap Kinar menatap papanya serius


"Tidak nak, maafkan papa” Satria menggeleng lemah


"Masih ada cara lain selain kamu harus mengorbankan ginjal mu. kita usaha kan yang terbaik untuk mama ku ya sayang” ucap Satri lembut


”Apa karena Kinar bukan putri papa dan mama , jadi papa gak mau?” tanya Kinar tiba-tiba sambil menitikkan air mata


"Sayang, bukan seperti itu, papa gak ada maksud kesana.


Papa hanya memikirkan masa depanmu nak.


Satu ginjal berarti kamu harus menerima kondisi fisikmu akan melemah, berbeda dari orang yang memiliki dua ginjal.


Satu ginjal juga bisa berakibat kamu sulit memiliki keturunan karena kondisimu akan mudah lemah dan cape, papa gak mau itu terjadi padamu sayang, semua karena kami sayang padamu” ucap Satria memberi pengertian pada Kinar.


Kinar Ingin memprotes namun Satria lebih dulu menggeleng pelan memberitahu jika perkataannya tidak mau dibantah, sehingga Kinar hanya bisa menelan kata-katanya dalam hati.


"Pa, Kinar mau memberitahu sesuatu” ucap Kinar ragu


"Katakanlah nak, apa yang mau kamu sampaikan sama papa”


”Kinar ambil cuti beberapa semester pa. Kinar mau mencari pekerjaan ”ucap Kinar pelan


”Gak Kinar,, kuliah kamu lebih penting. papa gak mau kuliah kamu berantakan, papa gak akan setuju. Terlebih lagi jika mamamu tahu”


”Pa, Kinar janji setelah semua stabil Kinar akan fokus kuliah lagi, atau Kinar bisa kuliah sambil kerja. please pa, jangan tentang keputusan Kinar.


Kinar anak paling tua, sudah seharusnya Kinar ikut bantu keuangan keluarga kita. please pa” ucap Kinar menangkupkan kedua tangannya dengan wajah memohon


”Tapi Kinar...”


”Hanya beberapa semester aja Kinar cuti pa, Kinar janji akan lulus dengan nilai terbaik”ucap Kinar sungguh-sungguh.


Satria hanya menghela nafas, ia tak tahu harus meluluskan keinginan putrinya atau tidak.

__ADS_1


Satria juga tak pernah meragukan kemampuan Kinar, Kinar selalu menjadi mahasiswi teladan di kampusnya.


Satria tak tahu apakah keputusan Kinar tepat atau tidak.Tapi setidaknya ia sudah tidak ngotot untuk mendonorkan ginjalnya, bagi Satria sudah cukup.


”Baiklah, ingat papa tidak pernah mau kamu menelantarkan kuliahmu, pendidikan mu bekal masa depanmu nak, walupun kamu nantinya akan menikah, namun pendidikan mu menopang anakmu kelak.


”Terima kasih pa, Kinar sayang papa”


”Haha, kamu masih seperti anak kecil saja Kinar, bagaimana nanti kalau kamu sudah punya pacar,. kamu pasti melupakan papa"goda Satria


”Gak akan dong, papa tetap pria nomor satu di hati Kinar” ucap Kinar tersenyum lebar lalu mereka tertawa


”Papa juga pria nomor satu di hati mama”ucap Anggi sambil mendorong kursi rodanya


”Mama, ..."


"Sayang, sudah bangun???” tanya Satria lembut


”Sudah, apa yang kalian bicarakan?sepertinya serius???


kok kakak belum jalan kuliah? apa gak ada kuliah hari ini?”


”Hari ini libur ma, waktunya Kinar merawat mama seharian penuh” ucap Kinar bergelayut manja pada Anggi


”Mama masih bisa sendiri sayang”


”Terserah kakak deh, tapi gak boleh ngeluh ya”


”Siap ma, gak akan.


Ayo kita makan dulu, Kinar buatkan bubur ayam kesukaan mama” ucap Kinar langsung mendorong kursi roda Anggi menuju meja makan di ikuti Satria


Sementara di meja makan terlihat Aisya sedang memarahi adiknya dan si kembar Raffa dan Raffi tak luput dari omelannya, entah mengapa Aisya pagi-pagi sudah mengomeli adik-adiknya, membuat Satria mau tak mau menegur gadis kecilnya itu


”Aisya sayang, kenapa kamu memarahi adikmu nak?” tanya Satria menatap anak kembarnya yang memasang wajah memelas meminta pertolongan


”Tau tuh nenek-nenek pagi-pagi udah ceramah, bikin kepala mau pecah ucap Reyhan cuek meneguk kopi nya


”Loe yang ngajarin si kembar jadi gak patuh Rey”dengus Aisya kesal


”Loe nya aja yang kebanyakan aturan” balas Reyhan tak mau kalah


”loh, loh kok kalian jadi bertengkar di depan adik kalian, kasih contoh yang gak benar"ucap Anggi membuat keduanya langsung diam


”cepet kalian baikan"perintah Kinar melotot pada kedua adiknya

__ADS_1


Aisya dan Reyhan lalu berjabat tangan tanpa menoleh


”Maafin gue” ucap Aisya pelan


”Apa gue gak dengar?” tanya Reyhan memancing lagi kemarahan Aisya


”Nih emang anak juga cari ribut”ucap Kinar langsung menjewer telinga Rey geregetan


"Kak lepasin kak, sakit, nanti kuping Rey panjang, hilang kegantengan Rey” protes Reyhan sambil mendelik kearah Aisya yang tertawa puas karena Reyhan dapat jeweran kakaknya


"Sukurin"ucap Aisya Tanpa suara


Kinar lalu berdiri di tengah-tengah kedua adiknya, ia menarik tangan Aisya dan Rey lalu menyatukannya


"Adik kakak itu harus saling akur, saling sayang. kalau adik salah bukan memarahi, tapi di beritahu dengan kasih sayang.


Rey juga gak boleh ngelawan Aisya hanya karena Aisya lebih tua satu tahun. apa kalian mengerti hmm?" tanya Kinar menatap kedua adiknya yang mengangguk lemah


" Maafin gue Ais” ucap Rey


"Gue juga minta maaf”ucap Aisya pelan


Kinar mengelus kepala adiknya dan tersenyum.


Anggi menatap Satria tersenyum lega karena melihat Kinar tumbuh menjadi sosok kakak yang mengayomi dan dewasa, membuat adik-adiknya patuh bukan karena takut


"Kapan kita makan kak, laper" protes Raffa memegang perutnya yang buncit


"Dasar tukang makan" cibir Rey yang di balas Raffa dan Raffi dengan menjulurkan lidah pada kakaknya itu.


"Sudah-sudah ayo duduk kita makan.


Abang Rey pimpin doa”ucap Satria lalu mereka berdoa sebelum makan.


Kinar dengan cekatan mengambilkan bubur untuk seluruh keluarganya dan dirinya sendiri.


Setelah sarapan, seluruh keluarga membubarkan diri, Reyhan berangkat sekolah. Kini ia duduk di bangku sekolah menengah atas kelas tiga, sedang Aisya baru masuk kuliah semester tiga, si kembar duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama dan si bungsu Amera masih umur tiga tahun.


Kini pekerjaan rumah di bagi-bagi .


Semenjak keuangan keluarga menipis, mereka sudah tidak mempekerjakan asisten rumah tangga lagu, hanya ada satu baby sitter yang bekerja menjaga Amera.


Siang itu setelah mamanya tidur, Kinar bergegas meraih tasnya lalu keluar rumah, melajukan mobil pemberian nenek dan kakek dari almarhum papanya untuk aktivitas sehari-harinya.


Dengan wajah sedikit tertekan Kinar melewati kemacetan kota besar, hingga kendaraannya. masuk ke dalam pelataran sebuah rumah sakit, ia menatap wajahnya dari kaca spion lalu berusaha tersenyum dan meyakinkan hatinya

__ADS_1


"Gue harus berani, semua demi mama”ucap Kinar lirih lalu keluar dari kendaraannya, masuk ke dalam rumah sakit


__ADS_2