Suami Sewaan

Suami Sewaan
Kembalinya Ingatan Satria


__ADS_3

Hallo, ada berita apa? Alhamdulillah, dimana? apa kau sudah memastikan jika itu dia???


Baiklah pastikan kalian menjaganya dan jangan sampai ia menghilang lagi, aku akan meluncur kesana sekarang juga”


Bagus mengakhiri panggilan teleponnya, ia menatap Putu sekilas, terlihat wajah tak sabaran Putu meminta penjelasan


“Pa, sepertinya anak buah ku sudah menemukan keberadaan Satria, hanya saja aku perlu memastikan apakah orang yang di maksud bener adalah Satria atau bukan ” ucap Bagus bangkit dari duduknya


”Papa ikut” sambar Putu langsung, ia sangat cemas pada Satria sehingga ia perlu menenangkan ketegangan dalam pikirannya


”Papa sebaiknya istirahat, pulanglah bersama mama. Aku janji akan mengurus semuanya dengan baik”ucap Bagus berusaha memberi pengertian Putu


”Papa bersikeras nak”ucap Putu tak bergeming dengan keputusannya.


Bagus hanya bisa menghela nafas karena jika papanya sudah memiliki kemauan akan sulit membujuknya.


Mereka lalu berpamitan pada Ayu, Anggi dan Ridwan dengan alasan ingin mencari Angin, sementara Ridwan menangkap gelagat yang beda dari keduanya, ia hanya bisa mengikuti skenario adik dan papanya.


Setelah mereka pergi, Ridwan pamit keluar, ia segera menghubungi Bagus menanyakan kecurigaannya


Sementara Anggi dan Ayu masih terdiam, menatap Kinar yang masih tertidur


”Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Setelah Satria tahu segalanya, nenek harap kamu sudah mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk,


Saat kamu membuat keputusan, kamu tahu konsekuensi dari ap yang kamu jalani” ucap Ayu memecah kebisuan


”Aku tahu nek, keputusanku dari dulu hingga kini sama, aku tetap ingin Kinar jadi anakku dan mas Satria bisa memaklumi itu semua”


”Walau Satria akhirnya membencimu dan menjauhi mu?” cecar Ayu


”Iya walau mas Satria membenciku dan menjauhiku karena nya, aku tetap mau Kinar”ucap Anggi mantap


”Apakah setimpal pengorbanan mu dengan semua ini sayang?” desah Ayu memijit kepalanya yang terasa berdenyut


”Aku tak tahu nek, yang aku mau hanya memberi Kinar keluarga yang utuh, penuh kasih sayang. kehidupannya yang memprihatinkan membuatku ingin melindunginya”


"Kamu akan kehilangan pria yang sangat kamu cintai, nenek tahu kamu tidak bisa melupakan Satria, apakah kamu sanggup mengubur perasaanmu demi Kinar?” tanya Ayu menatap Anggi


”Nek, aku selalu mencintai mas Satria selamanya, bahkan jika akhirnya aku harus kehilangan dia, aku akan tetap mencintai dia.


Aku percaya suatu saat mas Satria bisa menghargai keputusanku tanpa melihat asal-usul Kinar.

__ADS_1


Aku tahu kedua orangtua Kinar bukan orang baik, dan Kinar adalah dosa mba Widya dalam pernikahan Mas Satria dan mba Widya, namun anak ini tak bersalah sama sekali, anak ini hanya korban dari keegoisan orangtuanya.


Aku pasrahkan semua sama Allah, jika mas Satria benar-benar mencintaiku, Allah punya jalan untuk membuatnya kembali padaku, dan aku percaya itu.


Namun jika ia bukan jodohku, aku cukup bahagia hidup dengan kedua putriku”ucap Anggi berusaha tersenyum walau hatinya menangis


”Nenek hanya bisa mendukungmu nak, jangan khawatir , ada nenek di sampingmu” Ayu menggenggam tangan cucunya, mereka lalu berpelukan


”Terima kasih nek, itu sudah cukup untukku. Doakan aku kuat nek”lirih Anggi membalas pelukan neneknya, ia butuh menenangkan diri, dalam pelukan neneknya, ia bisa merasa kedamaian.


Sementara di rumah sakit luar kota


Putu dan Bagus langsung masuk ke dalam rumah sakit, Anak buah Bagus sudah menunggu mereka, dan langsung menuju ruangan di mana Satria di rawat, seorang pria tua pemilik Vila yang sedang menunggu kedatangan Putu dan Bagus setelah mendapat penjelasan dari anak buah Bagus


”Malam pa, saya Putu kakeknya Satria dan ini Bagus anak saya.


Terima kasih atas bantuan bapak menjaga cucu saya"ucap Putu berjabatan tangan


”Tak perlu sungkan pak, sudah kewajiban kita saling menolong” ucap Pak Dirman pemilik Vila


”Saya menemukan cucu bapak tak sadarkan diri setelah terdengar suara teriakan di kamar disertai benda terjatuh, kami dobrak pintu dan segera membawa cucu bapak ke rumah sakit, namun kami tidak bisa mengabarkan bapak karena ponselnya terkunci dan beberapa jam kemudian mati total” ucap Pak Dirman


"kami berutang Budi dengan bapak, cucu saya pergi dari rumah dan tidak bisa dihubungi”terang Putu


Suter mengabarkan pada dokter jika Satria sudah sadarkan diri, mereka semua segera menuju ke ruangan dimana Satria di rawat


Dokter segera memeriksa Satria yang masih terlihat linglung, melontarkan beberapa pertanyaan seputar yang di rasakan Satria.


Sedang Satria beberapa kali terlihat memijit kepalanya dan mengerutkan alisnya menahan sakit


Putu segera menghampiri dokter setelah selesai memeriksa


" Bagaimana kondisi Satria dok?”tanya Putu tak sabaran


”Kakek siapanya pasien?”tanya si dokter


”Saya kakeknya dok, Putu" ucap Putu mengulurkan tangannya


”Saya dokter Marwan, kondisi pasien normal, hanya saja perlu di tangani oleh dokter spesialis syaraf, sayangnya di rumah sakit ini kami belum memiliki peralatan pendukung"terang dokter Marwan


”Apa cucu saya bisa saya bawa untuk di pindahkan Lee rumah sakit di kota dok?”

__ADS_1


”Bisa kek , kondisinya stabil tidak masalah, sepertinya cucu bapak pernah mengalami kecelakaan dan mengalami amnesia, ia mengatakan merasa sakit kepala saat berusaha mengingat dan saat ingatannya tiba-tiba muncul seperti flash back” ucap dokter Marwan


”Benar dok, cucu saya beberapa bulan lalu kecelakaan. Saya akan bawa hari ini ke kota dok”


"Baik kek, saya akan menyiapkan surat jalan untuk cucu kakek, kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter Marwan meninggalkan ruangan tersebut


”Kakek,.."panggil Satria lirih, ia masih merasa sakit di kepalanya


”Anak nakal, mau sampai kapan kau buat kakek mu ini jantungan” ucap Putu kesal, sementara Satria hanya nyengir kuda


”Maaf kek, Satria hanya butuh waktu berfikir”


”Kakek tahu masalahmu, tapi dengan menghilang tanpa kabar kamu sudah membuat semua orang susah, kakek tidak suka itu” gerutu Putu


”Maaf...”


”Malam ini juga kita kembali ke kota, kamu harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisimu”


"Baik kek"ucap Satria pasrah


Malam itu juga Satria di bawa dengan ambulance menuju rumah sakit milik kakeknya, sebenarnya ia mau ikut dengan mobil yang Bagus kendarai, namun kakeknya memaksa dirinya untuk berada di mobil ambulance untuk mencegah yang tidak diinginkan.


Hanya memakan waktu dua jam mereka sudah sampai di rumah sakit. Ridwan menyambut kedatangan mereka, ia ingin marah pada keponakannya itu, namun melihat Putu memelototinya, ia urung melakukannya


Satria menjalani beberapa pemeriksaan, Ridwan di dampingi para staf dokternya segera melakukan pemeriksaan dan diagnosa


”Bagaimana keadaan cucu papa?” tanya Putu tak sabaran


”Sepertinya dia sudah mengingat beberapa kejadian pa, hanya itu memicu sakit kepalanya, seiring waktu ia akan bisa mengingat semua”ucap Ridwan memberi penjelasan


”Alhamdulillah, papa lega”


”Papa sebaiknya pulang istirahat, bawa mama dan Anggi pulang” ucap Ridwan lagi, karena ia tak bisa membujuk Anggi kembali, otomatis Ayu masih di rumah sakit bersama Anggi


Satria yang tak sengaja mendengar bahwa Anggi di rumah sakit, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Anggi, ia sebenarnya masih sangat kecewa dan marah dengan Anggi, namun tak bisa di pungkiri, ia merindukan sosok wanita itu.


”Dimana Anggi kak?” tanya Satria pada Bagus, namun Bagus malah menengok ke arah Putu dan Ridwan.


Putu maupun Ridwan saling pandang dan terdiam


”Kek apa yang terjadi dengan Anggi, dimana dia?? katakan kek !!!!!” ucap Satria menekan kalimatnya

__ADS_1


"Anggi ....” Ridwan menatap papa nya


__ADS_2