Suami Sewaan

Suami Sewaan
Sebuah kebenaran


__ADS_3

Sementara Ridwan kembali ke rumah sakit , sedang Bagus masuk kerja


Ayu dan Putu menyusul Prapti ke kamar Kinar, mereka sangat rindu dengan cicit angkat mereka.


Kini tinggal Anggi dan Satria, keduanya masih tetap diam, seolah mencari kata-kata yang tepat untuk membuka percakapan


”Mas makasih”ucap Anggi lirih


”Tak perlu berterima kasih, sudah kewajiban ku merawat dan menjaga Kinar, DIA ANAKKU"ucap Satria seolah menggaris bawahi kata anak, membuat Anggi menelan ludahnya sendiri karena terkejut


Anggi menatap wajah Satria, seolah mencari sesuatu yang salah disana, namun wajah Satria datar, tak berekspresi


”Tapi tetap saja aku harus berterima kasih dan meminta maaf padamu karena karena tak bisa menjadi ibu yang baik untuk Kinar”ucap Anggi pelan, menatap lurus pada Satria


Ekspresi Satria masih tak berubah, ia seolah tak mendengar apa yang di katakan oleh Anggi, ia diam saja sambil meneguk kopi di depannya


”Aku memang kecewa karena Kinar sampai cidera seperti itu, tepatnya sangat kecewa dan marah”ucap Satria dingin


Anggi merasa sulit bernafas, ia merasa Badai akan segera datang, justru ia malah berharap Satria memarahinya, bukan dengan sikap dingin seperti itu seolah seperti gunung berapi yang siap meluapkan lahar panasnya setiap saat


”Mas Satria sepertinya menyembunyikan sesuatu maksud dari ucapannya, aku harus berhati-hati agr tak salah bicara, terlebih jika menyangkut Kinar” gumam Anggi dalam hati.


walau ia merasa tak tenang, namun ia berusaha tetap tenang senormal mungkin


”Aku minta maaf mas, aku lalay”gumam Anggi pelan


Satria menatap Anggi, lalu kembali meresap kopi di cangkirnya yang kini sudah habis, meletakkannya kembali dan menghela nafas pelan


”Kamu pasti tahu jika mas sangat mencintaimu dan anak-anak kita, kamu juga sangat tahu mas ingin memperbaiki segala kesalahan yang pernah mas lakukan padamu dulu, dan mas sadar sesadar-sadarnya jika luka yang mas torehkan sulit untuk diobati, mas sangat menyadari itu.


Namun satu yang menjadi penyesalan mas adalah, kamu menyembunyikan sebuah fakta pada mas.


Mungkin kamu pikir mas bodoh, seorang di masa laluku yang terkena karmanya dan lupa ingatan, namun mas ingin mengatakan satu hal padamu, sebodoh nya mas, mas masih punya hati, sebuah hati yang ingin mencintai kamu dengan tulus tanpa ada kepalsuan, sebuah hati yang berharap bisa memulai membangun keluarga kecil berdasarkan cinta dan kepercayaan


Mas sungguh kecewa padamu,setidaknya dengan adanya musibah ini,mas bisa membuka mata mas dan menempatkan diri mas, dimana mas harus berdiri.


Mas memberi kamu kesempatan menjelaskan semua dan mengatakan apa yang harus kamu sampaikan”ucap Satria menghela nafas pelan


Pandangan matanya tajam namun menyimpan kesedihan yang dalam


”Aku tak merasa mas bodoh, mas papa dari anak-anakku, aku tahu aku salah mas, aku minta maaf sedalam-dalamnya, aku tahu kesalahanku , aku terima aku salah” ucap Anggi parau


”Aku masih mencintaimu mas, hanya saja aku butuh waktu, gak ada maksud mempermainkan mu, aku bisa bersumpah demi kedua anak kita.

__ADS_1


Aku tak menyembunyikan apapun darimu mas” tambah Anggi bersungguh-sungguh


Satria meremas kepalanya, ia masih berharap Anggi akan jujur padanya, namun nyatanya Anggi masih tak menyadari sesuatu yang terjadi, bahwa ia sudah mengetahui segalanya tentang Kinar, siapa sebenarnya Kinar


Raut kekecewaan jelas terpancar dari wajah dan sorot mata Satria, beberapa kali Satria menghela nafas, mencoba meredam emosinya


###Flash Back


Ingatannya kembali pada beberapa hari lalu saat ia mengambil baju ganti Kinar dan melepas lelah di ruang kerja Anggi, tanpa sengaja ia membongkar-bongkar laci meja kerja karena mencari pena yang biasa ia pakai, pena itu pemberian Widya saat ia masih bersama Widya.


Namun pandangan tertuju pada sebuah map yang berada di dalam laci tersebut. Sejak ia kecelakaan dan pulang kerumah, ini kali pertamanya ia masuk kembali ke ruang kerja ini


Satria membuka map tersebut, sebuah foto jatuh


Foto Widya dengan seseorang sedang memeluknya dengan perut yang membuncit di luar map tersebut terdapat nama Bagus


Satria memperhatikan semuanya, ia kembali mengambil tumpukan map yang berada di dalam laci tersebut


Mulutnya menganga lebar, surat perjanjian kontrak dirinya tertulis disana, perjanjian kontrak antara Anggi dan Widya


Wajahnya memerah menahan marah, Anggi dan Widya melibatkan dirinya seolah ia sebuah benda , dan Anggi membayar sejumlah uang dan beberapa aset untuk membayar Widya karena telah memberikan dirinya pada Anggi


Harga diri Satria hancur, kemarahannya sudah tak terbendung, samar-samar ia bisa mengingat masa lalunya, namun semua seperti penggalan-penggalan puzzle yang belum tersusun


Satria bagai tersambar petir, ini semua seakan menjawab keraguannya selama ini mengapa golongan darahnya dengan Kinar berbeda, namun Satria berusaha membuang jauh-jauh kecurigaannya karena ia percaya Anggi tak akan berbohong padanya, terutama menyangkut anak, namun Anggi sudah menghancurkan kepercayaannya


Yang lebih parahnya adalah, ternyata selama ini Bagus sudah tahu tentang ini, atau mungkin seluruh keluarganya sudah tahu dan ia merasa di pecundangi


Akhirnya Satria memilih untuk memendamnya sendiri dan akan meminta kejujuran dari Anggi, ia memang merasa telah di bohongi, namun tak bisa di pungkiri jika ia sangat menyayangi Kinar, kebohongan Anggi seolah bisa meredam sedikit emosinya saat terbayang wajah Kinar, bagaimanapun ia sangat kecewa terutama dengan Anggi, kenyataan pernikahan mereka , lalu tentang Kinar, membuat Satria berfikir apakah Anggi masih menyimpan kebohongan yang lainnya lagi.


Satria berdiri memandang keluar jendela, wajahnya kusut , ia menghabiskan berjam-jam berdiri, hingga suara dering ponsel menyadarkannya, ia lalu berjalan keluar mengambil beberapa pakaian Kinar lalu menuju rumah sakit


###Flash Back Off


”Untuk yang terakhir kali, apakah ada yang ingin kau katakan, aku ingin mendengar sekarang”ucao Satria berusaha sabar


Anggi menggigit bibirnya, ia tak tahu harus berkata apa, tiba-tiba ia merasa jika Satria sudah mengetahui fakta sebenarnya tentang Kinar.


Tubuh Anggi gemetar, dingin merambat sampai ke telapak tangan hingga tengkuknya. mulutnya keluh


”Ma..maksud mas” Anggi tergagap


”Tentang Kinar , katakan sebenarnya” ucap Satria lirih

__ADS_1


”Ki..Kinar? , apa yang harus ku katakan lagi mas, aku sudah minta maaf semua salahku” ucap Anggi berusaha mengalihkan pembicaraan


Satria membuang nafas kasar, ia lalu mendekati Anggi membuat Anggi semakin gemetaran


”Awalnya aku berharap kamu berkata jujur, setelah ku desak beberapa kali kamu tetap tak mau mengatakannya.


Aku memang mencintai kamu, menyayangi Kinar, namun fakta bahwa kamu menutupi asal usul Kinar membuat ku sangat kecewa.


Aku tahu Kinar bukan anakku, aku tahu jika kau dengan Widya sebelumnya sudah memperjual belikan aku seolah aku adalah benda mati, pernikahan kita yang dulu adalah sebuah kebohongan belaka.


Aku sungguh kecewa padamu,. sungguh” ucap Satria lirih nyaris tak terdengar, ia bangkit lalu berdiri


Anggi memegang tangan Satria, ia menangis sejadi-jadinya, apa yang selama ini ia coba simpan rapat-rapat akhirnya kini terbuka juga, bahkan bukan hanya tentang asal usul Kinar tapi tentang perjanjiannya dengan Widya


”Mas maafkan aku,. aku tak bermaksud membohongimu” Isak Anggi


Satria melihat sekilas ke arah Anggi, ia tak mau emosinya malah akan membuatnya melakukan kesalahan yang lain, ia berjalan meninggalkan Anggi yang menangis, memanggil namanya


Namun Satria saat ini sungguh kecewa, ia berjalan terus tanpa menoleh, bertemu dengan Bagus di luar yang berusaha mengejarnya namun sebelum bagus berkata apa-apa, Satria menghadiahkan om nya itu dengan bogem mentah


”Selama ini gue percaya sama loe, tapi loe bohongin gue kak, gue kecewa sama loe”ucap Satria pelan lalu berjalan meninggalkan rumah. Anggi, memacu kendaraannya tanpa tujuan


Assalamu'alaikum...


Malam semuanya...


Maaf ya author beberapa hari tak bisa update di karena kan kejar penerbangan hingga keluar kota,


perjalanan memakan waktu tiga jam setengah dari kota asal. Author harus segera kembali ke Jakarta karena kondisi orangtua yang sakit,


setelah sampai author drop karena kelelahan, terlebih author beberapa pekan lalu baru selesai isolasi mandiri karena positif corvid, walau tanpa gejala tetap harus jaga imun.


jadi mohon maaf dan terima kasih atas pengertian reader sekalian.


Hari ini author upload dua chapter, semoga bisa mengobati kekecewaan reader sekalian.


Selamat membaca dan jangan lupa patuhi protokol kesehatan


semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. amiiinnnn


terima kasih


Pooh

__ADS_1


__ADS_2