Suami Sewaan

Suami Sewaan
Maaf II.


__ADS_3

Anggi berjalan menuju kamar sebelahnya, ia membuka handle pintu pelan dan matanya tertuju pada sosok laki-laki yang terlihat tidur di tempat tidur Kinar


”Mas Satria, aku tak tahu apa yang kakek, nenek, kak Ridwan dan kak Bagus sampaikan padamu, tapi aku yakin ini sesuatu yang. berat harus kamu terima.


Aku sebenarnya tak tahu apakah mereka memberitahumu alasan mengapa aku ragu padamu atau hal yang lain.


Aku harap kini kamu bisa memahami ku mengapa ada ragu di dalam hatiku, walau kau berusaha meyakinkanku, aku masih tak mau, terlebih kamu masih belum mengenaliku secara itu, seperti aku memanfaatkan keadaanmu, dan aku tak mau itu


Sehatlah mas, dan mari kita didik dan sayangi anak-anak kita, itu prioritas hidupku kini” ucap Anggi lirih, memandang seseorang yang pernah menjadi imamnya dulu


Anggi kembali menuju kamarnya sendiri, ia tak tahu saat ia berada di kamar sebenarnya Satria terbangun, namun Satria pura-pura tertidur, ia mendengar semua apa yang Anggi ucapnya, air matanya menetes, betapa ia sungguh merasa amat berdosa tega menyakiti wanita yang seperti Dewi itu.


Anggi merebahkan tubuhnya di samping Kinar, ia membiarkan Aisya tidur dalam box bayinya, tak terasa akhirnya ia pun tertidur


Sementara di tempat lain, Satria tak bisa memejamkan matanya, hingga akhirnya ia keluar kamar dan berjalan menuju dapur


Satria menuangkan segelas air mineral dalam gelas, lalu meneguknya, tiba-tiba punggungnya di tepuk seseorang membuat lamunannya buyar hingga menyemburkan air putih hingga terbatuk-batuk karena tersendat air minum


”Maaf aku tak bermaksud membuatmu terkejut"ucap Bagus dengan wajah menyesal, mengambil tisu di sampingnya lalu menyerahkannya pada Satria


”Aku tak apa-apa kak, hanya sedikit terkejut”ucap Satria canggung karena ia tak mau kedapatan melamun


”Maafkan perkataan kakak tadi, kakak hanya tak ingin kamu salah langkah lagi, kakak tahu kamu ingin menebus kesalahanmu, namun itu tak benar.


Kamu belum menemukan ingatanmu lagi, itu tak bijak rasanya, bisa jadi kamu akan melakukan kesalahan yang sama andai kakak tidak memberitahumu kejadian yang sebenarnya, dan masih banyak hal lain yang belum kami tahu”ucap Bagus lirih, ia meneguk segelas air putih untuk meredakan tenggorokannya yang terasa kering.


”Aku mengerti kak, aku gak marah kakak memberitahuku., jika tidak, mungkin aku sudah membuat kesalahan fatal yang akan ku sesali seumur hidupku nantinya”ucap Satria lirih kembali teringat perkataan Bagus


"Terima kasih kamu mengerti, kami ingin Anggi bahagia karena ia berhak bahagia. Jika kau benar mencintai nya maka biarkan ia yakin dengan keputusannya sendiri, jangan menekannya, biarkan ia menentukan pilihannya, apakah ia akan bersamamu atau tidak"ucap Bagus melirik sekilas kearah Satria


"Aku mengerti kak, aku tak akan pernah memaksakan kehendak ku pada Anggi, aku akan menyerahkan semua keputusan padanya. benar yang kau katakan kak, dia berhak bahagia, bukan harus bertahan dengan pria sepertiku yang hanya memberinya penderitaan”ucap Satria putus asa


Bagus memandang keponakannya dengan perasaan campur aduk, ia juga merasa kasian pada Satria, namun memang ia patut menerima itu semua.


"Belajar ikhlas menerima semuanya. jika memang Anggi jodohku, takdir akan mempersatukan kalian, lagi pula kalian masih punya sesuatu yang tak akan memisahkan kalian, Aisya.


Tunjukkan kasih sayang, perhatianmu pada anakmu, tunjukkan kamu pria yang bertanggung jawab dan ayah yang baik untuk anakmu, aku yakin sekeras apapun hati Anggi, ia akan luluh pada akhirnya.


Kakak harap saat itu datang, kamu sudah benar-benar memperbaiki hidup dan kelakuan buruk mu selama ini”ucap Bagus menepuk punggung keponakannya

__ADS_1


Itu adalah konsekuensi dari sebuah kesalahan


”Kakak akan kembali ke kamar, sebaiknya apa yang kita bicarakan kamu simpan di pikiranmu baik-baik”ucap Bagus lalu melangkah meninggalkan dapur menuju kamarnya yang berada di lantai dua


Satria masih terdiam seperti orang bodoh, menatap gelas kosong di depannya, pikirannya melayang jauh


"Akan ku buktikan bahwa aku bisa berubah, akan ku buktikan bahwa aku bisa jadi papa yang baik buat Aisya dan Kinar dan akan ku rebut hati Anggi kembali”ucap Satria bergumam pelan


Malam itu, Satria tidur dengan pikiran yang berkecamuk di dalam dirinya, ia terjaga hingga dini hari dan akhirnya ia tertidur karena lelah.


Keesokan harinya


Suara tangisan sudah menghiasi pagi yang cerah ini, suara seorang gadis kecil yang menangis kencang terdengar di depan kamar Satria, entah apa yang terjadi sehingga gadis kecil itu menangis sambil menunjuk tempat tidurnya


Satria terjaga dari tidurnya karena suara tangis Kinar yang kencang, ia mengerjakan matanya beberapa kali dan melihat gadis itu berdiri dengan tatapan menuju padanya


Suara tangis Kinar membuat Anggi berlari ke sumber suara dan mendapati Kinar di kamar nya sedang menatap Satria yang tidur di tempat tidurnya yang mungil


"Mamaaaa" ucap Kinar seolah mengadu pada Anggi hanya dengan tatapan yang mengarah pada Satria


”Sayang, itu papa, semalam papa tidur di kamar Kinar" ucap Anggi lembut, membenarkan rambut Kinar yang masih terlihat berantakan karena baru bangun tidur


”Nggak boleh"ucapnya sambil menggeleng kecil


”Papa pinjam tempat tidur Kinar, karena papa kangen Kinar kan”ucap Anggi memberi pengertian pada putri kecilnya


”Nggak "ucapnya lagi sambil meminta turun dari gendongan Anggi, ia meraih tangan Anggi dan menariknya.


Anggi dengan sabar mengikuti kemauan Kinar, ia berjalan mengikuti Kinar hingga sampai di samping tempat tidurnya, dengan ragu-ragu ia berdiri lalu kemudian menarik boneka yang berada di pelukan Satria


"Punya Kinar"ucapnya cepat lalu kembali minta di gendong Anggi


Satria hanya melongo melihat kelakuan Kinar, sementara Anggi menahan tawanya, rupanya Kinar menangis karena ia melihat Satria tidur sambil memeluk boneka kesayangannya, Kinar pikir Satria akan merebut boneka itu dari dirinya


”Sayang gak boleh gitu, papa cuma pinjam boneka Kinar kan?” ucap Anggi menjelaskan


”Kinar ” ucapnya yang mungkin maksudnya adalah miliknya seorang


”Mas sebaiknya kamu cuci mukamu, aku akan memandikan Kinar ”ucap Anggi mengecup pipi Kinar membuat wajah Kinar yang tadinya cemberut tersenyum sambil bergelayut manja di gendongan Anggi

__ADS_1


"Ayo sayang kita mandi, sebelum adik Aisya bangun” ucap Anggi lembut yang di balas anggukan kecil Kinar.


Kinar menatap sekilas pada Satria yang masih diam seolah belum sepenuhnya sadar


”Ma...” seolah tak rela meninggalkan kamarnya karena masih melihat Satria di kamarnya


"Papa gak akan ambil boneka kamu , sekarang kamu mandi dulu sama mama ya, mama sudah buatkan kamu omelette sosis” ucap Anggi yang di balas teriakan girang Kinar.


mereka meninggalkan kamar itu, masih bisa terdengar tawa dan celoteh Kinar, rupanya sepiring omelette sudah membuat mood gadis kecil itu membaik


"Ya Tuhan, betapa indah pemandangan tadi, Anggi dan anakku, inikah rasanya memiliki keluarga utuh??? perasaan yang tak pernah kurasakan sejak kecil.


tunggu papa nak, papa akan jadi papa yang terbaik untuk kalian” ucap Satria menyeka air matanya


ia mengedarkan pandangan ke sudut ruangan di mana Anggi menempatkan beberapa boneka Kinar yang tersusun rapih.


"Papa akan membahagiakan kalian dan mama kalian, itu janji papa pada kalian” ucap Satria bertekad dalam hati


Assalamu'alaikum semuanya


Maaf ya sedikit lama upload nya di karenakan author memiliki beberapa masalah.


Orang tua author kritis dan harus segera terbang, dan untuk terbang butuh test swab, dan saat di swab malah author positif corvid.


Author shock, karena author tidak merasakan gejala apapun sebelum swab, yang author ingat petugas medis setelah mengambil test pasien positif tidak ganti sarung tangan ataupun memakai handsanitiser pada tangannya yang memakai sarung tangan itu.


justru setelah swab, author tidak bisa mencium dan demam


penyebabnya author terpapar juga tak jelas.


mungkin juga otg alias orang tanpa gejala atau juga karena kelalaian oknum tersebut.


atau mungkin juga pengaruh shock karena kabar mengejutkan dari orangtua yang kritis dan tak berdaya tak bisa menemui, membuat imun author langsung down, entahlah


Author ingatkan jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan dan terapkan selalu pada diri agar tak merugikan diri kita sendiri dan orang lain.


Keep spirit, sehat selalu untuk semuanya.


Sekali lagi author mohon maaf atas ketidak nyamanan nya , atas pengertian reader semua, author ucapkan terima kasih.

__ADS_1


wasalam


Pooh


__ADS_2