Suami Sewaan

Suami Sewaan
Mencarimu II


__ADS_3

Sudah seminggu Satria mencari keberadaan Anggi di pulau dewata, namun belum Jug menemukan titik terang, ia juga sudah mengerahkan anak buah Prakoso untuk mencari Anggi, namun sampai detik ini, belum menemukan titik terang


Tubuh Satria pun terlihat lebih kurus karena ia sering melewatkan makan, terkadang ia malah tak makan sama sekali, dalam fikirannya hanya menemukan Anggi


Awalnya Ayu yang benci dengan cucunya kini mulai iba, ia sering melihat Satria menangis sendiri menyesali perbuatannya, Ayu tak tega melihat itu semua, namun Putu menguatkan istrinya, ia harus bersikap tegas agar Satria benar-benar bertaubat dan ia akan mengingat kejadian saat inu selamanya dalam hidupnya, sehingga ia tak akan menyia-nyiakan orang yang benar-benar tulus mencintainya


"Apa kau masih belum menemukan Anggi? apa kau benar-benar mencarinya? " teriak Putu di depan pintu kamar Satria, membuat Satrianyang sedang melamun terkejut dan langsung menengok ke arah pintu dimana Putu berdiri dengan wajah marah


"Apa cuma segitu saja perjuanganmu menemukan istrimu? cih memalukan sekali, sungguh memalukan.


Perjuanganmu tak ada seujung kukupun dari perjuangan Anggi mempertahankan cintamu" ucap Putu meninggalkan kamar Satria sambil bergumam kesal


"Benar, aku tak boleh menyerah, Anggi sudah berkorban banyak untukku, ia juga sudah berjuang keras disisiku, ini tak seberapa, aku harus semangat mencarinya, terlebih lagi ia mengandung anakku, aku tak mau kehilangan kedua kalinya, kehilangan sosoknya membuatku sadar satu lah, Aku sangat mencintainya, karena keegoisanku membutakan mataku, kehilangan Widya membuatku mengabaikannya, namun setelah dipikir, aku baru menyadari, ada yang aneh dengan kepergian Widya, seolah ia ingin menyembunyikan sesuatu dariku, semuanya terencana" ucap Satria merenung


Lama Satria terdiam hanyut dalam pikirannya, ia seolah menyusun beberapa fakta dan menggabungkannya berurutan, Fakta mengenai kepergian Widya yang kin ia baru sadari, sangat janggal


Pasalnya ia fan Widya tak memiliki masalah atau bertengkar, beberapa bulan sebelumnya ia seperti mempersiapkan pendamping yang sengaja ia pilih untuk dirinya, dan setelahnya ia sengaja meminta Anggi dan dirinya bulan madu dan tepat saat itu Widya menghilang dengan membawa semua pakaiannya dan pakaian calon anak mereka, semua sudah Widya rencanakan


Satria mengepalkan tangannya, ia geram dan penasaran, misteri apa yang ada di dalamnya, alasan apa yang membuat Widya memilih pergi?


Tiba-tiba Satria bangkit lalu meraih jaket kulitnya, memasukkan beberapa pakaian yang ia pakai sebelumnya dan keluar dari kamarnya, mencari keberadaan kakek dan neneknya


"Kek, Satria pamit, Satria perlu memastikan sesuatu, Satria mohon maaf sama kakek dan nenek, karena kalian pasti sangat kecewa dengan Satria, tapi Satria janji akan membawa Anggi dan cicit kalian dengan selamat, Satria tidak mau kehilangan Anggi lagi" ucap Satria mencium punggung tangan kakek dan neneknya


"Berjuanglah cu, kakek akan mendoakanmu, jika butuh sesuatu tinggal katakan" ucap Putu menepuk punggung cucu nya

__ADS_1


"Jadikan ini pelajaran buatmu, carilah Anggi dan cintai ia tulus cu, nenek doakan kamu cepat bertemu dengan istrimu itu"


"Makasih kekek, nenek, Satria jalan dulu"


"Ah nih anak, pergi, pergi aja, kakak kan belum siap nih" gerutu Bagus mengucek matanya yang masih mengantuk


"Kakak disini aja, nikmati liburan kakak, Satria balik dulu ke Jakarta, Assalamu'alaikum" ucap Satria lalu ia berangkat kebandara diantar oleh supir Putu


Setelah kepergian Satria, Ayu mendatangi suaminya yang nampak sedang berdiskusi dengan anak bungsunya


"Kek, apa gak sebaiknya kita beritahu keberadaan Anggi? nenek gak tega melihatnya" ucap Ayu membuka percakapan


"Nek, kamu mau cucu kita menghargai pasangannya tidak? biarkan ia merasakan bagaimananya sakitnya kehilangan yang berharga dalam hidupnya, kita harus kuat, semua demi rumah tangga Satria dan Anggi kelak.


Ditambah menurut kakek, Anggi belum bisa memaafkan suaminya, tapi kakek yakin seiring waktu, ia akan sedikit terobati.


"Menurut Bagus juga gitu ma, Bagus setuju dengan papa, mama tenang saja, besok Bagus akan menyusul Satria ke Jakarta"


"Makasih nak, awasi ponakan mu itu ya nak" ucap Ayu menatap sedih


"Pasti, mama jangan sedih, semua pasti akan baik-baik saja, hanya kita harus sedikit keras pada Satria, ini semua demi kebahagiaan mereka" ucap Bagus menggenggam tangan Ayu


"Mama mengerti nak, mama rindu Anggi"


"Kita video call mereka" ucap Bagus membuat senyum Ayu merekah

__ADS_1


Akhirnya mereka melakukan panggilan video dengan Anggi dan Ridwan, Ayu merasa sesikit lega melihat senyum Anggi lagi, walau Ayu tahu dalam hati Anggi menanam kesedihan yang dalam, hamil tanpa di dampingi suami tercinta


Sementara di tempat lain, setelah menempuh perjalanan selama satu jam setengah, Satria sampai di jakarta dan langsung menuju kediamannya, ada yang terlewat dari pengamatannya. Ia harus menemukan fakta kepergian Widya, sehingga ia bisa fokus menemukan Anggi tanpa ada rasa bersalah


Setelah beberapa menit perjalanannya dari bandara, akhirnya ia sampai di kediaman Anggi, sejenak Satria termangu menatap bangunan nan megah di depannya


"Sayang, aku pasti akan membawamu kembali bersama anak kita, aku tak bisa kehilanganmu, cintaku padamu berbeda dengan cintaku pada Widya, entah mengapa aku merasa lebih kehilangan saat kau pergi dibandingkan saat Widya pergi, tunggu aku !!"


Satria memencet bell rumah, tak lama kemudian Prapti membukakan pintu dengan wajah terkejut


"Pak Satria? kok cepat sekali pulang, apa mba Anggi sudah ketemu? " tanya Prapti celingak-celinguk


"Belum ketemu, tapi aku pasti menemukannya, tolong buatkan teh hangat dan makan, aku may mandi dulu" ucap Satria langsung melangkah meninggalkan Prapti


"Apa pak Satria sudah menyadari kesalahannya, mengapa begitu yakin akan menemukan mba Anggi?, ah sudahlah, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka, aku hanya akan tutup mulut sampai mba Anggi memintaku berterus terang" ucap Prapti lalu melangkah ke dapur membuatkan masakan untuk Satria


Beberapa saat kemudian


Satria sudah mandi dan berganti pakaian, ia lalu menuju kamar Widya, ia harus menemukan sesuatu yang bisa di jadikan petunjuk


ia membuka laci meja rias, biasanya disana Widya menyimpan perhiasannya, namun tak ada satupun perhiasannya disana


Satria menarik laci tersebut dan melemparkannya, sesuatu jatuh dari bawah laci yang ia lembar


"Sejak kapan Widya memiliki banyak uang membeli ini semua? kwitansinya sebulan sebelum aku dan Anggi menikah? dan apa ini? bukti transfer ke Bobby Atmaja? siapa pria ini? mengapa Widya menyembunyikan dariku, dan ini bukan sekali saja ia mentransfer uangnya kepada orang yang sama, yang aku tahu Widya tak memiliki kerabat lagi, siapa sebenarnya lelaki ini?" tanya Satria lirih

__ADS_1


ia kemudian membuka laci meja rias di bawahnya, tangannya merogo kedalam dan mendapatkan sesuatu di sana, sebuah liontin dengan ragu Satria membuka liontin tersebut


Foto dirinya dan Widya di dalam sana, Satria lalu mencoba mengambil foto itu dari liontin tersebut, namun ia malah terdiam dengan bola mata yang membulat sempurna, melihat foto di balik foto dirinya dan Widya


__ADS_2