
pagi2 sesudah sholat subuh. satria membangunkan widya yang masih terbuai mimpi
widya paling susah jika dibangunkan sholat
terkadang dia akan marah2 karena merasa tidur nya terusik
tapi beberapa hari ini dia akan segera bangun jika satria membangun kan nya untuk sholat
"sayang bangun sholat dulu. " ucap satria sambil mengecup kening widya
"uuuhhh masih ngantuk aku mas" ucap widya masih memejamkan mata nya
"sholat dulu udah siang katanha mau belajar masak" ucap satria lembut sambil mengelus2 pipi istrinya
"hooooaaaaaammm" widya menguap dan bangun menuju kamar mandi dengan mata yang masih merem melek
tiba2
Duk " adawww" teriak widya kencang sambil memegang kening nya
satria langsung berlari ke arah widya
dilihat nua istri nya mengelus2 kening nya dan meringis
"hahhaa makanya kalo jalan melek dulu dong sayang kejedot kan tuh kepala kamu" ucap satria tertawa lepas
widya lalu mendelik ke arah satria sambil terus mengelus2 kening nya
__ADS_1
"seneng ya istri kejedot bukan bantuin malah ketawa" ucap widya sebel lalu ia menutup pintu kamar mandi keras
tak lama keluar lalu sholat
satria sudah duduk menantikan istrinya selesai sholat
setelah widya selesai. satria menghampiri widya dan memegang kening widya
"telat udah gak sakit" saut widya sewot namun satria mengoleskan minyak kayu putih walau widya masih cemberut
"udah beres tuh gak akan benjol" saut satria sambil tersenyum
"udah dong jangan ngambek iya iya aku salah ketawain kamu. lain x makanya melek dulu baru jalan. ya udah kamu ganti baju. aku tunggu di luar" ucapnya lagi dan melangkah keluar kamar
belum sempat widya bertanya satria sudah menghilang di balik pintu kamar
"mau kemana pagi2 begini sih mas satria" gerutu widya lalu bergegas ganti baju dan menyusul satria yang sudah siap diatas motornya. mereka mengendarai sepedah motor menyusurj jalan raya yang masih lapang karena masih jam stengah 6 pagi
lalu ia menyuruh widha turun dari motor
"sayang mau apa kita kesini" tanya widya heran
"ya mau belanja lah yank masa mau apa" ucap satria cengengesan melihat widya yang langsung cemberut
"sial mas satria seumur2 aku belum pernah le pasar traditional. mana bau dan becek lagi tambah omg... pakai an ku hufh. saltum dong ini namanya"gerutu widya dalam hati melihat ujung sepatu kets nya karena widya pikir satria akan ajak dia ke taman lari pagi
sehingga widya berpakaian layak nya orang yang mau olah raga lengkap dengan sepatu kets putih
__ADS_1
widya masih diam tak bergeming dr posisinya berdiri
dia sibuk merutuki kebodohanya
"sayang? kok malah bengong. ayooo" ajak satria menarik tangan widya
widya yang terkejut langsung mengikuti satria
"sayang ih sepatu aku kotor nih masuk ke sini
mana bau lagi. kenapa gak ke supermarket aj sih"ucap widya protes
satria tak mengindahkan protes istrinya terus menggandeng tangan widya masuk ke dalam pasar
beberapa kali widya berteriak kecil. mual2 namun satria tidak memperdulikan nya. dia terus masuk lebih dalam sampai tiba di barisan pedagang ikan. dengan cekatan satria memilih beberapa ikan. dibuka ingsang nya lalu di pencet2 badan ikan nya
widya melihat yang di lakukan suami nya sambil menutup hidupnya
akhirnya setelah membeli.beberapa bahan2 masak dan stock sayuran ikan, ayam mereka kembali ke rumah
"sesampainya dirumah satria mengajari widya membersihkan ikan. memberi.bumbu. widya memperhatikan suami nya. dan saat menggoreng ikan widya sudah siap memakai sweter dengan kupluk serta masker dan kacamata fashion nya
satria yang melihat tingkah laku istrinya terbahak2.
"sayang kita mau masak bukan mau jalan2" ucap satria menggelengkan kepala
"biarin aman yank kalo ikan nya meletok2 lagi" ucap widya serius
__ADS_1
nih kamu liat. ikanya nanti aman gak meletup2
minyak panas kamj masukan trus taburkan tepung terigu secukupnya baru masukan ikan yang sudah kita bumbuin. ini berlaku buat ayam juga. jadi aman gak meletup2 dan hasilnya crispy nanti" terang satria