Suami Sewaan

Suami Sewaan
Training


__ADS_3

"Setelah gue memikirkan semuanya, gue punya solusi dari masalah kita.


Anggi tidak perlu pergi ke rumah sakit, tapi ia akan dapat perawatan yang tepat dan gue akan memantau perkembangannya setiap dua hari sekali sampai gue yakin dia sembuh total"


"Bagaimana? coba loe bilang, solusi apa yang loe punya bro? " tanya Satria antusias


"Kita perlu perawat kan? "


"Iya benar, terus? "


"Gue hanya perlu orang yang bisa gue ajaraim untuk merawat Anggi, minimal dua orang, jadi bisa gantian mengingat kondisi Anggi sekarang"


"Uh. thanks bro, loe emang sahabat gue, biar nanti gue coba tanya istri gue, apa dia punya orang yang bisa di rekomendasiin untuk loe training"


"Yang jelas, orang yang gak jijik liat luka bernanah, karena luka Anggi ada yang terinfeksi, kemungkinan terburuknya akan ada gejala tersebut.


Gue ada jam praktek siang nanti, jadi malam sekalian gue bawa alat-alat buat infus Anggi sekalian"


"Ok bro, gue tunggu. Sebaiknya sekarang loe sarapan pagi dulu. Sorry dah kesiangan sarapannya. thanks berat ya bro atas pertolongan dan waktu loe"


"Gak usah sungkan, loe udah kaya abang bagi gue. Waktu gue susah loe yang bantu gue.

__ADS_1


Sekarang waktunya gantian gue yang bantu loe" ucap Brian menepuk punggung sahabatnya.


"Mas ayo ajak Brian nya makan dulu, udah lewat jam sarapan pagi ini, ngobrolnya sambung lagi nanti" ucap widya ketika sampai di ruang tamu.


Mereka lalu makan sambil membahas rencana mereka


"Jadi begitu rencana Brian, apa kamu punya orang yang dapat kita percaya? " tanya Satrua apa pada istrinya


"Uhm, Tinah mas, satu lagi biar aku saja. jadi aku juga bisa tahu perkembangan Anggi"


"Tapi sayang, kamu sedang hamil besar, mas gak mau kamu kelelahan karena merawat Anggi" protes Satria


"Aku bisa bantu Tinah mas, biar Tina yang jaga Anggi malam, kalau hanya Tinah, kasian dia. Bisa-bisa Tinah jatuh sakit karena kelelahan merawat Anggi seorang diri.


"Kamu yakin? " tanya Satria yang di balas anggukan mantab Widya


"Makasih sayang" Satria mengecup kening istrinya


"Beruntung loe bro, punya istri yang pengertian, gue jadi iri" ucap Brian nyengir


"Makannya nikah, jangan kawin aja.

__ADS_1


Cari yang bener, sebelum loe jadi bujang lapuk" goda Satria


"Sial loe bro" ucap Brian tertawa


Setelah makan, Brian langsung pamit untuk berangkat kerja.


Sementara Satria dan Widya pamit pulang ke rumah untuk membawa pakaian ganti untuk Widya dan Satria selama menginap dirumah Anggi setelah menjelaskan rencana mereka, atas permintaan Anggi pula mereka untuk sementara waktu pindag kerumah Anggi.


Sore harinya Widya dan Satria sudah kembali kerumah Anggi, tak lama kemudian Brian datang membawa peralatan medis yang di perlukan.


Ia memasang selang infus di tangan Anggi lalu memperban luka Anggi agar tidak terkena debu.


Anggi berkali-kali terlihat kesakitan. Ia menggigit bibirnya menahan sakit hingga air matanya keluar sendiri


Widya yang berada disamping Anggi ikut meringis kesakitan karena tangan Anggi yang di genggamnya meremas tangan Widya kencang.


Tak berapa lama kemudian selesai juga. Brian memberikan obat yang di suntik melalui infus, tak lama kemudian Anggi tertidur


Satria menghampiri istrinya dan memagang tangan Widya yang memerah


"Apakah tanganmu sakit sayang? tanya Satria lembut

__ADS_1


"sedikit mas, nanti juga hilang" ucap Widya memijat tangannya


__ADS_2