
Satria menemani Anggi hingga ia tertidur, lalu Satria menuju beranda rumah, ia harus menyampaikan keputusan nya untuk segera menikahi Anggi.
Jika Satria sedang tertekan dan banyak pikiran, ia menjadi perokok aktif, entah sudah berapa batang rokok yang dihisapnya.
Satria sedang memikirkan bagaimana caranya menyampaikan maksud hatinya pada Widya, walau awalnya memang saran gila istrinya, namun ia ragu jika nanti Widya sakit hati.
”Woi bro,ngapain loe” ucap Brian sambil menepuk punggung Satria yang melamun.
”Sue loe, ngagetin aja, kapan loe datang sob?”
”Baru aja, tapi cukup lah liat seorang Satria yang melamun dalam wajah kebingungan” ucap Brian cengengesan
”Ah loe sahabat apaan, temen bingung malah cengengesan” gerutu Satria
”By the way gimana Anggi? mana baj*Ngan itu?"
" Anggi baru aja tenang dan tidur, manusia ah bukan binatang itu ada di belakang , Prapti sudah mengikatnya"
"benar-benar biadab itu orang, psikopat. kali ini kita harus bersikap tegas, gue siap jadi saksi ahli"
”Thanks bro, mungkin polisi sebentar lagi akan datang, gue dan minta tolong Prapti untuk menghubungi pihak berwajib."
Prapti datang tergopoh-gopoh mendekati Satria dan Brian
__ADS_1
”Pak Satria, polisi sudah datang, sekarang mereka di ruang tamu"
"Baik mba, kami ke sana, tolong buatkan mereka minum, kamu perlu berbincang-bincang dengan mereka terlebih dahulu"
Satria melangkah menuju ruang tamu di ikuti oleh Brian
”Siang pak, kami dari kepolisian sektor A, telah menerima laporan bahwa ada tindak kejahatan dan pelecehan di rumah ini"
”Siang pak, perkenalkan saya Satria dan ini dokter Brian.
Benar telah terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual di rumah ini........." Satria menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhir serta kejadian penganiayaan yang di alami Anggi hingga Nyawa Anggi terancam
"Penjelasan bapak sudah sangat jelas, sebaiknya bapak dan dokter Brian ikut kami ke kantor untuk membuat berita acara pelaporan dan berkas untuk menuntut saudara Andy agar segera di tindak secara hukum.
”Baik pak, segera kami akan kesana”
"Gue akan bebas, dan loe tunggu pembalasan dari gue” teriak Andy dan mobil patroli pun meninggalkan kediaman rumah Anggi.
”manusia gak punya otak”dengus Brian kesal
”Bro loe tunggu sebentar ya, gue mau nemuin Widya dulu. loe ngopi dulu sana, pasti belum sarapan kan?"
" Hahaha tau aja loe bro, you know lah, gue kan jomblo"
__ADS_1
"Dasar Jones"
"Eit gue bukan jones, alis jomblo ngenes, tapi gue Jojoba, jomblo jomblo bahagia hahaha" Dokter Brian berjalan menuju dapur sambil tertawa
"Dasar dokter speleng loe" teriak Satria tersenyum,, yang ditanggapi satu tangan terangkat Brian.
”Syukurlah gue punya temen seperti dia, beruntung banget. dia selalu bantu gue saat gue susah" gumam Satria menatap punggung sahabatnya yang mulai menjauh.
Satria mengetuk pintu kamar nya, lalu Widya segera membukanya dan memeluk Satria erat
"Ya Allah mas,lama sekali, aku sampai kwatir sama kamu"
"Makasih sayang sudah mengkuatirkan suami mu ini" Satria mengecup puncak kepala Widya, lalu membopong Widya ala bridal.
"Mas turunin, aku berat tau" Widya mengalungkan tangannya di leher Satria dan menyandarkan kepalanya di dahi Satria. mereka berciuman.
"Sayang tahu kah kamu jika kamu wanita yang sangat aku cinta di muka bumi ini, aku ingin menua dan mati bersamamu”
”Mas, aku mencintaimu sangat mencintaimu lebih dari yang kamu tahu. dan yakinlah bila suatu saat aku pergi bukan karena aku tak bahagia denganmu, tapi karena aku mencintaimu"
"Ya Tuhan, aku mencintai nya sangat mencintainya, maafkan aku mas, sebentar lagi aku harus pergi menebus kesalahanku, jauh darimu"
Widya menitikkan air mata
__ADS_1
"Stop mengatakan yang enggak-enggak, aku gak akan membiarkan kamu pergi dari hidupku, jika kamu pergi, aku akan mencari mu walau ke ujung dunia sekalipun, karena kamu hidupku"
"Makasih mas, I Love U” ucap Widya lirih sambil mengecup pipi suami nya