
Keesokan harinya Mereka semua menuju rumah Ridwan dengan mobil masing-masing.
Hari ini acara mereka menginap di rumah Ridwan, kebetulan hari ini hari Sabtu sehingga anak-anak tidak sekolah.
Satria tidak langsung menuju kediaman Ridwan, ia mampir di minimarket membeli beberapa cemilan dan buah untuk mereka nanti makan di sana.
Sementara Ridwan sudah lebih dahulu sampai di rumahnya.
Mereka sengaja pulang lebih awal karena Ridwan belum memberitahukan apa rencana mereka pada istrinya.
Ia langsung mengajak Irine berbicara empat mata begitu tiba di rumah mereka.
”Ya Allah, apakah kamu hanya menebak berdasarkan kecurigaan papa mas? atau kamu sebagai dokter bisa langsung tahu tanpa periksa?”tanya kemudian
”Sayang, aku memeriksa mama tanpa ia sadari saat ku pegang pergelangan tangannya, denyut nadi nya lemah” ucap Ridwan
"Kenapa mama harus menyembunyikan ini semua mas??? kita semua menyayangi mama.
Aku sudah menganggap mama orangtuaku sendiri. hanya mama dan papa yang ku punya" ucap Irine mulai menangis.
Ridwan membawa Irine ke dalam pelukannya.
ia tahu jika semenjak kedua orangtuanya meninggal, Irine hidup sebatang kara karena ia anak tunggal di keluarganya.
”Apa yang harus aku lakukan mas,aku siap membantumu”ucap Irine mantab
Ridwan lalu memberitahu rencananya, ini melibatkan ia ? sebagai dokter kandungan dan Prapti pasiennya
"Baiklah, apa Prapti sudah tahu rencananya?”
”Sudah, bagus sudah mengatur semuanya, kami serahkan semuanya padamu”ucap Ridwan penuh harap yang di balas anggukan Irine
Tak berapa lama kemudian mobil Bagus sampai di ikuti oleh mobil yang membawa Putu dan Ayu
Mereka langsung menuju ruang keluarga. Rumah Ridwan yang berkonsep urban jungle membuat siapapun betah berlama-lama bercengkrama di setiap sudut ruangan, pohon-pohonan yang hijau membuat teduh yang memandang.
”Ya Allah nak,mama suka sekali dengan rumahmu, asri dan teduh.
Boleh kita contoh nih kek buat di ruang keluarga kita” ucap Ayu memegangi tanaman yang berada di ruangan tersebut
”Kita gak bisa pelihara nek, yang ada mati semua karena konsep hunian seperti ini butuh ketelatenan.
sedang kita jarang dirumah” ucap Putu membuat Ayu terlihat sedih.
__ADS_1
Entah mengapa beberapa hari ini mood nya naik turun sehingga ia sering kali sensitif akan sesuatu, Putu menggeleng pelan, namun ia tetap bersikukuh dengan ucapannya membuat Ayu kesal lalu meninggalkannya.
Ayu memilih mendekati cucunya Yang sedang bermain, bercanda dengan cucunya setidaknya bisa mengobati kekecewaannya
Ridwan melihat mamanya dari kejauhan, ia lalu duduk di samping Papanya , menghela nafas dan menyentuh tangan Putu
"Pa, tolong kabulkan permintaan mama, papa kan ingi mama sehat, jik pikiran mama senang itu baik untuk kesehatannya” bujuk Ridwan
"Tapi nak, mamamu dan papa jarang pulang ke rumah kami, percuma. lagi pula mamamu tidak bisa terlalu capai"
"Pa, Ridwan akan cari orang yang bisa merawat tanaman-tanaman mama.
Tanaman ini semua jenis Yaang mudah di tanam dan gak harus di siram tiap hari.
bagaimana pa?” tanya Ridwan
"Baiklah nak, papa ikuti apa katamu” balas Putu akhirnya setuju.
Ridwan bangkit dan mendekati mamanya yang sedang bermain bersama putranya, ia lalu menyampaikan jika papanya akhirnya setuju.
Wajah Ayu langsung berubah ceria, mata nya berbinar cerah
"Benarkah??? mama hanya ingin dapat tenang di ruang tamu namun dapat pemandangan dan kesegaran diluar, karena papamu sangat cerewet jika mama banyak kegiatan” adu Ayu pada putranya.
”Makasih nak, kamu nak mam yang paling tampan” ucap Ayu menangkup wajah tampan putranya
”Aku juga tampan nek" protes Farel dengan suara cadelnya membuat semua orang tertawa mendengarnya
"baiklah cucu nenek yang ganteng bin tampan, mana sayang neneknya?"tanya Ayu merentangkan tangannya bersiap menerima pelukan Farel.
Farel berhambur kedalam pelukan Ayu dan menciumi pipi neneknya, membuat Ayu tertawa senang
"Farelll" teriak Reyhan dan Aisya bersamaan, memekakkan telinga
"Ais sama Rey ”ucap Farel senang melompat-lompat kegirangan melihat saudaranya datang dengan Snack ditangannya
"Buat Farel"ucap Reyhan menyodorkan Snack pada Farel,mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju sofa, membuka snack nya dan mulai menikmatinya.
mereka melupakan keberadaan Aisya, membuat Aisya menggembungkan pipinya kesal
"Kalian laki-laki menyebalkan"ucap Aisya bersedekah tangan
"Ais sini"panggil Farel memanggil Aisya, namun Aisya malah jual mahal, ia membuang wajahnya ke arah lain
__ADS_1
"Bial aja cewek emang lese ( rese)" ucap Reyhan cuek tak peduli asik menikmati cemilannya
”Mainnya sama-sama dong Rey, kakak bilang berapa kali”cap Kinar begitu mendekati adiknya
"Rey jahat kak, Aisya gak diajak main" adu Aisya pada Kinar
”Huh dasar tukang ngadu" gerutu Reyhan yang mendapat pelototan Kinar, Reyhan menunduk takut.
Kinar memang tegas, ia tak segan menghukum adiknya jika mereka bertengkar, ia selalu menekankan rasa kasih sayang diantara mereka
”Maaf kak"ucap Reyhan kemudian
"Ayo minta maaf sama kakakmu, lain kali saudara itu harus akur ya, main bareng. Reyhan laki-laki harus bisa lindungi Aisya”
"Reyhan mau jaga kak Kinar sama kak Aisya nanti kalau sudah besal”ucap Reyhan membusungkan dadanya
Kinar mengelus kepala adiknya penuh kasih sayang, ia juga membuat kedua adiknya akur kembali. mereka bermain rumah-rumahan, dan Reyhan menjadi dokter untuk boneka-boneka Aisya, sangat menggemaskan.
Kinar beberapa kali terlihat tersenyum melihat kelucuan adik-adiknya, sementara ia duduk sambil membaca novel , sangat tidak wajar untuk anak seusianya, namun itulah hobby Kinar, Anggi hanya bisa mendukungnya dan menyeleksi novel yang pantas di baca oleh anaknya itu, yang sesuai usianya.
”Sayang, ini nenek bawakan buah, kamu asik bener baca apa? tanya Ayu meletakkan buah di meja dan duduk di samping Kinar
"baca cerita bagus nek, ini kisah misteri. mama yang belikan"ucap Kinar bangga memamerkan hadiah Anggi
”Nanti kalau sudah sekolah menengah atas, semua koleksi novel nenek jadi milikmu, namun sekarang kamu baca dulu Yang se usiamu dulu ya. banyakan novel milik nenek oleh-oleh kakek buyut mu waktu dinas keluar negeri, sehingga banyakan paki bahasa Inggris, kamu harus pandai belajar bahasa Inggris untuk mendukung hobby mu.
tapi juga tidak melupakan bahasa ibu Pertiwi dan bahasa Arab tentunya karena kita muslim”ucap Ayu mengelus rambut panjang Kinar
"Serius nek?? Asikkkk.
Kinar akan rajin belajar nek, biar papa dan mama banga” ucap Kinar berbinar cerah
”Anak Sholeha, semoga kamu selalu sehat dan tambah pintar ya sayang"ucap Ayu mengecup kening Kinar
”Nenek juga, semoga panjaaaaang umur dan sehat selalu, bisa bermain sama Kinar Adan adik-adik.
Kinar sayang nenek” ucap Kinar memeluk erat Ayu.
Tanpa sadar, air mata Ayu jatuh, ia sangat bersyukur Kinar tumbuh menjadi gadis yang pintar dan berbakti, Kinar sosok kakak yang mengayomi adik-adiknya.
Ayu bangga pada Anggi dan Satria yang berhasil mendidik akhlak anaknya dengan baik.
karena kesuksesan seorang anak bukan hanya dari segi pendidikannya namun ahlak nya juga yang utama.
__ADS_1
pendidikan tanpa ahlak akan melahirkan generasi sombong dan egois.