Suami Sewaan

Suami Sewaan
Fitnahmu Membunuhku


__ADS_3

Keesokan harinya Satria sudah di perbolehkan kembali ke rumah, ia tak mengindahkan pesan Putu untuk mengabari Anggi dan membujuknya lewat telepon


Kendaraan mereka memasuki halaman rumah Anggi, Ayu menyambut kedatangan mereka, begitu juga Anggi, namun Anggi terlihat hanya menunduk tak banyak bersuara hingga mereka makan siangpun, Anggi memilih hanya bersuara jika di tanya


Wajah cantik Anggi terlihat pucat pasi, ia beberapa kali pamit ke toilet, namun Satria hanya diam, seolah ia tak perduli dengan istri kedua nya itu,, ia malah blak-blakan menanyakan perkembangan informasi keberadaan Widya di depan Anggi.


Anggi hanya menghela nafas, Ayu yang melihat kondisi cucu angkat nya itu terlihat sedang tidak baik, menyusul Anggi ke kamar nya


"Sayang, boleh nenek masuk? " tanya Ayu Membuk pintu kamar Anggi, nampak Anggi sedang berdiri di depan wastafel, membasuh Wajahny yang makin terlihat pucat


"Masuk nek, Anggi di sini" ucap Anggi lemah


"Apa tak sebaiknya kita kerumah sakit? nenek lihat kamu tidak enak badan" Ayu menyentuh kening Anggi, ia merasakan tubuh Anggi panas


"Anggi cuma kecapean aja nek, sedikit istirahat dan minum obat juga sembuh" ucap Anggi pelan


"Apa kamu yakin? apa perlu nenek panggilkan dokter Ridwan memeriksa keadaanmu" ucap Ayu kwatir


"Anggi cuma masuk angin aja nek, perut Anggi gak nyaman" ucap Anggi lalu kembali masuk ke dalam toilet, ia terdengar muntah-muntah


"Sayang apa kamu baik-baik saja? nenek panggilkan dokter Ridwan dan nenek gak mau kamu bantah" ucap Ayu tegas


"Apa cucuku hamil ya? buat memastikan sebaiknya aku hubungi Ridwan" gumam Ayu dalam hati


Ayu keluar dari kamar mandi menelpon dokter Ridwan


"Nek, gak usah, Anggi baik-baaaik..... " Anggi tak bisa meneruskan ucapannya tubuhnya terkulai lemah dan tak sadarkan diri


Sementara di ruang makan


"Apa kamu sudah meminta maaf pada istrimu? apa kamu sudah menelponnya semalam? " tanya Putu memberondong Satria dengan pertanyaan


"Aku lupa kek, maaf.


Aku fikir lebih baik secara langsung, jadi hari ini aku mau meminta maaf pada Anggi" ucap Satria enteng


Putu terlihat tak senang, rahangnya mengeras, ia tak habis pikir bagaimana Satria dengan mudahnya menganggap masalahnyang dia buat itu bukan sesuatu yang penting, bagaimanapun Satria sudah mengoyak hati cucu angkatnya, walau Satria adalah cucu kandungnya, Putu tetap tak terima perlakuan Satria pada Anggi yang di nilainya sudah sangat keterlaluan

__ADS_1


"Kamuu..., kamuuu, kamu akan menyesali telah mengabaikan perkataan kakek, walau Anggi wanita yang tegar, namun kamu sudah melukai hatinya terlalu dalam.


Kakek menyesal dan kecewa padamu" ucap Putu bangkit dari tempat duduknya


"Kek, Satria kan akan minta maaf, Satria tidak bilang tidak akan minta maaf" ucap Satria membela diri


"Apa susahnya menghargai perasaan pasanganmu sedikit, sebagai kakekmu, kakek merasa harus menasehatimu" ucap Putu melirik sebentar ke arah Satria, sebelum ia tersadar mendengar teriakan istrinya dari kamar Anggi


Putu segera berlari menuju kamar Anggi diikuti oleh Satria dari arah belakang


"Sayang ada apa ?" teriak Putu, namun taj meneruskan ucapannya, ia fokus melihat Anggi yang berada dalam pangkuan istrinya


"Anggi kenapa?" Tanya Putu kwatir


Satria pun langsung berlari mendekati nenek dan kakeknya


"Sayang kamu kenapa? bangun sayang" ucap Satria sambil membopong tubuh Anggi ke kasur


Satria menitikan air mata, ia baru menyadari bahwa ia juga mencintai Anggi sama besar dengan cintanya pada Widya


"Maafkan Satria nek"


"Nenek tidak butuh permintaan maafmu, sebaiknya kamu ucapkan permintaan maafmu pada Anggi" ucap Ayu kesal


"Sudah, sudah cepat telepon Ridwan sayang, minta dia segera datang kesini" perintah Putu pada istrinya


"Sebentar lagi Ridwan sampai, tadi sudah aku telepon" ucap Ayu cepat


Lima menit kemudian Dokter Ridwan datang, ia langsung memeriksa kondisi Anggi, beberapa kali ia melempar pandangan pada Ayu dan Putu, juga Satria.


Ridwan sudah tahu permasalahan yang menimpa Anggi, ia sudah menganggap Anggi sebagai adiknya sendiri, sehingga ia merasa sakit hati melihat Anggi di perlakukan buruk, sekalipun Satria adalah anak dari ayah angkatnya, Putu.


"Bagaimana nak, apa kamu sudah tahu sakit apa cucuku? " tanya Putu tak sabar


"Kek, nek, Anggi hanya kelelahan karena masa trimester pertamanya dan ia tertekan"ucap Ridwan tersenyum pada kedua orangtua angkatnya


"Maksud kamu? " tanya Ayu cepat, ia melihat Ridwan mengangguk membuat Ayu tersenyum lebar

__ADS_1


"Kek, seperti harapan kita" ucap Ayu menghapus air mata yang merembas keluar dari matanya karena bahagia


"Alhamdulillah" ucap Putu taj kalah bahagia


"Kalian sedang bicara apa sih, aku gak ngerti?


bisa kalian jelaskan apa sebenarnya yang di derita oleh istriku?" tanya Satria kesal karena ia sendiri yang tak mengerti


"Dasar anak bodoh, istrimu sedang hamil muda" umpat Putu kesal, bagaimana ia bisa tak tahu jika Anggi hamil, padahal ia sudah pernah tahu saat Widya hamil


"Ha.. haahamil? maksud kakek Widya sedang hamil?" ucap Satria menyakinkan


"Istrimu sedang hamil muda, usia kandungannya baru satu bulan.


Namun untuk memastikan kondisinya, sebaiknya besok bawa ke dokter kandungan dan periksa kondisi janin dalam kandungannya.


Sebaiknya biarkan ia beristirahat dan jangan buat ia tertekan dan bersedih" ucap Ridwan menyindir Satria


"Thanks bro"


"Udah kewajiban gue sebagai kakaknya Anggi, loe gak perlu minta maaf" ucap Ridwan langsung meninggalkan kamar Anggi


"Maafin Ridwan ya, dia dengan Anggi memang dekat dan sudah menganggap Anggi adiknya, mungkin dia kwatir jadi seperti itu" ucap Putu, namun Ayu tak berkata apa-apa, ia langsung pergi menuju dapur untuk membuatkan makanan untuk cucu tersayangnya.


Putu bisa memaklumi sikap istrinya tersebut, ia tak berkata apa-apa, Putu sangat bahagia akhirnya ia akan memiliki cicit kandungnya, bukan anak dari wanita itu.


Putu membiarkan Satria tak mengetahui kebenaran tentang anak siapa yang di kandung istri pertama nya, dan mengapa wanita itu pergi meninggalkan Satria


Putu lebih senang Satria mengetahui sendiri, mencari informasi sendirj, karena bagi Putu jika informasi itu datangnya dari dirinya, bisa di pastikan Satria akan menolak kebenaran dan balik menuduh Putu merekayasa semua karena tak suka dengan Widya, atau karena Putu ingin melindungi Anggi.


"Jangan kamu sia-siakan Anggi, dia wanita paling tulus dan baik yang pernah kakek kenal.


Cintai dan sayangi dia, kamu sudah membuatnya terluka, dan jangan sampai ia terluka untuk kesekian kali, bukankah kamu Menikahinya untuk melindunginya dari mantan suami nya dan orang-orang yang ingin berbuat jahat padanya?


Jika kamu berprilaku seperti itu, apa bedanya kamu dengan mereka.


Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari" ucap Putu menepuk punggung cucunya lalu keluar dari kamar Anggi, membiarkan Satria merenungi setiap perkataannya

__ADS_1


__ADS_2