
Motor yang di kendarai pak Sardi berhenti di sebuah rumab megah nan indah, pak Sardi nampak ragu-ragu, apakah ia salah mendengr arahan dari Anggi atau...
"Pak Sardi tunggu sebentar"ucap Anggi turun lalu tak lama seorang satpam menghampiri dan membuka gerbang rumahnya
"Sore bu Anggi" sapa nya dengan sedikit menunduk
"Sore pak, apa kakek dan nenek sudah kembali?" tanya Anggi melempar pandangannya ke dalam kediamannya sendiri
"Sudah bu, tapi kakek keluar lagi dengan pak Bagus" jawab si security
"Ya sudab saya masuk dulu, kamu tolong ingat ya, kalau bapak itu kesini, kamu persilahkan masuk beliau" ucap Anggi menengok pak Sardi yang masih berada diatas motor
"Baik bu, akan saya ingat" ucapnya
Anggi berjalan mendekati pak Sardi sambil tersenyum
"Ayo pak masuk dulu"
"Apa sudah sampai? lain kali bapak mampir. kamu masuk dan istirahatlah" ucap pak Sardi penuh perhatian
"Beneran gak mau mampir pak? " tawar Anggi lagi sedikit kecewa karena pak Sardi terlihat canggung kini
"Ah baiklah, segelas kopi boleh" ucap pak Sardi yang tak tega melihat Anggi muram
Pak Sardi lalu meminta Anggi naik kembalj ke motornya lalu merena masuk ke dalam halaman rumah Anggi
Setelah memarkirkan motornya pak Sardi ikut turun, Nampak pintu rumab terbuka dan keluarlah Prapti yang sangat senang dengan kedatangan Anggi
"Bu Anggi, huhuhu, Prapti kwatir, ibu baik-baik saja kan? " tanya Prapti panik
"Aku baik-baik saja, oh ya tolong buatkan aku kopi ya buat pak Sardi"
"Baik bu" Prapti bergegas menuju dapur, sementara Anggi mempersilahkan pak Sardi masuk duduk di ruang tamu, sementara Anggi pamit untuk mengganti pakaiannya sekaligus menemui neneknya agar wanita tua itu tak kwatir
Tok tok tok
"Nenek, Anggi pulang" ucap Anggi membuka pintu kamar Ayu
"Ya Allab kemana saja kamu cu, nenek kwatir sama kamu" ucap Ayu yang terlihat sembab karena habis menangis
"Maafkan Anggi nek, Anggi... "
__ADS_1
"Sudah-sudah nenek paham, maafkan suamimu ya? nenek tahu tindakan ia salah, anggap saja suami mu itu sedang tidak sehat pikirannya" ucap Ayu mencoba menenangkan hati Anggi
"Anggi mengerti nek, sekaranv Anggi baik-baik saja, semua berkat pak Sardi dan bu Kar yang Anggi temui di jalan, mereka yang memyadarkan Anggi bahwa perbuatan Anggi salah"
"Alhamdulillah, mereka orang baik, nenek harus berterima kasih langsung pada mereka" ucap Ayu penuh rasa syukur
Ia sangat menyayangj Anggi, walaupun kini ia sudah menemukan cucu kandung nya, namun kenyataan ia sangat peduli dan sayang pada Anggi tak merubah apapun.
"Anggi pulang diantar pak Sardi nek, beliau ada di ruang tamu"
"Baik lah nenek akan menemuinya, sekarang kamu bersihkan tubuhmu agar segar" ucap Ayu merapihkan anak rambut Anggi yang menjuntai menutupi wajah canti Anggi
"Anggi pamit dulu ya nek" ucap Anggi seraya mengecup pipi Ayu, lalu ia melangkah menuju kamarnya sendiri
Ayu menghela nafas beberapa kali menatap kepergian cucu angkatnya, hatinya sedikit lega karena Anggi kembali kerumah dengan selamat
Ia ikut merasakan apa yang di rasakan cucu nya itu, dan ia sangat kecewa akan sikap cucu kandungnya, ia marah pada Satria, rasanya darah dalam tubuhnya mendidih melihat perilaku Satria pada Anggi.
"Ya Allah, berikan kelapangan pada cucu angkatku, tabahkan lah ia dan kuatkan lah ia dalam menerima semua cobaan ini" Doa Ayu dakam hati
Ayu lalu menuju keruang tamu untuk menemui pak Sardi yang sedang duduk disana
"Malam, perkenalkan saya Ayu, nenek dari Anggi" ucap Ayu ramah sambil mengulurkan tangannya memperkenalkan diri
"Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena pak Sardi sudah menoling cucu saya, kami sangat kawatir karena cucu saya meninggalkan rumah sakit dengan pikiran yang kalut" ucap Ayu dengan wajah sedih
"Sudah seharusnya saling tolong menolong bu" ucap pak Sardi merendah
"Ah andai saja semua orang seperti dirimu, pasti dunia ini damai" Ayu tersenyum lebar
"Kalau boleh tahu anak sendiri tinggal dimana? " tanya Ayu lagi
"Saya di jalan M, sebelah supermarket C " terang pak Sardi
"Owh jauh juga dari sini itu, apa cucu saya anak temukan di daerah sana? " tanya Ayu penasaran dengan kronologis mereka bertemu
"Bukan bu, tapi beberaoa kilo dari sana, saya sedang bertugas waktu itu ketika melihat nak Anggi berjalan seperti orang bingung sambil menangis" jawab pak Sardi mengenang kejadian siang tadi
"Maaf kalau boleh tahu, nak Sardi ini bekerja dimana?"
"Saya abdi negera bu" jawab pak Sardi yang di balas anggukan kecil Ayu
__ADS_1
Pak Sardi ini seumuran dengan mantunya jika ia masih ada, terlihat sederhana dan sopan
"Nenek kaya nya serius banget ngobrol apa sih? " tanya Anggi begitu sampai di ruang tamu.
Anggi sudah memakai pakaian santai dan terlihat segar sehabis mandi
"Ngomongin kamu lah, lain kali jangan nakal, beruntung kamu ketemu pak Sardi.
Jika terjadi sesuatu padamu, nenek tidak ingin hidup" ucap Ayu sedih
"Nenek, maafin Anggi, jangan ngomong gitu lagi ya? Anggi janji seberat apapun masalah yang Anggi hadapi, Anggi tidak akan lari dari masalah itu"
ucap Anggi memeluk Ayu
Pak Sardi tersenyum melihat pemandangan di depannya, ia jadi teringat akan mendiang ibu dan anaknya sewaktu hidup.
"Bu saya izin pamit dulu.
Anggi, bapak pamit ya, ingat jangan berbuat yang nekad lagi ya? " ucap pak Sardi
Anggi mencium punggung tangan pak Sardi, ia mengantar pak Sardi hingga pintu rumahnya melihat pak Sardi mengendarai motor tua kesayangannya hingga tak terlihat lagi
" Nenek akan memikirkan cara bagaiman berterima kasih pada beliau" ucap Ayu yang tahu-tahu sudah berada di belakang Anggi
"Anggi juga berfikir begitu nek, pak Sardi dan bu Kar, dua orang yang sangat baik, yang Anggi temui hari ini.
Nek, maafin Anggi ya hari ini sudah membuat nenek kwatir" peluk Anggi merasa bersalah
"Nenek tahi masalahmu sangat berat cu, tapi ada kami, ada nenek yang selalu mendukungmu"
"Makasih nek, Anggi sayang nenek" Anggi bergelayut manja di tangan Ayu, ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan Ayu yang seperti nenek nya sendiri, menyayangi nya layaknya cucu kandungny sendiri.
"Ayo makan dulu, pasti kamu belum makan" ajak Ayu menggandeng cucunnya
"Nenek belum makan ya? Anggi temani aja, Anggi sudah makan di rumah bu Kar nek, nanti Anggi akan kenalkan pada beliau.
Maafin Anggi ya nek"
"Sudah-sudah, nenek maklum tapi jangan di ulang lagi, nenek sudah tua, nenek hanya ingin melihat kamu dan Satria bahagia menua seperti bersama seperti nenek dan kakekmu.
Jika kamu punya masalah, datanglah pada nenek, nenek pasti akan membantumu"
__ADS_1
"Makasih nek, makasih nenek sudah menyayangi Anggi sebesar ini" ucap Anggi terisak