Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 10


__ADS_3

Tap.. Tap.. Tap...


Suara langkah kaki terdengar menuruni anak tangga rumah. Seorang lelaki tampan yang begitu rapi dengan setelan jas nya, perlahan turun dan menuju ke meja makan. Menyapa keluarga nya yang sudah ada terlebih dulu disana.


" Pagi semua nya, " sapa Randy.


" Pagi Rand. Pagi mas, " jawab mami papi dan juga Ziya, adik perempuan Randy.


Sebelum duduk, Randy menuju ke arah keponakan nya Rasya yang masih berumur 1 tahun. Ia mencium gemas pipi gembul keponakan laki laki nya itu, lalu duduk di kursi yang berada di sebelah papi nya.


" Mau sarapan roti atau nasi goreng, Rand?," tanya Rita.


" gak mi. Randy minum kopi aja, " jawab Randy lesu.


Rita memperhatikan anak laki laki kesayangan nya itu, terlihat begitu lesu dan tidak bersemangat seperti biasa nya. Begitu juga Ilham dan Ziya adik nya.


" Ada apa Rand? kenapa tidak bersemangat? kamu kelihatan lesu sekali. Apa ada masalah di kantor?, " tanya Rita.


Randy hanya menggeleng gelengkan kepala nya, lalu menyeruput kopi buatan mami nya.


" Rand, kalau ada masalah kantor kamu cerita aja. Mana tau papi bisa bantu. Meskipun papi udah pensiun, tapi papi akan bantu kamu sebisa papi.. " ucap Iham.


" Tenang aja mi pi, gak ada masalah di kantor. Jika ada masalah, Randy masih bisa menghandle nya, " jawab Randy.


Rita mengernyitkan keningnya.


" Jika bukan masalah kantor, pasti masalah wanita itu lagi. Masih aja wanita itu jadi bayang bayang di hidup anak ku.. " batin Rita.


" Kalau bukan masalah, kantor pasti masalah wanita. Bener kan mas?, " tanya Ziya penuh selidik.


" Clara lagi, Clara lagi. Udah dong Rand, jangan kamu ingat lagi wanita egois itu. Mami kecewa sama kamu Rand, bisa bisa nya kamu jatuh cinta dengan wanita seperti dia, " ucap Rita yang begitu kesal.


Randy mengepalkan tangan nya menahan amarah. Ia tidak terima Clara di hina oleh siapapun, termasuk keluarga nya. Tetapi, pilihan Clara saat itu yang memilih untuk tetap pergi ke Paris, membuat Randy harus menahan amarah nya.


" Gak mi, ini bukan tentang Clara. Tapi, " Randy menggantungkan omongan nya, membuat mami papi dan juga adiknya menjadi penasaran.


" Tapi apa Rand?, " tanya Rita penasaran.

__ADS_1


Randy tersenyum tipis, sebelum melanjutkan omongan nya dan itu membuat semua orang semakin penasaran.


" Emmm, sebelum Randy melanjutkan. Randy mau tanya, apa mami papi tidak keberatan kalau punya menantu yang masih anak sekolahan?, " tanya Randy.


Semua nya saling memandang satu sama lain, terakhir mereka menatap Randy penuh selidik. Dalam fikiran mereka, apakah anaknya sudah membuka hati untuk wanita lain dan melupakan Clara. Tapi, masa iya jatuh cinta sama anak sekolahan.


" Rand, maksudnya anak sekolahan itu gimana? Masih SMP, SMA atau anak kuliahan? Jangan membuat semuanya penasaran, Rand, " tanya Ilham.


" Dia anak SMA, kelas tiga pi. Sebentar lagi, dia tamat sekolah. Jadi gak apa apa kan pi?, " jawab Randy.


Ilham dan Rita tersenyum bahagia. Bagi mereka, ini sudah satu kemajuan yang luar biasa sejak Randy berpisah dengan Clara. Rita telah berusaha menjodohkan Randy dengan anak teman teman nya selalu aja di tolak, begitu juga dengan Ilham.


" Kapan kamu mau mengenalkan dia kepada kita semua, Rand?, " tanya Ilham.


Inilah yang ditakutkan Randy. Gadis kecil itu aja masih menolak, gimana mau mengajak bertemu dengan orang tuanya. Tapi, Randy akan terus memaksa nya. Kalau perlu, dengan ancaman akan Ia lakukan. Asalkan gadis kecil itu mau untuk menikah dengan nya.


" Hehehe gak tau mi pi. Dia masih nolak lamaran Randy, alasan nya karena masih sekolah., " jawab Randy yang di barengi tawa kecil.


" Ya sudah, usahakan agar mami papi bisa ketemu secepatnya dengan wanita itu., " ucap Rita dan di balas anggukan kepala Randy.


Randy bangkit dari kursinya setelah menghabiskan kopinya. Mencium pipi mami nya dan tak lupa mencium pipi gembul Rasya. Ia pamit lalu bergegas menuju mobilnya, untuk berangkat ke kantor.


Randy menuju lift. Seperti biasa, kedatangannya menjadi kehebohan untuk para karyawan wanita yang berusaha mencari cari perhatian Randy. Tapi, tak pernah satu pun mendapatkan balasan senyuman dari Randy. Yang ada, malah wajah datar dan angkuh yang Ia tunjukkan.


Ting, pintu lift terbuka. Randy segera masuk kedalam lift khusus untuk para petinggi di perusahaan nya. Setelah sampai dilantai dimana ruangan nya berada, Ia pun segera keluar.


" Pagi pak Randy, " sapa Siska sekertaris Randy yang dibalas anggukan oleh Randy.


Randy telah sampai di depan ruangan nya. Saat ia memegang knop pintu dan ingin membuka nya, Ia teringat tentang gadis kecil itu dan langsung berbalik menghadap sekertaris nya.


" Siska, jika ada gadis kecil datang dan memberitahukan nama nya vita pada bagian receptionist, langsung antar keruangan saya, " ucap Randy tegas.


" Ba-baik pak, " jawab siska terbata bata


" Gadis kecil? Apa gadis kecil yang kemarin? Pacar baru pak randy kali ya? " batin Siska.


Siska pun hanya bisa geleng geleng kepala, lihat kelakuan bos nya yang memacari wanita yang kelihatan masih anak SMA.

__ADS_1


Setelah menyampaikan pesan kepada sekertarisnya, Randy masuk kedalam ruangan nya dan duduk di kursi kerja miliknya. Menyandarkan kepala nya di punggung kursi dan fikiran nya kembali melayang.


Randy menghembuskan nafas nya kasar dan mengusap kasar wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Ia begitu stres dengan keinginan gila Clara. Apakah ia bisa hidup dengan wanita yang tidak ia cintai?


Tiba tiba Randy menyeringai seram dan bergumam.


" Gadis kecil, kamu harus menikah dengan ku. Jika kamu menolak, kamu akan tau akibatnya. Demi Clara apapun akan aku lakukan, "


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Iklan...


Readers : Thor kesel lihat Randy yang jahat gitu.


Author : Sabar. Ini karena Randy terlalu cinta mati sama Clara.


Readers : Iya. tapi, gak gitu juga dong. kasian vita. Jadi pengen jambak rambut Randy sampe botak.


Author : Idih serem amat lo pada.


Readers : Biarin 😈 Jangan lupa kasih balasan yang kejam untuk Randy dan Clara thor.


Author : Kasih ide dong, balasan apa yang cocok untuk Clara dan Randy.


Readers : Rikirin sendiri 😛

__ADS_1


Author : 😧😧


__ADS_2