Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 26


__ADS_3

Rita memperhatikan sikap Randy yang berbeda terhadap Vita. Ia melihat, Randy sangat acuh, tidak seperti sikap Randy terhadap Clara.


" Ahh sudah lah nak, gak usah kamu perdulikan anak nakal itu. Oh ya, bagaimana keadaan kamu sekarang? Kemarin, Randy cerita kamu terjatuh dari motor karena menabrak mobil Randy dan luka luka,. Apa masih sakit nak?, " tanya Rita dengan raut wajah khawatir.


Vita mengernyitkan kening nya. Ia bingung kenapa Randy cerita jujur, bukan nya kemarin bilang nya mau jawab bohong. Dasar lelaki tidak punya pendirian.


" Ehh iya tante. Gak parah kok, ini aja udah gak apa apa. Hanya tinggal nunggu luka nya kering, " jawab Vita terbata bata.


" Syukur lah kalau begitu. Oiya, mulai sekarang jangan panggil tante lagi ya, tapi panggil mami aja. Sebentar lagi, kamu kan jadi menantu mami, " pinta Rita.


" Ii.. ya tan, ehh mami, " jawab Vita gugup.


" Wah wah, bentar lagi posisi aku sebagai anak perempuan kesayangan mami, bakalan di gantikan sama kamu Vit. Cemburu aku mi, " seru Ziya yang baru datang dari dapur lalu duduk di samping Vita.


Rita dan Ilham tertawa bersama melihat kecemburuan Ziya. Yah, memang sampai sekarang, meskipun sudah menikah, Rita tetap menganggap Ziya putri kecil nya. Putri kesayangan nya.


" Mbak Ziya gak perlu cemburu. Mbak, akan tetap menjadi putri kesayangan mami dan itu gak akan pernah berubah kok, " ucap Vita sambil menggenggam tangan Ziya.


" Sekarang, aku tenang kalau nanti harus kembali ke singapura bersama suami dan anak ku, karena mami dan papi akan mempunyai menantu yang sangat sayang dan perhatian seperti kamu, " ucap Ziya dengan senyum yang tulus.


" Terima kasih mbak, karena udah percaya sama aku, " balas Vita yang juga ikut tersenyum.


Rita dan Ilham merasa beruntung, karena Randy akhirnya akan menikah dengan wanita yang sempurna di mata mereka. Mereka yakin, Randy akan bahagia bersama Vita.


" Yaudah kalau begitu, kalian ngobrol lagi. Mami mau ke dapur, mau meneruskan masak makan malam untuk kita, " pamit Rita.


" Mi, boleh Vita membantu mami memasak?, " tanya Vita takut takut.


" Gak usah sayang. Kamu di sini aja, bermain dengan Rasya dan mengobrol dengan papi. Ada Ziya yang membantu mami, " jawab Rita tersenyum.


" Enggak mi. Vita gak bisa membiarkan mami kerepotan sendiri di dapur. Vita akan ikut membantu mami dan mbak Ziya, " ucap Vita sedikit memaksa.


" Baiklah sayang, kalau kamu memaksa, " jawab Rita lalu mereka bertiga beranjak pergi ke dapur. Namun sebelum nya, Vita pamit kepada Ilham untuk ikut ke dapur.


Sesampai nya di dapur, Vita melihat banyak sekali bahan masakan. Ada udang, cumi cumi, ikan gurami, telur dan juga sayur sayuran. Vita bertanya kepada Rita ingin di masak apa semua bahan bahan itu.


" Mi, mau di masak apa semua bahan ini ?, " tanya Vita.


" Mami mau masak udang asam manis, cumi cumi goreng tepung karena itu kesukaan nya Randy. Lalu, mami mau goreng ikan gurami dan balado telur. Terus, sayur nya mami mau masak capcai, " jawab Rita.


Vita mengangguk anggukkan kepala nya pertanda mengerti. Lalu meminta Rita dan Ziya untuk duduk aja karena dia yang akan memasak.


" Mami dan mbak Ziya duduk aja ya, biar Vita yang memasak semua nya. Vita merasa gak enak hati, kalau mami nanti kecapean karena memasak segini banyak, " ucap Vita tulus.


" Kamu bisa masak sayang?, " tanya Rita memastikan.

__ADS_1


" Alhamdulillah bisa mi. Almarhumah bunda dulu yang mengajari Vita memasak, " jawab Vita.


" Tapi, nanti Randy bisa merajuk dan gak mau makan, kalau makanan kesukaan nya gak sesuai dengan lidah nya sayang, " Rita menjelaskan.


" Tenang mi, Vita yakin babang Randy pasti bakalan suka dan ketagihan dengan masakan Vita.. " ucap Vita dengan yakin.


" Babang?, " beo Rita dan Ziya.


Vita sadar, kalau Ia udah keceplosan memanggil Randy dengan Babang bukan nya mas. Ia pun tersenyum kikuk.


" Aahhh ituu, maaf mi, mbak Ziya " gumam Vita lalu menundukkan kepala nya.


Rita dan Ziya pun tersenyum usil dan berniat menggoda Vita.


" Pasti panggilan sayang itu mi, " ledek Ziya.


" Wah, gak nyangka kamu udah punya panggilan sayang aja untuk anak mami, " Rita pun ikut meledek Vita.


Vita yang di ledekin Rita dan Ziya hanya tersenyum malu. Ia merutuki diri nya kenapa bisa keceplosan seperti itu.


" Udah udah, ayo kita mulai masak, " Rita menyudahi obrolan mereka.


" Mi, izinin Vita yang memasak makan malam, ya ya, " lagi lagi Vita mencoba merayu Rita.


" Baiklah kalau gitu, " ucap Rita.


Vita pun mulai memasak setelah mendapatkan izin dari Rita. Ia berkutat dengan semua bahan masakan. Sementara bibi hanya membantu membersihkan udang, cumi, ikan dan memotong motong sayuran.


Sedangkan Rita dan Ziya, mereka berjalan menuju meja makan dan duduk di kursi sambil memperhatikan Vita yang memulai memasak.


Sementara vita sibuk memasak di dapur, Randy telah kembali ke ruang keluarga dengan penampilan yang lebih fresh. Ia sudah selesai membersihkan diri.


Sesampainya di ruang keluarga, Ia hanya melihat Ilham dan Rasya yang asyik bermain. Ia pun duduk di sofa, lalu menanyakan keberadaan Rita, Ziya dan juga Vita.


" Pi, mana yang lain? kok cuma ada papi sama rasya di sini?, " tanya randy.


" Mereka di dapur sedang masak makan malam, " jawab Ilham yang masih tetap bermain dengan cucu nya.


Randy hanya manggut manggut mendengar jawaban dari Ilham, lalu mengambil remote tv dan memencet tombol power.


Ia lebih memilih menonton acara yang ada di televisi, sambil menunggu makan malam siap di sajikan.


Vita masih sibuk di dapur. Satu persatu, masakan telah matang lalu di tata di piring. Sejam lebih, Ia berperang didapur dan akhirnya semua masakan telah matang.


Ia menata semua masakan nya di meja makan dan di bantu oleh bibi. Rita dan Ziya yang melihat hasil masakan Vita, menelan ludah nya karena melihat masakan Vita begitu menggugah selera.

__ADS_1


" Mami, mbak Ziya, masakan udah selesai. Apa udah bisa, kita memanggil papi dan juga mas Randy?, " tanya Vita.


" Aahhh iya. Bibi tolong panggil kan mereka ya, " ucap Rita kepada pembantu nya dan diiyakan. Lalu bibi berjalan menuju ruang keluarga.


" Maaf tuan besar, tuan muda, makan malam udah siap. Nyonya besar dan juga nona muda udah menunggu di ruang makan, " ucap bibi.


" Ohh iya bi, terima kasih. Kami segera kesana, " jawab Randy lalu mematikan televisi.


Randy dan juga Ilham yang sedang menggendong Rasya berjalan menuju keruang makan. Mereka melihat Rita dan Ziya udah duduk di kursi, sementara Vita berdiri di samping Rita. Kelihatan nya, Rita dan Ziya udah gak sabar ingin menyantap hidangan yang ada di depan mereka.


Randy menarik kursi lalu duduk, sementara Ilham memberikan Rasya terlebih dahulu kepada Ziya baru kemudian Ia menarik kursi dan duduk.


Randy keheranan melihat Vita hanya berdiri aja dan tidak ikut duduk di kursi.


" Kenapa kamu hanya berdiri aja, ayo sini duduk kita makan bersama, " ajak Randy.


" Nanti mas. Aku ambil kan makanan dulu untuk semua nya, baru aku duduk dan ikut makan, " jawab Vita sambil tersenyum.


" Gak perlu, memang nya kamu pembantu. Sekarang kamu duduk, " perintah Randy.


Vita menggeleng gelengkan kepala nya.


" Ini udah kebiasaan aku mas di rumah, saat makan bersama keluarga. Dulu, almarhumah bunda selalu menyiapkan makanan di piring aku dan ayah, baru bunda makan. Begitu bunda meninggal, aku yang menggantikan posisi bunda untuk ayah. Sekarang, aku akan menyiapkan makanan di piring semua orang terlebih dahulu, baru aku ikut makan, " ucap Vita menjelaskan


Mereka semua yang ada di meja makan tersentuh dengan penjelasan Vita. Memang benar perbuatan, seperti itu terlihat sederhana, tapi memiliki arti yang mendalam. Perhatian kecil seperti itu, membuat sebuah keluarga semakin dekat satu sama lain dan semakin menyayangi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2