
Vita merasa sangat bahagia karena sudah di perbolehkan pulang ke rumah meskipun tetap harus bedrest.
Hari ini, setelah merayu Randy dengan puppy eyes nya, Vita di izinkan Randy untuk keluar kamar dan duduk di ruang keluarga. Meskipun sudah mengizinkan Vita untuk keluar kamar, tetap saja Vita tidak di perbolehkan untuk jalan sendiri melainkan di gendong oleh Randy.
Di saat semua orang sibuk mempersiapkan barang barang untuk di kirim ke beberapa panti asuhan, Vita asyik sendiri menonton film India yang berjudul Kal Ho Naa Ho yang di perankan oleh Shahrukh Khan.
Tadi nya, Vita ingin membantu tetapi semua orang melarang keras dan menyuruh Vita untuk bersantai saja di ruang keluarga sambil menonton film.
Vita menangis saat menonton, Ia benar benar menghayati film yang sedang di tonton nya.
" Huwaaaa, Amaannn, " tangis Vita pecah saat mengetahui jika Aman merelakan Naina untuk Rohit karena tidak memiliki waktu hidup yang lama.
" Gue gak rela lo meninggal, " teriak Vita dengan suara serak karena terus menangis.
Semua orang bergegas menemui Vita karena mendengar teriakan Vita. Mereka semua khawatir jika terjadi apa apa dengan Vita karena Vita sendirian menonton film.
" Sayang, kamu kenapa?, " tanya Randy khawatir saat sudah duduk di samping Vita.
" Huwaaa, aku gak rela mas, " jawab Vita sambil terus menangis.
Semua bingung dengan jawaban Vita. Maksud nya apa dengan gak rela.
" Sayang, kamu gak rela kenapa?, " tanya Randy.
" Huhuhu, pokok nya aku gak rela kalau dia meninggal, " jawab Vita lalu memeluk Randy.
Semua orang semakin bingung dengan jawaban Vita yang sangat ambigu. Memang nya siapa yang meninggal.
" Sayang, coba kamu cerita siapa yang meninggal sampai kamu gak rela?, " tanya Randy lembut sambil mengelus punggung Vita agar tenang.
" Aman meninggal, aku gak rela sayang, " jawab Vita sesegukan.
" Aman? Siapa?, " tanya mereka semua berbarengan.
Vita melepas pelukan nya bersama Randy lalu menunjuk televisi yang masih menampilkan Film India.
" Itu Aman. Kasihan sekali dia, merelakan wanita yang di cintai nya karena waktu hidup nya tidak lama lagi, " jawab Vita.
Semua orang geleng geleng kepala sambil menahan tawa melihat Vita yang terlalu menghayati film yang sedang di tonton nya.
" Sayang, itu kan film bukan kenyataan. Kamu jangan nangis begini ya, kasihan baby nya, " ucap Randy sambil menghapus air mata Vita.
" Aku sedih sayang, aku jadi teringat Fian. Dia kan gak bisa miliki aku karena kamu merebut aku dari dia. Kamu itu juga jahat, " balas Vita dengan tangis yang kembali pecah.
Randy dan Alfian hanya bisa mengelus dada mendengar ucapan Vita. Sementara semua orang tertawa karena bisa bisa nya Vita menyamakan film yang di tonton nya dengan kisah diri nya, Alfian dan Randy.
" Sudah dong sayang jangan nangis lagi. Kamu gak kasihan sama baby kita? Kalau kamu sedih dan nangis seperti ini, baby kita juga pasti sedih, " ucap Randy.
" Memang begitu ya? Baby juga ikut sedih?, " tanya Vita sambil menghapus air mata nya dengan punggung tangan nya.
" Iya sayang. Maka nya, kamu jangan nangis lagi. Ayo, senyum sayang, " jawab Randy.
Tangis Vita pun berhenti lalu tersenyum kepada Randy. Setelah itu, Vita menyuruh mereka kembali menyiapkan barang barang yang akan di kirim ke panti asuhan.
****
__ADS_1
Siang ini, Vita telah selesai bersiap siap untuk ikut pergi ke panti asuhan. Randy memperbolehkan Vita ikut hanya ke satu panti asuhan saja. Jadi, Vita memilih panti asuhan di mana dulu diri nya sering ke sana saat kecil.
Vita juga sudah mengabari Farrel kalau mereka akan mengunjungi panti asuhan. Mendengar Vita akan berkunjung ke panti asuhan, Farrel mengosongkan semua jadwal nya untuk bisa bertemu Vita di sana.
" Sayang, ingat ya, kamu jangan terlalu banyak gerak di sana. Pokok nya, kamu tidak boleh turun dari kursi roda, " ucap Randy memperingati.
" Iya sayang ku. Aku akan turuti apa yang kamu bilang, " balas Vita.
Mereka semua berangkat ke panti asuhan dari kediaman Djaya. Semua barang barang di angkut dengan mobil pick up.
Vita merasa sangat bahagia karena bisa kembali mengunjungi panti asuhan di mana diri nya pernah bermain di sana.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhir nya mereka tiba juga di panti asuhan.
" Ibu, " teriak Vita saat melihat ibu panti.
" Nak Vita, " balas ibu panti.
Bu panti memeluk Vita dengan erat, Ia merasa sangat rindu. Vita sudah di anggap nya sebagai anak nya sendiri seperti anak anak panti lain nya.
" Vita rindu bu, " ucap Vita dengan air mata yang sudah mengalir.
" Ibu juga rindu nak. Kamu kenapa tidak pernah datang lagi ke sini?, " tanya ibu panti.
" Maaf bu. Dulu, Vita sibuk sekolah dan kerja di cafe teman, sekarang sibuk sekolah dan mengurus suami, hehehe. Oh iya bu, Vita sekarang sedang hamil loh. Sebentar lagi, ibu akan punya cucu dari Vita, " jawab Vita.
" Alhamdulillah, ibu senang dengar nya. Tapi, kenapa kamu duduk di kursi roda?, " tanya ibu panti.
" Kemarin Vita kecelakaan terus pendarahan. Alhamdulillah, baby nya masih bisa di selamatkan. Tapi, Vita gak boleh ngapa ngapain, harus istirahat terus. Jalan saja gak boleh sama mas Randy, maka nya mas Randy beliin kursi roda untuk Vita, " jawab Vita panjang lebar.
" Iya bu. Vita beruntung punya suami seperti mas Randy. Vita juga beruntung punya mertua dan adik ipar yang sayang sama Vita, " balas Vita tersenyum bahagia.
Ibu panti mengelus lembut puncak kepala Vita lalu bersalaman dengan semua orang yang hadir dan mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam panti. Tak lupa, mereka menurunkan barang barang dari mobil dan membawa nya masuk.
Anak anak panti merasa bahagia karena kedatangan tamu dan juga bahagia karena mendapat banyak hadiah. Randy juga memberikan sumbangan berupa uang kepada ibu panti untuk biaya keperluan anak anak panti. Randy juga mengatakan akan menjadi donatur tetap di panti asuhan itu.
" Saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah menjadi donatur tetap di panti ini. Saya benar benar berterima kasih atas kebaikan kalian semua, " ucap ibu panti.
" Sama sama bu. Ini semua permintaan istri saya yang ingin anak anak panti di sini hidup lebih sejahtera. Dan ibu tidak perlu khawatir dengan biaya anak anak di panti karena perusahaan saya akan mengirim kan dana setiap bulan nya ke rekening panti. Saya juga akan memberikan beasiswa kepada mereka, saya akan memasukkan mereka ke sekolah keluarga Djaya, " balas Randy.
" Benar kah itu nak Randy?, " tanya ibu panti tidak percaya.
" Benar bu. Kami sudah membicarkan semua ini kepada keluarga besar kami untuk memasukkan mereka ke sekolah kami, " kali ini Ilham yang menjawab pertanyaan ibu panti agar percaya dengan omongan Randy tadi.
" Sungguh, saya benar benar berterima kasih kepada nak Randy dan keluarga karena sudah menjadi donatur tetap di panti ini dan juga memberikan beasiswa kepada anak anak yang berada di panti ini, " ucap ibu panti yang sudah menitikkan air mata.
" Sama sama bu, " jawab Randy dan Ilham.
" Bu, sudah jangan sedih lagi. Sebaik nya kita makan bareng anak anak yang lain, " ucap Vita.
" Ahh iya benar. Mari ke ruang makan, " balas ibu panti.
Mereka semua pergi ke ruang makan dan menikmati makanan yang mereka bawa tadi bersama seluruh anak anak panti.
Setelah selesai makan, Farrel meminta izin kepada Randy untuk mengajak Vita duduk di halaman depan panti, tempat di mana dulu mereka sering bermain di sana.
__ADS_1
Kali ini Randy mengizinkan mereka pergi berdua karena di halaman depan juga banyak anak anak dan juga Alfian beserta yang lain nya, jadi Farrel tidak mungkin akan berani macam macam.
" Aku bahagia mendengar kamu hamil. Aku doakan kamu dan baby kamu sehat selalu sampai nanti kamu melahirkan, " ucap Farrel saat mereka sudah duduk di bangku yang ada di halaman depan panti. Lebih tepat nya Farrel saja karena Vita tetap duduk di kursi roda nya.
" Terima kasih mas, " balas Vita.
Suasana hening beberapa saat, Farrel dan Vita asyik memperhatikan anak anak panti yang sedang bermain dengan Alfian dan yang lain nya.
" Vit, " panggil Farrel sambil menatap Vita.
" Emm, iya mas, " balas Vita lalu menoleh ke arah Farrel.
" Aku bahagia bisa duduk berdua lagi bersama mu di sini. Ini mengingat kan aku tentang saat saat kita dulu, " ucap Farrel.
" Iya mas, aku juga bahagia. Dulu, mas Farrel selalu menjaga ku, mengajari ku dan mengajak ku bermain. Aku beruntung mempunyai seorang kakak seperti mas Farrel, " balas Vita.
" Iya, kamu adalah adik ku. Adik kecil ku yang pendek, dan bawel, " ucap Farrel terkekeh.
" Ishhh mas Farrel kok gitu, " balas Vita cemberut sambil mencubit lengan Farrel.
Farrel tertawa gemas melihat wajah cemberut Vita. Ohh sungguh menggemas kan. Benar benar tidak berubah meskipun sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
Setelah itu, mereka kembali bercerita tentang kehidupan mereka setelah berpisah. Kadang, Farrel memberikan lelucon yang membuat Vita tertawa terbahak bahak.
Saat mereka sedang asyik bercerita, mata Farrel tidak sengaja melihat sebuah mobil yang terlihat sedikit mencurigakan. Farrel melihat orang orang yang di dalam mobil seperti sedang memperhatikan diri nya dan juga Vita.
" Siapa mereka? Mencurigakan sekali, " gumam Farrel dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
__ADS_1