Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 148 Seorang Psycopat


__ADS_3

" Jadi, lo puteri seorang ketua mafia? Kenapa selama ini lo sembunyikan identitas lo sama kita semua?, " tanya Aldo emosi yang tidak terima karena Ayu menyembunyikan fakta sebesar ini.


Ayu menghela nafas nya dengan berat. Inilah konsekuensi nya jika Ia menyembunyikan identitas nya dan tiba tiba semua nya terbongkar, semua teman teman nya akan marah terutama Aldo sahabat nya sejak SMP.


Ayu mengalihkan pandangan nya ke arah Aldo dan tersenyum tipis.


" Sorry karena telah menyembunyikan hal ini kepada kalian semua. Tapi, sekarang keselamatan Vita lebih penting dari pada penjelasan gue. Setelah gue bisa membawa Vita kembali ke sini, gue akan menjelaskan semua nya kepada kalian semua. Gue harap kalian semua mengerti, " ucap Ayu.


Tanpa menunggu lagi, Ayu keluar dari ruangan Randy di susul oleh Rei di belakang nya.


" Nona muda, " sapa William dan dua bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu kamar Randy sambil menundukkan sedikit badan mereka lalu kembali berdiri tegak.


" Semua persiapan sudah siap?, " tanya Ayu to the point dengan suara tegas nya.


" Sudah nona, kita bisa berangkat sekarang, " jawab William.


" Baiklah, " ucap Ayu lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Rei yang berdiri di samping nya.


Ayu memeluk Rei dengan erat dan menenggelam kan wajah nya di dada bidang Rei, begitu juga dengan Rei yang langsung membalas pelukan kekasih hati nya itu.


" Doakan aku agar bisa kembali bersama Vita dengan selamat dan tanpa luka sedikit pun. Aku juga titip semua orang yang ada di sini, " ucap Ayu.


" Aku akan selalu mendoakan kamu sayang. Berjanji lah untuk tidak terluka. Kamu jangan Khawatir, aku akan menjaga semua orang yang ada di sini, " balas Rei lalu melepaskan pelukan mereka.


" Aku akan menyuruh beberapa anak buah ku untuk berjaga jaga di sekitar kalian dan kamu juga suruh beberapa anak buah mu untuk membantu anak buah ku menjaga anak anak, terutama Randy, papi dan mami. Aku yakin David menyuruh anak buah nya untuk memantau kalian, " ucap Ayu.


" Baiklah sayang, sesuai perintah mu, " balas Rei.


Ayu kembali memeluk Rei sebentar lalu melepaskan pelukan nya, takut jika berlama lama Ia akan merasa enggan meninggalkan Rei.


Setelah pelukan mereka terlepas, Rei mencium kening Ayu cukup lama dan dalam. Lalu, Ia mengalihkan pandangan nya kepada William, orang kepercayaan Ayu.


" Saya titip Ayu, tolong jaga dia selama jauh dari saya, " ucap Rei.


" Baik tuan, " balas William.


" Aku pamit sayang, " pamit Ayu.


Rei mengangguk dan berucap " Hati hati sayang, ".


Setelah itu, Ayu berjalan meninggalkan Rei di susul oleh William dan dua bodyguard di belakang nya. Ia akan langsung pergi menuju ke bandara dan terbang menuju ke Hongkong untuk menemui daddy nya terlebih dahulu.


****


Vita merasa bosan menunggu kedatangan David yang tadi mengatakan akan memasakkan makanan untuk diri nya dan membawa ke dalam kamar. Ia pun memutuskan untuk keluar kamar, melihat sekeliling rumah sekalian mencoba mencari cara untuk bisa keluar dari rumah itu.


Saat pintu baru saja terbuka dan Vita ingin melangkahkan kaki nya, diri nya langsung di hadang oleh dua bodyguard yang sedang berjaga di depan pintu kamar nya, ralat kamar David.


" Maaf nyonya, anda tidak di perbolehkan keluar kamar, " cegah salah satu bodyguard David.

__ADS_1


Vita menghela nafas nya dengan berat, ternyata David tidak membiarkan diri nya sendiri. Ia mengutus bodyguard nya untuk mengawasi diri nya.


" Saya hanya merasa bosan dan ingin keliling tempat ini, " ucap Vita.


" Maaf nyonya, kami tidak bisa mengizinkan karena tuan muda memerintahkan kami agar menjaga nyonya tetap berada di dalam kamar, " balas salah satu bodyguard tadi.


" Saya bosan dan ingin keliling, saya tidak akan kabur dari tempat ini. Jika kalian tidak percaya, kalian bisa mengikuti kemana saya pergi, " keukeh Vita.


" Tapi nyonya, jika tuan muda tau, maka kami akan menerima amukan dari nya, " bodyguard tadi tetap mencoba menahan Vita agar tetap berada di dalam kamar saja.


" Tenang saja, kalian tidak akan mendapat masalah setelah ini. Aku akan menjamin dia tidak akan marah, " ucap Vita meyakinkan.


Dua bodyguard tadi tampak berfikir dan menimang untuk mengizinkan Vita keluar dari kamar. Setelah berfikir beberapa saat dan melihat puppy eyes yang di tunjukkan Vita, akhir nya dua bodyguard tadi luluh dan mengizinkan Vita.


" Baiklah nyonya, kami izin kan tapi kami tetap akan mengawal kemana pun nyonya pergi, " ucap salah satu bodyguard tadi.


" Yeeyy, " pekik Vita senang sambil menepuk kedua tangan nya membuat kedua bodyguard tadi tersenyum gemas melihat tingkah Vita.


" Ayo, " ajak Vita sambil berjalan mendahului dua bodyguard tadi.


Vita berkeliling rumah itu di mulai dari lantai dua di mana diri nya berada. Ia akan bertanya kepada kedua bodyguard tadi ruangan apa saja yang Ia temui, dan dua bodyguard tadi dengan senang hati memberitahukan kepada Vita.


Sejujur nya jika di bilang, ini tidak lah pantas di sebut rumah karena ukuran nya yang sangat besar dan luas. Ini sih bisa di bilang seperti istana, istana di tengah hutan karena saat melihat ke arah luar dari balkon salah satu kamar, tempat ini di kelilingi oleh pepohonan yang menjulang tinggi.


Setelah puas berkeliling di lantai dua, Vita mulai menjelajah di lantai satu. Ia berkeliling dan mengamati setiap sudut tempat itu. Ia menghela nafas nya dengan berat karena dari pengamatan nya, tempat ini di jaga begitu banyak bodyguard.


Vita kembali melangkah kan kaki nya berjalan mengelilingi tempat itu. Kali ini kaki nya Ia langkah kan menuju dapur karena tenggorokan nya terasa kering, Ia butuh air minum.


" Wah wah wah, lihat siapa ini. Wanita jal*ng perebut calon suami orang, " sindir seorang wanita yang baru keluar dari salah satu ruangan.


Vita menghentikan langkah kaki nya lalu menatap nyalang ke arah wanita yang menyindir nya tadi.


" Wah, gak nyangka bisa bertemu dengan wanita ular berhati iblis di sini, " tanpa rasa takut, Vita menantang dengan menyindir balik wanita tadi.


" Kau! Berani sekali kau bicara seperti itu. Dasar jal*ng!, " ucap wanita itu emosi dengan menunjuk Vita tepat di wajah Vita.


" Jal*ng? Kau mengatakan aku seorang jal*ng? Apa kau tidak punya cermin, huh? Jika aku seorang jal*ng, lalu kau ini apa? Menurut ku, kau lebih busuk dari pada sampah, " balas Vita dengan senyum mengejek.


Wanita tadi merasa semakin kesal dan emosi di hina seperti itu. Ia mengangkat sebelah tangan nya dan bersiap untuk menampar wajah Vita.


Namun sebelum tangan wanita tadi mendarat di pipi Vita, sebuah suara bariton menghentikan aksi wanita tadi.


" Hentikan Clara, " bentak David pemilik suara bariton itu yang baru saja keluar dari dapur.


Wanita tadi yang tak lain adalah Clara terdiam dan tangan nya menggantung di udara. Perlahan tangan nya merosot ke bawah dan kini tubuh nya gemetar ketakutan. Bisa bisa nya aksi nya ini di ketahui oleh David.


" Berani sekali kau ingin menampar wanita ku. Kau sudah bosan hidup, huh? Seperti nya aku terlalu baik belakangan ini kepada mu, " ucap David dingin.


Clara menunduk takut, tubuh nya semakin gemetar karena melihat tatapan mengerikan David.

__ADS_1


" Kalian berdua, bawa dia ke ruangan khusus. Berikan sedikit pelajaran untuk nya, sebelum aku tiba di sana, " perintah David kepada dua bodyguard yang sedari tadi mengawal Vita.


" Baik tuan, " jawab dua bodyguard tadi serempak lalu menyeret Clara menuju ke ruangan khusus.


Clara meronta ronta meminta untuk di lepas kan dan berteriak memohon ampun kepada David. Namun, percuma saja karena David tidak pernah menarik kata kata nya kembali. Ia malah tersenyum menyeringai karena setelah ini Ia memiliki teman untuk bermain main di ruangan khusus milik nya.


" David, " panggil Vita takut takut.


David menoleh ke arah Vita dan mengubah mimik wajah nya menjadi lembut.


" Ada apa sayang?, " tanya David lembut.


" Apa yang akan kau lakukan kepada Clara?, " tanya Vita.


" Ahh itu, aku hanya akan sedikit memberi nya pelajaran karena dia sudah berani menyakiti diri mu, " jawab David santai.


" Tapi dia tidak melakukan apapun kepada ku, " ucap Vita.


" Sudah lah sayang, tidak perlu di fikirkan. Lebih baik sekarang kamu makan, aku sudah selesai memasak makanan untuk mu. Kamu ingin makan di kamar atau di meja makan?, " tanya David sambil mengelus lembut pipi Vita.


Vita menepis tangan David dari pipi nya lalu berucap " aku akan makan di meja makan saja, ".


David tersenyum lalu menarik tangan Vita agar mengikuti nya menuju ke arah meja makan.


" Kelihatan nya, David adalah seorang psycopat. Aku harus berhati hati agar tidak menyinggung diri nya. Lalu, bagaimana nasib Clara ya? Meskipun dia jahat, aku juga tidak tega jika Ia di siksa oleh David. Semoga Clara baik baik saja, " gumam Vita dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2