Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 37


__ADS_3

Alfian terbangun karena mendengar suara ketukan pintu kamar nya. Pembantu Alfian memberanikan diri mengetuk pintu karena udah jam setengah 7 pagi tuan nya masih belum turun juga.


" Tuan muda udah jam setengah 7 pagi. Tuan muda gak pergi ke sekolah?? " tanya pembantu nya.


Alfian bangkit dan berjalan menuju pintu kamar nya untuk membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, pembantu nya terkejut melihat keadaan wajah Alfian yang babak belur.


" Tuan muda kenapa? Wajah tuan muda babak belur begini, " tanya bi Asih pembantu Randy yang terlihat khawatir.


" Alfian gak apa apa bi. Jangan bilang papa mama ya bi, nanti mereka khawatir, " balas Alfian.


" Tapi tuan muda, kalau nanti tuan dan nyonya besar pulang dan melihat keadaan tuan muda begini, pasti bibi kena marah, " ucap bibi takut.


" Mama papa pulang nya dua minggu lagi dari luar negri, pasti luka nya juga udah sembuh dan hilang. Jadi, bibi gak usah takut, " balas Alfian menenangkan pembantu nya.


" Yaudah. Tuan muda, sekarang mandi lalu turun ke bawah. Selesai sarapan, nanti bibi obati luka nya, "ucap bi Asih.


" Gak usah bi, nanti Alfian obati sendiri. Oiya bi, sarapan nya di siapin dikotak aja untuk di bawa ke sekolah. Nanti, Alfian makan saat sampai di sekolah, sekarang alfian udah telat bi, " balas Alfian.


" Baik tuan muda, " jawab bi Asih.


Bi Asih turun untuk menyiapkan bekal sarapan. Sementara, Alfian kembali masuk ke kamar nya untuk mandi dan siap siap berangkat sekolah.


Dua puluh menit kemudian, Alfian turun dan meminta bekal nya lalu berpamitan kepada bi Asih untuk berangkat ke sekolah.


( Sekedar info: Alfian adalah anak tunggal. Orang tuanya sibuk mengurus bisnis, sehingga jarang ada waktu di rumah. Alfian ditemani oleh bi asih, pembantu nya yang udah bekerja sejak Ia masih kecil. Jadi, Alfian gak merasa kesepian karena bi Asih selalu memberikan perhatian saat Ia gak mendapatkan dari orang tuanya ).


Alfian berangkat ke sekolah dengan memakai masker. Ia gak ingin seluruh siswa siswi beserta guru guru menjadi heboh setelah melihat wajah nya.


Alfian tiba di sekolah lima menit sebelum bel masuk berbunyi.


**********


Vita mondar mandir di dalam kamar nya, Ia ragu apakah akan pergi ke sekolah hari ini atau tidak.


Jika pergi, pasti teman teman nya akan bertanya tentang kejadian kemarin malam. Namun, jika gak pergi ke sekolah Ia pasti tertinggal pelajaran sekolah, sementara ujian nasional tinggal beberapa bulan lagi.


Vita memutuskan untuk tetap pergi ke sekolah. Masalah teman taman nya akan difikirkan nya lagi nanti. Yang terpenting, sekolah nya gak terganggu.


Vita bersiap siap pergi kesekolah, karena telat bangun Ia gak sempat sarapan. vita mengambil tas nya dan melangkahkan kaki nya keluar kamar. Namun, langkah kaki nya terhenti karena teringat luka diwajah Randy, pasti luka Alfian juga parah.


Vita keluar dari kamar menuju dapur dan mengambil kotak P3K lalu memasukkan ke dalam tas sekolah nya. Setelah itu, Ia berangkat menuju ke sekolah nya..


Vita tiba saat bel berbunyi. Ia berlari ke kelas karena gak ingin guru nya tiba terlebih dahulu di dalam kelas.

__ADS_1


Saat Vita sampai dikelas, semua teman taman menghampiri untuk menanyakan perihal kejadian kemarin malam. Tapi, terhenti karena guru mereka terlebih dahulu tiba untuk memulai pelajaran. Akhirnya mereka kembali ke kursi masing masing.


Saat pelajaran di mulai hingga bel istirahat berbunyi, Vita sama sekali gak fokus. Ia sesekali menoleh ke belakang, melihat ke arah Alfian yang wajah nya tertutupi masker.


Bel istirahat berbunyi, guru pamit untuk keluar kelas. Saat guru udah keluar, mereka kembali menyerbu Vita. Namun, saat Ayu ingin bertanya, Vita langsung menyela.


" Guys, bisa kasih gue waktu untuk bicara berdua aja dengan alfian?, " tanya Vita.


Mereka semua paham. Meskipun sangat ingin tau, tapi saat ini Alfian lah yang lebih butuh penjelasan dari Vita. Jadi, mereka meninggalkan Vita dan Alfian berdua di dalam kelas.


Fabian yang terakhir keluar kelas, sengaja menutup pintu kelas agar mereka gak terganggu saat berbicara berdua.


Saat semua teman teman udah keluar, Vita mengambil kotak P3K dari tas sekolah nya lalu beranjak dan berjalan kearah Alfian. Vita duduk di kursi yang berada disamping Alfian..


Vita memegang lengan Alfian dan mengarahkan badan Alfian untuk menghadap nya. Perlahan, Vita membuka masker yang menutupi wajah Alfian yang udah pasti luka nya lebih parah dari Randy. Alfian gak berbicara apapun dan hanya mengikuti Vita.


Saat masker terlepas, terlihat lah wajah Alfian yang babak belur. Seketika, air mata Vita menetes. Ia meletakkan masker ke atas meja, lalu membuka kotak P3K untuk mengambil alkohol dan kapas.


Perlahan, Vita membersihkan luka di wajah Alfian dengan alkohol. Alfian meringis perih, ketika luka nya terkena alkohol. Mendengar Alfian meringis kesakitan, hati Vita sakit, air mata nya semakin deras mengalir.


Alfian menganggat tangan nya, lalu menyeka air mata Vita dengan ibu jari nya. Ia gak sanggup melihat wanita yang di cintai nya menangis. Sakit karena luka di wajah nya, gak sebanding dengan hati nya yang sakit melihat Vita menangis karena diri nya.


" Gue mohon, lo jangan nangis lagi. gue gak sanggup lihat lo nangis. Hati gue sakit lihat nya, " ucap Alfian lembut.


Vita menghapus air mata nya. Meskipun dihapus, tetap aja pipi nya basah karena air mata nya gak mau berhenti mengalir.


" Gue gak apa apa. Lo tenang aja ya, " balas Alfian.


" Gak apa apa gimana. Lo babak belur begini, " ucap Vita sambil memegang wajah Alfian dengan hati hati.


Alfian meraih kedua tangan Vita lalu menggenggam nya erat. Ia menatap lembut wajah Vita.


" Vit, gue ingin lo jawab jujur. Apa benar yang dibilang laki laki itu kalau lo calon istri nya?, " tanya Alfian lembut.


Vita menundukkan kepala nya, Ia gak sanggup mengatakan kalau hal itu benar ada nya.


" Please, jawab gue Vit, " pinta Alfian.


Vita hanya menganggukkan kepala nya bahwa memang benar Ia calon istri Randy.


Hati Alfian benar benar hancur mengetahui kalau hal itu memang lah benar. Namun, Ia gak ingin menangis di depan Vita.


Alfian melepaskan satu tangan nya, lalu memegang pipi Vita dan meminta nya untuk mengangkat kepala nya.

__ADS_1


" Lo mencintai dia?, " tanya Alfian dengan berat hati.


Vita menggeleng gelengkan kepala nya.


" Kalau lo gak cinta sama dia, kenapa lo mau menikah dengan dia?, " tanya Alfian penasaran.


" Gue punya alasan kenapa mau menikah dengan nya. Saat ini, gue belum siap untuk cerita ke lo atau teman yang lain. Gue harap, lo ngerti keadaan gue saat ini, " jawab Vita dengan air mata yang terus mengalir.


Alfian mengerti dan gak ingin memaksa Vita untuk cerita saat ini. Meskipun sakit, tapi Ia harus menerima kalau wanita yang di cintai nya gak bisa menjadi milik nya.


Alfian mengelap pipi Vita yang terus basah karena air mata yang terus mengalir. Satu hal yang ingin Ia tau dari Vita dan itu penting untuk nya.


" Vit, gue ingin tau dan gue ingin lo jujur sama gue. Apa lo mempunyai rasa yang sama seperti yang gue rasain ke lo?, " tanya Alfian sambil terus memegang pipi Vita dengan sebelah tangan nya, sementara tangan nya yang satu lagi masih menggenggam erat tangan Vita.


Vita menatap mata Alfian, mungkin Ia harus jujur sekarang agar hati nya juga bisa sedikit lega.


" Gue, gue juga punya perasaan yang sama seperti lo sejak dulu Fian, " jawab Vita terbata bata.


Alfian tersenyum bahagia karena Vita juga memiliki rasa yang sama. Meskipun mereka gak bisa bersatu, tetapi Ia cukup bahagia karena perasaan nya terbalas kan.


Alfian langsung menarik tengkuk Vita dan mencium bibir Vita dengan lembut. Vita terkejut karena tiba tiba Alfian mencium nya. Namun didalam hati nya, Ia merasa bahagia. Tanpa sadar, Vita juga membalas ciuman dari Alfian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


*Ka**li ini, saya benar benar sedih sewaktu menulis episode ini. Rasa nya, seperti saya yang berada di posisi Vita. 😭😭*


__ADS_2