
" Baiklah, Aku setuju mas, " jawab Vita tanpa ragu.
" Bagus, kalau begitu gak ada masalah lagi. Sekarang, hanya tinggal memperkenalkan kamu dengan keluarga ku, " balas Randy.
Vita akhirnya bisa bernafas lega, semua syarat yang Ia ajukan diterima oleh Randy. Hanya tinggal memikirkan alasan apa yang cocok saat Ia mengundurkan diri dari cafe nya Aldo. Belum lagi, reaksi dari keluarga Randy. Harus extra sabar, kalau orang tua Randy menghina nya.
Setelah selesai, Rei pun pamit kepada Randy dan Vita untuk kembali ke ruangan nya. Ia akan memperbaiki sedikit perubahan syarat yang dikatakan Randy dan akan mempersiapkan nya agar bisa ditanda tangani mereka berdua.
Sepeninggal rei, ruangan kembali hening gak ada percakapan apa pun lagi antara Vita dan Randy. Setelah lima menit, berlalu barulah Vita memberanikan diri memulai pembicaraan.
" Eh, emmm, mas ma..maaf, aku mau tanya. Kapan kita akan bertemu dengan keluarga mas?, " tanya Vita terbata bata.
" Kenapa? Kamu udah gak sabar untuk menikah dengan ku?, " sindir Randy.
" Cihhh, gak usah ge-er kamu mas. Aku tanya, karena aku mau mempersiapkan diri dan mental ku. Memang nya, kamu gak lihat ini badan ku masih luka luka dan masih pegel banget. Satu lagi, kita juga harus saling bekerja sama. Jika, orang tua mas tanya kita ketemu dimana, sudah berapa lama kita saling mengenal, sampai memutuskan mau menikah, jangan sampai kita menjawab berbeda, " cibir Vita dengan wajah kesel.
" Pintar juga gadis kecil ini, gak salah aku memilih nya untuk ku nikahi. Selain pintar, dia juga tidak gila harta, hanya gila pendidikan aja. Tapi, bagus lah. Jadi lebih mudah untuk dia masuk ke dalam keluarga Djaya, " batin Randy.
" Ternyata, pintar juga kamu. Baiklah, kita akan bahas itu nanti setelah makan siang. Kebetulan, aku belum makan siang. Jadi, lebih baik kamu ikut aku keluar, temani aku makan. Apa kamu sudah makan siang?, " ajak Randy.
" Nyebelin nyebelin, tapi masih ada rasa peduli juga dia. Baguslah, " batin Vita.
" Belum mas. Tadi, sepulang sekolah aku buru buru langsung kesini, takut mas nunggu lama. Tapi, ini kan udah lewat jam makan siang, kenapa mas belum makan? Jangan dibiasain mas, nanti kalau sakit gimana?, " balas Vita.
" Nasehatin aku bisa,terus kamu sendiri juga belum makan. Memang nya butuh waktu lama untuk kamu makan? Aku bisa nunggu sebentar, kalau memang kamu mau makan. Lagi pula, tadi aku banyak pekerjaan jadi gak sempat makan diluar, " jawab Randy.
Vita menggeleng gelengkan kepalanya. Bener bener gak habis fikir. Dalam hatinya, ini orang gila kerja kali ya. Memang nya, bakalan bangkrut apa perusahaan nya kalau cuma di tinggal makan sebentar. Kalau udah sakit, uang sebanyak apapun gak ada artinya lagi.
" Memang nya, kalau di tinggal makan sebentar, perusahaan mas bakalan bangkrut ya? Kesehatan mas itu lebih penting. Di perusahaan mas, banyak orang yang menggantungkan hidup nya dengan mas. Kalau mas sakit, gimana bisa jalankan perusahaan. Lagi pula, kalau gak bisa makan diluar, kan bisa delivery order, " ucap Vita yang semakin kesal.
" Gak usah sok nasehatin aku. Sekarang, kamu ikut aku pergi makan. Aku udah sangat lapar, " balas Randy.
Randy berdiri, lalu berjalan kearah meja kerjanya untuk mengambil handphone dan kunci mobil nya. Setelah itu, Ia kembali berjalan kearah Vita dan langsung menarik tangan Vita untuk ikut pergi bersama nya.
__ADS_1
Vita yang terkejut karena tiba tiba Randy menarik tangan nya, refleks memukul lengan Randy dengan keras.
" Auwww, kamu kenapa mukul lengan ku? Kamu fikir gak sakit pukulan mu itu, " tanya Randy marah dan melepas tangan nya.
" Maaf mas, refleks. Mas sih tiba tiba tarik tangan ku, " jawab Vita.
" Aku cuma mau ngajak kamu keluar. Lalu apa salah nya kalau aku gandeng tangan mu?, " tanya Randy yang masih emosi.
" Gak mau. aku risih di gandeng sama laki laki. Apalagi ini dikantor mas, aku gak mau orang bergosip tentang ku, " jawab Vita polos.
Randy mengernyitkan keningnya.
"Risih? Em, kemarin aja dia sendiri berani pegang pegang pipi ku. Dasar aneh. Ahh sudah lah, malas berdebat udah laper banget, " batin Randy.
" Yaudah ayo, kita keluar. Aku gak akan gandeng kamu, tapi kamu jalan di samping ku. Jangan protes lagi, " ucap Randy.
" Ok, kalau itu gak masalah. Ayo, aku juga udah laper banget mas, " ucap Vita lalu berdiri dan memakai tas sekolah nya yang tadi Ia letakkan disamping nya.
Akhirnya, Randy dan Vita pun keluar dari ruangan untuk pergi makan siang. Sebelum mereka pergi, Randy berpesan kepada Siska sekertarisnya, agar mengcancel semua jadwal nya sampai sore nanti.
Karena merasa terus diperhatikan, Vita melambatkan jalan nya sehingga agak sedikit tertinggal dari Randy. Dengan begitu, mereka gak jalan beriringan lagi.
Randy yang sadar jika Vita mulai melambatkan jalan nya, tiba tiba berhenti dan langsung berbalik badan menghadap Vita. Vita yang gak sadar Randy berhenti dan berbalik, lantas menabrak badan Randy. Jika aja Randy tidak memeluk pinggang Vita, maka Vita bisa langsung jatuh ke lantai.
Setelah beberapa detik, akhirnya Vita sadar dan melepaskan dirinya dari pelukan Randy. Wajah nya memerah karena merasa malu berpelukan ditempat umum.
" Mas ngapain peluk peluk aku, " ucap Vita marah.
" Cihh, dasar gak tau terima kasih. Kalau gak aku peluk, kamu udah pasti jatuh ke lantai. Lagi pula, kenapa kamu memperlambat langkah mu?, " cibir Randy.
" Aku gak suka jadi pusat perhatian orang orang. Sejak keluar dari lift, Semua orang memandang ke arah kita. Lihat, mereka berbisik bisik sambil ngelihatin kita, " ucap Vita dengan menundukkan kepala nya.
Randy melihat kearah sekitar. Memang benar semua karyawan melihat kearah mereka berdua.
__ADS_1
" Semua dengarkan saya. Saya akan memberikan pengumuman penting, " ucap Randy tegas.
Semua keryawan yang ada disana, berjalan menuju kearah Randy supaya bisa lebih jelas mendengarkan apa yang akan disampaikan bos mereka.
" Jangan pernah ada yang bergosip tentang gadis kecil disebelah saya, karena dia adalah calon istri saya. Kami akan segera menikah. Jika saya tau kalian bergosip tentang nya, maka siap siap kalian akan saya pecat. Dan saya pastikan, kalian tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan ditempat lain, " ucap Randy tegas sambil memegang tangan Vita yang masih menundukkan kepalanya.
Semua orang yang mendengar kata kata randy merasa sangat terkejut. Pasalnya, selama ini yang mereka tau bos mereka hanya menjalin hubungan dengan model cantik bernama Clara. Tapi, sekarang yang mereka lihat dan dengar, calon istrinya bukan lah Clara. Tetapi gadis kecil, masih SMA pula.
Vita yang juga terkejut langsung menatap wajah Randy dan protes dengan apa yang barusan Randy ucapkan.
" Mas, apa apaan sih. Kenapa membuat pengumuman begitu?, " protes Vita.
" Kenapa? Gak suka? Atau gak terima? Dengar ya, suka atau tidak, kamu harus menerima nya karena sebentar lagi kita akan menikah. Mereka harus tau kalau kamu akan menjadi nyonya Djaya. Mengerti?, " ucap Randy penuh penekanan.
Vita sadar, sekeras apapun ia protes, tetap aja apa yang dibilang Randy memang benar. cepat atau lambat, pernikahan mereka juga nanti nya akan diketahui banyak orang.
Setelah membuat pengumuman, Randy langsung menarik tangan Vita keluar menuju parkiran. Vita yang ditarik hanya bisa pasrah.
" Mau berontak juga percuma, lebih baik aku pasrah aja lah dari pada makin panjang urusan nya, " batin Vita.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.