Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 124 Siapkan hati mu


__ADS_3

Alfian sedang membereskan buku buku dan pakaian nya di kamar baru nya di kediaman keluarga Djaya di bantu anak anak XIIipa1. Mulai saat ini, Alfian tinggal di kediaman Djaya dan tak lupa Alfian juga membawa bi Asih karena Alfian sudah menganggap nya seperti ibu nya sendiri.


Awal nya, Alfian menolak permintaan Rita yang meminta nya untuk tinggal di kediaman Djaya. Ia tidak ingin pergi dari rumah orang tua nya karena terlalu banyak kenangan di sana.


Bukan Rita nama nya jika keinginan nya tidak terpenuhi. Segala macam cara di lakukan Rita untuk bisa membuat Alfian tinggal bersama diri nya. Alhasil, Alfian menyerah dan menerima permintaan Rita untuk tinggal di kediaman Djaya dengan syarat bi Asih juga ikut bersama nya.


Rita tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula, Rita tau bagaimana sayang nya bi Asih kepada Alfian, jadi dia menyetujui bi Asih juga tinggal bersama mereka. Untuk rumah peninggalan orang tua Alfian, Rita menyuruh beberapa pelayan untuk rutin membersihkan nya. Jadi, saat Alfian rindu orang tua nya, kapan saja dia bisa tidur di sana.


" Fian, boleh mami masuk?, " tanya Rita yang sedang berdiri di depan pintu kamar Alfian yang terbuka.


Alfian dan teman teman nya menghentikan aktivitas mereka lalu menoleh ke arah pintu kamar.


" Tentu boleh mi, " jawab Alfian tersenyum.


Rita masuk ke dalam kamar Alfian lalu duduk di tepi tempat tidur. Alfian menghampiri mami angkat nya itu dan duduk di samping mami nya.


" Ada apa mi? Apa mami perlu bantuan Fian?, tanya Alfian sopan.


" Tidak sayang. Mami hanya ingin melihat kamu dan menanyakan kepada mu, apa kamu suka dengan kamar ini?, " tanya Rita balik.


" Alfian suka kamar ini mi, bagus, " jawab Alfian.


" Benar sayang kamu suka? Jika kamu tidak suka, kamu bisa bilang kepada mami agar kita bisa merubah sesuai keinginan kamu, " tanya Rita memastikan.


" Benar mi, Fian suka kamar ini, " jawab Alfian.


Rita mengangguk lalu tersenyum kepada Alfian. Alfian merasa hati nya hangat melihat senyum mami angkat nya itu. Alfian merasa kalau Ia tidak di anggap sebagai putera angkat, melainkan di anggap sebagai putera kandung. Ia sangat bersyukur, mendapatkan orang tua angkat yang sangat tulus menyayangi nya.


" Tante, apa tante tidak mau mengangkat anak lagi? Fabian mau kok tante jadi anak tante, " celetuk Fabian tiba tiba.


Mereka semua menatap Fabian lalu tertawa bersama sama.


" Eh Bian, mana mau tante Rita mengangkat lo jadi anak nya. Sudah jelek, **** lagi, " ledek Reno.


" Haisshh, ya kali saja tante Rita mau. Gue kan juga mau di sayang seperti popsky, " seru Fabian cemberut.


Mereka semakin tertawa melihat wajah Fabian yang cemberut.


" Sudah sudah jangan saling meledek. Tanpa perlu kalian minta, tante sudah menganggap kalian semua sebagai anak anak tante. Jadi, mulai sekarang kalian boleh memanggil tante dengan sebutan mami seperti Vita dan Fian, " ucap Rita.


Mereka bersorak ria mendengar penuturan Rita lalu saling bergantian mencium punggung tangan Rita.


" Ayo, sekarang kita turun dan makan malam. Nanti baru di lanjut kan lagi beres beres nya, " ajak Rita.


" Baik mami, " jawab mereka serempak.


Mereka semua keluar dari kamar Alfian dan turun ke bawah menuju ke ruang makan. Di ruang makan sudah ada Ilham, Randy dan Vita yang sudah duduk di meja makan menunggu mereka semua.


Malam ini, ruang makan kediaman Djaya sangat ramai dengan lelucon yang di lontarkan Fabian dan Reno secara bergantian. Rita merasa sangat bahagia karena mulai saat ini, kediaman Djaya akan ramai dengan kehadiaran anak anak XIIipa1 yang akan sering mengunjungi kediaman nya.


****


Tiga hari sebelum surprise party untuk Rita dan Ilham, rombongan keluarga Ziya beserta mertua nya sudah tiba di Indonesia. Mereka benar benar sangat antusias dengan surprise party kali ini. Mereka ingin melihat sejauh mana meriah nya party yang di urus langsung oleh Vita.


Ziya segera masuk ke dalam rumah di susul Putra yang sedang menggendong Rasya serta papah Andy dan mama Lisa.


" Hallo semua nya, Zi sudah datang, " teriak Ziya dengan heboh nya.

__ADS_1


Ilham, Rita, Randy, Vita dan Alfian yang sedang duduk di ruang keluarga menoleh ke arah sumber suara lalu mereka bangkit dan menyambut anak, menantu serta besan mereka.


Ziya bergantian memeluk papi, mami, Randy dan Vita. Setelah itu, mata nya menatap tajam ke arah Alfian.


" Ini anak yang papi bilang papi adopsi itu?, " tanya Ziya sinis sambil menunjuk Alfian dengan jari telunjuk nya.


Alfian menunduk kan kepala nya. Ia berfikir mungkin saudari angkat nya tidak menyetujui dan tidak suka kepada nya mengingat masa lalu antara dia dan Vita.


" Zi jangan seperti itu. Sekarang, dia itu sudah menjadi adik mu, " tegur Ilham.


Ziya tidak memperdulikan teguran papi nya. Ia menghampiri Alfian yang masih setia menunduk.


" Angkat kapala mu, aku berdiri di depan mu bukan di bawah kaki mu " perintah Ziya tegas.


Alfian langsung mengangkat kepala nya dan menatap wajah Ziya yang terlihat sangat tidak menyukai kehadiran nya ada di tengah tengah keluarga baru nya.


" Siapa nama mu?, " tanya Ziya.


" Al..Alfian Mahardika, " jawab Alfian terbata bata.


" Kamu sudah yakin ingin menjadi bagian dari keluarga Djaya?, " tanya Ziya.


" Ii..iya, " jawab Alfian dan Ziya mengangguk angguk kan kepala nya.


" Baiklah kalau begitu. Mulai sekarang, jangan mencoba merayu Vita lagi karena dia adalah kakak ipar mu. Dan satu hal lagi, persiapkan diri mu karena hidup mu tidak akan setenang dulu lagi, " ucap Ziya memperingati.


Kening Alfian berkerut, tidak mengerti maksud dari perkataan Ziya.


" Maksud nya apa ya?, " tanya Alfian bingung.


Ziya tersenyum miring lalu memeluk Alfian secara tiba tiba.


Alfian mematung di pelukan Ziya, Ia masih tidak mengerti maksud ucapan Ziya tadi. Di tambah sikap Ziya yang tiba tiba berubah hangat, padahal tadi jelas sekali terlihat raut wajah Ziya sangat tidak menyukai nya.


Ziya melepas pelukan nya lalu memukul dengan keras lengan Alfian sampai dia meringis kesakitan.


" Kamu dasar adik tidak punya perasaan. Kenapa tidak membalas pelukan mbak mu ini, " omel Ziya.


" Ehh maaf mbak. Saya hanya masih tidak mengerti ucapan mbak tadi tentang hidup saya yang tidak akan setenang dulu lagi, " ucap Alfian.


" Ahhh kamu ganteng ganteng lemot. Maksud mbak itu, hidup kamu tidak akan tenang karena punya keluarga yang seheboh ini. Dan lagi, mulai sekarang kamu akan menjadi most wanted para gadis gadis di Indonesia karena hanya kamu yang masih lajang di keluarga Djaya, " balas Ziya dengan heboh nya.


Mata Alfian membulat sempurna mendengar perkataan Ziya. Apa sampai seperti itu? Berarti mulai saat ini, diri nya akan lebih di gilai oleh gadis gadis selain gadis di sekolah nya.


" Sudah sudah, kamu ini menakuti adik mu saja, " tegur Rita kepada Ziya.


" Fian, jangan dengar kan mbak mu ini. Mbak mu memang suka sekali bicara asal, " ucap Rita.


Alfian hanya bisa mengangguk kan kepala nya. Ia masih memikirkan bagaimana hidup nya di waktu yang akan datang.


" Hei, sudah jangan di fikirkan tapi di nikmati saja. Sekali lagi mbak ucapkan, selamat datang di keluarga ini. Mbak senang sekarang punya adik laki laki, maaf jika kamu tadi takut dengan sikap mbak, " ucap Ziya terkekeh.


" Ii..iya mbak, terima kasih, " balas Alfian tersenyum kikuk.


Setelah itu, Ilham memperkenal kan Alfian kepada suami dan kedua mertua Ziya. Lalu, Ilham menyuruh Ziya mengantarkan suami serta kedua mertua nya untuk istirahat di kamar.


****

__ADS_1


Vita, Ziya dan putra sedang duduk di gazebo. Mereka sedang membahas tentang Clara, wanita ular berhati iblis. Mereka memilih duduk di gazebo agar percakapan mereka tidak terdengar oleh orang lain.


" Sejauh ini apa Clara sudah bertindak?, " tanya Ziya.


" Tidak ada mbak. Dia tidak pernah menampakkan diri nya lagi setelah terakhir kali datang ke kantor mas Randy, " jawab Vita.


" Meskipun begitu, kita tetap harus waspada. Mbak dan mas Putra yakin, dia akan membalas dendam kepada kita semua, " seru Ziya.


" Iya mbak, Vita pun juga yakin akan hal itu. Dan untuk party nanti, mas Putra bisa kan menyiapkan penjagaan yang ketat?, tanya Vita.


" Tentu Vit, mas sudah mempersiapkan dari jauh jauh hari, " jawab Putra.


" Oh iya mbak, apa mbak yang menyuruh Johan untuk menyayat tubuh Clara? Sadis benar mbak?, " tanya Vita sambil bergidik ngeri.


" Mbak atau pun mas Putra tidak pernah menyuruh Johan untuk melakukan hal itu. Itu murni karena perbuatan Johan sendiri, dia bilang dia sudah sangat dendam dengan Clara. Jadi, dia memberikan balasan yang setimpal untuk Clara, " jawab Ziya.


" Dasar pria psikopat, " ucap Vita.


" Oh iya, bagaimana persiapan nya, lancar kan? Lalu, surprise untuk mami sudah beres semua?, " tanya ziya.


" Tenang saja mbak, persiapan nya sudah seratus persen. Dan surprise untuk mami juga sudah sempurna, " jawab Vita.


" Bagus lah. Mbak bangga sama kamu, kamu memang bisa di andalkan. Kamu memang pantas menjadi menantu keluarga Djaya, " puji Ziya.


" Terima kasih mbak. Tapi, pujian nya nanti saja jika sudah selesai party nya, " ucap Vita lalu mereka bertiga tertawa bersama.


Berhubung malam semakin larut, Putra mengajak mereka masuk ke dalam rumah dan juga mereka tidak ingin ada yang sampai mendengar percakapan mereka.


Mereka kembali ke kamar mereka masing masing. Vita masuk ke dalam kamar nya dengan hati hati. Perlahan, Ia rebahkan tubuh nya di samping Randy yang sudah terlelap tidur.


Vita memiringkan tubuh nya lalu menatap wajah suami nya yang tertidur pulas.


" Tidak hanya mami yang mendapat surprise di party nanti, tapi kamu juga mas. Jadi, Siapkan hati mu ya sayang untuk surprise nanti, " gumam Vita lalu terkekeh pelan.


Setelah itu, Vita memejamkan mata nya dan menyusul Randy ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2