Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 84


__ADS_3

Vita terbangun karena mendengar suara ketukan pintu kamar nya. Ia beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu.


" Bi Ana? Ada apa bi?, " tanya Vita saat pintu sudah terbuka.


" Tuan besar menyuruh bibi untuk membangunkan nona. Sudah waktu nya makan malam, tuan dan nyonya besar sudah menunggu di meja makan, " jawab bi Ana.


" Ah, baiklah bi. Tolong katakan kepada mami papi, sebentar lagi Vita turun. Terima kasih ya bi, " ucap Vita.


" Sama sama, nona, " balas bi Ana.


Setelah bi Ana pergi, Vita menutup kembali pintu kamar nya. Lalu, Vita menghampiri Randy yang masih tertidur.


Vita duduk di tepi tempat tidur, Ia memperhatikan Randy yang masih tidur nyenyak. Vita tidak tega membangunkan Randy dan pasti Randy tidak mungkin turun ke bawah dengan keadaan nya yang sekarang.


Vita memutuskan untuk membawakan makan malam Randy ke kamar dan menyuapi nya. Setelah itu, Vita beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar menuju ruang makan.


Di meja makan, Ilham dan Rita sudah duduk menunggu kedatangan Vita dan juga Randy. Saat Vita sampai di ruang makan, Vita menyapa kedua mertua nya. Setelah itu, Vita mengambil kan nasi dan lauk di piring Ilham dan Rita secara bergiliran.


Vita meminta maaf kepada kedua mertua nya karena tidak bisa menemani makan malam dan akan malam berdua dengan Randy di kamar. Ilham dan Rita mengerti akan kondisi Randy dan mengizinkan mereka makan di kamar.


Setelah mendapat izin mertua nya, Vita bergegas mengambil piring kosong lalu mengisi nasi dan lauk pauk dengan porsi double. Ia akan makan sepiring berdua saja dengan Randy. (Aahh, romantis nya kamu Vit, saya jadi iri).


Setelah berpamitan, Vita jalan perlahan menuju kamar nya karena sedang membawa nampan berisi sepiring nasi dan dua gelas air putih.


Vita membuka perlahan pintu kamar nya lalu masuk ke dalam kamar. Vita melihat Randy masih tidur nyenyak. Ia meletakkan nampan yang di pegang nya ke atas meja samping tempat tidur.


Vita menepuk pelan pipi Randy agar Randy terbangun. Randy mengerjap kan mata nya dan lalu menyipit kan mata nya berusaha menyesuaikan pupil mata nya dengan cahaya lampu kamar.


Cup.


Vita mencium kilas bibi Randy, sontak membuat kedua mata Randy langsung membulat sempurna.


" Malam sayang, kita makan dulu ya baru setelah itu kamu minum obat, " ucap Vita lembut.


" Ehmmm iya, tapi cium aku sekali lagi, " rengek Randy sambil menunjuk bibir nya dengan jari telunjuk nya.


" Hey, ternyata mesum mu tidak hilang meskipun lagi sakit dan terluka seperti ini, " ucap Vita kesal.


" Mesum sama istri sendiri kan gak salah. Sudah halal juga, " balas Randy tersenyum gemas melihat wajah istrinya yang kesal.


" Cih, siapa dulu yang bilang gak mau nyentuh aku dan sekarang mesum nya minta ampun, " cibir Vita.


" Iya iya sayang, aku minta maaf. Ternyata, aku gak bisa tahan gak nyentuh kamu. Lagi pula itu kan hak kamu, jadi aku sebagai suami yang baik harus memberikan nya, " ucap Randy cengengesan


" Baik lah aku maaf kan. Sekarang, kita makan ya. Aku suapin kamu, " balas Vita.


" Gak mau. Cium aku dulu sekali lagi, baru aku mau makan, " ucap Randy lalu memajukan bibir nya.


" Ujung bibir mu sedang terluka, aku gak mau menyakiti mu, " tolak Vita.


" Tidak akan kena. Kalau pun kena, gak akan terasa sakit, " ucap Randy.


" Benarkah?, " tanya Vita polos.


" Iya. Kalau tidak percaya, coba lah, " pancing Randy.


Setelah menimbang nimbang, akhir nya Vita memutuskan mencium Randy. Ia juga ingin tau, dengan luka di ujung bibir seperti itu, apa tidak sakit saat berciuman.


Vita mendekat kan bibir nya dengan bibir Randy, Randy tersenyum kecil karena jebakan nya berhasil. Saat bibir mereka menyatu, dengan cepat Randy menarik tengkuk Vita dan menahan nya agar Vita tidak melepaskan ciuman mereka.


Vita terkejut karena Randy menahan tengkuk nya. Tapi, rasa terkejut nya hilang saat Randy mencium bibir nya dengan lembut.


Vita menikmati ciuman nya bersama Randy. Oh sungguh, Ia sangat menyukai dan menikmati ciuman dari Randy yang selalu bisa membuat nya bergairah dan hampir melupakan semua rencana nya.


Setelah cukup lama berciuman, Randy melepas ciuman mereka karena Ia merasa mereka butuh oksigen.


Randy mengelap bibir Vita yang basah dengan ibu jari nya.

__ADS_1


Blushh.


Kedua pipi Vita memerah saat Randy mengelap bibir nya. Meskipun sering berciuman dengan Randy, Ia tetap merasa malu.


Randy terkekeh geli melihat wajah istri nya yang memerah malu. Randy mengelus kedua pipi Vita dengan lembut, lalu memeluk Vita dengan erat.


" Jangan pernah pergi lagi dari ku. Aku gak sanggup jika harus kehilangan mu, " ucap Randy lembut.


Vita mengangguk kecil dan membalas pelukan Randy.


" I love you Randy Alansyah Djaya, " ucap Vita.


" I love you too Vita Anggraini, " balas Randy.


Demi apa, Randy membalas kata cinta dari Vita. Vita yang terkejut, sontak melonggarkan pelukan nya dan mendorong pelan tubuh Randy agar pelukan mereka terlepas.


Vita menatap kedua mata Randy seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya. Ia ingin memastikan nya lagi kalau diri nya tidak salah dengar.


" Ehmm mas, aku gak salah dengar kan kalau kamu bilang, " sebelum Vita selesai berbicara, Randy sudah menyela nya.


" Iya, kamu gak salah dengar. Aku mencintai mu, sangat sangat sangat mencintai mu Vita Anggraini, " ucap Randy lalu kembali menarik tengkuk Vita dan mencium dengan lembut bibir Vita.


Vita tersenyum di sela sela ciuman mereka. Ia bahagia karena akhirnya Ia berhasil membuat Randy mencintai nya. Karena merasa sangat bahagia, tanpa sadar Vita mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy dan membalas ciuman Randy.


****


Kini, Vita sedang menyuapi Randy dan sesekali menyuapi diri nya dengan nasi dan lauk yang tadi Vita bawa. Setelah tadi mereka berciuman cukup lama karena Randy tidak ingin melepaskan ciuman mereka, pada akhir nya harus terhenti karena suara perut Vita.


Randy terus saja memperhatikan wajah Vita yang dengan telaten menyuapi nya. Tatapan mata Randy sedari tadi membuat Vita menjadi salah tingkah.


" Mas, jangan liatin ku seperti itu, aku malu, " ucap Vita dengan kedua pipi nya yang sudah memerah.


Randy tersenyum lucu melihat wajah istri nya yang memerah malu lalu mengacak acak rambut Vita.


" Ishh jangan di acak acak mas, nanti rusak, " omel Vita.


Vita kembali menyuapi Randy dan juga diri nya sampai nasi dan lauk nya ludes. Setelah itu, Vita memberikan Randy segelas air putih dan Randy menerima nya lalu meminum nya sampai habis setengah, setelah itu Ia berikan lagi kepada Vita.


Vita menerima gelas dari Randy lalu meminum nya sampai habis. Setelah itu, Vita meletak kan kembali gelas kosong ke atas nampan.


Vita beranjak dari tepi tempat tidur lalu membawa nampan yang berisi piring dan gelas kotor ke dapur. Sedangkan, gelas yang satu lagi yang masih terisi air, Vita pindah kan dari nampan ke atas meja.


Setelah membersihkan piring dan gelas kotor nya di dapur, Vita pamit kepada bibi untuk kembali ke atas. Karena mami dan papi nya sudah berada di kamar, Vita tak perlu pamit kepada kedua mertua nya.


Sesampai nya di dalam kamar, Vita menghampiri Randy yang sedang sibuk dengan ponsel nya. Vita duduk di tepi tempat tidur di samping Randy.


" Mas, minum dulu obat nya, " ucap Vita.


Randy mengangguk lalu meletakkan ponsel nya ke atas meja. Vita menyiapkan obat Randy, setelah itu Randy memakan obat nya dan meminum air putih yang di sodorkan Vita.


Selesai minum, Vita mengambil gelas dari tangan Randy dan meletakkan kembali ke atas meja. Vita naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di samping Randy.


Vita menyandarkan kepala nya di bahu Randy, setelah itu Vita menggenggam tangan kanan Randy.


" Mas, maafin aku karena kemarin tidak menghubungi kamu terlebih dahulu dan meminta izin dari mu saat mas Farel mau mengantarkan aku pulang, " ucap Vita.


" Hemm, " Randy hanya membalas dengan deheman.


" Waktu itu, aku juga terkejut saat mas Farel tiba tiba datang ke sekolah untuk menjemput ku dan mengajak ku makan siang. Aku menolak nya dengan alasan mami sakit dan harus merawat mami, jadi aku bilang harus cepat pulang. Dia menawarkan untuk mengantar kan aku pulang agar cepat sampai kata nya. Meski, aku sudah menolak nya tapi mas Farel tetap bersikeras mau mengantar ku. Aku fikir, tidak masalah karena hanya mengantar pulang saja dan aku juga tidak harus menunggu lama supir ojol. Terpaksa, aku menerima tawaran mas Farel. Aku gak tau kalau waktu itu kamu datang menjemput ku. Seandai nya tau, aku pasti akan memilih pulang bersama mu, " terang Vita.


Randy tersenyum tipis mendengar kalimat terakhir Vita. Randy bahagia karena istri nya lebih memilih diri nya dari pada laki laki itu.


" Maafin aku ya sayang. Lain kali, aku akan hubungi kamu terlebih dahulu dan meminta izin dari mu, " ucap Vita.


" Aku sudah maafin kamu. Aku juga mau minta maaf karena sudah berbuat kasar kepada mu hanya karena di bakar cemburu, " balas Randy.


" Iya, aku sudah maafin. Lagi pula, Ayu juga sudah membalaskan nya untuk ku, " ucap Vita terkekeh.

__ADS_1


" Kamu senang ya suami kamu luka luka begini dan menahan malu karena di hajar habis habisan sama seorang gadis remaja, " balas Randy kesal.


Vita tidak membalas ucapan Randy. Vita malah semakin tertawa keras membuat Randy semakin kesal.


Randy menggelitik perut Vita sebagai balasan untuk istri nya yang tega menertawakan suami nya yang sedang menderita.


Vita merasa geli dan mencoba menjauh dari Randy. Tapi dengan sigap, Randy menarik lengan Vita lalu membaringkan Vita di atas tempat tidur.


Randy terus menggelitik perut Vita dan berhenti saat Vita berteriak memohon untuk tidak menggelitik nya lagi.


Randy membaringkan tubuh nya di samping Vita, lalu melingkarkan tangan nya di pinggang Vita.


" Sejak kapan kamu mulai mencintai ku mas?, " tanya Vita saat nafas nya sudah teratur.


" Aku juga tidak tau sejak kapan. Tapi, aku menyadari perasaan itu saat melihat kamu tertawa bahagia bersama Alfian ketika kalian selesai belajar bersama di hari pertama kalian belajar di rumah ini . Hati ku sakit saat melihat kamu tertawa karena laki laki lain. Rei bilang, kalau aku merasa sakit dan cemburu itu tanda nya aku mencintai mu. Aku masih bimbang saat itu, apa benar aku mencintai mu. Tapi, saat kamu pergi dari ku kemarin, aku merasa sangat kehilangan dan frustasi tidak bisa menemukan mu. Dan saat itu aku yakin, aku benar benar sudah mencintai mu bahkan sangat mencintai mu. Aku mohon, berjanji lah jangan pernah pergi lagi meninggalkan ku, " pinta Randy.


" Suami gue memang lambat banget urusan cinta, sampai konsultasi segala sama mas Rei. Pantas saja, kamu mudah banget di manfaatkan oleh wanita ular itu, " gumam Vita dalam hati.


Vita tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan suami nya.


Randy pun tersenyum bahagia lalu menarik Vita ke dalam pelukan nya. Ia mengerat kan pelukan nya, membuat wajah Vita berada tepat di dada bidang Randy.


" Tidur lah, besok kamu harus bangun pagi dan pergi ke sekolah, " ucap Randy lalu memejamkan mata nya.


Vita mengangguk kecil lalu memejamkan mata nya. Mereka tidur nyenyak sampai pagi dengan posisi Randy yang memeluk erat tubuh Vita.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Iklan dikit:


Author : Eh Ayu, kok wajah lo sedih gitu? Lo gak senang Vita sudah baikan dengan Randy?.


Ayu : Gue senang kok mereka sudah baikan. Gue lagi sedih karena banyak yang bilang gue kasar, barbar dan terlalu ikut campur. Gue kan cuma mau tepati janji yang pernah gue ucapin ke Vita. Hhuuuwaaa.


Author : Cup cup cup sudah jangan nangis lagi. Meskipun mereka bilang lo kasar, tapi mereka juga pasti ngertiin lo yang gak mau sahabat nya di sakiti. Sudah jangan sedih, jangan di fikirin.


Ayu : Benar begitu thor?


Author : Iya bawel.


Ayu : Hehehe, iya deh gue percaya. Thor, nanti ceritakan kisah gue juga ya. Jangan lupa di kisah gue, gue di jodohkan dengan laki laki yang super tampan dan baik. Yang pasti jangan seperti Randy yang brengsek itu. Yah yah yah.


Author : Hadehh bawel, banyak mau nya. Nanti deh, gue fikir fikir dulu.


Ayu : Harus thor, awas saja kalau gak di buatin kisah gue.


Author : Kaabbbbuuurrrr.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2