
Ayu telah tiba di depan pintu utama mansion daddy nya. Kaki nya langsung masuk ke dalam mansion saat dua bodyguard yang menjaga di depan mansion membukakan pintu untuk nya, di susul oleh William yang setia mengikuti di belakang nya.
Senyum Ayu mengembang saat melihat kemesraan daddy dan mommy nya di ruang keluarga sambil menikmati siaran televisi.
" Ohh ayolah mom dad, aku tidak ingin memiliki adik di usia ku yang sudah delapan belas tahun ini, " goda Ayu.
Daddy dan mommy nya memalingkan wajah mereka ke belakang karena posisi mereka duduk di sofa membelakangi Ayu. Wajah mommy nya terlihat sangat terkejut melihat anak semata wayang nya berada di hadapan nya saat ini. Seperti nya, daddy nya tidak memberitahukan mommy nya jika Ia akan pulang.
" Mom, tolong hilang kan wajah terkejut itu, mommy terlihat jelek, " goda Ayu lagi.
" Apa mommy tidak akan memberikan pelukan untuk puteri mu yang paling cantik ini?, " lanjut Ayu sambil merentang kan kedua tangan nya.
Mommy nya langsung berdiri dan berlari menghampiri puteri nya itu. Ia langsung memeluk erat dan menyalurkan semua rindu yang ada di hati nya selama ini dan pelukan mommy nya langsung di balas oleh Ayu.
" Mommy sungguh merindukan mu sayang, " ucap Liona mommy Ayu dengan sendu.
" Sasya juga sangat merindukan mommy dan daddy, " balas Ayu.
Ayu merasa tubuh mommy nya bergetar, Ia tau mommy nya menangis. Ayu pun mengelus lembut punggung wanita yang telah melahirkan nya itu.
" Mom, jangan memonopoli sendiri puteri kita. Dad juga ingin memeluk nya, " ucap Zafran daddy nya Ayu sambil menunjukkan wajah nya yang cemberut.
Ayu dan Liona terkekeh lalu mereka melepaskan pelukan mereka. Kemudian, Ayu beralih memeluk daddy nya yang sangat Ia rindukan.
" Dad, meskipun Sasya sangat merindukan daddy dan mommy tapi kepulangan Sasya kali ini karena urusan lain yang sangat penting. Sasya ingin kita bergerak sekarang, " ucap Ayu saat pelukan mereka terlepas.
" Ada masalah apa sayang?, " tanya Liona khawatir karena Ia memang tidak mengetahui sama sekali masalah yang di hadapi puteri nya ini sampai Ia kembali pulang ke mansion mereka.
" David Blakes putera James Blakes telah menculik Vita. Dan parah nya, saat ini Vita sedang mengandung dan kandungan nya sedang lemah. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal dan menyebabkan Vita keguguran, " jawab Ayu.
" Kamu serius sayang?, tanya Liona tidak percaya dan ayu mengangguk kan kepala nya.
" Sayang, kamu tau sendiri kan siapa James Blakes? Ini akan sulit untuk kita karena dia lawan yang sangat sulit untuk di kalahkan. Dad, hanya tidak ingin memperburuk keadaan dan menyebabkan kelompok kita berseteru selama nya dengan kelompok James, " tanya Zafran.
" Dad tenang saja, Sasya sudah memiliki rencana yang akan membuat James Blakes menuruti permintaan kita, " jawab Ayu.
" Sekarang, Sasya minta untuk dad mencoba melakukan panggilan bersama James, " lanjut Ayu dan di anggukin oleh Zafran.
Zafran memanggil Steven orang kepercayaan nya untuk mengikuti mereka ke ruang kerja pribadi nya. Mereka akan melanjutkan semua nya di ruang kerja pribadi nya.
****
Vita tidak bernafsu menikmati makanan yang ada di hadapan nya saat ini, fikiran nya benar benar sangat kacau. Ia memikirkan bagimana keadaan Randy saat ini, di tambah memikirkan bagaimana cara nya agar bisa kabur dari David.
" Ada apa? Apakah makanan nya tidak enak?, " tanya David membuyarkan lamunan Vita.
" Ahh tidak, makanan ini sangat lezat, " jawab Vita terbata bata.
__ADS_1
" Lalu, kenapa kelihatan nya kamu tidak bernafsu memakan nya?, " tanya David dengan kening berkerut.
Vita terdiam sejenak lalu menjawab " Emm, aku hanya ingin yang lain saat ini, " jawab Vita berbohong.
Wajah David berubah sumringah, mungkin kah Vita sedang mengidam sesuatu. Diri nya tidak sabar untuk memenuhi permintaan Vita saat ini.
" Sayang, katakan apa yang ingin kamu makan saat ini. Aku akan menyiapkan nya untuk mu, " ucap David semangat.
" Tidak perlu David, aku tidak ingin merepotkan mu, " tolak Vita berpura pura untuk melihat seberapa dalam David mencintai nya sehingga dia akan mengabulkan apa saja keinginan diri nya.
" Kamu tidak merepotkan ku sayang, sungguh. Sekarang, katakan apa yang ingin kamu makan, " ucap David.
" Sungguh itu tidak merepotkan mu?, " tanya Vita dengan mimik wajah di buat buat seperti merasa tidak enak karena merepotkan David.
" Iya sayang ku. Katakan, apa yang kamu ingin makan saat ini, " jawab David dengan suara yang sangat lembut.
Gotcha, ternyata benar David tergila gila pada nya dan kelihatan tulus mencintai nya. Jahat memang memanfaat kan seseorang yang mencintai kita, tetapi untuk kasus nya Vita saat ini bisa lah untuk di beri toleransi.
Vita tersenyum bahagia sambil menepuk kedua tangan nya " Yeyy, aku mau makan pizza saat ini. Bisa kah aku mendapat kan nya?, " ucap vita dengan girang nya.
David mengulum bibir nya menahan tawa melihat tingkah Vita yang begitu gemas di mata nya. Ingin sekali Ia mencubit kedua pipi Vita dan menarik nya ke dalam pelukan nya.
" As you wish my sweetheart, " balas David tersenyum.
" Tunggu lah di sini, aku akan membuat kan nya untuk mu, " perintah David lalu berdiri dan berjalan menuju dapur.
Setelah David pergi meninggalkan nya sendiri di ruang makan, Vita tersenyum menyeringai " Sorry David, gue manfaatin cinta lo yang tulus itu. Dengan berpura pura manis dan manja seperti ini, akan lebih mudah membuat lo percaya sama gue kalau gue benar benar ingin tinggal bersama lo. Setelah itu, gue akan menjalan kan rencana yang baru saja terlintas di otak gue untuk kabur dari tempat ini, " gumam Vita dalam hati.
****
Ilham, Rita dan Rei merasa lega dan bahagia karena melihat pergerakan jari jari tangan Randy dan perlahan kedua mata Randy mulai terbuka.
Ilham menyuruh Rei memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Randy. Dengan cepat Rei memencet tombol yang ada di atas brankar rumah sakit dan tak berapa lama dokter dan beberapa suster masuk ke dalam ruangan Randy.
Dokter menghela nafas lega karena keadaan Randy semakin membaik saat ini. Setelah mengatakan perkembangan keadaan Randy, dokter dan beberapa suster pamit undur diri.
" Sayang, syukur lah keadaan kamu sekarang sudah lebih baik, " ucap Rita lega yang saat ini duduk di kursi yang ada di samping brankar Randy.
" Vita di mana, mi?, " satu pertanyaan dari Randy membuat Ilham, Rita dan Rei gelagapan menjawab nya.
" Ada nak, Vita sedang istirahat di rumah. Kan kamu tau, kandungan Vita masih lemah, " jawab Rita berbohong.
Randy tersenyum kecut mendengar mami nya berbohong " Jangan bohong mi, Randy tau Vita tidak ada di rumah. Di mana sekarang istri Randy, mi?, " tanya Randy lagi.
Mereka bertiga menghela nafas nya dengan berat lalu kali ini Rei yang menjawab pertanyaan Randy.
" Vita di culik David, " jawab Rei.
__ADS_1
" Jika kalian tau Vita di culik, kenapa kalian tidak mencari nya dan membebaskan nya dari David. Kenapa kalian malah di sini, " ucap Randy emosi.
" Nak tenang lah, mami mohon kamu jangan emosi seperti ini, " pinta Rita sambil mengelus lembut bahu Randy agar lebih tenang.
" Tidak mudah untuk membebaskan Vita, Rand. David yang kita kenal selama ini ternyata seorang mafia. Kamu tau kan maksud ku? Meskipun kita mampu melawan nya dan aku yakin itu, tetapi kita tidak pernah bermain dengan mafia selama ini, " terang Rei.
" Lalu maksud mu, aku harus merelakan istri dan anak ku, begitu?, " tanya Randy yang semakin emosi.
" Tentu tidak Rand. Aku mohon kamu tenang karena Ayu sedang mengurus semua ini. Dia berjanji akan membawa Vita pulang, " jawab Rei.
" Ayu? Memang nya apa yang bisa di lakukan nya?, " tanya Randy dengan kening berkerut, Ia tidak percaya Rei bisa menyerahkan semua masalah ini kepada Ayu.
" Dia bisa dan sanggup. Asal kamu tau, Ayu adalah puteri dari Zafran Mahendra. Kamu kenal kan siapa Zafran Mahendra?, " tanya Rei dan di jawab anggukan kepala oleh Randy.
" Lalu apa hubungan nya? Jangan berbelit belit Rei, cepat katakan apa maksud mu, " ucap Randy.
" Zafran Mahendra adalah ketua mafia terkuat di Hongkong dan Ayu puteri tunggal nya akan menjadi pengganti nya sebagai ketua nanti nya. Ayu meminta untuk dia sendiri yang mengurus masalah ini dan membebaskan Vita karena dia yang paling paham tentang dunia mafia. Ayu akan membebaskan Vita dengan cara nya sendiri, " balas Rei.
" Aku gak menyangka Zafran Mahendra adalah seorang ketua mafia. Ternyata, dia pandai sekali menyimpan identitas asli nya. Selama ini, dia di kenal sebagai pengusaha sukses dan terkenal. Dan yang lebih membuat ku tak percaya, Ayu yang aku kenal selama ini adalah puteri seorang ketua mafia, " ucap Randy sambil menatap langit langit kamar rumah sakit.
" Maka dari itu, kita percaya kan semua nya kepada Ayu. Aku yakin Ayu akan membawa Vita pulang. Dan satu lagi, kamu tidak perlu cemas David akan menyakiti Vita, karena kelihatan nya David jatuh cinta kepada Vita saat pertama kali bertemu dengan Vita, " balas Rei.
" Apaa, " pekik Randy terkejut yang langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Rei.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak yang akak.