Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 156 Semua Tentang David


__ADS_3

Seperti hari hari sebelum nya, Vita hanya menghabiskan waktu nya di rumah. Entah kenapa hari ini diri nya merasa sangat bosan karena rumah sedang dalam keadaan sunyi. Mami dan papi kebetulan ada acara di luar sementara Alfian sedang mengurus berkas berkas kuliah nya di kampus. Kalau Randy jangan tanya lagi, sudah jelas dia di kantor.


Vita sedari tadi hanya membolak balik kan majalah yang ada di tangan nya. Ia sedang duduk santai di kursi yang ada di balkon kamar nya. Sudah beberapa majalah yang Ia lihat, rasa nya sungguh sangat membosankan. Ia pun meletakkan majalah yang ada di tangan nya ke atas meja.


" Huff, bosan banget hari ini. Tau gitu tadi terima saja tawaran mas Randy ikut ke kantor nya. Mau mencoba resep kue baru juga malas rasa nya, " gumam Vita pada diri nya sendiri.


Vita mengelus elus perut nya yang sudah kelihatan sedikit membuncit dengan lembut dan sayang, tiba tiba Ia merasa ingin sekali makan pasta.


" Emmm, enak nih makan pasta. Tapi malas mau memasak nya sendiri, " gumam Vita.


Vita mengetuk ngetuk dagu nya dengan pelan sambil berfikir " Apa ke mall saja ya, makan pasta di restoran yang ada di mall nya papi. Bosan juga sama masakan bi Ana dan bi Asih, " gumam Vita lagi.


Vita pun memutuskan untuk pergi ke mall dan segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi Felix agar bersiap siap mengantar kan nya ke mall.


" Hallo nona, apa anda memerlukan sesuatu?, " sapa Felix lalu bertanya kepada Vita saat panggilan mereka terhubung.


" Emm, iya Felix. Aku mau kamu bersiap siap sekarang. Aku ingin makan pasta di restoran yang ada di mall nya papi dan kamu antar kan aku ke sana ya, " jawab Vita.


" Baik nona, saya akan bersiap siap. Nanti saya akan tunggu nona di depan, " ucap Felix.


" Emm Felix, kamu jangan pakai pakaian formal ya. Pakai pakaian santai saja, saya tidak mau kelihatan mencolok dan menjadi pusat perhatian, " balas Vita ragu ragu.


" Baik nona, sesuai perintah anda, " ucap Felix patuh.


" Ya sudah, saya mau bersiap siap, " balas Vita lalu mengakhiri panggilan mereka.


Vita bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar. Ia membuka lemari pakaian nya dan mencari baju mana yang cocok Ia gunakan siang ini. Rasa nya ingin sekali Ia memakai celana jeans nya karena sejak hamil Randy melarang nya memakai celana jeans takut menyakiti bayi mereka, kata nya.


Namun, setelah di fikir fikir lagi benar juga kata suami nya, apa lagi sekarang perut nya sudah mulai membesar, pasti bayi nya akan terjepit jika Ia memakai celana jeans ketat.


Akhir nya, Vita memutuskan memakai dress selutut yang simple. Setelah berganti baju, Ia memoles wajah nya dengan make up tipis dan natural.


" Perfect, " gumam Vita saat mematut diri nya di cermin lalu terkekeh pelan.


" Ya ampun, semenjak hamil kenapa sekarang aku lebih suka berdandan dan juga ingin terlihat cantik di mana pun itu. Ternyata hamil bisa merubah kebiasan seseorang ya, " gumam nya lagi.


Setelah mematut diri nya di cermin dan merasa sudah sempurna, Vita mengambil tas yang ada di atas meja yang biasa Ia gunakan saat keluar rumah lalu memasukkan ponsel dan dompet ke dalam tas nya.


Vita segera keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk menemui Felix, pasti Felix sudah menunggu nya.


Saat tiba di depan pintu rumah, Vita tertegun melihat penampilan Felix yang kelihatan 'wow' ketika memakai pakaian santai.


" Wow Felix, kamu kelihatan sangat tampan, " puji Vita.


" Terima kasih nona, tapi tolong jangan katakan itu di depan tuan Randy. Jika dia mendengar anda memuji saya, bisa bisa saya di hajar nya karena anda memuji saya, " ucap Felix.


Vita terkekeh mendengar ucapan Felix, dan ucapan nya itu memang benar. Suami nya benar benar sangat possesive dan pecemburu yang luar biasa.

__ADS_1


" Ya sudah yuk, aku sudah tidak sabar ingin makan pasta, " ajak Vita lalu berjalan mendekati mobil. Felix yang sejak tadi berada di samping mobil langsung membukakan pintu penumpang bagian belakang untuk Vita.


Vita segera masuk ke dalam mobil lalu Felix menutup pintu dengan hati hati. Felix pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang di sebelah supir khusus yang di pekerjakan Randy untuk mengantar Vita kemana pun. Namun sebelum nya, Felix memberi kode kepada beberapa anak buah nya untuk mengikuti mereka.


****


Mobil yang membawa Vita telah tiba di parkiran mall. Felix dengan segera turun dan membukakan pintu untuk Vita. Vita turun dan mengucapkan terima kasih kepada Felix lalu mereka berjalan masuk ke dalam mall.


Baru beberapa langkah mereka melangkah, Vita menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Felix, ahh lebih tepat nya beberapa bodyguard yang di perintahkan Felix untuk mengikuti mereka.


" Felix, mereka ikut juga?, " tanya Vita sambil menunjuk beberapa bodyguard di belakang Felix.


" Tentu nona, itu adalah tugas mereka untuk menjaga anda dan juga bayi anda, " jawab Felix.


" Ya ampun Felix, " geram Vita.


" Untuk apa aku menyuruh mu memakai baju santai jika kamu menyuruh mereka juga untuk mengawal ku, " lanjut Vita dengn nada yang sangat kesal.


" Maaf nona, ini untuk kebaikan anda, " ucap Felix.


" Ok baik lah, tapi aku minta mereka berada jauh dari kita. Cukup mengawasi dari jarak jauh, " balas Vita lalu berbalik dan berjalan sambil menghentak hentak kan kaki nya.


" Nona tolong jalan nya jangan begitu, kasihan baby nya, " tegur Felix.


" Ckk, " decak Vita kesal lalu berjalan seperti biasa dan Felix hanya mengeleng geleng kan kepala nya melihat kelakukan nona muda nya.


Selama perjalanan menuju restoran, semua pengunjung menatap ke arah Vita. Hal itu membuat Vita merasa risih karena menjadi pusat perhatian.


Vita juga menyuruh Felix untuk menemani nya makan dan juga beberapa bodyguard yang mengikuti mereka. Ia merasa tidak enak jika makan sendiri dan membiarkan mereka menunggui nya makan.


Meskipun awal nya menolak, tetap saja Felix menuruti perintah Vita karena selalu saja Vita memberikan ancaman agar Felix menuruti perintah Vita.


Setelah menyebutkan semua pesanan mereka, pelayan pamit undur diri. Sambil menunggu pesanan datang, Vita mencoba mengajak Felix untuk mengobrol santai.


" Felix, " panggil Vita.


Felix mengalihkan pandangan nya dari para anak buah nya lalu menatap Vita " Ada apa nona?, " tanya Felix.


" Ck, bisa tidak jika hanya berdua kamu jangan mode kerja seperti ini. Santai sedikit dan bersikap seperti aku ini teman atau mungkin adik mu karena usia ku jauh di bawah mu, " ucap Vita kesal.


" Maaf nona, tidak bisa, " balas Felix.


" Ya ampun Felix, please deh nurut langsung gitu kenapa sekali kali jangan bantah melulu. Ayo dong, bersikap santai, paling enggak saat berdua begini. Aku tuh mau nya merasa di jaga sama seorang kakak bukan seorang bodyguard, " rengek Vita.


Felix berfikir sejenak lalu mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban Ia akan bersikap santai kepada Vita saat hanya berdua saja " Baik lah nona, hanya saat kita berdua saja, " putus Felix.


Vita tersenyum bahagia karena Felix mau menuruti nya " Ok, mulai sekarang jangan panggil aku nona kalau hanya kita berdua saja. Panggil aku Vita saja, dan aku akan memanggil mu kakak saat kita hanya berdua. Bagaimana, deal?, " tanya Vita.

__ADS_1


" Deal, " jawab Felix.


Vita juga menyuruh para bodyguard untuk bersikap santai jika hanya mengawal diri nya karena sejujur nya Ia sangat tidak nyaman berada di dekat mereka dengan wajah ketat seperti pakaian dalam baru. Hehehe.


Saat Vita ingin bertanya kepada Felix, pelayan terlebih dahulu masuk dan menghidangkan pesanan mereka semua membuat Vita mengurungkan niat nya.


Setelah pelayan pergi, Vita menyuruh semua orang untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia.


" Kak Felix, apa boleh aku minta sesuatu kepada mu?, " tanya Vita di sela sela makan nya.


Felix menghentikan tangan nya saat ingin menyuap sepotong steak ke dalam mulut nya, lalu menatap Vita " Tentu boleh, bahkan nyawa ku pun jika kamu minta akan aku berikan, " jawab Felix santai lalu menyuap sepotong steak ke dalam mulut nya.


" Ck, aku gak mungkin minta hal itu kali kak. Aku cuma minta, kakak cerita kan kepada ku tentang kehidupan David dan sejak kapan dia mulai mencintai ku dan tergila gila sampai seperti itu. Aku ingin tau semua nya, semua tentang David, " ucap Vita.


Uhuukk Uhuukk Uhuukk.


Felix tersedak saat mendengar Vita meminta diri nya menceritakan tentang David. Ia pun segera mengambil segelas air putih dan meneguk nya sampai habis.


" Untuk apa kamu mengetahui nya, Vit?, " tanya Felix.


" Aku hanya ingin tau saja kak, itu saja, " jawab Vita.


" Kakak mau kan memberitahukan semua tentang David kepada ku, " pinta Vita.


Felix berfikir sejenak lalu mengangguk kan kepala nya. Ia mengelap mulut nya dengan tisue lalu menatap Vita.


" David sebenar nya adalah seseorang yang sangat baik yang pernah aku kenal, namun dia berubah sejak....., ".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2