Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 172 Titik Terang


__ADS_3

Sudah tiga hari Randy berada di Bali dan selama itu pula lah komunikasi di antara diri nya dan Vita sangat berkurang di karenakan kesibukan mengurus masalah pembangunan hotel milik nya.


Mereka hanya berkomunikasi saat bangun tidur di pagi hari dan malam hari nya saat akan tidur kembali. Sungguh bukan ini yang di inginkan Randy, tapi apa mau di kata, kesibukan nya benar benar menyita waktu nya.


Selama tiga hari ini juga, Ia masih menyelidiki kenapa bisa bangunan belakang hotel yang baru di bangun para pekerja roboh seketika dan menyebabkan cukup banyak pekerja terluka. Padahal, semua bahan yang di gunakan adalah bahan bahan dengan kualitas terbaik.


" Ini sudah tiga hari dan masih belum ada titik terang nya. Kapan aku bisa pulang jika seperti ini, " gumam Randy frustasi sambil memijat pelipis nya.


" Jika seperti ini terus tidak mungkin aku meninggalkan tempat ini tapi tidak mungkin juga aku tidak hadir di acara tujuh bulanan Vita, " geram Randy.


Di saat Randy pusing memikirkan semua permasalahan yang sedang berusaha Ia selesaikan, terdengar pintu kamar hotel nya di ketuk. Dengan rasa malas, Ia bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.


" Peter, ada apa?, tanya Randy saat pintu terbuka dan melihat ternyata Peter yang mengetuk pintu nya.


" Ada yang ingin saya bicarakan dengan tuan muda, " jawab Peter.


Randy mengangguk kan kepala nya lalu Peter masuk ke dalam kamar setelah di persilahkan oleh Randy.


" Duduk, " perintah Randy setelah Ia duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar hotel nya.


" Terima kasih tuan muda, " jawab Peter lalu duduk di sofa yang bersebrangan dengan sofa yang di duduki oleh Randy.


" Ada apa kamu datang malam malam begini ke kamar ku? Apa ada masalah?, " tanya Randy to the point.


" Begini tuan, tanpa sepengetahuan tuan muda, Felix menyuruh saya untuk menyelidiki permasalahan roboh nya bangunan belakang hotel. Di bantu oleh anggota Blakes yang menetap di sini, saya sudah mendapat kan bukti bukti roboh nya bangunan tersebut. Dan sekarang, saya ke sini ingin melaporkan dan memberikan semua bukti bukti nya kepada anda sesuai perintah Felix tadi, " jawab Peter sambil menyodorkan sebuah map coklat dan juga flashdisk berukuran kecil.


" Terima kasih tapi saya bingung, kenapa kamu dan Felix tidak mengatakan langsung jika kalian ikut membantu menyelidiki semua ini? Kenapa kalian diam diam menyelidiki nya?, " tanya Randy.


" Itu karena Felix tidak ingin musuh curiga jika ada orang lain yang membantu anda. Di lihat dari cara kerja nya, musuh anda bukan lah orang sembarangan. Dia memiliki otak yang cerdas dan bekerja dengan sangat rapi, " jawab Peter.


" Siapa saja yang mengetahui hal ini?, " tanya Randy lagi.


" Hanya saya, Felix dan beberapa anggota Blakes yang terlibat penyelidikan ini, " jawab Peter.


Randy mengangguk angguk kan kepala nya lalu bergumam " Pantas saja, sikap Vita aneh sejak awal tiba di hotel dan memberi nya kabar. Dia selalu bertanya tentang kamu yang menjaga aku atau tidak. Apa ada sikap kamu yang aneh dan mencurigakan. Aku sampai tidak percaya dia bisa berkata seperti itu, ".


Peter tersenyum " Di kediaman Djaya, Nona muda juga mendiamkan Felix dan menjaga jarak dengan nya karena Felix tidak jujur saat nona muda menanyakan tentang pembicaraan kami yang berbisik bisik waktu di bandara. Nona muda juga mengadu kepada tuan besar Blakes kalau Felix mulai berbohong kepada nya, sampai sampai tuan besar Blakes memanggil dan menegur Felix, " balas Peter.


Randy terkekeh karena istri nya sampai mengadukan hal itu kepada uncle Blakes " Lalu, apa setelah itu Vita tau jika yang di sembunyikan itu adalah mengenai bantuan kalian ini?, " tanya Randy.

__ADS_1


" Tidak tuan, Felix tetap diam dan tuan Blakes juga tidak memberitahukan nona muda sesuai usulan Felix, " jawab Peter.


" Kenapa?, " tanya Randy dengan kening berkerut. Ia bingung kenapa Felix masih menyembunyikan hal itu. Padahal tinggal bilang saja, pasti masalah kesalah pahaman mereka sudah selesai.


" Karena Felix takut nona muda akan mengatakan kepada anda dan semua yang kami lakukan ini akan bocor ke pihak musuh, " jawab Peter.


" Haishhh kalian ini, memang nya aku sebodoh itu sampai membicarakan itu dengan pihak lain. Aku gak ngerti dengan cara kerja kalian yang anggota mafia ini, gak masuk dalam otak ku, " geram Randy.


Peter hanya tersenyum menanggapi ucapan Randy. Ya memang begitu lah cara kerja mereka selama ini. Hanya orang orang yang terpilih mengurus suatu masalah yang akan mengetahui nya, karena mereka tidak ingin musuh mengetahui gerak mereka.


" Tuan, silahkan buka amplop coklat itu dan lihat semua bukti yang sudah saya kumpulkan, " ucap Peter.


Randy mengambil amplop coklat yang ada di atas meja lalu membuka dan membaca satu persatu bukti bukti serta melihat foto foto yang berhasil di dapat anggota Blakes.


" Brengs*k, " umpat Randy emosi.


" Musuh anda kali ini berada dekat dengan anda sehingga anda sulit mengetahui nya karena tidak mungkin anda mencurigai nya. Selama ini, dia mengganti seluruh bahan bahan dengan kualitas rendah tetapi tetap dengan memakai bungkus merk pilihan kita. Para supplier di perintah kan mengirim ke tempat yang telah di tetap kan oleh nya, baru setelah semua barang di ganti, dia akan menyuruh anak buah nya mengirim ke gudang kita, " terang Peter.


" Tapi kenapa? Kenapa dia bisa berbuat seperti ini? Selama ini hubungan kami baik dan tidak memiliki masalah apapun. Aku juga sangat percaya kepada nya karena memang pekerjaan nya selama ini selalu memuaskan. Maka nya, aku percayakan proyek kali ini pada nya, " ucap Randy tidak percaya.


" Lihat di bagian terakhir dan anda akan mendapat kan jawaban nya, " balas Peter.


" Clara, " cicit Randy lalu menatap Peter meminta penjelasan.


" Iya Clara dan mereka adalah sepasang kekasih sebelum Clara bertemu dengan anda, " terang Peter.


" Lalu, apa hubungan nya dengan ku?, " tanya Randy bingung.


" Karena anda, Clara memutuskan hubungan mereka padahal waktu itu mereka akan menikah. Meskipun dia tau bagaimana buruk nya Clara, dia tetap menerima dan ingin menikahi Clara. Tetapi, semua itu kandas begitu saja karena Clara bertemu dengan anda yang notabene nya jauh lebih kaya dan memiliki kekuasaan. Sejak saat itu, Ia berusaha masuk ke perusahaan anda dan bekerja keras untuk membuktikan kepada anda bahwa dia mempunyai potensi. Barulah setelah itu, Ia akan menghancurkan anda dari dalam. Dan rasa dendam itu semakin besar saat dia tau Clara mati dengan cara mengenaskan dan anda juga ikut andil atas kematian Clara, " jawab Peter.


Randy menghela nafas nya dengan berat dan memijit kening nya karena merasa sangat pusing. Sudah mati pun, ternyata Clara masih saja mengusik kehidupan nya.


" Lalu, apa rencana mu dan Felix setelah mengetahui semua ini?, " tanya Randy lelah.


Peter berdiri dan berjalan mendekat ke arah Randy lalu membungkukkan sedikit badan nya. Ia berbisik di telinga Randy, mengatakan semua rencana yang Ia dan Felix susun.


" Kamu yakin ini akan berhasil? Kamu tau kan, ini sangat berbahaya dan aku tidak yakin bisa selamat, " tanya Randy memastikan.


" Yakin tuan dan saya pastikan rencana kita akan berhasil, " jawab Peter tegas dan yakin.

__ADS_1


" Baiklah, aku serahkan semua nya kepada mu. Besok kita akan menjalankan rencana mu dan pastikan tidak ada kesalahan apapun, " ucap Randy.


" Baik tuan muda. Kalau begitu, saya pamit dan sebaik nya anda beristirahat sekarang karena anda terlihat sangat lelah, " balas Peter.


Randy mengangguk kan kepala nya lalu Peter berjalan keluar kamar meninggalkan Randy yang masih duduk di sofa sambil memijat kembali pelipis nya. Ia bersyukur karena sudah menemukan titik terang masalah yang terjadi.


Setelah sedikit hilang rasa pusing nya, Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi Vita. Tak perlu waktu lama, panggilan nya terhubung dengan Vita.


" Hallo sayang, aku rindu kamu, " sapa Vita saat panggilan mereka terhubung.


" Aku lebih merindukan mu sayang, " balas Randy dengan senyum tipis di bibir nya. Rasa lelah dan pusing nya menguar setelah mendengar suara istri nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2