Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 114 Minta Jatah Lagi


__ADS_3

Vita dan teman teman nya sedang duduk di kantin menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka. Meskipun masih terlihat lelah karena menghabiskan waktu liburan mereka dengan pergi ke tempat yang cukup jauh, tapi tidak menghilangkan semangat mereka untuk kembali ke sekolah.


Selama menikmati semangkuk bakso di hadapan nya, pikiran Vita melayang memikirkan ide apa yang akan Ia buat untuk memeriahkan acara perayaan ulang tahun pernikahan mertua nya.


Ayu yang sedari tadi memperhatikan Vita, mengerutkan kening nya karena melihat sahabat nya itu seperti sedang memikirkan banyak hal.


" Woi, mikirin apa sih dari tadi?, " tanya Ayu sambil menggebrak meja kantin.


Tidak hanya Vita saja yang terkejut, teman teman mereka yang lain juga terkejut karena aksi gebrakan meja Ayu. Bahkan, bakso yang baru saja masuk ke dalam mulut Fabian melompat keluar mengenai wajah Reno.


" Gila lo Bian, jorok banget sih, " omel Reno sambil mengelap wajah nya yang terkena bakso dengan tisu.


" sorry sorry, gak sengaja. Lo salahin tuh si Ayu, tiba tiba gebrak meja, kan terkejut gue, " ucap Fabian cengengesan.


" Iya nih Yu, lo kenapa sih gebrak meja gitu? Kita semua terkejut tau gak, " kini Ririn yang mengomeli Ayu.


Ayu hanya tertawa mendengar omelan teman teman nya lalu menatap ke arah Vita.


" Sorry guys, gue tadi maksud nya mau menyadarkan Vita dari lamunan nya, tau nya kalian juga ikutan terkejut, " ucap Ayu.


" Lo kenapa lagi Vit? Ada masalah lagi dengan suami lo?, " tanya Alfian khawatir karena mendengar Vita melamun.


" Ihhh, memang nya gue melamun cuma karena ada masalah dengan suami gue. Sorry ya, hubungan gue sama suami gue baik baik saja bahkan sangat baik, " jawab Vita kesal lalu sedetik kemudian wajah nya memerah mengingat kegiatan mereka kemarin malam.


" Lah, kenapa wajah momsky memerah?, " tanya Ririn.


Vira menoleh ke arah Vita dan melihat wajah momsky mereka memerah malu.


" Momsky sakit? Wajah momsky merah banget, " tanya Fabian khawatir.


" Ehh, tidak kok, gue baik baik saja, " jawab Vita lalu menundukkan kepala nya karena semakin malu.


" Momsky gak sakit Bian, tapi pasti lagi malu karena mengingat kegiatan nya bersama suami nya, " ucap Vira begitu vulgar.


Vita mengangkat wajah nya lalu memukul pelan lengan Vira karena berbicara begitu vulgar dan dengan nada yang cukup keras. Bagaimana kalau orang orang yang ada di kantin ini mendengar nya.


" Suara lo, Vir, " omel Vita dengan wajah cemberut.


Vira tertawa melihat wajah cemberut Vita. Berarti ucapan nya benar dong tadi.


" Lo, sudah melakukan malam pertama dengan suami lo?, " tanya Ayu tiba tiba dan yang lain melotot mendengar pertanyaan Ayu tapi tidak dengan Vira yang kini malah tertawa semakin keras.


" Heh, kalian kenapa sih malah membahas hal ini. Ini masalah pribadi gue dan gue gak akan menjawab nya, " jawab Vita lalu memalingkan wajah nya.


" Ohhh ayolah momsky, cerita sedikit dengan kita semua gimana rasa nya. Sakit atau enak?, " goda Vira.


" Cukup, kalian ini tega sekali menggoda ku, " bentak Vita.


Mereka semua tertawa dan merasa puas sudah berhasil menggoda Vita.


" Sudah lah, kalian ini selalu menggoda Vita. Oh iya Vit, kalau boleh tau kenapa kamu melamun? Apa yang kamu fikirkan?, " lerai Alfian lalu bertanya kepada Vita karena jujur sedari tadi dia merasa sedikit khawatir.


" Ohh, bukan masalah besar. Aku hanya sedang memikirkan ide ide untuk memeriahkan acara perayaan ulang tahun pernikahan mertua gue. Mertua perempuan gue minta perayaan kali ini dengan tema ala ala India. Kalian ada ide gak?, " jawab Vita sembari meminta masukkan ide ide dari teman teman nya.

__ADS_1


" Wah kalau itu, gampang momsky. Ririn akan bantu momsky, " ucap Ririn antusias karena memang dia adalah penggila film India.


Ririn memberitahukan ide nya kepada Vita, sesekali Vita mengangguk paham. Vita juga berterima kasih karena teman teman nya akan membantu memeriahkan acara itu.


Bel masuk berbunyi, mereka semua kembali ke kelas. Saat perjalanan kembali ke kelas, Vita menelpon Ziya memberitahukan permintaan mami mereka lalu memberitahukan ide yang tadi Ia dan teman teman nya sepakati.


Vita terlihat bahagia dan sangat antusias karena Ziya juga akan ikut terlibat dalam ide itu.


****


Di dalam ruang kerja nya, Randy sedang melamun memikirkan kembali kegiatan nya bersama Vita kemarin malam. Ia bahkan melupakan berkas berkas penting yang ada di hadapan nya.


Memikirkan nya kembali membuat Randy merindukan Vita dan ingin sekali menerkam Vita seperti kemarin malam.


" Apa tidak apa apa kalau melakukan nya lagi nanti malam? Apakah sakit nya sudah hilang?, " gumam Randy pada diri nya sendiri.


" Ahhh, sungguh aku tidak bisa menahan nya. Jika tau rasa nya senikmat ini, sejak awal menikah aku sudah melakukan nya, " teriak Randy frustasi.


Randy menyandarkan kepala nya ke punggung kursi kerja nya, Ia mendongakkan kepala nya dan memejamkan mata nya. Ia lagi lagi tersenyum mengingat kegiatan nya bersama Vita. Sungguh sangat menggemaskan mengingat istri nya yang malu malu tapi mau.


Rei berdecak kesal karena berkas yang di butuh kan nya masih belum di antarkan oleh Siska. Padahal, berkas itu sangat penting dan Ia memerlukan nya untuk proyek mereka selanjutnya.


Ia melangkahkan kaki nya keluar ruangan nya menuju ke meja Siska. Ia menegur Siska karena tidak mengantar kan berkas yang di butuhkan nya.


" Siska, kenapa lama sekali mengatar kan berkas yang aku minta? Kamu tau, sedari tadi aku sudah menunggu mu di ruangan ku?, " tegur Rei.


" Maaf pak, tapi pak Randy masih belum menyuruh saya ke dalam ruangan nya mengambil berkas yang sudah di tanda tangani nya. Sejujur nya, saya juga sedang menunggu dari tadi, tapi saya takut untuk bertanya kembali, " jawab Siska.


Rei berdecak kesal. Apa sih yang di lakukan Randy di ruangan nya sampai begitu lama memeriksa berkas berkas dan menandatangani nya.


" Baik pak, " balas Siska lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Rei melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan Randy. Ia melihat Randy yang sedang duduk bersandar sambil senyum senyum tidak jelas.


Bahkan, sampai Rei duduk di hadapan Randy, Randy masih tidak menyadari kehadiran nya.


Braakkk.


Randy terlonjak kaget saat Rei menggebrak meja kerja nya. Hampir saja Randy terjungkal dari kursi nya.


Randy menatap tajam ke arah Rei yang memasang wajah tidak berdosa.


" Kamu sudah gila ya Rei! Kenapa menggebrak meja kerja ku? Untung saja aku tidak sampai terjungkal tadi, " ucap Randy emosi.


" Aku gila? Kamu itu yang gila senyum senyum gak jelas, " balas Rei.


Randy mendengus kasal. Ia membenahi duduk nya dan kembali menatap tajam ke arah Rei.


" Ada apa ke ruangan ku? Mengganggu ku saja yang sedang memikirkan istri ku, " ucap Randy kesal.


" Hei, kalau kamu sedari tadi sudah selesai memeriksa berkas berkas itu dan menandatangani nya, aku tidak akan sampai datang ke ruangan mu ini, " balas Rei sambil menunjuk berkas berkas yang ada di atas meja kerja Randy.


Mata Randy mengikuti arah jari Rei. Ia tersenyum kikuk karena melupakan pekerjaan nya karena asyik mengingat istri nya.

__ADS_1


" Sorry sorry. Tadi aku sedang asyik mengingat ingat kegiatan ku bersama Vita kemarin malam, " ucap Randy lalu tersenyum malu.


" Wah, akhir nya sahabat ku belah duren juga. Sebentar lagi, aku akan mendapat keponakan yang lucu nih, " balas Rei yang mulai antusias membahas hal itu.


" Hei, kenapa kelihatan nya malah kamu yang lebih antusias. Dasar mesum, " ucap Randy.


" Hahahaha, iya dong aku sangat antusias. Pertama, sahabat ku ini akhir nya melepas keperjakaan nya. Kedua, bentar lagi aku akan dapat keponakan yang lucu. Ketiga, aku ingin tau bagaimana kegiatan kalian, siapa yang kalah duluan?, " balas Rei terkekeh.


" Tentu saja dia yang kalah. Aku kasian melihat nya yang sudah sangat lelah, jadi aku menghentikan kegiatan kami setelah ronde ketiga, " ucap Randy bangga.


" Wah wah wah, ternyata sahabat ku ini sangat perkasa ya, " goda Rei.


" Hah, sudah lah jangan bahas hal itu lagi membuat ku jadi sangat menginginkan nya sekarang, " ucap Randy sambil mengibas ngibas kan tangan nya ke udara.


Rei melotot mendengar perkataan sahabat nya itu. Yang benar saja, baru kemarin malam melakukan nya tiga ronde, dan kini sahabat nya itu menginginkan nya lagi. Dasar mesum.


" Baiklah, kita hentikan pembahasan ini. Sekarang, cepat periksa semua berkas ini dan tanda tangani. Nanti suruh Siska antar ke ruangan ku. Aku balik dulu ke ruangan ku, " ucap Rei lalu bangkit dan berjalan keluar ruangan Randy.


Randy mulai membuka satu persatu berkas berkas yang ada di hadapan nya lalu memeriksa dan menandatangani nya.


Setelah hampir satu jam memeriksa, Randy menyuruh Siska masuk ke dalam ruangan nya dan menyerahkan semua berkas berkas itu. Randy meminta untuk di antar kan langsung kepada Rei, dan Siska mengangguk mengiyakan perintah bos nya, lalu Ia pamit undur diri.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya, Randy kembali menyandarkan kepala nya di punggung kursi lalu memikirkan kembali istri nya.


Ahh, Randy benar benar sangat merindukan istri nya saat ini. Padahal, mereka baru saja berpisah beberapa jam yang lalu.


" Nanti malam, minta jatah lagi ahh, " gumam Randy lalu tersenyum penuh arti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Saya sedikit kecewa karena vote kalian sedikit sekali. Ayo dong vote lebih banyak, jangan hanya terus minta up yang banyak. Vote yang kalian berikan, membuat saya lebih semangat menulis. Jadi, jangan pelit pelit ya kasih vote nya.


__ADS_2