
Randy sampai di parkiran sekolah Vita, jam setengah satu siang. Namun sekolah masih belum bubar. Masih ada sekitar setengah jam lagi, baru bel pulang berbunyi.
Randy memutuskan pergi ke kantor kepala sekolah, karena kebetulan kepala sekolah di SMA TUNAS BANGSA adalah paman nya sendiri.
Tok.. Tok.. Tok..
Randy mengetuk pintu kantor kepala sekolah, dan terdengar suara laki laki paruh baya di balik pintu mempersilahkan nya untuk masuk.
" Silahkan masuk, " ucap Rudi.
Randy membuka pintu setelah mendapatkan izin dan masuk ke dalam ruangan.
" Selamat siang, paman, " sapa Randy saat sudah berada di depan meja kerja paman nya.
" Selamat siang. Ohhh, ada angin apa ini keponakan paman yang tampan, tapi sayang nya masih belum laku, rela mengunjungi paman nya ke sekolah ini, " Rudi membalas sapaan Randy dan juga sedikit menyindir keponakan nya itu.
Randy mencebikkan bibir nya, saat mendengar sindiran pedas paman nya itu. Lalu, Ia duduk di sofa tanpa dipersilahkan paman nya.
" Sindir terus aja keponakan paman ini. Bukan nya di doakan, malah selalu di sindir, " protes Randy.
Rudi tertawa mendengar protes keponakan nya itu, lalu ikut duduk di sofa di samping Randy.
" Maka nya Rand, kalau gak mau di sindir terus, ya cepetan cari jodoh. Kasian mami kamu itu, stres mikirin kamu yang belum nikah nikah, " ucap Rudi menasehati.
" Jodoh nya udah ada sih paman, tinggal persetujuan mami aja. Maka nya sekarang, Randy kemari mau jemput calon istri Randy. Karena bel pulang sekolah belum berbunyi, Randy mampir ke ruangan paman, " ucap Randy santai.
" Hah, apa? Jadi salah satu guru wanita disini, calon istri mu? Siapa nama nya, biar paman panggil sekarang? " tanya Rudi penasaran.
Randy mengangkat jari telunjuk nya, lalu menggerak gerak kan ke kanan dan ke kiri.
" No, no. Calon istri ku, bukan salah satu guru wanita di sini, " jawab Randy santai.
" Bukan. Lalu, siapa? Apa karena mami mu gak setuju kamu menikah dengan model itu, sekarang kamu malah berbelok arah jadi menyukai pria? " tanya Rudi lagi.
" Paammaaannnn. Yang bener aja dong, aku masih normal, " teriak Randy kesal.
" Lalu siapa, kalau bukan guru di sini? Jangan main teka teki sama paman, " geram Rudi.
" Calon istri ku, salah satu murid paman. Murid pintar yang mendapatkan beasiswa disini, " jawab Randy.
" Di sini, murid perempuan yang dapat beasiswa hanya satu orang. Berarti, yang kamu maksud calon istri mu itu, Vita Anggraini?, " Rudi memastikan.
" Yapp, benar paman, " Randy mengiyakan.
__ADS_1
Rudi langsung menjewer telinga Randy, sampai Randy mengaduh kesakitan.
" Kamu hamilin murid paman, huh? Berani sekali kamu!, " tuduh Rudi.
" Aduhhh, paman sakit. Aku tuh gak menghamili dia. Jangan kan ngelakuin itu, ciuman aja belum pernah, " aku Randy.
Mendengar jawaban Randy, Rudi langsung melepas tangan nya dari telinga Randy dan memastikan apa jawaban Randy benar atau tidak.
" Kamu gak bohong kan, Randy? " tanya Rudi dan Randy langsung mengangguk mengiyakan.
Randy mencebikkan bibir nya dan masih terus mengelus telinga nya yang merah akibat jeweran Rudi. Rudi yang melihat tingkah keponakan nya itu hanya tersenyum lucu.
Tett.. Tett.. Tett..
Bel pulang pun berbunyi. Randy yang mendengar langsung berdiri dan pamit keluar untuk menemui Vita.
Namun sebelum Randy keluar ruangan, Rudi memanggil nya dan mengatakan Ia juga akan ikut menemani.
Saat perjalanan menemui Vita, Randy mengambil handphone nya dan menelpon Vita agar Vita tetap berada di kelas nya sampai Randy tiba di sana. Awal nya Vita menolak karena takut ketahuan teman teman nya, namun terpaksa mengiyakan karena Randy mengancam nya, akan membuat pengumuman tentang hubungan mereka kepada seluruh murid dan guru di sekolah nya.
Setelah beberapa saat, Randy dan Rudi tiba di depan kelas Vita. Randy dan Rudi langsung masuk ke dalam kelas dan melihat Vita sedang mengobrol dengan teman teman nya.
Saat anak anak melihat kepala sekolah mereka ada di dalam kelas, mereka langsung terdiam dan menunduk takut. Mereka berfikir, kesalahan apa yang mereka perbuat sampai kepala sekolah datang ke kelas mereka.
" Selamat siang, anak anak, " sapa Rudi.
" Selamat siang, pak, " balas anak anak serempak.
" Ada apa ya pak, kenapa bapak datang ke kelas kami? Apa kami ada berbuat salah? " tanya Alfian selaku ketua kelas.
" Ohh, tidak ada anak anak. Saya hanya ingin memanggil Vita, karena ada sedikit urusan dengan nya, " jawab Rudi berbohong.
Vita mengerti maksud ucapan Rudi, karena Ia melihat Randy yang datang bersama kepala sekolah nya itu. Namun, yang menjadi tanda tanya dalam fikiran nya, ada hubungan apa Randy dengan kepala sekolah nya itu.
" Saya pak. Sebentar, saya bereskan barang barang saya terlebih dahulu, " ucap Vita dan dianggukin oleh Rudi.
Setelah Vita selesai berberes, Ia pun bergegas berjalan menuju Rudi dan Randy. Lalu, mereka bertiga berjalan menuju parkiran beriringan.
Selama perjalanan, Rudi mengajak ngobrol Vita. Rudi menanyakan tentang pelajaran sekolah Vita, apakah ada kendala atau tidak. Vita menjawab, bahwa semua baik baik aja. Sementara Randy, hanya diam sambil mendengarkan pembicaraan antara Rudi dan Vita.
Sesampainya di parkiran, Randy pamit kepada paman nya begitu juga Vita. Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil dan Randy melajukan mobil nya meninggalkan sekolah. Setelah mobil Randy sudah keluar dari area sekolah dan tidak kelihatan, Rudi pun kembali ke ruangan nya.
Suasana di mobil hening, tak ada percakapan apa pun diantara mereka. Mereka larut dalam fikiran masing masing.
__ADS_1
Setelah lima menit, barulah Vita mencoba memulai obrolan.
" Emmm, mas. Sebenarnya, ada hubungan apa antara mas dengan pak Rudi? Kenapa tadi bisa ke kelas ku berbarengan?, " tanya Vita.
" Dia, paman ku, " jawab Randy singkat dan dijawab oo aja oleh Vita.
" Tadi, mas bilang mau jemput aku jam 5 sore. Tapi, kenapa malah jam segini jemput aku di sekolah? " tanya Vita heran.
" Motor mu masih di kantor ku. Jadi, aku merasa masih bertanggung jawab mengantar kan mu pulang sekolah, " jawab Randy.
" Oohh, terima kasih kalau begitu, " balas Vita.
Setelah itu, tak ada lagi percakapan apapun diantara mereka, sampai mobil yang dikendarai Randy sampai di depan rumah Vita.
Vita membuka pintu mobil dan ingin turun, tapi Randy menahan tangan Vita.
" Ada apa, mas?, " tanya Vita keheranan.
" Berikan kunci motor mu. Nanti,naku suruh orang mengantarkan nya kesini, " jawab Randy.
Vita pun mengangguk, lalu mengambil kunci motornya di dalam tas sekolah nya dan menyerahkan kepada Randy.
Setelah Randy menerima kunci motor Vita, Vita mengucapkan terima kasih lalu turun dari mobil. Setelah Vita turun dan masuk kedalam rumah, barulah Randy kembali mengendarai mobil nya untuk kembali ke kantor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1