
Dua bulan sudah berlalu sejak kejadian itu terjadi, keadaan sudah kembali seperti sedia kala. Vita dan anak anak kelas XIIipa1 juga sudah selesai melaksanakan ujian nasional mereka. Vita juga mengikuti permintaan Randy agar ikut bimbingan psikiater karena takut Vita trauma melihat kejadian mengerikan tepat di depan mata nya.
Sesaat setelah David menghembuskan nafas terakhir nya, Putra menyuruh Ayu untuk membawa Vita ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Vita. Ia takut Vita shock dan mempengaruhi janin nya.
David juga sudah di kebumikan sesuai dengan permintaan terakhir nya, meskipun Vita tidak ikut dalam acara pemakaman karena Randy tidak mengizinkan nya untuk pergi ke sana.
James Blakes terlihat tabah saat melihat jenazah putera tunggal nya di masukkan ke dalam liang lahat, namun tidak untuk istri nya. Samantha, ibu David menangis histeris dan pingsan saat melihat jenazah putera nya di masukkan ke liang lahat.
Masalah tentang rencana Ayu yang ingin menghancurkan bisnis James Blakes harus di urungkan karena Vita menentang keras rencana itu. Vita mengingatkan Ayu jika tidak hanya James Blakes yang hancur tetapi juga banyak orang orang yang hancur karena banyak nya karyawan yang menggantungkan hidup nya pada perusahaan James. Dengan terpaksa, Ayu menuruti permintaan Vita.
Siang ini, Vita tengah berdiri di pinggir balkon kamar nya sambil menutup kedua mata nya dan menikmati sinar mentari pagi. Fikiran nya melayang saat Rei menceritakan jika Randy mengamuk dan memaksa keluar dari rumah sakit untuk mencari diri nya saat mendengar kalau David menculik diri nya karena David sangat mencintai nya.
Seperti kebakaran jenggot, Randy tidak peduli dengan luka operasi yang baru saja Ia lakukan. Ia menghajar Rei karena hanya diam di ruang rawat inap nya dan bukan mencari keberadaan Vita di luar. Untung saja, Ilham berhasil menahan Randy dan menenangkan nya sebelum Rei masuk ke ruang UGD.
Vita tersenyum saat merasakan sepasang lengan kekar tengah memeluk diri nya dari belakang. Pelukan nya terasa begitu posessive membuat hati Vita menghangat.
" Memikirkan apa sayang?, " tanya Randy pemilik lengan kekar itu lalu menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vita.
" Hmmm, tidak ada hanya mengingat cerita mas Rei saat kamu mengamuk mendengar kalau David mencintai ku dan itu lah alasan kenapa David menculik ku, " jawab Vita sambil mengelus lembut lengan kekar Randy dan dengan mata yang masih terpejam.
Randy menghela nafas nya dengan berat dan itu di rasakan Vita karena wajah Randy masih berada di ceruk leher nya.
Vita melepaskan lengan kekar Randy lalu berbalik menghadap Randy dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy.
" Aku tau kamu masih marah mengingat perbuatan David. Tapi, aku mohon sayang maafkan lah dia dan lupakan semua perbuatan buruk nya kepada kita. Biarkan lah dia tenang di sana dengan menerima maaf dari mu. Aku tidak ingin amarah yang ada di dalam hati mu malah menghancurkan diri mu sendiri, " mohon Vita.
Randy mendengus kesal dan tidak terima setiap kali Vita meminta nya untuk memaafkan perbuatan David dan Vita mengetahui itu. Namun, Ia melakukan ini bukan karena Ia memiliki perasaan terhadap David, tetapi karena untuk kebaikan Randy sendiri.
" Sayang, kita tidak bisa menyalahkan seseorang untuk mencintai kita. Kita tidak bisa menyalahkan David atas perasaan nya itu. Bukan kah perasaan David terhadap ku sama seperti Alfian dan Kak Al, tetapi yang membedakan nya David tidak bisa merelakan diri ku seperti Alfian dan kak Al. Rasa sayang dan cinta nya yang begitu besar untuk ku membuat nya gelap mata dan menculik ku. Tapi, aku berani menjamin jika dia tidak pernah menyakiti ku dan bayi kita. Justru dia sangat menyayangi dan mencintai bayi kita seperti anak kandung nya sendiri. Dia merasa sangat senang saat bisa mengabulkan setiap keinginan ku dan Ia yakini jika bayi kita yang menginginkan semua itu. Jadi aku mohon sayang, mulai sekarang maafkan lah dia dan lupakan semua yang terjadi, " ucap Vita memohon dengan sangat.
Randy menutup kedua mata nya dan menghembuskan nafas nya dengan kasar. Apa yang di katakan Vita memang benar tapi ego nya memaksa diri nya untuk terus membenci dan tidak akan pernah memaafkan David.
" Sayang, " panggil Vita lalu mengelus lembut pipi Randy.
" Hemm, " jawab Randy dengan deheman dan membuka kedua mata nya.
" Demi aku dan demi bayi kita, maafkan lah dia dan lupakan semua nya. Aku ingin kembali hidup seperti dulu, ya?, " mohon Vita.
Randy menutup kembali kedua mata nya dan menjernihkan fikiran nya. Kali ini Ia akan menghilangkan ego nya dan menuruti permohonan istri nya.
" Baik lah sayang, aku akan menuruti permohonan mu. Aku akan memaafkan nya dan melupakan semua yang telah terjadi, " ucap Randy setelah membuka kedua mata nya dan menatap dalam Vita.
Vita tersenyum bahagia mendengar Randy mau memaafkan David. Ia memeluk Randy dengan erat dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Randy dan Randy dengan senang hati membalas pelukan istri tercinta nya.
Keromantisan mereka harus terhenti karena mendengar suara ketukan pintu kamar mereka. Dengan enggan, Randy melepaskan pelukan mereka dan berjalan menuju pintu kamar mereka.
" Ada apa bi?, " tanya Randy saat pintu terbuka dan melihat bi Ana berada di depan pintu kamar nya.
" Maaf mengganggu tuan, tapi tuan dan nona di minta untuk turun ke bawah oleh tuan besar karena ada tamu yang ingin menemui nona muda, " jawab bi Ana.
__ADS_1
" Siapa tamu nya, bi?, " tanya Vita yang tiba tiba muncul di balik punggung Randy.
" Bibi tidak tau nona karena baru kali ini melihat nya, " jawab bi Ana membuat Randy dan Vita saling tatap dengan kening berkerut.
" Baik lah bi, katakan kepada papi sebentar lagi kami akan turun, " ucap Randy dan di jawab oleh bi Ana dan segera turun ke bawah.
Setelah bi Ana turun, Randy kembali masuk ke dalam kamar lalu membuka lemari pakaian Vita dan mengambil sweater untuk Vita dan memakai kan di tubuh Vita lalu mengajak Vita untuk turun ke bawah.
Randy membantu Vita menuruni tangga, Ia tidak ingin Vita sampai terpeleset dan tergelincir ke bawah. Saat sampai di ruang tamu, tubuh Randy menengang saat melihat siapa tamu yang ingin menemui istri nya.
" Hallo Rand, Long time no see you, " sapa salah satu tamu itu yang sudah berdiri menyambut Randy dan Vita.
" Uncle James, untuk apa anda datang ke sini? Apa yang anda ingin kan?, " tanya Randy emosi.
Tamu tadi yang tak lain adalah James Blakes tersenyum mendapat perlakuan kasar dari Randy. Ia paham kenapa Randy berlaku seperti itu dan tidak mempermasalahkan nya.
Vita mengelus lembut lengan Randy untuk menenangkan suami nya. Vita ternyata memang pawang nya Randy, hanya dengan elusan dari Vita sudah membuat emosi Randy mereda dan sedikit tenang.
" Saya minta maaf atas perkataan kasar suami saya. Kalau boleh kami tau, ada keperluan apa tuan datang kesini dan ingin menemui saya?, " tanya Vita yang berbicara dengan bahasa inggris yang fasih.
James tersenyum mendengar Vita berbicara dalam bahasa inggris dengan fasih dan bisa mengendalikan diri nya di saat keadaan memanas seperti ini. Ternyata, putera nya mencintai orang yang luar biasa, hanya saja putera nya terlalu malang karena wanita yang sangat di cintai nya telah di miliki oleh orang lain.
" Duduk lah, tidak baik untuk kandungan mu jika terlalu lama berdiri, " James tidak menjawab langsung pertanyaan Vita malah menyuruh nya untuk duduk.
Vita menuruti perkataan James, Ia mengajak Randy untuk duduk dan ikut bergabung di sofa ruang tamu.
" Katakan lah tuan, apa yang membawa tuan dan istri tuan datang ke sini menemui saya, " ucap Vita dengan tenang.
James menghela nafas nya dengan lega karena putera nya telah di maaf kan. Samantha bangkit dan menghampiri Vita membuat Randy waspada takut takut Samantha menyakiti Vita. Namun di luar dugaan, Samantha memeluk Vita dengan erat dan tubuh nya gemetar karena menangis. Vita mengelus lembut punggung Samantha untuk menenangkan wanita paruh baya itu.
" David tidak salah karena telah sangat mencintai mu karena kamu memang pantas di cintai sedalam itu. Saya berterima kasih karena kamu sudah mau memaafkan perbuatan nya. Saya tidak menyalahkan mu atas kematian nya karena memang dia bersalah telah menculik mu, " ucap Samantha yang sudah melepas pelukan nya lalu duduk di sebelah Vita.
" Saya mendengar dari Felix jika David meminta nya untuk menjaga mu dan anak anak mu sebelum David menghembuskan nafas terakhir nya. Saya harap, kamu dan Randy mengizinkan Felix untuk melaksanakan permintaan terakhir nya. Biarkan Felix menjaga mu dan anak anak mu, " pinta Samantha.
Vita mengalihkan pandangan nya dari Samantha dan menatap Randy. Ia meminta izin suami nya untuk hal ini karena Ia tidak ingin salah memutuskan.
Randy berfikri sejenak lalu mengangguk kan kepala nya membuat Vita tersenyum lalu kembali menatap Samantha.
" Baik lah, saya menyetujui Felix untuk menjaga saya dan anak anak saya kelak, " ucap Vita.
" Terima kasih, " balas Samantha dengan senyum bahagia.
" Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua. Sejak David menganggap bayi yang ada di kandungan Vita sebagai anak nya, maka sejak saat itu juga bayi itu adalah cucu saya dan saya juga berhak atas diri nya, " ucap James membuat semua orang tidak terima terutama Randy dan Ilham.
" Apa maksud anda tuan James?, " tanya Ilham menahan emosi.
James tersenyum miring lalu berucap " Tenang lah, aku tidak akan merebut nya dari kalian. Aku hanya ingin mengatakan, jika bayi yang ada di kandungan Vita saat ini akan menjadi ahli waris semua kekayaan ku mengganti kan David. Jadi, mulai saat ini bayi itu juga masuk dalam pengawasan ku sebagai pewaris tunggal Blakes Group, ".
" Dan mulai saat ini, Blakes dan Djaya akan menjadi keluarga, " lanjut James.
__ADS_1
Ilham menghela nafas nya, keputusan James menjadikan Blakes dan Djaya sebagai keluarga merupakan keputusan yang sangat bagus. Namun, Ia sedikit merasakan ketakutan jika nanti cucu nya akan terlibat dengan dunia hitam yang di jalan kan James saat ini.
" Baik lah saya setuju, " putus Ilham.
" Papi, " pekik Randy tidak terima dengan keputusan papi nya. Ia tidak terima jika anak nya yang ada di kandungan Vita di anggap David sebagai anak nya. Terlebih, Ia juga tidak terima jika suatu saat anak nya terlibat dunia hitam yang di jalan kan James.
" Tenang lah Rand, " ucap Ilham membuat Randy mendengus kesal.
" Tuan James, saya setuju jika kita bersatu. Dan itu hak anda jika menjadikan cucu saya sebagai pewaris tunggal Blakes Group. Namun, saya mempunyai satu syarat, " ucap Ilham.
" Apa syarat anda tuan Ilham?, " tanya James.
" Jangan pernah libatkan cucu ku dengan dunia hitam mu. Saya tidak ingin dia menjadi mafia seperti kalian, " jawab Ilham.
" Deal, " ucap James.
Ilham dan James berdiri lalu berpelukan sebagai pertanda hubungan mereka yang telah menjadi keluarga.
Vita tersenyum bahagia dan meneteskan air mata nya melihat semua masalah telah terselesai kan dengan baik tanpa harus ada pertikaian seperti waktu itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maaf jika episode kali ini gaje menurut kalian. Saya hanya ingin membuat akhir pertikaian Blakes and Djaya berakhir bahagia tanpa harus terjadi pertikaian dan penyerangan lagi. Jujur saja, saya pusing memikirkan ide jika mereka kembali bertikai.
Setelah ini, saya akan fokus dengan kehamilan Vita dan masa mengidam nya yang membuat Randy kewalahan. Dan mungkin sebentar lagi, kisah cinta antara Randy dan Vita akan tamat. Mungkin saja sih, hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.