
Alfian dan yang lain nya berlari ke arah Vita yang terbaring di pinggir jalan sambil memeluk anak yang di selamat kan Vita.
Ibu dari anak yang di selamat kan Vita berlari menghampiri Vita dan anak nya. Vita melepas kan pelukan nya dari anak itu dan membiarkan ibu itu memeluk anak nya. Setelah itu, Vita tidak sadar kan diri.
Alfian langsung menggendong Vita dan membawa nya ke dalam mobil saat melihat Vita pingsan dan Ia juga melihat ada darah mengalir di kedua kaki Vita. Alfian terlihat begitu panik karena takut terjadi apa apa dengan kandungan Vita.
Sebelum Ayu dan yang lain nya menyusul Alfian, ibu dari anak yang di selamat kan Vita mengucapkan terima kasih karena telah menyelamat kan anak nya.
Sementara warga yang lain, membantu pengendara yang membawa motor tadi karena saat menghindari Vita dan anak tadi, pengendara tadi membanting stiur motor nya ke arah lain sampai menabrak tiang lampu jalanan.
Alfian yang panik takut terjadi apa apa dengan Vita melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Ia mengklakson tiap mobil dan motor yang menghalangi jalan nya dan gak peduli dengan makian yang di dapat kan dari pengendara lain.
Ayu mencoba menghubungi Randy saat mengikuti mobil Alfian. Tetapi sudah beberapa kali di hubungi, Randy tidak juga menjawab panggilan nya. Begitu juga dengan nomor Rei, sudah berulang kali di hubungi tetap tak ada jawaban.
" Haishh, lagi keadaan seperti ini kemana sih mereka berdua, susah banget di hubungi, " gerutu Ayu.
" Gue coba hubungi mami Rita saja deh, " gumam Ayu.
Ayu pun segera mendial nomor Rita dan tak berapa lama terdengar sautan dari seberang ponsel.
" Hallo, " sapa Rita.
" Hallo mi, ini Ayu. Mami sama papi sekarang ke rumah sakit ya, " ucap Ayu panik.
" Ada apa nak? Apa yang sudah terjadi?, " tanya Rita yang ikut panik.
" Vita kecelakaan mi. Ayu sudah menghubugi mas Randy dan mas Rei tetapi tidak di jawab mereka. Mami sekarang susulin kita ke rumah sakit ya mi, " jawab Ayu.
" Aaapaa, Vita kecelakaan? Terus Vita di bawa ke rumah sakit mana?, " tanya Rita.
" Seperti nya ke rumah sakit milik mami yang waktu itu Vita periksa. Mami cepetan ya susulin kita, sekalian Ayu minta tolong kabari mas Randy juga, " jawab Ayu.
" Iya nak, mami sama papi segera ke rumah sakit, " ucap Rita.
Setelah itu, mereka mengakhiri panggilan dan Ayu kembali fokus ke jalanan di depan.
Sementara itu, Rita yang mendapat kabar Vita kecelakaan langsung panik dan mengajak Ilham untuk bergegas pergi ke rumah sakit. Rita juga menyuruh Ilham untuk terus mencoba menghubungi Randy agar langsung menyusul ke rumah sakit.
****
Alfian menghentikan mobil nya tepat di depan pintu UGD rumah sakit. Ia langsung keluar dari mobil lalu menghampiri pintu di samping Vita dan membuka nya. Alfian langsung menggendong Vita masuk ke dalam UGD dan berteriak minta tolong kepada suster dan dokter sehingga menimbulkan keributan karena teriakan Alfian.
Dokter menyuruh Alfian untuk membaringkan Vita di atas brankar rumah sakit dan menyuruh Alfian untuk keluar dari ruangan agar mereka bisa segera memeriksa keadaan Vita.
Awal nya Alfian menolak untuk keluar, tetapi karena terus di paksa suster, akhir nya Alfian menurut. Namun sebelum keluar ruangan, Alfian mengatakan kepada dokter kalau Vita sedang mengandung.
Tubuh Alfian luruh ke lantai karena kaki nya sudah tidak sanggup menopang tubuh nya. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga Vita dengan baik. Air mata nya pun mengalir dengan deras seiring doa yang terus di lantunkan nya dalam hati.
Tak berapa lama, Ayu dan yang lain nya sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung menghampiri Alfian di ruang UGD.
" Fian, gimana keadaan Vita?, " tanya Ayu.
" Dokter masih memeriksa Vita di dalam, " jawab Alfian lirih.
" Semoga momsky dan baby nya baik baik saja, " ucap Ririn dan di amini oleh mereka semua.
Mereka semua sudah menunggu cukup lama tetapi dokter masih belum juga keluar dari ruangan Vita.
Rita dan Ilham sudah sampai di rumah sakit disusul oleh Rei dan Randy yang juga baru tiba di rumah sakit.
__ADS_1
Randy dan Rei yang mendapat kabar Vita kecelakaan langsung meninggalkan ruang meeting. Siska yang paham akan situasi langsung menyuruh staff yang lain kembali ke ruangan mereka dan menunda meeting mereka.
Ilham, Rita, Rei dan Randy berlari menghampiri Alfian dan yang lain nya di ruang UGD. Mereka semua benar benar takut terjadi apa apa dengan Vita.
" Bagiamana keadaan Vita sekarang?, " tanya Rita saat tiba di depan ruang UGD.
" Dokter masih di dalam memeriksa Vita, mi, " Ayu menjawab pertanyaan Rita karena Alfian sudah tidak punya tenaga lagi untuk menjawab.
" Kenapa ini bisa terjadi hah? Fian, kamu kemana sampai Vita bisa kecelakaan begini?, " tanya Randy emosi sambil mencengkram kerah seragam sekolah Alfian.
Rei dan Aldo langsung menarik Randy menjauh dari Alfian, mereka takut Randy kelepasan dan menghajar Alfian.
" Kita semua juga syok saat tiba tiba Vita berlari ke tengah jalan menyelamatkan anak kecil yang hampir tertabrak motor. Kejadian nya begitu cepat sampai kami tidak bisa mencegah Vita berlari, " jawab Ayu takut takut melihat raut wajah Randy yang begitu menyeramkan.
" Maafin aku mas, ini semua salah ku yang gagal menjaga Vita, " ucap Alfian lirih.
" Sudah sudah, jangan ribut dan saling menyalahkan. Sebaik nya kita berdoa semoga Vita dan kandungan nya baik baik saja, " lerai Ilham.
Mereka semua mengangguk dan menunggu dalam diam. Tak berapa lama, pintu ruangan Vita terbuka dan dokter keluar dari ruangan Vita.
" Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?, " tanya Randy tidak sabaran.
" Alhamdulillah, keadaan nyonya muda sudah lebih baik dan janin nya juga bisa terselamat kan. Beruntung, kalian cepat membawa nya ke sini dan cepat mendapat pertolongan. Karena jika terlambat sedikit saja, kita tidak bisa menyelamat kan janin nya. Untuk sekarang, nyonya muda harus bedrest di atas tempat tidur, " jawab Dokter.
" Alhamdulillah, " ucap mereka serempak.
" Apa saya bisa menjenguk istri saya, dok?, " tanya Randy.
" Kalian bisa menjenguk nya nanti. Sekarang, suster sedang mengurus perpindahan ruangan untuk nyonya muda, " jawab Dokter.
" Baik dok, tolong beri perawatan terbaik untuk istri saya, " ucap Randy.
" Terima kasih dok, " ucap Randy.
" Sama sama tuan muda. Kalau begitu saya permisi, " balas dokter itu lalu pergi meninggal kan Randy dan yang lain nya.
Randy langsung luruh ke lantai saat dokter pergi. Ia benar benar lega mendengar kalau istri dan anak mereka baik baik saja.
" Rand, sudah kamu harus kuat, Vita dan bayi kalian baik baik saja. Sekarang, kita susul Vita ke ruangan nya, " ucap Rita menenangkan putera nya.
Randy mengangguk lalu berdiri di bantu oleh Rei. Sementara, Ilham menghampiri Alfian dan menenangkan nya agar tidak menyalah kan diri nya lagi.
****
Randy duduk di bangku yang ada di samping brankar Vita. Ia genggam tangan Vita dan di cium nya nya berulang kali. Masih terlihat jelas raut ketakutan di wajah Randy saat ini karena Vita masih belum sadar kan diri.
" Mas, sekali lagi aku minta maaf karena sudah gagal menjaga Vita, " ucap Alfian di samping Randy.
" Sudah lah, kamu tidak perlu menyalahkan diri mu lagi. Ini juga bukan kesalahan kamu sepenuh nya, " balas Randy.
" Tapi mas, " ucapan Alfian terhenti karena Randy menyela nya.
" Sudah lah, aku juga minta maaf karena tadi sempat menyalahkan mu. Sekarang Vita dan bayi nya juga baik baik saja, lebih baik kita banyak berdoa untuk kesembuhan nya, " ucap Randy.
" Iya mas, " balas Alfian.
Rita menghampiri kedua putera nya lalu mengajak Alfian untuk pulang terlebih dahulu untuk membersihkan diri dari noda darah Vita. Sekalian, untuk mengambil keperluan Vita selama di rumah sakit.
Rita juga menyuruh anak anak yang lain untuk pulang agar bisa beristirahat di rumah, mengingat kejadian hari ini membuat semua orang syok. Rei juga memaksa Ayu untuk pulang karena Ayu sempat bersikeras untuk tetap tinggal sampai Vita sadar.
__ADS_1
Kini, tinggal Randy yang sedang menunggu Vita di ruangan VVIP. Setelah semua orang pergi, baru lah air mata yang sejak tadi di tahan oleh Randy mengalir deras.
Randy benar benar merasa kalut saat mendengar Vita mengalami kecelakaan. Rasa nya, dunia nya runtuh saat mendengar berita kalau Vita kecelakaan.
" Sayang, maafin aku yang tidak bisa menjaga mu dan anak kita. Aku bukan lah suami dan ayah yang baik karena tidak bisa menjaga kalian, " ucap Randy sambil terus menggenggam erat tangan Vita dan air mata yang terus mengalir.
" Aku mohon cepat lah sadar sayang, aku gak sanggup lihat kamu terbaring lemah dan gak sadar kan diri begini, " ucap Randy.
Randy menjatuhkan kepala nya di atas brankar Vita, Ia terus menangis dan merutuki kebodohan nya yang tidak bisa menjaga istri dan anak nya dengan baik.
Randy mengangkat kepala nya saat merasa sebuah tangan mengelus kepala nya. Mata nya berbinar saat melihat Vita telah sadar dan tersenyum kepada nya. Ia langsung memencet tombol agar dokter segera datang ke ruangan mereka.
" Sayang, syukur lah kamu sudah sadar, " ucap Randy sambil terus mencium puncak kepala Vita.
" Sayang, maafkan aku karena telah membahayakan nyawa anak kita, " balas Vita lemah dengan air mata yang mulai mengalir.
" Shutt, sudah sayang jangan menyalahkan diri mu. Anak kita baik baik saja, " ucap Randy menenangkan Vita.
Vita mengangguk kan kepala nya. Lalu, dokter tiba di ruangan dan langsung memeriksa keadaan Vita.
Dokter mengatakan keadaan Vita sudah lebih baik lagi tetapi tetap harus bedrest di tempat tidur. Setelah itu, dokter dan suster pamit undur diri.
Randy kembali duduk di samping brankar Vita dan menggengam tangan Vita.
" Sayang, aku mohon kamu jangan melakukan hal berbahaya seperti itu lagi ya. Kamu tau, rasa nya aku ingin mati saja saat mendengar kamu kecelakaan, " ucap Randy.
" Maafkan aku mas, aku janji gak akan melakukan hal itu lagi, " balas Vita.
Randy mengelus lembut perut Vita dan berucap.
" Terima kasih anak ayah karena tetap bertahan di perut bunda. Setelah ini, ayah janji akan semakin menjaga kalian berdua. Kalian berdua adalah harta yang paling berharga untuk ayah, " ucap Randy lalu bangkit dan mencium kening Vita lalu beralih ke perut Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Alhamdulillah, kandungan Vita selamat. Semoga setelah ini, tidak ada lagi kejadian buruk seperti itu. Semoga saja yah.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1