Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 115 Ikut Andil


__ADS_3

Setelah bel pulang sekolah berbunyi dan guru pamit keluar dari kelas, Vita langsung menghubungi pihak event organizer yang biasa mengurusi acara keluarga Djaya untuk meminta janji temu siang itu juga.


Karena Vita adalah menantu keluarga Djaya, maka pihak event organizer pun langsung menyetujui nya. Beruntung bagi mereka jika bisa kembali membantu mempersiapkan acara dari orang kaya nomor satu di Indonesia.


Vita juga menghubungi Randy, meminta Izin untuk menemui pihak event organizer karena Vita tidak ingin ada salah paham lagi di antara mereka seperti waktu itu.


Setelah selesai menghubungi pihak event dan Randy, Vita meletakkan ponsel nya ke atas meja dan meminta teman teman nya untuk menemani nya menemui pihak event.


" Yu, Vir, Rin, kalian temani gue ya bertemu dengan pihak event. Sekalian nanti, lo jelasi lagi Rin ide ide lo itu, " ajak Vita.


" Ok momsky gak masalah. Tapi, kita naik apa? Tadi pagi kan aku berangkat sama Fabian. Ayu juga di antar mas Rei, nah kalau Vira mobil nya masuk bengkel, tadi saja dia naik taksi, " ucap Ririn.


" Tenang saja, kita berangkat di antar mang Ujang. Tuh mang Ujang sudah nunggu di parkiran sekolah. Ayo sekarang siap siap, " balas Vita.


" Ok deh momsky, " balas Ririn.


Mereka pun bersiap siap membereskan buku pelajaran dan memasukkan ke dalam tas. Setelah itu pamit kepada para anak laki laki dan pergi keluar kelas menuju parkiran sekolah.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam karena macet nya jalanan ibu kota, Vita dan teman teman nya telah sampai di kantor event organizer. Mereka langsung mesuk ke dalam gedung dan menemui bagian receptionist.


Bagian receptionist menyuruh Vita dan teman teman nya untuk pergi ke lantai tiga karena pemilik event organizer itu sudah menunggu mereka sedari tadi.


Setelah mengucapkan terima kasih, Vita dan teman teman nya pergi ke lantai tiga menaiki lift.


" Enak banget yah jadi bagian keluarga Djaya, baru saja tadi di hubungi minta janji temu, eh langsung bisa ketemuan. Memang top deh keluarga suami lo momsky, " puji Ririn saat mereka keluar dari lift.


" Semua itu juga kan karena kerja keras kakek nya suami gue, beliau sudah berjuang keras agar nama Djaya menjadi nomor satu di Indonesia. Tapi, bukan berarti gue bisa manfaatin semua nya gitu saja, gue juga berusaha keras agar nama gue juga di kenal di Indonesia bahkan di luar negeri sebagai seorang dokter spesialis, " balas Vita.


" Lo memang beda momsky. Di luar sana banyak sekali yang menyombongkan harta orang tua nya untuk terkenal. Sedangkan lo, malah tetap mau berjuang sendiri untuk bisa di kenal banyak orang, " puji Ririn lagi.


" Karena sejak dulu, ayah dan bunda selalu mengingatkan gue untuk tetap rendah hati dan berjuang keras. Jadi, mau suami gue kaya raya gak ngaruh sama gue, " balas Vita.


Mereka semua menghentikan obrolan mereka saat sudah tiba di depan meja sekertaris pemilik event organizer. Setelah memberitahukan nama nya, sekertaris itu membawa mereka masuk ke dalam ruang kerja bos nya.


" Selamat siang nona Djaya, saya Reza pimpinan event organizer ini. Senang sekali bisa bertemu anda di kantor saya yang sederhana ini, " sapa Reza.


" Selamat siang pak Reza. Ah, saya mohon untuk tidak memanggil saya seperti itu, panggil saja nama saya, Vita, " sapa Vita balik.


" Ok baiklah nona Vita. Saya ucapkan terima kasih banyak karena keluarga Djaya kembali mempercayakan kepada perusahaan kami untuk mempersiapkan acara yang akan kalian selenggarakan, " ucap Reza.


" Sama sama pak Reza. Ini semua karena memang perusahaan bapak sangat recomended untuk mengurus hal ini. Oh iya pak, perkenalkan mereka teman teman saya yang juga akan membantu di dalam acara ini. Kenalkan, ini Ayu, Ririn dan Vira, " balas Vita lalu menunjuk satu persatu teman nya dan menyebutkan masing masing nama teman nya.


Reza, Ayu, Ririn dan Vira saling memperkenalkan diri mereka masing masing. Setelah itu, Reza mempersilahkan mereka duduk di sofa yang ada di ruangan nya.


Vita menolak tawaran Reza untuk makan siang terlebih dahulu dan meminta untuk langsung saja membahas susunan acara yang akan di laksanakan nanti.


Setelah satu jam membahas semua nya, Vita dan teman teman nya pamit undur diri. Reza mengantarkan mereka langsung ke lobi karena mereka adalah client yang sangat penting untuk perusahaan nya.


Di lobi, sekali lagi Vita mengucapkan terima kasih dan pamit undur diri. Lalu, mereka semua masuk ke dalam mobil.


" Gadis yang pintar dan cantik. Sayang sekali sudah di miliki orang lain, " gumam Reza tersenyum saat mobil Vita sudah melaju.

__ADS_1


****


Di dalam mobil, Vira dan Ririn sudah sibuk mengoceh karena perut mereka yang sudah keroncongan sejak tadi.


Ayu saja sampai menutup kedua telinga nya karena tidak tahan mendengar ocehan kedua teman nya itu.


" Kita makan di kantor mas Randy saja ya, nanti kita delivery order saja apa yang ingin kalian makan, " ucap Vita.


" Yah momsky kenapa makan di sana? Kita ke mall saja yuk, " ajak Vira.


" Gue mau ngebahas yang tadi sama suami gue dan mas Rei. Kalau di rumah, gue takut ketahuan mami, bisa berantakan dong surprise nya, " ucap Vita.


" Yasudah deh terserah momsky. Tapi, pesan makanan yang banyak ya, gue lapar banget, " ucap Vira.


" Ok, gak masalah, " balas Vita.


Vita memberitahukan kepada mang Ujang untuk pergi ke kantor Randy lalu dia memesan makanan dari aplikasi online.


Vita juga menghubungi Randy kalau mereka akan datang ke kantor dan sudah memesan makanan yang banyak. Dan tak lupa memberitahukan untuk membayar semua pesanan mereka. Hahaha.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit, mobil yang membawa mereka semua tiba di depan lobi kantor Randy.


Sebelum turun, Vita meminta mang Ujang untuk pulang duluan dan memberitahukan mami kalau dia akan pulang terlambat dengan Randy. Setelah mengiyakan perintah majikan nya dan Vita turun dari mobil, mang Ujang langsung melajukan mobil nya kembali ke kediaman Djaya.


Vita mengajak teman teman nya untuk langsung masuk ke dalam. Vita menyapa Anita terlebih dahulu dan saling bertukar kabar. Lalu, Anita mengantarkan Vita dan teman teman nya ke lift khusus.


Setelah pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalam, Vita mengucapkan terima kasih kepada Anita sebelum pintu lift tertutup kembali.


Mereka tiba di lantai lima, dan langsung keluar dari lift begitu pintu lift terbuka. Vita menyapa Siska saat tiba di meja sekertaris Randy lalu pamit untuk masuk ke dalam ruangan Randy.


Randy tersenyum bahagia melihat istri nya sudah tiba di kantor nya. Ia bergegas menghampiri Vita lalu memeluk erat istri nya itu.


" Aku sangat merindukan mu sayang, sangat sangat merindukan mu, " balas Randy.


Rei yang juga berada di ruangan Randy langsung berdiri dan menghampiri Ayu. Ia juga gak mau kalah dari Randy. Rei langsung memeluk Ayu dan mencium kening kekasih hati nya itu, menyalurkan rasa rindu nya.


" Ehem ehem, bisa gak jangan tunjukin kemesraan kalian di depan gue. Hargai gue sedikit kenapa sih, gak kasihan apa sama yang jomblo ini, " protes Vira.


"Ahhh gue jadi mau di peluk juga sama bebeb Bian, " ucap Ririn manja.


" Ahh sama saja lo Rin. Sedih gue yang jomblo ini, gak ada yang ngerti perasaan gue, " rajuk Vira yang langsung mendaratkan bokong nya di sofa.


Mereka semua tertawa melihat Vira yang merajuk. Kasian banget lo ya Vir, jomblo ngenes, hehehe.


Mereka semua duduk bergabung di sofa dan kembali menggoda Vira yang sedang merajuk.


" Yaelah emak emak yang satu ini ngambekan mulu. Lo tenang saja, nanti kita combaling lo sama Reno, " bujuk Ririn.


" Hah, memang nya lo yakin Reno suka sama gue?, " tanya Vira.


" Gue yakin Reno ada rasa sama lo. Tapi, gue mau mastiin ke lo, lo nya ada rasa gak sama Reno?, " tanya Ririn balik.

__ADS_1


" Emmm, jujur sih ada. Tapi, lihat Reno yang cuek gitu sama gue, gue gak yakin dia juga ada rasa yang sama seperti gue. Gue gak mau sakit hati karena terlalu berharap, " jawab Vira.


" Lo tenang saja. Kali ini kita akan bantuin lo supaya bisa jadian sama Reno, " ucap Ririn sambil menepuk pelan bahu teman nya itu. Ayu dan Vita juga mengangguk setuju.


" Terima kasih ya, kalian memang best deh, " ucap Vira.


" Sama sama, " balas mereka.


Randy menyuruh seseorang yang mengetuk pintu untuk masuk ke ruangan nya. Ternyata itu adalah Siska yang ingin memberitahukan kalau pesanan makanan Vita sudah tiba.


Randy menyuruh para kurir untuk masuk ke dalam dan meletakkan semua makanan itu ke atas meja. Setelah membayar semua pesanan itu, para kurir pamit undur diri.


Randy menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu baru nanti membahas masalah perayaan ulang tahun pernikahan mami papi mereka.


Karena memang Vita dan teman teman nya sudah sangat lapar sedari tadi, pesanan yang begitu banyak gak butuh waktu lama sudah berpindah ke perut mereka.


Setelah selesai makan, mereka mulai membahas surprise party untuk Rita dan Ilham.


" Sayang, surprise yang seperti apa yang kalian ingin berikan kepada mami dan papi, " tanya Randy.


Vita memberitahukan semua nya secara detail kepada Randy dan Rei. Awal nya mereka antusias menyimak apa yang di sampaikan Vita. Tapi, seketika wajah Randy dan Rei pucat mendengar kata kata terakhir dari Vita.


" Mas Randy dan mas Rei akan ikut andil dalam surprise kali ini dan tidak boleh menolak, " ucap Vita.


" Apaaa, " pekik Randy dan Rei berbarengan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


***Terima kasih atas dukungan kalian semua kepada saya. Saya benar benar kembali bersemangat melihat banyak nya dukungan untuk saya. Tetap setia menunggu kelanjutan cerita Randy dan Vita ya.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2