Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 143 Dia Hanya Milik Ku


__ADS_3

Randy telah menyelesaikan semua pekerjaan nya lebih cepat dari biasa nya. Syukur nya, hari ini dia tidak memiliki jadwal meeting jadi Ia bisa pulang lebih cepat sesuai rencana nya tadi pagi.


Setelah memastikan restoran mana yang di pesan Rei, Randy bergegas meninggalkan kantor menuju ke mall terlebih dahulu.


Randy ingin memberikan hadiah kepada Vita. Selama ini, Vita selalu menolak jika Randy ingin membelikan nya sesuatu yang mahal seperti perhiasan atau hadiah mahal lain nya. Vita bilang, Ia tidak suka sesuatu yang seperti itu karena Ia jarang memakai perhiasan. Vita lebih suka jika uang nya di tabung saja.


Hari ini, biar lah istri nya mengomel karena Ia menghabiskan banyak uang untuk memberikan hadiah kepada istri tercinta nya.


Mobil yang di kendarai Randy tiba di parkiran mall milik nya. Ia bergegas keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mall.


Pelayan toko perhiasan menyambut ramah kedatangan Randy. Sang manager toko berjalan tergopoh gopoh menghampiri Randy saat salah satu pelayan toko memberikan kabar kepada nya kalau pemilik mall dan toko perhiasan mereka datang.


" Selamat sore tuan muda, " sapa manager toko dengan ramah dan sedikit membungkuk kan badan nya.


Randy hanya mengangguk kan kepala nya sebagai balasan sapaan dari manager toko.


" Ada yang bisa kami bantu, tuan muda?, " tanya manager toko.


" Tunjukkan kepada saya, satu set berlian paling mewah dan mahal di toko kita, " jawab Randy datar.


" Baik tuan muda, " ucap manager toko.


Manager toko menyuruh salah satu pelayan nya untuk mengeluarkan satu set berlian yang baru saja tiba di toko mereka.


" Ini dia tuan muda, satu set berlian yang paling mewah dan mahal di toko kita. Perhiasan ini juga baru saja tiba beberapa hari yang lalu, " ucap manager toko sambil menunjukkan perhiasan tadi kepada Randy.


" Berapa harga nya?, " tanya Randy.


" Harga nya sekitar seratus lima puluh miliar tuan, " jawab manager toko.


" Kamu yakin ini yang termahal di toko kita?, " tanya Randy.


" Iya tuan, ini yang termahal, " jawab manager toko.


" Bungkus. Nanti saya suruh asisten saya yang mengurus pembayaran nya, " ucap Randy.


" Baik tuan, " balas manager toko.


Manager toko segera menyuruh salah satu pelayan untuk membungkus satu set berlian yang di inginkan Randy tadi. Setelah itu, Ia langsung menyerah kan kepada Randy.


" Terima kasih, " ucap Randy lalu pergi meninggalkan toko perhiasan nya.


" Sama sama tuan muda, " balas manager toko dan pelayan toko.


Setelah membeli hadiah perhiasan untuk Vita, sekarang Randy pergi ke lantai bawah untuk membeli satu bucket bunga mawar merah untuk Vita.


Randy bergegas kembali ke mobil nya setelah semua hadiah yang ingin di berikan kepada Vita sudah lengkap.


Randy mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang karena jalanan ibukota sedang dalam keadaan padat.


" siap siap kamu Rand, pasti Vita akan mengomel kamu beli perhiasan semahal itu, " gumam Randy pada diri nya sendiri lalu terkekeh.


****


Vita telah selesai bersiap siap setelah di bantu oleh Ayu, Ririn dan juga Vira. Mereka yang terlihat lebih antusias malam ini dari pada Vita yang akan menjalankan kencan romantis dengan Randy.


" Duh, momsky cantik banget. Gue yakin mas Randy akan terpana melihat momsky malam ini, " seru Vira girang.


" Iya benar Vir, momsky cantik banget, " timpal Ririn.


" Vita memang sudah cantik sedari awal, di tambah make up sedikit jadi lah seperti ini. Bidadari kalah deh, " timpal Ayu.


" Haisshh, kalian ini. Gue malu kalian terus bilang aku cantik, " ucap Vita dengan wajah memerah malu.


Ayu, Ririn dan Vira tertawa melihat wajah Vita berubah merah karena malu di bilang cantik. Mereka pun semakin gencar menggoda Vita, hitung hitung balas dendam karena di jahilin terus oleh Vita belakangan ini.

__ADS_1


Saat mereka semua sedang asyik menggoda Vita, pintu kamar Vita di ketuk dari luar. Vira segera membukakan pintu dan terlihat Alfian sedang berdiri di depan pintu.


" Ada apa Fian?, " tanya Vira.


" Vita sudah siap apa belom? Mas Randy sudah datang mau jemput Vita, " tanya Alfian balik.


" Ohh sudah kok. Ya sudah kamu turun saja dulu, nanti kami yang bantu Vita turun ke bawah, " jawab Vira.


Alfian pun mengangguk lalu turun kembali ke bawah bergabung dengan yang lain nya.


" Vit, ayo turun. Mas Randy sudah sampai di bawah, " ajak Vira.


Vita mengangguk lalu Ayu, Ririn dan Vira membantu nya berdiri dan berjalan keluar kamar menuju ke lantai bawah.


Semua mata tertuju ke arah tangga saat mendengar suara langkah kaki. Randy juga sudah berdiri di dekat tangga menunggu kedatangan Vita dengan satu bucket mawar merah dan hadiah perhiasan yang di beli nya tadi.


Semua orang terpanana melihat kecantikan Vita malam ini. Malam ini, diri nya benar benar di sulap seperti seorang princess.


" You look so beautiful, " puji Randy saat Vita sudah berada tepat di depan nya.


" Thank you, " balas Vita malu malu.


" Ini untuk mu sayang, " ucap Randy sambil menyodorkan satu bucket mawar merah.


Vita mengambil satu bucket bunga mawar merah dari tangan Randy lalu mencium nya.


" Harum nya, " cicit Vita.


" Kamu suka?, " tanya Randy.


" Suka, aku suka banget sayang, " jawab Vita tersenyum bahagia.


" Aku ada satu hadiah lagi untuk mu sayang, " ucap Randy lalu menyuruh Ayu mengambil alih bucket mawar merah dari tangan Vita.


Randy mengambil kotak perhiasan dari paper bag lalu membuka nya di hadapan Vita. Semua orang terpana dengan keindahan satu set berlian yang di berikan Randy untuk Vita.


" Kamu tidak suka sayang?, " tanya Randy saat melihat wajah Vita berubah cemberut.


Vita menggelengkan kepala nya lalu berucap.


" Aku suka mas, suka banget karena ini terlihat sangat indah. Tapi, pasti harga nya sangat mahal. Kamu ini suka sekali menghambur kan uang, " jawab Vita.


Randy terkekeh lalu berucap.


" Aku tidak menghamburkan uang sayang, kan ini bisa jadi investasi kita. Kamu tenang saja, uang kita tidak akan habis hanya dengan membeli perhiasan ini, " ucap Randy meyakinkan Vita.


" Betul juga sih, tapi pasti harga perhiasan ini mahal sekali. Ayo coba bilang sama aku, berapa harga nya?, " tanya Vita.


" Gak mahal sayang, cuma seratus lima puluh miliar, " jawab Randy.


" Hah, " pekik Vita dan yang lain nya terkejut kecuali Ilham dan Rita.


Randy menepuk pelan pipi Vita agar Vita tersadar dari terkejutan nya.


" Mas, kamu bilang seratus lima puluh miliar gak mahal? Kamu memang benar benar sudah gila, " ucap Vita.


Randy tertawa mendengar Vita mengatakan jika diri nya sudah gila. Bagi Randy, harga berapa pun tidak ada arti nya untuk orang yang paling kita cintai.


" Tidak sayang, aku masih waras, sangat waras malahan. Sudah lah, sebaik nya kita pergi sekarang. Aku gak mau baby terlalu lama menikmati steak yang sudah sangat dia ingin kan dari tadi pagi, " balas Randy lalu mengajak Vita segera berangkat.


Vita pun mengangguk lalu Randy menutup kotak perhiasan tadi dan di serah kan kepada Rita.


Setelah berpamitan kepada semua orang, Randy mengajak Vita menuju ke mobil. Randy melajukan mobil nya menuju ke restoran dengan kecepatan sedang karena tidak ingin Vita dan baby nya kenapa napa jika Ia membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


****

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Randy telah tiba di parkiran restoran. Randy keluar dari mobil lalu berjalan memutar menuju pintu Vita. Ia membukakan pintu untuk Vita lalu mengulurkan tangan nya kepada Vita. Vita tersenyum mendapat perlakuan manis dari Randy, Ia pun membalas uluran tangan Randy lalu keluar dari mobil.


Setelah menutup pintu, Randy mengajak Vita masuk ke dalam restoran dengan bergandengan tangan.


Mereka di sambut langsung oleh manager restoran dan di tuntun untuk menuju ke meja yang telah di pesan atas nama Randy.


Semua pasang mata melihat ke arah mereka saat mereka melangkah kan kaki masuk ke dalam restoran.


" Restoran yang indah, " puji Vita saat mereka sudah duduk di kursi.


" Terima kasih atas pujian nya nyonya muda, " balas manager restoran.


Manager restoran langsung memberikan buku menu kepada Vita dan Randy yang sejak tadi telah di bawa oleh salah satu pelayan yang ikut berjalan di belakang mereka.


Setelah selesai memesan, manager dan pelayan tadi undur diri meninggal kan meja Vita dan Randy.


" Sayang, terima kasih ya karena sudah memberikan aku hadiah dan mengajak aku ke restoran yang indah ini, " ucap Vita.


" Sama sama sayang, apa pun akan aku lakukan untuk bisa membuat kamu bahagia, " balas Vita.


" Lagi pula selama kita menikah, aku tidak pernah mengajak kamu makan malam romantis seperti ini. Maafin aku ya sayang, " ucap Randy lirih.


" Tidak apa apa sayang, kamu gak perlu minta maaf. Selama ini juga kita tidak memiliki waktu yang tepat untuk berkencan seperti ini, " balas Vita tersenyum.


Randy bahagia melihat senyum Vita lalu menggenggam tangan Vita dan berucap.


" I love you my lovely wife, " ucap Randy lalu mencium tangan Vita.


" I love you too my lovely husband, " balas vita tersenyum bahagia.


Randy dan Vita kembali mengobrol seputar perkembangan kesehatan baby mereka. Bagi mereka, perkembangan baby mereka adalah yang terpenting saat ini.


Di sisi lain di sudut restoran, seseorang sedang memandang Vita dan Randy dengan intens. Ia menyeringai lalu berucap.


" Nikmati makan malam kalian hari ini dengan sepuas hati, karena setelah ini aku tidak akan membiarkan kalian bersama lagi. Dia hanya milik ku, selama nya akan menjadi milik ku. Sudah terlalu lama aku membiarkan nya bersama dengan mu, " ucap seseorang itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


***Haduh siapa lagi lah itu yang mau menghancurkan kebahagian Vita. Tega benar ya orang itu.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2