Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 175 Untuk Terakhir Kali Nya


__ADS_3

Saat ini Ilham dan James sedang duduk berhadapan dengan dokter yang menangani Vita di dalam ruangan pribadi dokter tersebut. Mereka akan mendengar dengan pasti keadaan puteri dan menantu mereka.


Dokter tersebut menghela nafas nya dengan berat lalu menatap Ilham dan James bergantian " Tuan, sebelum nya saya mohon maaf karena tidak becus menangani operasi nyonya muda, " ucap dokter itu memecah keheningan.


" Katakan sejujur nya mengenai keadaan menantu ku?, " tanya Ilham to the point. Ia sudah cukup lelah dan shock dengan keadaan yang terjadi pada keluarga nya saat ini. Hal ini adalah yang terburuk yang pernah terjadi di dalam keluarga nya.


Dokter tersebut mengangguk kan kepala nya lalu menatap Ilham dan James dengan tatapan serius " Nyonya muda mengalami shock yang teramat mengguncang diri nya sehingga membuat nya mengalami pendarahan hebat dan mengharuskan kita mengeluarkan bayi nya segera. Saat operasi berlangsung dan bayi nya sudah berhasil kami keluarkan, nyonya muda mengalami gagal jantung dan tidak lama jantung nya berhenti berdetak, " sontak penjelasan yang baru saja di lontarkan dokter membuat Ilham dan James pucat seketika seperti tidak ada darah yang mengalir.


" Jadi maksud nya, menantu ku tidak bisa di selamatkan?, " tanya Ilham dengan nada bergetar setelah lama terdiam.


Dokter tersebut tersenyum tipis, sangat tipis " Alhamdulillah, jantung nyonya muda kembali berdetak setelah kami melakukan tindakan medis dengan melakukan kejut jantung (maaf, saya tidak tau istilah medis nya). Tapi_, " Jantung Ilham dan James berdetak sangat kencang menunggu kelanjutan penjelasan dokter.


" Tapi, apa dok?, " kali ini James yang bertanya tidak sabaran.


" Tapi, maaf karena saat ini nyonya muda mengalami koma dan juga detak jantung nya cukup lemah mengharuskan kami memasangkan beberapa alat medis untuk menunjang hidup nya, " ucap dokter sendu.


Ilham dan James menyandarkan tubuh nya di kursi. Kali ini, sungguh mereka tidak sanggup lagi berpura pura kuat di depan orang lain.


" Sampai kapan puteri ku akan koma?, " tanya James masih dengan duduk bersandar.


" Saya tidak bisa memastikan kapan nyonya muda akan sadar dari koma nya. Tapi, maaf jika pertanyaan saya ini lancang menurut anda, tuan. Saya ingin bertanya, di mana keberadaan tuan muda sekarang? Mungkin saja dengan mendengar suara tuan muda, nyonya muda akan segera sadar, " tanya dokter itu penasaran.


Ilham menatap dokter dalam dan tak lama Ia menggeleng lemah " Kami tidak tau keberadaan nya dan apa yang terjadi pada nya saat ini. Kami kehilangan jejak nya sesaat terakhir kali dia menghubungi kami dan sebelum sambungan terputus, kami semua mendengar suara benturan keras. Hal itu yang mengakibatkan menantu ku shock dan pendarahan. Tetapi sebelum kejadian itu, Ia terus mengalami kontraksi hebat yang membuat nya merasa kesakitan, " jawab Ilham lirih.


Dokter itu mengangguk angguk kan kepala nya " Saya berfikir, bayi yang berada di dalam kandungan nyonya muda saat itu bisa merasakan jika ayah nya berada dalam bahaya. Dia melakukan itu sebagai bentuk ungkapan perasaan khawatir nya. Ikatan batin mereka ternyata sangat kuat, " Ilham dan James mengangguk setuju dengan pendapat dokter tersebut.


" Saya berharap tuan muda baik baik saja dan segera kembali ke sini. Karena menurut saya, satu satu nya yang bisa memberikan kekuatan besar untuk nyonya sadar dari koma nya adalah tuan muda sendiri, " ucap dokter dan di amini oleh Ilham dan James.


" Tolong berikan perawatan terbaik untuk menantu ku, " pinta Ilham.


" Tentu tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk nyonya muda. Kami segenap dokter dan suster di rumah sakit ini juga mendoakan untuk kesembuhan nyonya muda. Saya sudah memerintahkan suster untuk memindahkan nyonya muda ke ruang VVIP lengkap dengan peralatan medis yang di perlukan. Dan, kalian semua sudah bisa menjenguk nya secara bergantian, " jawab Dokter dan melaporkan keadaan Vita saat ini.


" Terima kasih dok, " ucap Ilham lalu bangkit di ikuti oleh James. Mereka bergantian bersalaman dengan dokter lalu pamit dan meninggalkan ruangan dokter dengan langkah gontai.


" Puteri kita akan baik baik saja kan, James?, " tanya Ilham dengan suara bergetar menahan tangis saat mereka berjalan menuju ke ruangan di mana istri mereka berada. Mereka memutuskan untuk menemui istri istri mereka dan memberitahukan keadaan Vita jika mereka sudah sadar dari pingsan nya. Baru lah, setelah itu mereka akan melihat keadaan Vita.


" Tentu, dia akan baik baik saja. Puteri kita adalah wanita yang kuat dan pasti akan segera sadar dari koma nya, " jawab James meyakinkan Ilham, ah lebih tepat nya meyakinkan diri nya sendiri.


Rita dan Samantha menangis histeris sesaat setelah mendengar penjelasan dari suami suami mereka tentang keadaan Vita. Ilham dan James terus berusaha menenangkan mereka yang masih terus menangis.


" Pi, cari Randy sekarang. Mami yakin Vita akan segera sadar jika sudah mendengar suara Randy, " perintah Rita dengan air mata yang masih terus mengalir deras.


" Putra dan Felix sudah berangkat ke Bali untuk mencari Randy, berdoa saja semoga Randy baik baik saja dan bisa cepat pulang ke Jakarta. Sebaik nya, tenang kan diri kalian dan memberikan perhatian penuh kepada Vita dan cucu kita. Jangan terlalu larut dengan kesedihan sehingga mengabaikan mereka, " ucap Ilham mengingat kan.


Rita dan Samantha menghapus air mata mereka, begitu juga dengan Ziya yang masih berada di sana.


" Sebaik nya, sekarang kita bagi tugas untuk menjaga Vita dan cucu kita. Dan kamu Ziya, sebaik nya kamu pulang karena Rasya pasti mencari mu. Meskipun sudah ada mertua mu yang menjaga nya, tetap saja dia membutuhkan mu, " ucap Rita.


Ziya mengangguk setuju dan pamit kepada semua orang. Sebelum pulang, Ia pergi ke ruangan Vita terlebih dahulu untuk melihat keadaan kakak ipar nya itu.


****

__ADS_1


Sudah satu minggu Vita koma dan sudah satu minggu juga mereka belum mendapat kan kabar mengenai Randy. Bahkan, Felix dan Putra juga tidak bisa di hubungi setelah terakhir kali Putra mengabarkan kepada Ziya jika mereka sudah sampai di Bali.


Kondisi Vita selama satu minggu sangat jauh dari kata baik. Tiga hari setelah melahirkan, kondisi nya kembali memburuk membuat semua orang panik dan takut jika Vita pergi meninggalkan mereka untuk selama lama nya.


Tidak hanya keluarga Djaya dan Blakes yang menjaga Vita, tetapi semua sahabat Vita juga bergantian menjenguk dan menjaga Vita.


Mereka sungguh sangat terpukul dengan keadaan Vita saat ini. Setiap hari mereka bergantian menjaga Vita dan berbicara kepada Vita, berharap Vita merespon ketika mereka mengajak nya berbicara. Tapi, hasil nya tetap nihil karena keadaan Vita masih sama. Vita seperti seorang puteri tidur yang sedang tidur dengan tenang.


" Vit, sampai kapan lo akan tidur seperti ini? Lo gak kasihan dengan puteri kecil lo yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang bunda nya?, " tanya Ayu dengan menggenggam erat tangan kiri sahabat nya itu.


Malam ini, Giliran Ayu yang menjaga Vita di temani oleh Rei yang sedang berkutat dengan laptop nya. Pekerjaan nya menumpuk karena Randy yang menghilang tiba tiba.


" Vit, gue mohon lo segera sadar. Gue gak sanggup lihat lo seperti ini, " ucap Ayu dengan nada bergetar menahan tangis.


Rei yang mendengar nada suara Ayu yang bergetar menghentikan aktivitas nya lalu menghampiri kekasih nya itu.


" Sayang, jangan menangis. Tangisan mu akan membuat Vita bersedih, " ucap Rei yang sudah memeluk Ayu dari belakang.


" Aku gak sanggup melihat Vita seperti ini, mas. Aku juga gak sanggup terus terusan mendengar tangis sedih bayi Vita yang sangat menginginkan di peluk oleh bunda nya, " balas Ayu yang sudah menangis sesegukan.


" Kita harus lebih sabar dan berusaha lebih keras lagi agar Vita cepat sadar dari koma nya. Aku yakin, sebentar lagi Vita akan sadar dan kembali bersama kita, " ucap Rei menenangkan kekasih nya.


" Aamiinn, semoga saja, " balas Ayu sambil terus menggenggam tangan Vita.


" Mas, apa sudah ada kabar dari mas Putra dan Felix?, " tanya Ayu.


" Belum dan panggilan kami juga masih belum tersambung. Uncle James bahkan sudah mengerahkan beberapa angggota terbaik nya untuk menyusul mereka, " jawab Rei lirih.


" Sudah lah sayang, tidak ada yang perlu di sesal kan. Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan Vita dan semoga Randy segera di temukan, " balas Rei lalu mencium puncak kepala Ayu.


Rei dan Ayu panik karena tiba tiba kondisi Vita yang kembali menurun. Dengan sigap Rei memencet bel, meminta agar dokter segera datang.


Tak butuh waktu lama, seorang dokter dan beberapa suster masuk ke dalam ruangan Vita. Suster meminta Rei dan Ayu untuk keluar dari ruangan agar mereka bisa memberikan pertolongan untuk Vita.


" Mas, Vita akan baik baik saja kan?, " tanya Ayu yang sudah menangis sesegukan di pelukan Rei.


Rei diam tak membalas pertanyaan Ayu. Ia sendiri juga tidak tau dan hanya bisa berharap semoga Vita bisa bertahan.


" Ada apa dengan Vita?, " Ayu dan Rei mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Ternyata suara itu berasal dari Rita yang baru saja datang bersama dengan Alfian dan Ilham.


" Kondisi Vita kembali menurun, mi, " jawab Rei sedih.


Rita langsung lemas dan hampir saja terjatuh di lantai jika saja Ilham tidak menopang tubuh nya.


" Menantu kita akan baik baik saja kan, pi?, " tanya Rita yang sudah menangis.


" Tentu mi, menantu kita kuat. Pasti dia bisa bertahan, " jawab Ilham menguatkan istri nya.


Mereka mengalihkan pandangan nya ke arah pintu yang terbuka. Terlihat di sana, dokter keluar dengan wajah yang tidak bisa mereka artikan.


" Bagaimana keadaan menantu saya dok?, " tanya Rita tidak sabaran.

__ADS_1


" Maafkan kami, kami telah berusaha sebaik mungkin tetapi keadaan nyonya muda saat ini sangat kritis. Bisa di katakan jika saat ini tidak ada lagi harapan, dan saat alat penunjang kehidupan yang menempel di tubuh nya di lepas, maka saat itu juga nyonya muda akan pergi untuk selama lama nya, " jawab Dokter itu dengan berat hati.


Semua orang terduduk lemas karena kaki mereka semua tidak sanggup lagi menopang tubuh mereka setelah mendengar penjelasan dokter.


" Sekarang, semua keputusan saya serahkan kepada seluruh keluarga, " lanjut dokter.


Keputusan seperti apa itu, mana mungkin mereka sanggup membuat keputusan untuk melepas semua alat alat itu di tubuh Vita. Karena itu berarti, mereka akan kehilangan Vita untuk selama nya.


" Apa tidak ada jalan lain dok?, " tanya Ilham berharap ada keajaiban.


" Maaf tuan, jika ada pasti sudah kami lakukan, " jawab dokter itu dengan berat hati.


Hening, tidak ada yang mengeluarkan suara. Mereka larut dalam fikiran mereka masing masing.


" Dokter, lakukan itu. Tapi, tolong beri kami waktu bersama nya untuk yang terakhir kali nya, " putus Ilham pada akhir nya. Terlihat semua orang di sana tidak terima dengan keputusan Ilham terutama Rita.


" Papi sudah gila, hah? Bagaimana mungkin papi bisa memutuskan hal itu, " jerit Rita tidak terima.


" Papi juga berat memutuskan hal ini, mi. Tapi ini untuk kebaikan Vita. Jika kita terus menahan nya seperti ini, maka Vita akan terus merasakan sakit dan tersiksa " Ilham mencoba memberi pengertian untuk istri nya.


" Papi benar mi, ini jalan terbaik untuk Vita. Kita harus ikhlas melepas kepergian Vita. Alfian akan menghubungi semua orang untuk datang ke sini dan melihat Vita untuk terakhir kali nya, " putus Alfian lalu meninggalkan semua orang dengan perasaan hancur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


**Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.

__ADS_1


Siap siap di bully deh aku nih sama semua pembaca, hehehe**.


__ADS_2