Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 66


__ADS_3

Randy terus menggendong Vita sampai ke dalam kamar mandi dan perlahan mendudukkan Vita di pinggir bathtub.


Vita menundukkan kepala nya karena merasa malu. Ini pertama kali nya, Ia akan mandi bersama dengan Randy.


Randy jongkok di depan Vita dan menggenggam kedua tangan Vita.


" sayang, angkat lah kepala mu dan tatap mata ku, " ucap Randy lembut.


Vita langsung mengangkat kepala nya dan menatap kedua mata Randy saat Randy meminta.


" Aku janji kita hanya mandi dan gak akan meminta hak ku malam ini. Aku tau kamu belum siap dan aku gak akan memaksa mu, " ucap Randy lembut.


" Terima kasih mas karena udah mengerti diri ku, " balas Vita.


" Sama sama. Tapi, kalau aku bantu menggosok tubuh mu bolehkan?, " goda Randy.


" Dasar mesum, " ucap Vita kesal lalu melepaskan genggaman tangan Randy.


" Hahaha. Mesum sama istri sendiri gak apa apa dong. Kan kita udah SAH, " balas Randy dengan menekankan kata sah.


" Cih, " cibir Vita.


" Hei, udah berani kamu ya mencibir ku. Ayo, sekarang buka baju mu dan cepat mandi. Aku gak mau kamu sakit lagi karena terlalu lama di dalam kamar mandi, " ucap Randy.


" Iya suami ku yang bawel, " balas Vita kesal.


Vita dan Randy mulai melepaskan pakaian mereka masing masing sampai tak ada sehelai benang pun di tubuh mereka. Awal nya, Vita malu dan gak ingin membuka pakaian nya. Namun, karena Randy memaksa dan mengancam akan membuka paksa, akhirnya Vita pasrah dan melepaskan satu persatu pakaian nya.


Seperti janji Randy tadi, mereka hanya mandi dan saling bergantian menggosok punggung. Setelah selesai mandi, mereka memakai jubah mandi karena tadi lupa membawa handuk. Setelah itu, mereka berjalan keluar dari kamar mandi.


Vita mengambil kan pakaian ganti Randy dari dalam lemari lalu memberikan nya kepada Randy. Randy langsung mengambil pakaian nya dari tangan Vita dan memakai nya. Setelah itu, Vita mengambil pakaian nya dan memakai nya.


Randy yang telah selesai memakai pakaian nya, duduk di tepi tempat tidur sambil terus memperhatikan Vita yang sedang menyisir rambut nya di depan meja rias.


Vita yang telah selesai menyisir rambut nya menoleh ke arah Randy, saat diri nya merasa terus diperhatikan.


" Ada apa mas? Kenapa lihatin aku terus?, " tanya Vita bingung.


" Gak apa apa, hanya ingin aja, " balas Randy.


" Yaudah, kamu di kamar aja ya. Aku mau ke dapur membantu bibi memasak makan malam, " Ucap Vita.


Vita beranjak dan berjalan menuju pintu kamar. Tangan Vita terhenti saat ingin membuka pintu kamar karena mendengar ucapan Randy.


" Terima kasih karena telah hadir di dalam hidup ku dan membuat hidup ku menjadi lebih berwarna. Dan maaf, karena tidak bisa menjadikan mu satu satu nya di dalam hidup ku, " Ucap Randy.


Vita berbalik dan kembali berjalan mendekat ke arah Randy. Saat sudah tepat di hadapan Randy, Vita membungkukkan sedikit badan nya dan mendekatkan wajah nya ke wajah Randy.


" Seperti nya, di hati mu sudah tertulis nama ku. Meskipun samar, tapi aku melihat udah ada cinta di sana untuk diri ku, " ucap Vita.


" Ternyata, tingkat ke pe-de an mu itu tidak pernah menurun sejak dulu ya, " balas Randy lalu memalingkan wajah nya dari Vita.


Vita mengarahkan kembali wajah Randy menghadap ke wajah nya lalu memegang kedua pipi Randy.


" Hari ini aku bahagia, sangat bahagia. Ternyata, sakit tidak semenyedihkan bayangan ku. Lihat lah, karena sakit aku bisa melihat cinta di mata mu. Terima kasih, mas, " ucap Vita lalu mencium kilas bibir Randy.


Vita melepaskan kedua tangan nya dari pipi Randy lalu menegakkan badan nya.


" Aku akan turun dan memasak makan malam. Kamu ingin di kamar aja atau menemani ku memasak?, " tanya Vita.


" Pergilah. Aku akan di kamar memeriksa laporan dari Rei, " balas Randy.


" Baiklah, " ucap Vita.


Vita berbalik dan berjalan keluar kamar. Hari ini Vita merasa bahagia karena rencana nya benar benar berjalan lancar.


" Aku harus melaporkan berita bagus ini kepada mbak Ziya. Dia pasti sangat senang karena semua rencana berjalan lancar. Aku gak menyangka secepat ini aku bisa menumbuhkan cinta di hati mas Randy. Sebentar lagi, nama Clara akan hilang dari hati mas Randy untuk selama nya, " gumam Vita dalam hati.

__ADS_1


" Ah, seperti nya aku harus merayakan keberhasilan ku malam ini. Aku harus masak enak untuk semua orang, " gumam Vita bahagia.


Vita berjalan menuju dapur dengan perasaan senang, Ia juga bersenandung ria selama berjalan menuju dapur.


Sementara itu, setelah Vita keluar dari kamar, Randy masih duduk diam dan memikirkan perkataan Vita.


" Apakah benar aku sudah mulai mencintai nya? Jika benar, apa Clara akan memaafkan aku karena membagi cinta ku untuk wanita lain? Ahhh, kepala ku jadi pusing memikirkan semua ini, " gumam Randy pada diri nya sendiri.


Randy berdiri dan berjalan menuju meja belajar Vita untuk mengambil laptop nya, lalu kembali duduk bersandar di tempat tidur. Ia menghidupkan laptop nya dan memeriksa laporan yang di kirim kan Rei via email.


****


Malam ini Vita memasak berbagai macam makanan enak. Hati nya begitu bahagia dan itu terlihat jelas di wajah Vita. Bi Ana pun sampai keheranan di buat nya.


" Bi, makan malam udah matang semua. Tolong bantu tata di meja makan ya bi. Aku mau panggil mas Randy, mami dan papi untuk turun, " ucap Vita.


" Baik nona, " balas bi Ana.


Bi Ana menata semua masakan Vita di meja makan. Sementara itu, Vita pergi ke lantai dua untuk memanggil suami nya dan juga kedua mertua nya untuk turun makan malam.


Vita pergi ke kamar mertua nya terlebih dahulu, memberitahukan kalau makan malam udah siap. Vita mengetuk pintu kamar mertua nya dan tak berapa lama pintu terbuka.


" Ada apa nak?, " tanya Ilham.


" Makan malam udah siap pi, " jawab Vita.


" Baiklah nak, papi dan mami akan turun, " ucap Ilham.


" Papi dan mami duluan aja ya ke bawah, Vita mau memanggil mas Randy dulu di kamar, " balas Vita.


" Iya nak, " ucap Ilham.


Vita pamit pergi ke kamar nya untuk memanggil Randy, sementara Ilham mengajak istri nya untuk turun ke bawah.


Vita membuka pintu kamar nya dan masuk ke dalam kamar. Ia menghampiri Randy yang sedang bekerja dengan laptop nya sambil duduk bersandar di tempat tidur.


" Sebentar lagi, aku masih sibuk, " balas Randy tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


Vita berkacak pinggang lalu dengan cepat mengambil laptop Randy dan meletakkan di meja samping tempat tidur.


" Pekerjaan mu bisa di lanjutkan lagi nanti. Sekarang, kita makan malam dulu, " Ucap Vita tegas dan menautkan kedua alis nya.


Randy menatap wajah Vita lalu tertawa terbahak bahak.


" Hei, kenapa tertawa? Memang nya ada yang lucu?, " tanya Vita kesal.


" Wajah mu kelihatan lucu. Dengar ya, jangan pernah kamu tunjukkan ekspresi wajah mu seperti tadi kepada orang lain, ekspresi itu hanya untuk diri ku, " ucap Randy yang masih terus tertawa.


" Huh, kamu ini, " Balas Vita kesal dan memalingkan wajah nya dari Randy.


" Sudah jangan kesal lagi. Ayo, kita turun ke bawah, " ajak Randy lalu menarik tangan Vita berjalan keluar kamar dan turun ke bawah menuju ruang makan.


Randy dan Vita sampai di ruang makan. Terlihat, Ilham dan Rita sudah menunggu di meja makan.


Randy duduk di kursi sementara Vita mulai menyiapkan makanan di piring Ilham, Rita dan Randy. Setelah selesai menyiapkan makanan di piring semua orang, baru lah Vita duduk dan mengambil makanan untuk diri nya sendiri.


" Sayang, kenapa malam ini banyak sekali menu yang kamu masak? Kamu baru aja sembuh, mami gak mau kamu kelelahan dan sakit lagi karena memasak sebanyak ini, " ucap Rita.


" Tenang aja mi, Vita udah sehat. Sangat sehat malahan. Jadi, mami gak usah khawatir ya, " balas Vita tersenyum.


" Tapi nak, kenapa kamu masak sebanyak ini?, " tanya Ilham.


" Hmm, Vita masak banyak masakan enak karena sedang merayakan sesuatu pi, " balas Vita tersenyum bahagia.


" Merayakan apa nak? Dan papi lihat, kamu juga kelihatan sangat bahagia, " tanya Ilham.


" Ah itu, " ucapan Vita terhenti karena mendengar suara bel rumah berbunyi.

__ADS_1


Bi Ana langsung berjalan menuju ke pintu depan karena mendengar suara bel berbunyi. Tidak berapa lama, bi Ana kembali ke dalam rumah bersama dengan Rei.


" Selamat malam Om, tante, " sapa Rei sopan lalu mencium punggung tangan Ilham dan Rita bergantian.


" Selamat malam, Rei, " jawab Ilham dan Rita.


" Ayo nak duduk, kita makan malam bersama, " ajak Rita.


" Iya tante, terima kasih, " ucap Rei lalu menarik kursi di sebelah Vita dan duduk di sana.


Vita berdiri dan berjalan menuju dapur untuk mengambilkan piring baru untuk Rei, setelah itu Vita kembali ke meja makan dan meletakkan piring kosong di depan Rei.


Vita mengambilkan nasi dan lauk untuk Rei, setelah itu Vita kembali duduk di kursi nya dan melanjutkan makan malam nya.


" Terima kasih ya Vit, " ucap Rei sungkan.


" Sama sama mas Rei, " balas Vita tersenyum ramah.


Rei mulai memakan makanan yang di hidangkan Vita untuk nya. Rei makan dengan lahap karena masakan nya terasa sangat lezat. Jika tidak ada orang tua Randy, udah pasti Ia akan menambah lagi.


" Nak Rei, ada keperluan apa kamu datang malam malam begini? Apakah ada masalah penting di kantor?, " tanya Ilham.


" Ah tidak Om, kantor baik baik aja. Rei datang ke sini karena membawakan pesanan Randy, " balas Rei.


" Memang nya Randy pesan apa?, " tanya Ilham penasaran.


" Handphone baru untuk Vita, Om, " jawab Rei.


" Handphone baru? Vita, Handphone kamu kenapa? Rusak?, Tanya Rita yang juga penasaran.


" Iya mi. hancur berkeping keping, " jawab Vita santai.


" Hah? Kok bisa?, " tanya Ilham, Rita dan Rei berbarengan.


" Mas Randy sedang cemburu. Karena sedang di bakar rasa cemburu yang hebat, dia melemparkan handphone Vita ke dinding. Jadi lah, handphone Vita hancur berkeping keping, " Jawab vita santai sambil terus menyuap nasi dan lauk ke mulut nya.


Randy tersedak mendengar ucapan Vita, lalu dengan segera mengambil gelas di samping kanan tangan nya dan meminum nya sampai habis.


" Hei, aku tidak cemburu ya, " elak Randy.


" Kalau tidak cemburu, kenapa handphone ku bisa menjadi korban mu?, " tanya Vita.


" Aku hanya tidak terima dia mengirimi kamu pesan mesra. Apa dia lupa kalau kamu sudah bersuami?, " ucap Randy membela diri.


" Terus aja kamu mengelak, padahal udah terlihat jelas kalau kamu cemburu. Aku jadi penasaran, memang nya apa isi pesan itu sampai kamu tega menghancurkan handphone ku, " ucap Vita kesal.


Randy dan Vita terus berdebat dan tidak ada yang mau mengalah. Sementara Ilham, Rita, dan Rei melihat mereka bergantian dengan tatapan bingung.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like and vote nya yg banyak ya akak. Dukungan kalian membuat saya lebih semangat untuk menulis. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2