Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 79


__ADS_3

Seperti janji nya terhadap teman teman sekelas nya, hari senin Vita akan kembali belajar bersama setelah sepulang sekolah di kediaman keluarga Djaya.


Setelah menerima ilmu dari guru di sekolah nya, Vita dan teman teman nya kini telah berada di kediaman keluarga Djaya.


Setelah selesai makan siang, Vita dan teman teman nya langsung menuju gazebo yang ada di halaman belakang.


Mereka belajar dengan serius karena ujian akhir nasional sebentar lagi akan mereka laksanakan. Sesekali, Vita menjelaskan kepada teman teman nya yang masih belum mengerti.


Vita benar benar wanita yang luar biasa. Tidak hanya memiliki wajah yang cantik, hati yang baik, tapi juga memiliki kepintaran yang bisa di acungin jempol. Randy sangat tepat sekali memilih Vita menjadi menantu keluarga Djaya.


Setelah belajar bersama selama dua jam, mereka membereskan kembali buku buku pelajaran mereka dan memasukkan ke dalam tas mereka masing masing. Lalu, menyusun kembali meja belajar ke sudut gazebo.


para pria langsung merebahkan tubuh nya di atas carpet dan merenggangkan otot otot mereka. Sementara para gadis duduk bersantai di tangga gazebo.


" Guys, enak nya ngapain ya supaya otak bisa fresh kembali?, " tanya Ayu.


" Ehm, entah, " jawab Vita.


" Gue punya ide, " ucap Ririn dengan nada suara yang cukup tinggi.


" Woi, gak usah pakai teriak teriak segala, " tegur Ayu, Vita dan Vira sementara Ririn hanya bisa cengengesan.


" Apa ide lo?, " tanya Vira.


" Ehmmm itu, kita main tik t*k yang lagi viral itu yuk. Pasti seru dan semoga saja kita bisa viral, " ucap Ririn.


" Hah, ogah ah, " tolak Vita.


" Gak ada ide lain apa lo?, " tanya Ayu.


" Ishhh kalian lihat dulu gerakan nya, baru protes gue, " ucap Ririn kesal.


" Yasudah mana kita lihat dulu, " ucap Vira.


Ririn mengeluarkan ponsel nya yang ada di dalam saku rok sekolah nya. Ia membuka aplikasi tik t*k, lalu menunjukkan kepada teman teman nya. Banyak gerakan yang mereka lihat, seperti yummy challange, tari ubur ubur, any song challange, dan lain lain.


" Seru juga seperti nya, " ucap Vira.


" Boleh juga nih di coba, " ucap Ayu.


" Gue ngikut saja deh guys, " ucap Vita.


" Ok, kita ajak juga para pria di belakang biar tambah seru, " usul Ririn dan mereka mengangguk.


Setelah memaksa para pria yang sedang asyik rebahan, akhirnya mereka melakukan beberapa gerakan tik t*k yang sedang viral.


Karena hanya Ririn yang paling paham dengan gerakan nya, alhasil video mereka berantakan karena gerakan gerakan yang sangat jauh dari ekspetasi.


Setelah beberapa kali mengulang, hasil nya beberapa video bisa di katakan bagus. Ririn segera mengupload video mereka.


Ilham dan Rita memantau kegiatan belajar menantu dan teman sekelas nya. Mereka tersenyum lucu saat melihat menantu nya dan teman sekelas nya sedang menari dengan gerakan yang di rasa mereka aneh.


Vita langsung berhenti tiba tiba saat melihat kedua mertua nya sedang memperhatikan mereka.


" Guys, mertua gue itu, " ucap Vita terbata bata.


Mereka semua pun ikut berhenti tiba tiba saat mendengar Vita menyebut mertua nya lalu menoleh ke arah yang di tunjuk Vita.


Glekk.


Mereka langsung terdiam dan menunduk takut. Gila saja kena pergok lagi nari gerakan tik t*k, dan yang pasti mertua Vita gak akan tau yang seperti ini.


Ilham dan Rita menghampiri mereka karena melihat Vita dan teman teman nya seperti ketakutan habis kepergok.


" Sudah selesai nak belajar nya?, " tanya Rita lembut saat sudah di hadapan Vita dan teman teman nya.

__ADS_1


" Ahh sudah dari tadi mi, " jawab Vita terbata bata.


" Yasudah kalau gitu. Kalian lanjut lagi itu nari nari nya, " ucap Rita.


" Eh enggak tante, kami mau pamit pulang sekarang. Sudah sore juga, sebentar lagi mas Randy pulang. Kan Vita harus ngurusin mas Randy lagi, " ucap Ayu.


" Iya tante, kami pamit pulang, " ucap mereka berbarengan.


" Yasudah, kalian hati hati di jalan ya, " balas Rita.


Mereka semua mengangguk lalu bergantian mencium punggung tangan Rita dan Ilham. Setelah itu, mengambil tas mereka dan berjalan masuk ke dalam rumah. Vita pamit kepada mertua nya untuk mengantarkan teman teman nya ke depan rumah.


Setelah semua teman teman Vita telah meninggalkan halaman kediaman keluarga Djaya, Vita kembali masuk ke dalam rumah.


Vita pamit kepada mertua nya yang ada di ruang keluarga untuk pergi ke kamar nya. Ia ingin mandi lalu turun dan membantu bibi memasak makan malam.


****


Setelah selesai makan malam dan membantu bibi membereskan piring kotor, Vita pamit naik ke lantai atas untuk beristirahat. Sementara, Randy masih duduk mengobrol dengan kedua orang tua nya.


" Rand, tadi mami dan papi lihat istri kamu dan teman teman nya nari nari lucu gitu deh, " ucap Rita.


" Nari apa mi?, " tanya Randy bingung.


" Yah mami juga gak tau, tapi lucu banget gerakan nya. Apa mungkin mereka nari untuk acara perpisahan sekolah mereka?, " tanya Rita.


" Lah, mana Randy tau mi. Ini saja Randy tau Vita nari ya dari mami sekarang, " jawab Randy.


" Mungkin saja lah Rand, kan mereka nari nya sekelas gitu, " ucap Rita menerka nerka.


" Yasudah nanti Randy tanya mi. Ehmm, Randy naik ke atas dulu ya mi, " pamit Randy lalu bangkit dari sofa dan berjalan naik ke lantai atas menuju kamar nya.


Sesampai nya di kamar, Randy melihat Vita sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil menatal layar ponsel nya.


" Lagi lihat apa kamu?, " tanya Randy.


" Ah gak ada mas hanya ngecek ig saja, " jawab Vita lalu meletakkan ponsel nya di atas meja yang ada di samping tempat tidur.


" Tadi mami bilang kalian setelah belajar, nari nari gitu. Memang nya kalian mau nari di acara apa kok gak kasih tau aku?, " tanya Randy.


" Eh bukan mas. Itu kita lagi nari gerakan di aplikasi tik t*k. Tadi mereka pada bosan setelah belajar, jadi Ririn ngasih ide yah itu nari nari gitu, " jawab Vita.


" Oh gitu. Ada video nya gak? Aku mau lihat, " tanya Randy.


" Ada mas. Sebentar ya, " jawab Vita lalu mengambil ponsel nya dan membuka galeri video nya.


Vita menyodorkan ponsel nya dan Randy langsung mengambil ponsel Vita. Randy meng klik tombol play dan muncul lah Video Vita dan teman teman nya tadi.


Randy melihat video itu dengan ekspresi datar lalu menyerahkan kembali ponsel Vita setelah Video nya selesai berputar. Vita mengambil ponsel nya lalu meletakkan kembali ponsel nya di atas meja.


" Kamu jangan nari gitu lagi ya, aku gak suka kamu nari sama orang lain, " ucap Randy datar.


" Iya mas, " jawab Vita pasrah.


" Yasudah, kita tidur sekarang. Kamu pasti lelah banget hari ini jadi lebih baik cepat tidur, " perintah Randy.


Vita mengangguk lalu merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya. Randy ikut merebahkan tubuh nya di samping Vita lalu menarik Vita ke dalam pelukan nya dan memejamkan mata nya. Gak butuh waktu lama, mereka berdua terlelap dan masuk ke alam mimpi.


****


Esok pagi nya Vita terbangun dan membuka mata nya perlahan. Ia beranjak dari tempat tidur lalu mencuci wajah nya. Selesai mencuci wajah nya, Vita turun ke bawah untuk memasak sarapan.


Setelah selesai memasak sarapan pagi dan menghidangkan di atas meja makan, Vita kembali ke kamar nya untuk membangunkan suami nya.


Sampai di kamar, Vita melihat Randy sudah selesai mandi dan baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Vita segera menyiapkan pakaian kerja Randy.

__ADS_1


Vita membereskan terlebih dahulu tempat tidur mereka, barulah Vita pergi mandi. Selesai mandi dan memakai seragam nya serta menyisir rambut dan memoles wajah nya dengan bedak, Vita membereskan buku pelajaran nya lalu memasukkan ke dalam tas sekolah.


Setelah semua beres, Vita mengajak Randy turun ke bawah untuk sarapan. Selesai sarapan, Randy dan Vita pamit lalu berjalan keluar rumah menuju mobil. Randy segera melajukan mobil nya setelah mereka memakai seatbelt.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit, akhirnya mobil Randy telah sampai di depan gerbang sekolah Vita. Vita segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam area sekolah.


Setelah memastikan Vita telah masuk ke area sekolah, Randy kembali melajukan mobil nya menuju ke kantor nya.


Sesampai nya di depan lobi kantor nya, Randy langsung meminta satpam memarkirkan mobil nya. Setelah itu, Randy langsung masuk ke dalam gedung kantor nya.


Jam delapan tiga puluh pagi, Randy ada meeting dengan para staff nya untuk membicarakan perkembangan hasil kerja sama bersama perusahaan tuan Gerald.


Setelah Siksa memberitahukan waktu meeting telah tiba, Randy langsung pergi ke ruang meeting di ikuti Siska dan juga Rei.


Selama meeting, Randy terus memperhatikan hasil laporan yang sedang di presentasikan oleh kepala devisi bagian lapangan.


Randy merasa puas karena perkembangan kerja sama nya dengan perusahaan tuan Gerald maju pesat. Dengan ini, perusahaan nya kembali mendapatkan untung besar.


Mereka menghabiskan waktu untuk meeting hampir dua jam lebih. Setelah selesai, Randy kembali ke ruangan nya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang lain.


Rei masuk ke dalam ruangan Randy untuk mengajak Randy makan siang bersama karena waktu makan siang telah tiba.


" Bos, makan dulu yuk, " ajak Rei.


" Duluan saja. Hari ini aku mau jemput Vita pulang sekolah dan mengajak nya makan siang bersama, " tolak Randy.


" Ok deh. Gue duluan ya, " pamit Rei dan Randy hanya mengangguk.


Randy kembali melanjutkan pekerjaan nya setelah Rei keluar dari ruangan nya. Ia kembali bekerja sampai waktu menunjukkan pukul dua belas empat puluh lima menit.


Randy bergegas membereskan berkas berkas nya lalu turun ke bawah. Ia meminta kunci mobil nya kepada satpam yang tadi memarkirkan mobil nya. Dengan kecepatan cukup tinggi, Randy melajukan mobil nya menuju sekolah Vita.


Randy berharap Vita belum pulang dengan menaiki ojol. Ia sendiri lupa mengabari Vita kalau hari ini diri nya akan menjemput Vita pulang sekolah.


Saat mobil Randy sudah dekat dengan gerbang sekolah Vita, tiba tiba Randy menginjak rem mobil nya. Ia membuka kaca mata hitam nya untuk bisa melihat dengan jelas apa yang sedang di lihat nya saat ini.


Rahang Randy mengeras, Raut wajah nya terlihat Ia sedang sangat marah dan tangan nya telah mengepal erat. Mata nya tidak salah melihat kalau istri nya sedang di jemput dan masuk ke dalam mobil laki laki lain. Randy memukul setiur nya dengan keras lalu melajukan mobil nya kembali menuju ke kantor nya.


" Vit, lo berani jalan dengan laki laki lain. Awas saja lo nanti, " ucap Randy emosi lalu memukul stiur mobil berulang kali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Ini episode yang ketiga untuk hari ini. Lanjut besok lagi ya akak, sudah pegal banget tangan saya seharian nulis. Huhuhu.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.

__ADS_1


__ADS_2