
Vita masuk ke dalam kamar dan melihat Randy sedang duduk bersandar di tempat tidur sambil memangku laptop.
Vita menghampiri Randy dan kembali mencoba meminta izin agar besok di perbolehkan kembali masuk sekolah.
" Mas, aku mau bicara, " ucap Vita lalu duduk di tepi tempat tidur di samping Randy
Randy tidak menanggapi permintaan Vita. Ia masih fokus memeriksa laporan yang di kirim Rei.
" Ishhh babang, aku mau bicara sebentar, " rengek Vita sambil menggoyang goyang pelan lengan Randy.
Randy mengalihkan pandangan nya dari laptop dan menatap kesal ke arah Vita.
" Mau bicara apa?, " tanya Randy datar.
" Mas, izinin aku ya besok masuk sekolah, " pinta Vita.
" Gak boleh, " jawab Randy datar lalu memalingkan wajah nya dan kembali memeriksa laporan di laptop.
Vita kesal karena masih gak mendapatkan izin dari Randy. Kalau Ia libur terlalu lama, pasti akan banyak ketinggalan pelajaran.
" Mas, izinin ya. Aku gak mau ketinggalan banyak pelajaran dan nanti saat ujian akhir, aku gak lulus. Memang nya kamu mau punya istri yang gak lulus SMA?, " ucap Vita mencoba merayu.
" Kamu kan murid terpintar di sekolah, jadi kalau ketinggalan pelajaran sehari dua hari, gak masalah kan?, " balas Randy sambil menatap Vita.
" Terus, kalau aku gak sekolah mau ngapain dirumah? Bosan mas, " rengek Vita.
" Terserah, mau ngapain aja, " balas Randy.
" Ishhh, mas nyebelin, " rajuk Vita lalu bangkit dan berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana.
Vita merasa kesal karena gak bisa membujuk Randy agar mengizinkan nya pergi ke sekolah.
Randy melihat Vita yang sedang kesal, bukan nya membujuk malah membiarkan nya. Ia kembali fokus memeriksa laporan dan hal itu membuat Vita semakin kesal.
Udah satu jam Vita duduk di sofa sambil memainkan handphone nya, Ia merasa bosan. Vita melihat Randy yang masih sibuk dengan laptop nya.
Vita bangkit dan berjalan menuju pintu kamar. Ia ingin keluar berkumpul dengan keluarga yang lain.
Randy melirik Vita saat Vita menuju ke pintu kamar. Saat Vita ingin membuka pintu, Randy memanggil nya dan menyuruh Vita duduk di samping nya. Meskipun kesal, Vita tetap menuruti perintah Randy.
Vita mendudukkan diri nya di samping Randy dengan wajah cemberut.
" Kamu ingin sekali besok masuk sekolah?, " tanya Randy lembut.
Vita malas menjawab, Ia hanya menganggukkan kepala nya tanda diri nya ingin sekali besok bisa masuk sekolah.
" Memang nya, udah gak lelah? Lalu, kaki mu yang lecet udah gak sakit?, " tanya Randy.
Vita melihat ke arah kaki nya. Terlihat, masih ada bekas lecet. Namun, udah gak terasa sakit lagi.
__ADS_1
" Udah gak sakit mas. Jadi, besok boleh aku masuk sekolah?, " tanya Vita semangat.
" Yaudah, besok kamu boleh sekolah, " jawab Randy.
" Benar mas? Serius? Terima kasih, ya mas, " ucap Vita bahagia.
" Iya. Tapi ingat, jangan dekat dekat dengan laki laki itu. Awas aja kamu!, " ancam Randy.
" Asiiyaaappp, suami ku, " ucap Vita sambil memberi hormat kepada Randy.
Randy tersenyum melihat tingkah lucu Vita. Ia kembali melanjutkan pekerjaan nya dan Vita memperhatikan suami nya itu bekerja.
*********
Esok pagi nya, Vita bangun jam 5 pagi. Ia ingin memasak sarapan untuk semua orang.
Vita turun dan pergi kedapur. Ia mempersiapkan bahan masakan dan mulai berperang dengan alat alat masak.
Bi Ana yang mendengar suara ribut di dapur, akhirnya keluar kamar untuk melihat ada suara berisik apa di dapur.
Saat sampai di dapur, Bi Ana melihat Vita yang sibuk memotong motong sayur dan membersihkan udang serta bahan masakan lain nya. Ia menghampiri Vita dan ingin membantu.
" Pagi nona Vita, sini bibi bantu, " ucap bibi.
" Gak usah bi, biar Vita aja. Vita mau masak untuk suami dan semua keluarga yang lain, " tolak Vita halus.
" Bibi bantu aja ya. Nanti kalau ketahuan nyonya bibi gak bantu, bibi bisa di marahi, " ucap bi Ana.
Bi ana menuruti dan mulai memotong motong sayur lalu mencuci nya. Setelah itu, mencuci ayam dan bahan lain nya.
Sudah satu jam Vita bergelut dengan alat alat masak dan bahan masakan di dapur. Akhirnya, seluruh masakan nya telah matang. Ia meminta bi Ana untuk menata masakan nya di meja makan. Setelah itu, Ia pamit ke atas untuk mandi.
Vita mengambil handuk dan seragam sekolah nya di lemari, lalu masuk ke dalam kamar mandi. Lima belas menit cukup untuk diri nya membersihkan diri. Setelah itu, mengeringkan badan nya dengan handuk dan memakai seragam sekolah nya.
Vita keluar dari kamar mandi dan membangunkan Randy untuk mandi agar bisa sarapan bersama keluarga yang lain.
" Mas bangun, " panggil Vita sambil menggoyang pelan lengan Randy.
Randy menggeliat lalu memeluk guling nya dan kembali tidur.
" Ish, mas ayo bangun,n" panggil Vita. Kali ini, Ia menggoyang lengan Randy lebih kencang.
" Lima menit lagi. Aku masih ngantuk, " balas Randy dengan mata terpejam.
" Ayo dong mas, bangun dan mandi. Memang nya, mas gak mau ke kantor?, " tanya Vita.
" Ke kantor. Tapi, lima menit lagi ya aku baru bangun, " jawab Randy.
" Ayo dong mas, sekarang. Jangan malas, " Vita masih terus mencoba membangunkan Randy.
__ADS_1
Randy yang masih mengantuk, perlahan membuka mata nya dan melihat Vita udah rapi dengan seragam sekolah nya.
" Yaudah, aku mandi sekarang. Siapain baju kerja aku ya, " ucap Randy, lalu
bangkit dan berjalan mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah melihat Randy masuk ke dalam kamar mandi, Vita membereskan tempat tidur terlebih dahulu. Lalu, Ia menyiapkan baju kerja Randy dan meletakkan di atas tempat tidur. Setelah itu, Ia menyiapkan buku pelajaran nya dan memasukkan nya ke dalam tas sekolah.
Sambil menunggu randy selesai mandi, Vita mengirim chat di grup WA kelas untuk meminta Ayu membawa buku catatan selama Ia gak masuk kelas. Satu kiriman chat dari Vita, mendadak heboh seluruh penghuni grup.
Vira yang otak nya kadang ngeres mengirim chat, menanyakan gimana rasa nya jadi istri, tiap hari bisa melihat keindahan ciptaan Allah. Pengen nya dikamar terus deh kalau punya suami begitu. Dan akhirnya, mendapat balasan yang lebih aneh lagi dari teman teman nya.
Vita senyum senyum membaca chat dari teman teman nya. Randy yang baru keluar dari kamar mandi, mengernyitkan kening nya melihat Vita tersenyum saat melihat handphone nya.
" Chatingan sama siapa kamu sampai senyum bahagia gitu? Sama laki laki itu?, " ucap Randy kesal.
Vita melihat ke arah Randy, yang baru aja keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk kecil. Ia merasa, jantung nya berpacu lebih cepat saat melihat Randy hanya memakai handuk dan memperlihatkan perut sixpack nya.
Pesan chat mesum dari Vira barusan, membuat fikiran nya menjadi kotor. Vita menelan ludah nya susah payah, melihat ciptaan Allah yang begitu indah. Padahal kemarin juga, Ia melihat Randy begitu. Tapi, karena chat dari Vira tadi membuat imajinasi nya menjadi liar.
" Kenapa lihatin aku begitu? Terpesona dengan tubuh indah ku?, " tanya Randy yang membuyarkan lamunan Vita.
Vita memalingkan wajah nya dari Randy. Ia merasa malu dan wajah nya memerah. Ia merutuki diri nya karena imajinasi kotor nya tadi.
" Semua ini gara gara Vira. Itu anak memang virus ya, bisa bisa nya sebarin fikiran kotor nya ke aku. Malu banget rasa nya, " batin Vita.
Randy tersenyum melihat Vita yang merasa malu karena ketahuan mengagumi otot otot indah milik nya. Ia segera memakai baju kerja nya dan setelah itu mengajak Vita turun dan sarapan bersama.
Mereka sarapan bersama dengan keluarga yang lain dan di selingin dengan canda tawa.
Setelah selesai sarapan, Vita dan Randy berpamitan kepada semua orang untuk berangkat. Vita mencium punggung tangan semua orang, lalu mengikuti Randy berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil.
Hari ini, Randy mengantarkan Vita ke sekolah karena ingin memastikan kalau Vita gak akan berdekatan dengan Alfian. Ia gak ingin, selama di sekolah Alfian mencuri kesempatan untuk mendekati Vita lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.