Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 88


__ADS_3

Mobil yang dikendari mang Ujang telah sampai di halaman kediaman Djaya. Vita mengucapakan terima kasih lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobil. Setelah itu, Vita menutup kembali pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Vita terus berjalan masuk ke dalam rumah mencari keberadaan kedua mertua nya. Vita melihat kedua mertua nya sedang mengobrol di ruang keluarga dan di sana juga ada suami nya, Vita segera menghampiri mereka.


" Siang mami, papi, mas Randy, " sapa Vita dan bergantian mencium punggung tangan kedua mertua nya setelah itu beralih ke suami nya.


Randy menatap tajam ke arah Vita, namun Vita tidak memperdulikan tatapan Randy dan bersikap biasa saja.


Vita pamit kepada kedua mertua nya untuk pergi ke kamar nya membersihkan diri dan berganti pakaian.


Sebelum sempat Vita melangkahkan kaki nya, Randy menahan lengan Vita dan menarik Vita sampai jatuh terduduk di sofa di samping Randy.


" Kamu tidak boleh pergi ke kamar sebelum menjelaskan maksud kamu menulis pesan begini, " ucap Randy lalu mengeluarkan kertas dari saku celana nya dan memberikan nya kepada Vita.


Vita menerima kertas itu, lalu membuka dan membaca nya. Setelah itu, Ia meletakkan kertas itu ke atas meja.


" Ada apa mas dengan surat itu? Kan, aku menulis kertas itu untuk pamit pergi ke sekolah. Jadi, saat kamu bangun tidur, kamu tidak perlu mencari ku, " ucap Vita santai dan berpura pura tidak memahami perkataan Randy.


" Memang nya di situ tertulis kamu bilang pergi ke sekolah. Kamu menulis pesan itu dengan begitu ambigu. Aku fikir kamu pergi meninggalkan aku lagi seperti kemarin, " balas Randy kesal.


" Lah, kenapa kamu mikir begitu mas?, " tanya Vita masih berpura pura.


" Vita, sudah lah jangan berpura pura lagi. Sudah puas kamu menjahili suami mu ini, " ucap Randy geram.


Vita sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi. Ia tertawa terbahak bahak sampai air mata nya keluar. Ia menghapus air mata nya dan meminta maaf kepada suami nya.


" Kamu tadi harus nya lihat Randy menangis saat tau kamu pergi. Papi dan mami juga tertawa terbahak bahak saat membaca pesan dari kamu nak, " ucap Ilham.


" Sudah puas meledek ku, " ucap Randy semakin kesal.


" Maaf ya mas, Aku menjahili mu seperti itu, " ucap Vita merasa bersalah.


Randy merajuk dan beranjak dari sofa. Ia berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya.


" Yah merajuk lagi deh, " ucap Vita cekikikan.


" Sudah sana Vit, kamu ke kamar ganti baju dan bujuk suami mu itu. Setelah itu, turun lah ke bawah untuk makan siang, " perintah Rita.


Vita mengangguk lalu pamit dan pergi ke kamar nya menyusul Randy yang sedang merajuk.


****


Vita telah selesai mandi dan berganti pakaian. Sebelum mandi, dia mematikan terlebih dahulu handycam nya tanpa sepengetahuan Randy.


Vita menghampiri Randy yang sedang duduk menyandar di atas tempat tidur dan meluruskan kedua kaki nya . Vita mencoba membujuk suami nya agar berhenti merajuk.


Vita duduk di tepi tempat tidur dan menggenggam tangan kiri Randy lalu mengelus lembut dengan ibu jari nya.


" Sayang, maafin aku ya karena menjahili mu. Sudah dong jangan merajuk lagi ya dengan ku, " bujuk Vita.


Randy tak bergeming dengan bujukan Vita, Ia memalingkan wajah nya dari Vita. Ia masih merasa sangat kesal karena di jahili istri nya sampai diri nya menangis seperti itu. Sungguh memalukan.


Vita kesal karena Randy masih saja merajuk dan bahkan kini memalingkan wajah nya.


Vita naik ke atas tempat tidur dan duduk berhadapan dipangkuan Randy. Randy merasa terkejut, namun dia berusaha menguasai diri nya kembali.

__ADS_1


Vita menangkup kedua pipi Randy dan mengarahkan wajah Randy untuk berhadapan dengan wajah nya.


" Sayang, maafkan aku. Aku hanya ingin membalas kejahilan mu waktu itu kepada ku. Aku tidak tau kalau respon mu akan seperti itu. Tapi, sejujurnya aku bahagia karena itu berarti kamu benar benar sangat mencintai ku dan tidak ingin kehilangan diri ku, " ucap Vita tulus.


Randy menghela nafas nya dengan berat. Ia tidak bisa berlama lama merajuk dengan istri nya ini.


" Aku kan sudah mengatakan nya kepada mu kalau aku sangat mencintai mu dan tidak ingin kehilangan diri mu. Saat aku membaca pesan mu yang ambigu itu, aku merasa benar benar hancur. Aku harus kembali kehilangan diri mu. Aku menangis sambil berteriak nama mu dan memeluk surat dari mu. Aku merasa dunia ku runtuh, " balas Randy dengan suara tercekat dan mata yang sudah berkaca kaca.


Vita tersenyum bahagia. Kini diri nya percaya, Randy benar benar sudah mencintai nya sepenuh hati. Rencana nya berhasil membuat Randy mencintai nya dan tinggal melaksanakan rencana terakhir nya.


" Aku mencintai mu mas, " ucap Vita lalu mencium bibir Randy.


Randy terkejut karena Vita mencium nya diri nya, karena sebelum nya Vita tidak pernah mencium nya duluan. Namun, beberapa detik kemudian Randy tersadar lalu membalas ciuman dari Vita.


Tangan kanan Randy kini sudah berada di tengkuk Vita dan tangan kiri nya memeluk pinggang Vita.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas dan menuntut. Bibir Randy kini sudah turun ke leher Vita dan meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana. Vita mendesah membuat Randy semakin bergairah.


Tangan kiri Randy kini mulai masuk ke dalam kaos Vita dan mengelus lembut perut Vita. Vita semakin mendesah dan wajah nya kini memerah. Saat tangan Randy sampai ke dada Vita, Vita menahan tangan Randy agar tidak meneruskan nya.


Randy melepaskan ciuman mereka dan menatap bingung kedua mata Vita.


" Ada apa sayang, apa tidak boleh aku melakukan nya?, " tanya Randy dengan suara parau.


" Aku masih datang bulan mas, " jawab Vita terbata bata.


Randy tersenyum lalu mengeluarkan tangan nya dari dalam kaos Vita dan mengelus lembut puncak kepala Vita.


" Baiklah tidak apa apa, aku akan menahan nya, " balas Randy tersenyum.


" Ehmm mas, " ucap Vita ragu.


" Ehmmm, apa boleh kita melakukan nya saat aku benar benar siap? Saat aku sudah siap untuk melakukan itu, aku akan mengatakan nya kepada mu, " pinta Vita takut takut.


Randy sebenar nya kecawa, namun diri nya mengerti posisi Vita yang masih bersekolah dan mendekati ujian akhir nasional. Pasti istri nya takut jika diri nya hamil dan tidak fokus untuk ujian.


" Baiklah sayang jika itu mau mu. Aku akan menunggu mu sampai benar benar siap, " balas Randy.


" Sungguh mas? Kamu tidak marah kan?, " tanya Vita memastikan.


" Iya sayang. Aku hanya kecewa tapi itu tidak masalah. Aku akan menunggu mu sampai kamu benar benar siap, " jawab Randy.


Vita tersenyum bahagia lalu memeluk Randy dan Randy membalas pelukan nya.


" Ayo kita turun, kamu harus makan siang sekarang. Aku gak mau kamu sakit karena telat makan, " ajak Randy saat pelukan mereka terlepas.


Vita mengangguk lalu turun dari pangkuan Randy. Setelah itu, Randy turun dari tempat tidur dan menggenggam tangan Vita berjalan keluar kamar menuju ruang makan.


****


Vita mengambil handycam nya yang ada di atas meja belajar nya lalu berjalan menuju ke tempat tidur. Ia naik ke atas tempat tidur dan duduk bersandar di samping Randy yang sedang sibuk dengan laptop nya.


Malam ini, Vita ingin melihat rekaman Randy tadi pagi. Vita menghidupkan handycam nya dan melihat video Randy.


Randy menoleh saat mendengar suara nya yang berasal dari handycam Vita. Randy merampas handycam Vita dan melihat video itu.

__ADS_1


Randy menggertakan gigi nya karena merasa geram dengan ulah istri nya. Bisa bisa nya istri nya sengaja merekam kejadian tadi pagi di kamar.


" Vita, kamu, " ucap Randy geram lalu menoleh ke arah Vita.


" Sayang, hehehe, " balas Vita cengengesan.


Randy meletakkan handycam Vita dan laptop nya ke atas meja samping tempat tidur nya. Lalu, Ia kembali menoleh ke arah Vita dan menyeringai. Vita menelan saliva nya susah payah melihat seringai mengerikan suami nya.


Perlahan Vita menjauhkan tubuh nya dari Randy tapi Randy dengan cepat memegang lengan Vita agar tidak bisa kabur dari nya.


Randy langsung menggelitik perut Vita membuat Vita membolak balikan tubuh nya karena tidak tahan dengan rasa geli nya.


" Ampun mas, aku mohon hentikan, " mohon Vita terbata bata.


Randy tidak menanggapi permohonan Vita, Ia terus menggelitik perut Vita. Vita sampai menangis karena tidak tahan lagi dengan rasa geli nya.


Setelah Vita menangis baru lah Randy berhenti dan menghapus air mata Vita. Lalu, Randy membantu Vita untuk duduk kembali.


" Kamu benar benar istri ku yang sangat nakal. Bisa bisa nya kamu merekam semua itu, " ucap Randy yang masih ngos ngosan karena capek menggelitik Vita.


Vita hanya diam dan tidak menjawab ucapan Randy. Ia masih sibuk mengatur nafas nya yang tersengal.


" Jangan pernah tunjukkan video itu kepada orang lain, itu akan membuat diri ku malu, " perintah Randy.


Vita hanya mengangguk menjawab perintah Randy. Ia masih mengatur kembali nafas nya.


Setelah Randy melihat Vita yang sudah bisa bernafas normal kembali, Randy menyuruh Vita untuk tidur. Vita menuruti perintah suami nya lalu membaringkan tubuh nya.


Randy mematikan terlebih dahulu laptop dan handycam milik Vita. Setelah itu, Ia mematikan lampu dan ikut berbaring di samping Vita. Randy menarik Vita ke dalam pelukan nya, lalu mereka memejamkan mata dan masuk ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Sesuai janji saya tadi, ini episode ketiga hari ini karena akak akak sudah memberikan vote yang banyak.

__ADS_1


Tetap terus like and vote yang banyak ya akak.


Sampai bertemu kembali besok***.


__ADS_2