
PARIS, PERANCIS.
Clara sudah di perbolehkan pulang oleh dokter setelah menjalani rawat inap di rumah sakit selama satu minggu.
Clara duduk di tepi ranjang setelah selesai membereskan barang barang nya. Fikiran nya melayang memikirkan Alex yang masih belum ada kabar nya.
" Kemana Alex? Kenapa sampai sekarang nomor nya tidak bisa di hubungi?, " tanya Clara pada diri nya sendiri.
" Ahh, lebih baik aku sekarang pulang ke penthouse nya, " gumam Clara.
Clara beranjak dari ranjang dan membawa tas nya lalu berjalan keluar meninggalkan ruang rawat di mana diri nya selama seminggu ini di rawat.
Clara pergi ke penthouse Alex menaiki taksi yang Ia panggil tadi di depan lobi rumah sakit. Setelah melakukan perjalanan sekitar empat puluh lima menit, taksi yang membawa Clara berhenti di halaman penthouse Alex.
Setelah membayar ongkos kepada supir, Clara turun dari taksi dan berjalan menuju pintu utama penthouse.
Clara langsung menekan password pintu dan masuk ke dalam penthouse. Saat di dalam, Clara merasa heran kenapa di dalam penthouse lampu tidak menyala dan tidak ada satu pun pelayan di sana.
Clara mencari saklar lampu di ruang tamu dan menghidupkan nya. Setelah itu, Ia menuju dapur untuk mencari para pelayan Alex.
Lampu di dapur juga mati, Ia mencari saklar dan menghidupkan nya. Clara menjerit memanggil para pelayan, tetapi tidak ada yang datang.
" Kemana semua para pelayan di sini?, " tanya Clara pada diri nya sendiri.
Clara memijit pelipis nya karena merasa kepala nya sangat sakit. Ia memutuskan untuk ke kamar dan beristirahat.
Sesampai nya di kamar, Clara langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya, setelah beberapa saat Clara tertelap tidur.
****
Clara terbangun karena mendengar suara bel berbunyi. Ia membuka mata nya dan beranjak dari tempat tidur.
Dengan jalan perlahan, Clara turun ke lantai bawah untuk membukakan pintu.
Saat pintu terbuka, Clara mengernyitkan kening nya melihat dua orang pria berbadan tegap yang tidak di kenal nya berada di hadapan nya.
Clara memberanikan diri bertanya kepada kedua pria itu maksud dan tujuan nya.
" Maaf, kalian siapa dan datang kemari mencari siapa?, " tanya Clara.
" Sebelum nya kami mohon maaf. Kami datang ke sini ingin bertanya, apakah nona ingin memperpanjang sewa kontrak penthouse ini?, " tanya salah satu pria.
Clara kembali mengernyitkan kening nya, apa apaan datang datang tanya perpanjang sewa kontrak. Bukan nya ini milik Alex.
" Maksud anda apa? Penthouse ini milik Alex kekasih saya, " tanya Clara balik.
" Maaf nona, selama ini tuan Alex hanya menyewa penthouse ini dari bos kami dan masa kontrak nya akan berakhir lusa. Jadi, kami datang ke sini ingin bertanya tentang perpanjangan kontrak sewa penthouse ini, " jawab pria itu.
" Tidak mungkin, ini milik kekasih saya Alex, " sanggah Clara.
" Kalau nona tidak percaya, ini kami bawa bukti perjanjian sewa menyewa penthouse ini, " ucap pria itu sambil menyerahkan sebuah amplop coklat berukuran besar.
Clara segera mengambil amplop itu lalu membuka dan membaca nya. Tubuh Clara gemetar membaca isi surat itu dan perlahan tubuh nya merosot jatuh ke lantai.
__ADS_1
" Apa ini, kenapa bisa seperti ini? Aku di tipu selama ini, " tanya Clara panik.
Salah satu pria membantu Clara untuk bangkit dan menuntun nya untuk masuk ke dalam dan mendudukkan Clara di sofa.
Clara benar benar syok dengan semua yang terjadi. Semua nya begitu tiba tiba dan diri nya bingung harus bagaimana.
" Nona, anda baik baik saja?, " tanya pria itu.
Clara tidak menjawab pertanyaan pria di hadapan nya. Fikiran nya melayang memikirkan Alex yang selama ini ternyata menipu diri nya.
" Saya tau nona sedang syok tapi kami mohon maaf untuk pertanyaan kami ini. Apakah nona akan memperpanjang penthouse ini? Jika tidak, kami harap lusa pagi nona sudah keluar dari sini, " ucap pria itu.
" Lusa pagi kami akan datang kembali untuk mengetahui keputusan nona. Kami permisi, " ucap pria itu lalu mereka keluar dari penthouse meninggalkan Clara sendiri.
Setelah kedua pria itu pergi, Clara menangis sejadi jadi nya. Ia bingung dengan semua yang terjadi saat ini.
Alex yang selama ini di kenal nya ternyata hanya menipu diri nya. Tapi, apa maksud Alex menipu nya selama ini. Diri nya juga tidak memiliki banyak harta, tapi kenapa Alex menipu nya.
Pertanyaan demi pertanyaan berputar putar di kepala Clara. Clara bangkit dari sofa dan berjalan perlahan kembali ke kamar.
Di dalam kamar, Clara segera mencari ponsel nya di dalam tas. Ia menghubungi nomor Alex berkali kali, tetapi nomor Alex masih tetap tidak aktif.
Clara sangat frustasi, tubuh nya terduduk di lantai dan air mata nya kembali mengalir deras.
" Alex brengs*k, " teriak Clara berulang kali.
Clara terus menangis di lantai sambil menjambak rambut nya karena merasa sangat frustasi. Ia tertidur di lantai karena merasa kelelahan setelah menangis.
****
Air mata nya kembali menetes mengingat diri nya yang begitu bodoh, dan dengan mudah nya percaya kepada Alex.
" Alex apa maksud kamu sebenar nya? Kenapa kamu menipu ku?, " tanya Clara sambil terisak isak.
" Sekarang bagaimana dengan diri ku? Dengan diri ku yang sekarang tidak mungkin aku bisa kembali bekerja sebagai model, " gumam Clara.
Tiba tiba Clara teringat dengan ucapan Claudia. Mungkin saja, perusahaan mau membantu nya untuk membiayai operasi plastik nya, dan nanti akan di ganti dengan gaji nya selama menjadi model di perusahaan itu.
Clara mengambil ponsel nya dan menghubungi Claudia. Setelah memberitahukan keinginan nya, Claudia mengatakan akan mencoba membantu nya untuk bisa bertemu dengan bos mereka hari ini.
Clara mengucapkan banyak terima kasih kepada Claudia lalu mengakhiri panggilan nya bersama Claudia. Setelah itu, Ia bergegas mandi dan bersiap siap untuk pergi ke kantor.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit dengan menaiki taksi, Clara tiba di depan lobi kantor nya.
Ia berjalan masuk ke dalam kantor dengan memakai celana jeans panjang, kemeja lengan panjang, lalu selendang yang menutupi kepala nya dan sebuah kaca mata hitam. Ia tidak ingin orang orang tau bagaimana kondisi nya yang sekarang.
Setelah bertemu Claudia di ruangan nya, kini mereka menaiki lift menuju ke lantai ruangan kerja bos mereka.
Setelah mendapat izin, sekertaris bos mengantarkan mereka masuk ke dalam ruangan kerja bos mereka.
Mereka semua duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Clara membuka kaca mata dan selendang nya.
Claudia tidak terkejut dengan keadaan Clara karena selama beberapa hari Clara di rawat di rumah sakit, Claudia sering menjenguk nya.
__ADS_1
Tetapi tidak untuk bos mereka. Ia sangat terkejut mendapati keadaan karyawan nya begitu menyedihkan.
" Maaf nona, kedatangan saya ke sini untuk memohon bantuan nona, " ucap Clara memulai pembicaraan.
" Bantuan apa yang kamu maksud Clara?, " Tanya Stella Ivanova Matvey selaku CEO Matvey entertaiment.
" Saya mohon kepada nona untuk membantu saya membiayai biaya operasi plastik saya. Dan nanti, semua itu akan di ganti dengan gaji saya selama bekerja di sini, " mohon Clara.
" Saya bisa membantu kamu mengenai hal itu. Tetapi, untuk ke depan nya, perusahaan saya pasti akan bermasalah dengan opini publik tentang model saya yang melakukan operasi plastik. Kalian tau sendiri, masih banyak publik yang tidak suka dengan hal itu, " balas Stella.
" Saya mohon nona, saya tidak tau lagi harus bagaimana, " ucap Clara terdengar putus asa.
" Baiklah, saya akan membicarakan dulu dengan para direksi mengenai hal ini. Saya juga butuh pendapat mereka dan tidak bisa sembarangan mengambil keputusan, " balas Stella.
" Terima kasih nona, terima kasih banyak. Kalau begitu, kami permisi nona. Saya berharap nona bisa membantu saya, " ucap Clara.
" Sama sama, " balas Stella.
Setelah pembicaraan mereka selesai, Clara kembali memakai selendang dan kaca mata hitam nya. Lalu, Clara dan Claudia pergi meninggalkan ruang kerja Stella.
Di ruang kerja Claudia, Clara mengucapkan banyak terima kasih kepada Claudia karena mau membantu nya untuk bisa bertemu dan berbicara langsung dengan CEO mereka.
Setelah itu, Clara pamit kepada Claudia untuk pulang ke penthouse Alex. Ia akan membereskan kembali barang barang nya dan pindah kembali ke apartemen nya karena diri nya tidak akan sanggup membayar sewa penthouse itu.
Clara mengutuk diri nya sendiri karena bisa dengan mudah tertipu bujuk rayu Alex. Hanya satu pertanyaan yang terus berputar di otak nya, Untuk apa Alex menipu diri nya sedangkan diri nya bukan lah wanita kaya raya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maafkan saya yang baru bisa up sekarang. kemarin lagi ada urusan di dunia nyata, jadi mohon untuk di mengerti.
Ayo ayo terus like and kirim vote yang banyak, nanti akan saya up lagi kalau banyak yang ngevote. Jangan cuma comment next saya ya akak.
Love you all***.
__ADS_1