
Pagi ini keluarga Djaya sedang menikmati sarapan pagi mereka. Tidak seperti hari hari biasa nya mereka makan dengan di selingin canda tawa, sudah beberapa hari ini sejak kematian kedua orang tua Alfian, Vita terlihat cukup murung.
Sejak pulang dari rumah Alfian malam hari nya, Vita sering melamun. Ia teringat ayah bunda nya yang juga sudah pergi meninggal kan nya untuk selama nya. Jika saat ini Ia sudah memiliki keluarga baru, berbeda dengan Alfian yang sekarang sendirian.
Randy menyentuh lengan Vita dengan lembut, menyadar kan Vita dari lamunan nya.
" Sayang, jangan melamun terus. Ayo cepat habis kan sarapan mu, nanti kita terlambat, " tegur Randy.
" Ehh ii..iya mas, maaf, " ucap Vita saat tersadar dari lamunan nya.
Vita kembali memakan sarapan nya, rasa nya sulit sekali makanan makanan itu melewati tenggorokan nya.
Ilham dan Rita memahami perasaan menantu mereka, pasti menantu mereka beberapa hari ini mengingat orang tua nya yang sudah meninggal.
" Oiya ada yang ingin papi sampai kan kepada kalian semua, " ucap Ilham tegas.
Mereka menghentikan aktivitas makan mereka lalu beralih menatap wajah Ilham yang menunjukkan raut wajah serius.
" Papi ingin menyampaikan apa?, " tanya Randy.
" Begini, papi ingin mengatakan kalau papi ingin mengangkat Alfian sebagai putera papi, " jawab Ilham.
Mereka semua menatap Ilham tak percaya. Kenapa tiba tiba memutuskan hal besar seperti itu.
" Kenapa papi tiba tiba memutuskan untuk mengangkat Alfian sebagai putera papi?, " tanya Randy.
" Ada alasan khusus kenapa papi memutuskan hal ini. Dan nanti malam saat tahlilan malam ketiga, papi akan mengatakan hal ini kepada Alfian, " jawab Ilham dan mereka semua mengangguk.
" Bagaimana menurut kalian?, " tanya Ilham.
" Mami setuju saja keputusan papi. Lagi pula, Alfian juga anak yang baik. Menambah satu anggota keluarga lagi, bukan hal yang buruk juga, " jawab Rita.
" Kalau papi sudah memutuskan hal itu, Randy juga setuju setuju saja, " jawab Randy.
Ilham menatap Vita yang hanya diam sambil terus mengaduk makanan yang ada di piring nya.
" Nak, bagaimana menurut kamu tentang keputusan papi ini?, " tanya Ilham kepada Vita.
Vita menatap mertua nya sejenak lalu tersenyum dan berucap.
" Vita setuju pi jika itu sudah menjadi keputusan papi. Vita yakin dan percaya keputusan papi pasti untuk kebaikan semua orang, " jawab Vita.
" Bagus lah kalau kalian setuju. Nanti malam, setelah tahlilan jangan pulang dulu. Kita akan mendampingi Alfian menemui pengacara orang tua nya yang akan menyampaikan wasiat orang tua nya. Dan malam ini juga, papi akan mengajak pengacara papi untuk sekalian mengurus surat adopsi Alfian, " ucap Ilham.
Mereka semua mengangguk lalu kembali melanjutkan sarapan mereka. Setelah selesai sarapan, Randy dan Vita pamit untuk segera berangkat. Mereka saling bergantian mencium punggung tangan Ilham dan Rita lalu berjalan keluar rumah menuju mobil.
Setelah Randy dan Vita pergi, Rita bertanya kepada Ilham apa alasan sebenar nya suami nya itu kenapa ingin mengadopsi Alfian.
" Mas, katakan kepada ku apa alasan kamu ingin sekali mengadopsi Alfian. Kita bisa saja kan menganggap nya sebagai putera kita tanpa harus mengadopsi, seperti hal nya teman teman Vita yang lain yang sudah seperti anak kita sendiri, " ucap Rita.
" Papi melakukan ini semua untuk masa depan Alfian dan juga menjauh kan dia dari orang orang picik dan gila harta, " balas Ilham.
" Maksud papi apa?, " tanya Rita.
" Kemarin malam saat malam tahlilan kedua orang tua Afian, papi tidak sengaja mendengar percakapan om dan tante nya Alfian. Mereka mengatakan kalau mereka harus bisa mendapat kan hak asuh Alfian agar mereka bisa menguasai warisan dari orang tua Alfian. Keluarga Alfian seperti berlomba lomba mengambil hati Alfian agar bisa menjadi wali Alfian. Setelah berhasil menjadi wali nya, mereka akan mencari cara untuk menyingkirkan Alfian agar warisan itu menjadi milik mereka semua. Papi tidak akan membiarkan mereka melakukan hal itu kepada Alfian. Jadi, papi memutuskan untuk menjadi wali Alfian, " jawab Ilham.
Rita mengangguk kan kepala nya lalu tersenyum kepada suami nya.
" Keputusan papi sudah benar untuk menjadi wali Alfian. Alfian adalah anak yang baik, tidak pantas mendapatkan penderitaan lebih dari pada ini. Setelah ini, kita akan memberikan kebahagiaan untuk nya, " ucap Rita.
" Terima kasih ya sayang, kamu memang istri dan ibu yang sempurna untuk ku dan anak anak kita, " balas Ilham.
__ADS_1
" Papi terlalu memuji, " ucap Rita lalu mereka tertawa bersama.
****
Malam ini setelah selesai tahlilan malam ketiga, pengacara kedua orang tua Alfian menemui Alfian untuk menyampaikan wasiat mereka.
Di sana sudah ada Alfian dan keluarga dari papa dan mama nya. Tak ketinggalan anak anak XIIipa1 yang selalu setia menemani Alfian dan juga Rei, Randy dan kedua orang tua Randy serta pengacara Ilham.
Pengacara kedua orang tua Alfian mengatakan, jika semua harta kekayaan yang di tinggal kan oleh kedua orang tua Alfian akan di wariskan kepada Alfian. Rumah, Vila, kebun teh dan juga perusahaan akan menjadi milik Alfian. Tetapi karena Alfian belum bisa mengelola itu semua, maka wali nya lah yang akan mengelola semua itu sampai Alfian di anggap cukup mampu mengelola semua nya.
Di saat itu lah, seluruh keluarga Alfian berebut untuk menjadi wali Alfian dan berusaha mempengaruhi Alfian agar memilih salah satu dari mereka.
Alfian hanya diam memperhatikan semua keluarga nya yang saling berebut menjadi wali untuk diri nya. Dia sendiri juga gak ingin memilih salah satu dari om maupun tante nya karena dia tau bagaimana picik nya mereka.
Di saat itu lah, Ilham mengatakan kepada semua orang kalau dia yang akan menjadi wali Alfian dengan mengadopsi Alfian.
" Saya harap kalian semua bisa tenang, saya ingin menyampaikan sesuatu malam ini, " ucap Ilham Tegas.
Semua orang terdiam mendengar ucapan Ilham. Mereka mengenal siapa Ilham Djaya, orang terkaya di Indonesia. Tapi, yang jadi pertanyaan mereka sejak kemarin, kenapa keponakan mereka bisa mengenal Ilham.
" Malam ini, saya ingin menyampaikan kalau saya yang akan menjadi wali Alfian. Saya akan mengadopsi nya dan membantu nya mengurus perusahaan orang tua nya dan juga aset aset nya. Setelah dia cukup mampu berdiri sendiri, saya akan melepas perusahaan itu untuk di kelola nya sendiri, " ucap Ilham.
Mereka semua terkejut mendengar apa yang di sampaikan Ilham. Lalu, mereka menolak jika Ilham menjadi wali nya kerena bukan bagian dari keluarga mereka.
" Tidak bisa, anda tidak bisa menjadi wali Alfian. Yang harus menjadi wali nya adalah salah satu dari kami, om dan tante nya, " tolak salah satu Om Alfian.
" Kenapa? Apa kalian berfikir saya tidak mampu untuk membantu nya mengurus perusahaan dan mengajarkan kepada nya tentang bisnis orang tua nya? Atau kalian menolak semua ini karena kalian ingin menguasai warisan dari orang tua nya?, " Pertanyaan Ilham membuat mereka terdiam seribu bahasa.
" Maksud anda apa menuduh kami seperti itu?, " tanya tante Alfian satu satu nya yang tidak terima dengan tuduhan Ilham.
Ilham tertawa lalu mengeluarkan ponsel nya dan memutar rekaman percakapan salah satu om nya dan istri om nya.
Om dan tante Alfian pucat pasi mendengar rekaman itu. Alfian tau jika keluarga papa dan mama nya orang yang picik, tetapi Ia tidak berfikir sampai mereka akan melakukan hal hal buruk untuk bisa menguasai warisan nya.
Wajah om dan tante Alfian semakin pucat mendengar ancaman Ilham. Mereka tau bagaimana kejam nya seorang Djaya.
" Fian, " panggil Vita sambil memegang tangan Alfian.
Alfian menoleh ke arah Vita dan menatap Vita yang sedang duduk di samping nya.
" Gue yakin dan percaya keputusan papi adalah yang terbaik untuk lo. Dan gue akan lebih bahagia jika lo mau menjadi anak nya papi. Jadi, keputusan lo apa?, " tanya Vita.
Alfian berfikir cukup lama, Ia tidak bisa sembarangan mengambil keputusan. Tapi, jika dia menerima tawaran Ilham, maka dia bisa belajar bisnis dari orang yang sangat ahli di dunia bisnis. Tentu nya, Ia bisa menjadi penerus perusahaan papa nya dan mungkin bisa lebih mengembangkan perusahaan papa nya. Bagian terpenting nya, warisan kedua orang tua nya gak jatuh di tangan orang orang picik seperti om dan tante nya.
Alfian menarik nafas nya lalu menghembuskan nafas nya secara perlahan. Alfian menatap kedua mata pengacara orang tua nya.
" Pak, saya sudah memutuskan untuk menjadi kan Om ilham sebagai wali saya, " putus Alfian.
Vita dan yang lain nya tersenyum bahagia, tetapi tidak untuk keluarga Alfian, mereka benar benar marah dan tidak terima dengan keputusan ini. Tapi, karena itu sudah menjadi keputusan Alfian dan pengacara menyetujui nya, maka mereka tidak bisa berbuat apa apa. Mereka semua pergi meninggalkan rumah Alfian dengan perasaan kesal dan marah.
" Om senang kamu memutuskan untuk menjadikan om sebagai wali mu. Kamu tetap akan memakai nama belakang keluarga mu dan om tidak akan memaksa kamu mengubah nya menjadi Djaya. Setelah ini, om akan mengajarkan kepada mu bagaimana mengurus perusahaan papa mu dan akan di bantu juga oleh Randy, " ucap Ilham.
" Terima kasih om, Alfian mohon bantuan om dan mas Randy untuk membimbing Alfian, " balas Alfian.
Rita menghampiri Alfian lalu duduk di samping Alfian. Ia mencium kening Alfian lalu memeluk Alfian dengan Erat.
" Mulai sekarang kamu harus panggil kami dengan sebutan mami dan papi. Dan mulai sekarang, mami dan papi akan memberikan kamu kasih sayang yang sama besar nya seperti kedua orang tua mu. Jadi, kamu jangan pernah berfikir kalau kamu sendiri lagi ya, ada kami yang sekarang menjadi keluarga mu, " ucap Rita setelah pelukan mereka terlepas.
" Iya tan eh mami. Terima kasih karena sudah mau menganggap Alfian sebagai putera mami dan papi, " balas Alfian dengan linangan air mata.
Rita menghapus air mata Alfian lalu kembali memeluk Alfian.
__ADS_1
" Papa, mama, kalian jangan marah ya sama Alfian karena memutuskan untuk menjadi anak angkat keluarga Djaya. Selama nya, Alfian adalah anak kalian. Alfian memutuskan semua ini untuk menjaga hasil dari kerja keras kalian dari mereka yang berfikiran picik. Papa dan mama sekarang tidak perlu khawatir lagi, mulai hari ini Alfian memiliki keluarga yang akan merawat dan menjaga Alfian seperti mama dan papa yang selama ini merawat dan menjaga Alfian. Alfian sayang mama dan papa, yang tenang ya di sana, " gumam Alfian dalam hati.
Alfian dan Rita melepas pelukan mereka, lalu Ilham menyuruh pengacara nya mengeluarkan dokumen adopsi yang harus mereka tanda tangani.
Setelah semua dokumen selesai di tanda tangani, para pengacara memberikan semua dokumen itu kepada Ilham lalu pamit undur diri.
Ilham dan Rita saling bergantian memeluk Alfian sebagai bukti sayang mereka kepada Alfian yang sudah sah menjadi anak angkat mereka.
Semua teman teman Alfian juga memberi selamat satu persatu. Mereka juga turut senang karena Alfian tidak akan sendiri lagi.
Kini, giliran Randy dan Vita yang memberi selamat kepada Alfian.
" Selamat ya Fian, sekarang kamu bagian dari keluarga Djaya, " ucap Vita tersenyum bahagia.
Saat Vita dan Alfian ingin berpelukan, Randy langsung menahan bahu Alfian dan menatap tajam Alfian.
" Jatah kamu sudah habis memeluk istri ku. Hari ini, kamu gak aku izinin memeluk nya, " ucap Randy.
Mereka semua tertawa melihat Randy yang cemburu. Dasar Randy, saat saat haru begini masih saja rasa cemburu nya menguasai.
Alfian kemudian tidak jadi memeluk Vita dan beralih memeluk Randy.
" Dasar saudara pelit. Sekarang gue eh aku ini adik mu, jangn pelit pelit sama adik mu sendiri, " ucap Alfian terkekeh.
Randy melepas pelukan mereka lalu menjitak kepala Alfian.
" Sekarang, memang kamu sudah menjadi adik ku. Tapi, aku tidak akan pernah merelakan kamu memeluk nya. Vita hanya milik ku, " balas Randy.
" Iya iya, tapi jangan lupa kalau kamu dulu merebut nya dari ku, " ledek Alfian.
Randy mendengus kesal lalu kembali memeluk Alfian.
" Welcome to our family, Djaya's family, " ucap Randy tulus.
" Thank you brother, " balas Alfian tulus.
Vita menghapus sudut mata nya yang berair dan tersenyum bahagia.Lalu, ia memeluk suami nya dan sahabat sekaligus adik ipar nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Inilah buah keikhlasan mu Alfian. Ikhlas melepas Vita, Ikhlas dengan takdir Allah tentang orang tua mu. Kini, Allah mengganti semua itu dengan kebahagiaan yang tiada tara. Welcome to Djaya's family ya sayang ku Alfian.
__ADS_1
Gimana akak akak semua, setuju kan Alfian menjadi bagian dari keluarga Djaya?
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak. Teria kasih***.