
Vita, Ayu, Ririn dan Vira telah selesai membuat dalgona. Mereka menuang nya ke dalam gelas untuk di bagi kepada seluruh keluarga.
Di bantu oleh bi Ana dan bi Asih, mereka membawa nya ke ruang keluarga dan gazebo di taman samping.
" Sayang, ini untuk mu dalgona coffe, " ucap Vita sambil menyodor kan segelas dalgona kepada Randy.
" Terima kasih sayang. Tapi, kamu gak minum coffe kan?, " tanya Randy sambil mengambil segelas dalgona dari tangan Vita.
" Gak dong, kalau aku pilih dalgona milo. Kamu mau coba?, " jawab Vita lalu menyodorkan minuman nya kepada Randy.
" Tidak sayang, untuk mu saja. Aku kan sudah ada, " tolak Randy.
" Yasudah kalau gak mau, " ucap Vita sambil meminum dalgona nya.
" Momsky, kok gelas momsky lebih besar sih dari kami semua?, " tanya Fabian saat melihat gelas Vita berukuran dua kali lipat dari mereka.
Vita berhenti meminum dalgona nya lalu menoleh ke arah Fabian.
" Ya ampun Bian, lo lupa kalau gue lagi hamil. Jadi, ini gue minum sekalian untuk anak gue, " jawab Vita.
" Memang seperti itu ya kalau orang hamil? Baru tau gue. Tapi, momsky gak takut jadi gendut makan dan minum double gitu?, " tanya Fabian.
" Wahh parah lo, lo doain gue jadi gendut?, " ucap Vita kesal.
Randy menatap tajam ke arah Fabian, sementara Alfian memukul belakang kepala Fabian karena berada tepat di samping nya. Alfian meringis dan menunduk kan kepala nya karena merasa telah salah bicara.
" Sayang, jangan kesal dan marah marah ya, ingat anak kita. Kamu gak usah dengarin omongan orang lain. Kamu gak akan gendut kok, " ucap Randy menenang kan Vita.
" Iya iya, sayang, " balas Vita lalu kembali meminum dalgona nya.
" Rand, berapa lama kalian pacaran sampai akhir nya memutuskan untuk menikah?, " tanya Aro tiba tiba.
" Kita gak pacaran, " jawab Randy.
" Gak pacaran? Memang nya sudah berapa lama kalian saling kenal sampai memutuskan menikah tanpa ada nya tahap pacaran?, tanya Aro penasaran.
" Itu, " ucapan Randy terpotong karena Vita menyela omongan nya.
" Kira kira dua jam kenal langsung ngelamar gue. Awal nya gue tolak, gue kira otak nya mas Randy jadi somplak gara gara kami tabrakan waktu itu, eh tau nya serius, " ucap Vita.
" Hah? Serius? Wuiihhh keren bro, " puji Aro kepada Randy.
" Keren apaan, bod*h iya karena bisa di tipu wanita ular itu, " sindir Vita.
" Sayang, sudah dong jangan bahas dia lagi. Kamu juga jangan ingat ingat dia lagi, aku gak mau anak kita malah mirip dia. Kan kata orang tua tua dulu, kalau lagi hamil jangan marah dan benci sama seseorang nanti anak nya bisa mirip orang itu, " ucap Randy.
" Hei apa pula seperti itu. Kamu ayah nya, aku ibu nya, masa mirip orang lain, enak saja. Aku yang capek di bawah kamu, aku juga yang hamil, masa wajah anak ku mirip orang lain, " balas Vita gak terima.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Vita. Bisa bisa nya cerita kegiatan mereka di dalam kamar.
" Ishhh tuh kan, gara gara kamu nih aku jadi keceplosan, " ucap Vita malu lalu menenggelamkan wajah nya di dada Randy.
" Sudah sudah gak usah malu sayang, " balas Randy lalu mencium puncak kepala Vita.
Mereka kembali mengobrol dan bernyanyi bersama. Saat menjelang sore, Rei dan anak anak XIIipa1 pamit pulang karena ingin Vita beristirahat. Rita menyuruh mereka untuk makan malam bersama terlebih dahulu, tetapi mereka monolak karena tidak ingin merepot kan bi Ana dan bi Asih memasak banyak makanan.
****
Setelah makan malam selesai, Vita pamit duluan ke kamar. Ia merasa sangat lelah karena seharian ini berkumpul bersama teman teman dan keluarga.
Rita menyuruh Randy untuk menemani Vita agar Vita tidak sendirian dan jika membutuh kan sesuatu, Vita bisa cepat mendapat kan nya.
Vita mencuci muka dan menggosok gigi nya terlebih dahulu baru merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur.
" Sayang, kamu mau aku pijitin?, " tanya Randy yang sudah berbaring di samping Vita.
" Gak usah deh sayang, kamu kan juga lelah, " tolak Vita.
" Yakin gak mau? Aku gak lelah kok kalau cuma pijitin kamu, " tanya Randy memastikan.
__ADS_1
" Yakin sayang. Aku memang lelah tapi istirahat saja cukup untuk ku jadi kamu gak perlu pijitin aku, " jawab Vita.
" Yasudah kalau kamu gak mau aku pijitin, " ucap Randy.
" Oiya sayang, besok aku pergi sekolah nya bareng Alfian saja ya. Jadi kamu gak perlu mengantar aku, " ucap Vita.
" Kenapa begitu? Kan aku suami kamu, harus nya aku yang mengantar kamu ke sekolah, " balas Randy gak terima.
" Sayang, kan aku satu sekolah plus satu kelas lagi sama Alfian, jadi gak ada salah nya aku berangkat ke sekolah bareng Alfian. Lagi pula, aku gak mau ngerepotin kamu, " ucap Vita memberi pengertian.
" Iya, tapi kan sayang, " belum lagi Randy selesai berbicara, Vita menyela omongan Randy.
" Kamu gak lagi cemburu kan sama Alfian? Ya Allah mas, Alfian itu sekarang adik ipar ku. Jadi, kamu harus menghilangkan perasaan seperti itu. Lagi lupa, sekarang aku sedang mengandung anak kamu, jadi gak mungkin aku atau Alfian macam macam, " ucap Vita.
" Yasudah kalau kamu mau nya begitu, aku turuti. Tapi janji jangan terlalu dekat dengan Alfian, " ucap Randy.
" Iya iya suami ku yang bawel, cerewet, pecemburu, possesive, " balas Vita terkekeh.
Randy mencubit gemas kedua pipi Vita sampai Vita meringis dan meronta minta di lepas kan.
" Sayang, apa gak sebaik nya kamu di rumah saja dan tidak perlu ke sekolah? Aku takut kamu kenapa napa karena sedang hamil muda, " tanya Randy.
" Aku tetap mau sekolah sayang, kan tinggal sebulan lagi ujian nasional. Setelah ujian, aku libur dan gak sekolah lagi, " jawab Vita.
" Lalu, kamu mau langsung lanjut kuliah?, " tanya Randy.
" Aku rasa sih aku tunda dulu sampai melahirkan dan anak kita lepas asi. Aku gak mau saat kuliah nanti malah anak kita kecarian aku minta asi, " jawab Vita.
" Kan kamu bisa stock asi sayang, aku rasa sih gak masalah. Jadi, kami gak harus tunda kuliah kamu terlalu lama, " usul Randy.
" Aku gak mau sayang, aku mau memberikan langsung asi ku kepada anak kita. Pendidikan ku memang penting untuk mencapai cita cita ku, tapi anak kita jauh lebih penting. Jadi, menunda dua tiga tahun gak masalah sayang, " balas Vita.
" Kamu memang best banget sayang. Aku beruntung memiliki istri seperti mu, " ucap Randy lalu mencium puncak kepala Vita berkali kali.
" Sekarang kamu tidur ya, sudah malam, " ucap Randy.
Vita mengangguk kan kepala nya lalu memeluk Randy dan menenggelam kan wajah nya di dada Randy.
****
Vita terbangun tengah malam karena merasa perut nya sangat lapar. Ia membuka mata nya dan melihat ke arah jam dinding, jam dua dini hari, cicit Vita.
" Lapar banget, " gumam Vita.
Vita bangkit dan duduk di atas tempat tidur. Ia melihat Randy tertidur pulas, rasa nya gak tega untuk membangun kan Randy.
" Kasihan mas Randy kalau aku bangun kan. Lebih baik aku pergi sendiri saja ke dapur, " gumam Vita.
Vita turun dari tempat tidur dan berjalan dengan perlahan lahan menuju pintu kamar lalu keluar dari kamar.
Vita bergegas menuju ke dapur karena perut nya terus meronta minta di isi.
Sesampai nya di dapur, Vita langsung mencari bahan untuk membuat ommelet. Setelah itu, Ia mulai memasak dan menghidang kan di atas piring saat sudah matang lalu membawa nya ke meja makan.
" Harum nya, " gumam Vita.
Vita segera melahap ommelet buatan nya sampai habis tak bersisa lalu meminum segelas air putih.
" Kenyang nya, " gumam Vita.
Vita membawa gelas dan piring kotor nya ke dapur lalu mencuci nya. Setelah mencuci piring, Vita kembali ke kamar nya.
Saat berbalik dan ingin pergi ke kamar nya, Vita terkejut karena tiba tiba Aro sudah ada di hadapan nya.
" Astagfirullah. Aro, kamu ngagetin aku saja, " ucap Vita sambil mengelus dada nya.
" Sorry sorry, gue gak sengaja ngagetin kamu, " balas Aro merasa bersalah.
" Iya gak apa apa. Kamu ngapain ke dapur?, " tanya Vita.
__ADS_1
" Aku haus dan minuman di kamar ku sudah habis, jadi aku turun ke bawah. Kalau kamu sendiri ngapain di dapur sendirian?, " tanya Aro.
" Ohh, aku terbangun karena merasa lapar. Aku gak tega membangun kan mas Randy karena dia sudah nyenyak tidur, jadi aku turun sendiri, " jawab Vita.
" Begitu ya, " balas Aro.
" Emm, aku balik ke kamar duluan ya, " pamit Vita.
Tanpa menunggu jawaban Aro, Vita melangkah melewati Aro untuk kembali ke kamar nya. Namun, langkah nya terhenti karena mendengar ucapan Aro.
" Kamu bahagia menikah bersama Randy?, " tanya Aro tiba tiba.
Vita berhenti dan membalas ucapan Aro tanpa berbalik menghadap Aro.
" Aku bahagia, sangat bahagia, " jawab Vita.
" Kenapa kamu tidak menepati janji mu untuk menunggu ku, An. Bukan kah, saat itu aku bilang untuk menunggu ku, " tanya Aro lalu berbalik menghadap Vita yang masih memunggungi nya.
Vita berbalik dan mereka kini berdiri berhadapan.
" Sampai kapan aku harus menunggu mu? Kamu sendiri saja tidak pernah memberi ku kabar sama sekali. Aku sendiri juga gak tau, kamu di sana sudah menikah atau belum. Harus kah aku menunggu sesuatu yang gak pasti, kak Al?, " tanya Vita menekan kan di akhir kalimat nya.
" Maaf kan aku, An. Saat itu aku ingin kembali menemui mu, tapi keadaan tidak memungkinkan untuk ku meninggalkan London, " jawab Aro.
" Lalu, tidak bisa kah kak Al memberi ku kabar? Sejak kepergian kak Al saat itu, aku berharap kak Al memberi ku kabar, tapi semua itu hanya angan angan ku saja. Masih kah aku berharap akan sesuatu yang tak pasti itu?, " tanya Vita.
" Maaf kan aku, An. Aku ingin sekali memberi mu kabar saat tiba di London, tapi saat itu, tiba tiba saja keadaan menjadi kacau karena daddy ku meninggal terkena serangan jantung. Aku terlalu sibuk mengurus pemakaman nya lalu menenangkan mommy dan adik ku yang masih sangat shock. Setelah itu, waktu untuk diri ku saja tidak ada karena sibuk melanjut kan kuliah dan mengurus perusahaan daddy, " jawab Aro lirih.
" Kak Al, aku turut berduka atas meninggal nya daddy kakak. Maaf, karena tidak bisa menemani di saat saat sulit kakak, " ucap Vita.
" Terima kasih, " balas Aro.
" An, kamu tau, aku selalu mengingat diri mu saat berada di London. Aku berharap saat kamu lulus sekolah, aku akan membawa kamu bertemu dengan mommy dan memperkenal kan kamu sebagai calon istri ku. Tapi, harapan ku hancur begitu saja saat mendapat undangan dari Randy. Aku melihat nama dan foto mu tertera di sana. Berulang kali aku mengatakan kepada diri ku sendiri jika itu bukan kamu, tapi kenyataan itu sungguh pahit, harapan ku untuk menikah dengan mu pupus begitu saja. Aku sungguh sangat kecewa, An. Aku benar benar kecewa dan terpuruk karena kehilangan mu, " ucap Aro dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya. Ia sudah tidak sanggup lagi menahan kesedihan hati nya.
" Maaf, " hanya kata itu yang keluar dari bibir mungil Vita.
Sesungguh nya, Vita juga merasa sedih melihat keadaan Aro saat ini. Vita tau, sejak awal Aro berusaha untuk tegar melihat kemesraan nya dengan Randy. Vita melihat di mata Aro begitu banyak cinta untuk diri nya, tetapi Ia juga melihat kekecewaan yang mendalam di sana.
Namun, nasi sudah menjadi bubur dan waktu tidak bisa di putar kembali. Kini, Aro hanya lah masa lalu nya dan Randy adalah masa depan nya. Ia tidak mungkin bisa berpisah dari Randy karena diri nya sudah sangat mencintai Randy.
" Maaf kan aku, kak Al. Aku tau kamu merasa sangat kecewa dengan semua ini. Tapi, semua sudah terjadi, kita tidak bisa bersama seperti dulu lagi, " gumam Vita dalam hati sambil menatap sendu Aro yang masih menangis di hadapan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Berhubung besok sudah memasuki bulan suci Ramadhan, saya Utami Pravita dan keluarga besar saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, and vote yang banyak ya akak***.