
Lift yang membawa Vita, felix dan para bodyguard tiba di lantai paling atas di mana ruangan Randy berada. Mereka bergegas keluar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan Randy.
Saat sudah sampai di depan meja Siska sekertaris Randy, Vita bertanya tanya kemana pergi nya Siska karena tidak bisa nya meja nya kosong.
" Kemana mbak Siska? Apa ikut meeting dengan mas Randy? Sudah sore begini masih saja meeting, " gerutu Vita kesal karena suami nya sangat sibuk belakangan ini.
" Mau masuk saja atau tunggu di sini?, " tanya Felix.
" Masuk saja deh kak, kaki ku pegal baget, " jawab Vita.
Vita melangkah kan kaki nya menuju ke ruangan Randy. Tanpa mengetuk pintu, Felix membukakan pintu untuk Vita dan Vita melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan Randy.
Saat baru saja masuk ke dalam ruangan Randy, Vita di buat tercengo karena melihat kursi kerja yang biasa di duduki suami nya, saat ini sedang di duduki oleh seorang perempuan.
What the hell, siapa pula perempuan yang berani duduk di sana. Selingkuhan Randy? Memang nya, Randy berani selingkuh lagi? Berani selingkuh, maka siap siap kehilangan Vita dan baby nya.
" Hei, siapa kamu berani nya masuk ke dalam ruangan ini tanpa ketuk pintu?, " bentak perempuan itu. Ralat, ondel ondel karena dandanan nya seperti ondel ondel fikir Vita.
Felix yang mendengar Vita di bentak bersiap ingin memberi pelajaran untuk perempuan itu namun di tahan oleh Vita. Ia ingin melihat seberapa berani perempuan di hadapan nya ini yang masih setia duduk di kursi suami nya.
" Kenapa aku harus ketuk pintu dulu saat masuk ke dalam ruangan suami ku sendiri, " jawab Vita santai.
" Suami? Jangan ngaku ngaku kamu. Asal kamu tau ya, aku ini calon istri nya mas Randy, " bentak perempuan itu yang langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah Vita dan felix yang kini sudah berada di samping Vita untuk bersiaga takut takut perempuan itu menyerang Vita.
" Ohh, kamu calon istri nya mas Randy. Sejak kapan mas Randy ingin poligami ya?, " ucap Vita yang masih dengan nada santai.
" Heh poligami? Dia itu masih single ya, " ketus perempuan itu.
" Single? Lah, ini bayi ku jadi siapa bapak nya dong kak Felix? tanya Vita kepada Felix dengan nada yang masih sangat santai.
Felix tersenyum gemas melihat tingkah Vita yang masih dengan santai nya menghadapi perempuan yang jelas jelas ingin merebut suami nya.
" Heh, kamu jangan ngaku ngaku ya hamil anak mas Randy, " bentak perempuan itu.
" Lah, memang ini anak nya mas Randy. Masa anak mas Randy, aku bilang anak orang lain. Kamu itu yang jangan ngaku ngaku calon istri nya mas Randy. Ondel ondel begini bukan tipe nya mas Randy, " jawab Vita yang masih bisa santai di bentak bentak terus seperti itu.
" Jaga ucapan kamu ya. Sebaik nya kamu pergi sekarang atau ku panggil satpam untuk mengusir kamu. Berani sekali kamu bilang anak yang di perut kamu itu anak mas Randy. Dasar jal*ng, pasti anak kamu itu anak haram dengan laki laki lain lalu menjebak mas Randy dan minta pertangung jawaban mas Randy. Dasar murahan, " bentak perempuan itu.
Emosi Vita tersulut saat mendengar anak yang ada di kandungan nya sebagai anak haram. Jelas jelas, dia gak perawan lagi karena ulah mas Randy. Dan itu pun dia berikan setelah beberapa bulan menikah. Berani sekali perempuan di depan nya ini menghina baby nya.
Plaakk.
Satu tamparan keras melayang di pipi kanan perempuan itu.
" Kamu! Berani sekali kamu menam.., ".
Plaakk.
Satu lagi tamparan di pipi kiri perempuan itu sebelum dia selesai berbicara.
" Berani sekali kamu menghina anak ku sebagai anak haram. Lancang sekali mulut mu. Kamu akan menyesal karena telah menghina anak ku, " ucap Vita emosi lalu pergi dari ruangan Randy di susul oleh Felix.
" Cari tau perempuan sial*n itu. Aku ingin informasi lengkap tanpa kurang sedikit pun. Dan minta petugas keamanan untuk rekaman tadi. Aku akan buat dia menyesal karena telah berani menghina keturunan Djaya, " perintah Vita kepada Felix saat mereka berada di dalam lift.
__ADS_1
" Baik nona. Apa ada lagi perintah yang lain nya?, " balas Felix tegas. Kini, Ia dalam mode kerja karena melihat situasi dan perintah yang di berikan oleh Vita.
" Tidak ada. Sisa nya biar aku yang mengurus, " ucap Vita.
" Baik nona, " balas Felix lalu mengambil ponsel nya untuk menghubungi anak buah nya agar segera mencari informasi tentang perempuan tadi.
" It's show time, " ucap Vita lalu terkekeh.
Felix dan para bodyguard tersenyum miring melihat nona mereka mulai beraksi. Ini lah yang di tunggu tunggu mereka. Pertunjukan dari wanita yang lemah lembut tetapi bisa berubah menjadi menyeramkan jika diri nya dan milik nya terusik.
****
Malam hari nya setelah selesai makan malam, keluarga Djaya berkumpul di ruang keluarga. Mereka menikmati cake yang di beli Vita tadi dengan secangkir teh hijau.
" Sayang, itu belanjaan kamu?, " tanya Rita melihat paper bag yang berbaris rapi di lantai.
" Iya mi, tadi Vita belanja sedikit untuk kita semua, " jawab Vita santai.
" Itu sedikit sayang? Gak salah kamu?, " tanya Randy.
" Kenapa? Masalah buat kamu? Kamu marah aku habisin uang kamu?, " tanya Vita balik dengan nada ketus.
" Ehhh, gak gitu sayang. Uang aku, uang kamu juga kok. Maksud aku, kamu belanja sebanyak itu berapa lama? Kasian kan baby nya, pasti kelelahan, " jawab Randy kikuk karena melihat wajah garang istri nya. Aduh Randy, salah bicara kamu itu. Sudah tau istri lagi hamil, sensitif, ini bicara nya begitu lagi.
" Aku dan baby baik baik saja, " jawab Vita masih dengan nada ketus.
" Kamu belanja apa saja sayang? Untuk mami ada gak? " tanya Rita mengalihkan pembicaraan agar Vita tidak kesal lagi.
" Ada dong mi, banyak lagi. Untuk papi, Fian, Felix, ehh semua orang di rumah ini juga Vita beliin, " jawab Vita antusias.
" Aku gak di ajak sayang?, " tanya Randy cemberut.
" Ihhh, ayo sini. Kamu lama deh sayang, " jawab Vita lalu melambaikan tangan nya kepada Randy menyuruh nya cepat mendekat ke arah nya.
" Ini kemeja baru, dasi baru, dan jas baru untuk mas Randy, " ucap Vita sambil menyerahkan beberapa paper bag kepada Randy.
" Ini untuk mami, tas baru, baju baru dan ada juga perhiasan baru untuk mami, " ucap Vita lalu menyerahkan beberapa paper bag kepada Rita.
" Papi mana nih?, " tanya Ilham.
" Ini untuk papi, baju baru dan yang lain nya. Itu baju nya Vita beliin couple untuk mami dan papi biar kelihatan seperti anak muda, " jawab Vita.
" Papi dan mami kan masih muda nak, " canda papi Ilham.
" Hahaha iya, papi dan mami masih muda, masih cantik dan tampan, " balas Vita lalu mereka tertawa bersama.
" Ini untuk kamu Fian, beberapa kemeja baru untuk kuliah nanti dan ini topi untuk mu, " ucap Vita lalu menyerahkan paper bag kepada Alfian.
Tak lupa Vita memberikan kepada Felix dan seluruh pekerja di kediaman Djaya tanpa terkecuali. Mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Vita karena sangat perhatian dan tidak membeda bedakan status mereka. Vita juga membagikan cake yang di beli nya tadi kepada para pekerja agar mereka juga bisa merasakan apa yang tuan dan nyonya mereka makan.
" Kamu benar benar baik nak, perhatian kepada para pekerja di rumah ini dan tidak pernah membeda bedakan status mereka. Papi bangga dan sangat beruntung memiliki menantu sebaik kamu, " ucap Ilham.
" Mereka yang bekerja di rumah kita ini adalah keluarga kita pi. Selama ini mereka telah mendedikasikan diri mereka kepada kita. Mereka juga sangat loyalitas kepada kita. Jadi, tidak ada salah nya kita memberikan hadiah kepada mereka sebagai bentuk ucapan terima kasih karena mereka sudah bekerja dengan sangat keras. Sudah sepantas nya kita melakukan hal ini, karena tanpa mereka kita juga kerepotan di rumah ini, " balas Vita.
__ADS_1
" Kamu benar nak, mereka pantas mendapat kan semua itu, " ucap Ilham.
" Rand, kamu ajak Vita ke kamar biar bisa istirahat. Pasti dia kelelahan karena seharian sudah bersenang senang, " ucap Rita.
" Baik mi, " balas Randy lalu mengajak Vita pergi ke kamar.
Vita pamit kepada semua orang lalu Ia dan Randy pergi menuju kamar mereka untuk beristirahat.
Vita duduk bersandar di atas tempat tidur sambil menunggu Randy yang sedang bersih bersih di dalam kamar mandi. Ia mengambil ponsel nya lalu menghubungi Felix.
" Semua sudah siap?, " tanya Vita.
" Sudah nona. Semua sudah sesuai dengan keinginan anda, tinggal eksekusi, " jawab Felix.
" Ahh, aku sudah tidak sabar menunggu esok hari. Ingat, besok jangan cegah aku dan pastikan tidak ada pengganggu, aku ingin bersenang senang, " perintah Vita.
" Tentu nona, sesuai keinginan anda, " jawab Felix dengan suara tegas.
Vita mengakhiri panggilan nya lalu meletakkan kembali ponsel nya di atas meja lalu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Tak berapa lama, Randy keluar dari kamar mandi dan ikut merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur di samping Vita.
Cup.
" Selamat malam sayang, " ucap Randy setelah mencium kening Vita.
" selamat malam sayang, " balas Vita.
" Semoga malam ini kamu nyenyak tidur sayang, karena besok aku akan mengguncang kantor mu, " gumam Vita dalam hati sambil tersenyum tipis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.