Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 119 Kutub Selatan


__ADS_3

Vita merasakan perasaan yang tidak enak saat Randy melepas pelukan nya dan mencium kilas bibir Vita. Vita terus menatap punggung Randy yang kian menjauh dari pandangan nya. Ia benar benar merasa seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Ia merasa seperti akan kehilangan Randy saat melepas pelukan mereka.


Sejenak, Vita menepis perasaan nya itu jauh jauh. Tidak mungkin Randy akan meninggalkan nya. Tapi sedetik kemudian, perasaan itu muncul kembali.


Ayu menepuk pelan bahu Vita dan membuyarkan lamunan Vita.


" Yaelah baru di tinggal bentar sudah merasa kehilangan, nanti juga ketemu lagi. Sudah ayo kita latihan lagi, " ajak Ayu lalu menarik lengan Vita untuk kembali berlatih.


Vita menahan tangan Ayu dan menggelengkan kepala nya.


" Perasaan gue gak enak Yu, " ucap Vita sendu.


" Hah, maksud lo apaan?, " tanya Ayu bingung.


" Gue ngerasa seperti akan kehilangan mas Randy saat tadi dia melepas pelukan nya, " jawab Vita.


Ayu tertawa mendengar jawaban Vita. Yaelah, sahabat nya ini ternyata juga sudah bucin padahal dulu bilang nya gak akan pernah bucin sama Randy. Termakan omongan sendiri kan Vit, hehehe.


Vita memukul lengan Ayu karena menertawakan nya padahal saat ini dia sedang berkata serius.


" Gue serius, Yu. Entah kenapa perasaan gue benar benar gak enak banget saat ini, " ucap Vita dengan mimik wajah serius.


Ayu berhenti tertawa karena melihat wajah Vita yang berubah serius.


" Kenapa lo bisa ngerasa seperti itu?, " tanya Ayu yang kini wajah nya juga sudah berubah serius.


" Gue gak tau, yang jelas gue ngerasa takut banget saat ini kalau mas Randy tinggalin gue, " jawab Vita.


" Yasudah, dari pada lo terus ngerasa seperti ini, lebih baik kita nyusul ke ruangan mas Randy, " usul Ayu.


Vita mengangguk setuju karena memang Ia benar benar merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Ahh, entah lah, mungkin ikatan batin antara suami dan istri sudah menguat di dalam hati nya.


Sebelum mereka pergi ke ruangan Randy, Ayu pamit kepada pelatih dan teman teman nya untuk keluar sebentar. Setelah berpamitan, Ayu segera menarik lengan Vita keluar dari aula menuju ruangan Randy.


****


Selama perjalanan dari aula menuju ke ruangan Randy, hati Vita semakin gelisah tak menentu.


Vita dan Ayu sudah berjalan cepat agar sampai di ruangan Randy, tapi karena jarak nya cukup jauh, butuh beberapa menit mereka tiba di depan pintu ruang kerja Randy.


Tangan Vita bergetar saat memegang handle pintu ruangan Randy. Perasaan nya semakin tak menentu saat tiba di depan pintu ruang kerja Randy.


Vita menguatkan diri nya dan berfikir jika perasaan yang saat ini di rasakan nya salah, suami nya sedang baik baik saja.


Dengan perlahan Vita membuka pintu ruang kerja Randy tanpa ketahuan oleh Randy. Tapi, seketika tubuh nya menegang saat melihat suami nya sedang berpelukan dengan wanita lain.


Air mata nya seketika menetes melihat apa yang ada di hadapan nya. Vita menahan Ayu yang sudah ingin menerobos masuk ke dalam, Vita menggelengkan kepala nya mengisyaratkan untuk Ayu tidak membuat keributan.


Perlahan Vita menutup pelan pintu ruang kerja Randy dan menyisakan sedikit celah untuk bisa mendengar apa yang Randy dan wanita itu bicarakan.


Vita berusaha menguatkan hati nya untuk mendengar semua yang mereka bicarakan. Termasuk jika memang Randy ingin kembali bersama Clara.

__ADS_1


Yah, Vita tau wanita itu adalah Clara karena Ziya sudah memberitahukan kalau Clara sudah kembali ke Indonesia dan pasti akan menemui Randy.


Vita dan Ayu terus mendengar pembicaraan Randy dan Clara. Senyum terkembang di bibir Vita saat mendengar penuturan Randy yang membentak Clara dan menyuruh nya untuk pergi dari hidup Randy.


Vita berhenti menangis dan menghapus sisa air mata nya yang membasahi pipi nya. Ia sudah yakin jika kali ini Randy benar benar akan setia kepada nya dan tidak akan kembali bersama Clara.


Perlahan Vita menutup pintu dan mengajak Ayu pergi menjauh dari sana karena seperti nya Clara akan keluar.


Saat mereka melangkah cukup jauh dari sana, mereka melihat Clara keluar dari ruangan Randy dengan wajah menahan emosi.


Vita mengajak Ayu kembali ke ruangan Randy. Hati nya teriris sakit mendengar suara tangisan Randy saat Ia membuka pintu.


Vita tau suami nya menangis bukan karena telah mengusir Clara, tetapi menangis karena merutuki kembali kobodohan nya karena pernah mengenal dan sangat mencintai wanita ular dan berhati iblis.


Ayu menyuruh Vita untuk masuk ke dalam sendiri dan menenangkan suami nya.


" Lo masuk sendiri saja, gue mau ke ruangan mas Rei. Suami lo pasti sedang membutuhkan lo saat ini, " bisik Ayu pelan.


Vita mengangguk lalu Ayu segera meninggalkan ruang kerja Randy menuju ke ruangan Rei. Vita melangkahkan kaki nya mendekati Randy. Ia benar benar melihat suami nya saat ini begitu rapuh. Rasa bersalah menyelimuti hati suami nya karena dulu selalu membela Clara dari pada keluarga nya.


Vita berjongkok di depan Randy yang sedang duduk melipat kedua kaki nya dan menenggelamkan wajah nya.


Kata kata untuk meminta suami nya berhenti menangis lolos dari bibir mungil nya. Ia melihat Randy mengangkat kepala nya dan menatap nya.


" Vita, " Ia mendengar Randy memanggil nama nya serasa memastikan jika memang benar saat ini diri nya lah yang ada di hadapan Randy.


Randy langsung memeluk diri nya dengan erat saat memastikan itu memang benar istri nya. Vita mengelus lembut punggung Randy, berusaha untuk mencoba menenangkan suami nya.


" Sayang, sudah jangan di tangisi lagi. Semua nya sudah berakhir dan dia sudah mendapatkan balasan dari perbuatan nya, " ucap Vita lembut.


" Lupakan semua nya sayang. Kita mulai dari awal kembali, " ucap Vita lalu mengecup kilas bibir Randy.


Vita melihat Randy mengangguk lalu kembali memeluk nya dengan erat dan Vita membalas pelukan Randy. Vita tersenyum, dan berdoa dalam hati nya semoga tidak ada lagi masalah yang akan menimpa rumah tangga mereka di kemudian hari.


****


Setelah berpelukan cukup lama, Vita mendorong pelan tubuh Randy untuk memberi celah tubuh mereka. Ia tersenyum lalu membantu Randy bangkit dan berjalan menuju sofa.


Vita mengambilkan air minum yang ada di atas meja kerja Randy lalu memberikan nya kepada Randy. Randy meneguk nya sampai habis dan memberikan gelas kosong kembali kepada Vita.


Vita bangkit dan berjalan menuju meja kerja Randy lalu meletakkan gelas kosong itu ke atas meja dan kembali menghampiri Randy.


Vita duduk di samping Randy dan memeluk Randy dengan erat.


" Sayang, aku mohon untuk jangan pernah menangisi kembali kesalahan di masa lalu mu. Semua orang punya masa lalu, yang berbeda adalah dari sikap kita bagaimana menyikapi nya. Aku bahagia karena kamu mengambil sikap untuk lepas dari jerat nya dan memilih setia bersama ku. Mulai saat ini, hanya ada aku, kamu dan anak anak kita kelak, " ucap Vita tulus.


" Terima kasih sayang karena kamu tetap setia mendampingi ku. Aku beruntung sekali memiliki mu sebagai istri ku. Begitu juga keluarga Djaya yang sangat beruntung memiliki menantu yang berhati baik dan tulus, " balas Randy.


Vita tertawa lalu melepaskan pelukan mereka.


" Kamu terlalu memuji ku sayang, aku tidak sebaik kelihatan nya. Terkadang aku bisa bersikap sangat egois, keras kepala dan tidak mau mengalah, " ucap Vita di sela sela tawa nya.

__ADS_1


"Aku sangat menanti kan sikap mu itu sayang, " balas Randy lalu mencium lembut bibir Vita.


Vita membalas ciuman Randy dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Randy. Ciuman itu terasa sangat lembut dan menyentuh hati. Mereka saling meluapkan rasa cinta di dalam hati mereka melalui ciuman lembut di bibir mereka.


Randy menyudahi ciuman mereka karena merasa pasokan oksigen mulai menipis. Vita menghirup udara sebanyak banyak nya, mengisi oksigen ke dalam paru paru nya.


Belum lagi bisa bernafas lega, Randy kembali menyambar bibir Vita dan mencium nya.


Setelah puas meraup bibir Vita, bibir Randy kini turun ke leher Vita dan menciumi leher mulus dan jenjang milik Vita. Tak lupa Randy meninggalkan jejak kepemilikan nya di leher Vita.


Saat sedang asyik bercumbu dan sudah pasti akan mengarah ke hal hal yang sangat di ingin kan, kegiatan mereka harus terhenti karena teriakan seseorang.


" Randy, kamu memang mengambil keputusan yang sangat tepat, " teriak Rei sesaat pintu terbuka dan masuk ke dalam Ruangan randy.


Tubuh Rei menegang di susul Ayu yang mengikuti Rei dari belakang saat melihat Vita dan Randy sedang bercumbu di sofa.


" Oouuww tidak, " ucap Rei dan Ayu berbarengan.


Randy menatap tajam ke arah Rei dan Ayu lalu berteriak keras.


" Rei bersiap lah, aku akan mengirim mu ke kutub selatan, " teriak Randy kesal karena kegiatan nya bersama istri nya terhenti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Yaelah ***si Rei dan Ayu menggangu saja adegan romantis Randy dan Vita. Tuh rasain kan, mau di kirim ke kutub selatan. Hahahaha.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2