
Mobil yang di kendarai Alfian tiba di lobi rumah sakit. Dengan sigap suster dan dokter yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka membantu Vita naik ke brankar rumah sakit. Para dokter dan suster langsung bersiap siap dan menyediakan ruangan untuk Vita setelah mendapat kabar dari pemilik rumah sakit yang tak lain sepupu Randy sendiri.
" Sakit, sayang, " gumam Vita sepanjang perjalanan menuju ke ruang bersalin.
" Maafin aku ya sayang, ini semua karena aku, " ucap Randy merasa bersalah karena mengandung anak nya lah Vita harus merasakan kesakitan yang luar biasa seperti ini. Bahkan, air mata nya pun mengalir mengiringi perjalanan mereka menuju ke ruang bersalin.
Setelah sampai di ruang bersalin, dokter memeriksa terlebih dahulu keadaan Vita, apakah bisa melahirkan secara normal atau kembali harus melakukan caesar seperti saat melahirkan Queen.
Dokter keluar dari ruangan dan menemui Randy beserta keluarga. Di sana juga sudah ada Ahmad, direktur utama rumah sakit yang tak lain sepupu Randy. Kebetulan sekali, Ia masih berada di rumah sakit, jadi Ia langsung keluar dari ruangan nya setelah mendapat kabar jika Vita sudah tiba di rumah sakit.
" Bagaimana keadaan istri saya, dok?, " tanya Randy tak sabaran.
" Keadaan nona muda tidak cukup baik untuk melahirkan secara normal, terlebih harus melahirkan bayi kembar. Jadi, kita harus kembali melakukan operasi caesar. Sekarang, kami butuh persetujuan tuan muda untuk melaksanakan operasi, " jawab dokter dengan tenang.
" Apakah itu jalan yang terbaik?, " tanya Rita.
" Benar, nyonya. Melihat kondisi nona muda saat ini, tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, " jawab dokter.
" Baiklah dok, lakukan semua yang terbaik untuk menantu saya. Anak saya akan menandatangani surat persetujuan nya, " ucap Rita.
Dokter itu mengangguk " Kalau begitu, mohon tunggu sebentar. Suster akan membawakan surat persetujuan yang harus tuan muda tanda tangani, " balas dokter lalu menyuruh suster untuk segera membawa surat nya.
Setelah suster itu pergi, dokter kembali mengarahkan pandangan nya kepada Randy " Jika tuan muda ingin menemani nona muda di dalam juga boleh dan itu juga bagus untuk memberi semangat kepada nona muda, " ucap dokter.
" Ehh bolehkah, dok?, " tanya Randy.
" Tentu boleh, tuan muda, " jawab dokter.
" Kenapa mas? Mas gak mau temani Vita di dalam? Kalau gitu biar aku saja yang menemani Vita di dalam, " tanya Alfian lalu melangkahkan kaki nya menuju pintu ruang bersalin.
Randy menarik kerah baju Alfian lalu memukul belakang kepala Alfian " Sembarangan kamu! Aku suami nya, jadi ya harus aku yang menemani di dalam. Memang nya kamu siapa berani berani nya mau menemani Vita di dalam, " omel Randy tak terima.
Alfian meringis sambil mengelus belakang kepala nya di bantu oleh Amanda yang tidak tega melihat suami nya kena pukul Randy.
" Ya habis nya reaksi mas seperti tidak ingin menemani Vita. Jadi, aku mengajukan diri saja untuk menemani nya di dalam sana, " gerutu Alfian.
" Enak saja kamu. Maka nya kalau mau menemani melahirkan, cepat sana buat istri kamu hamil jangan lama lama, " Alfian mendengus kesal mendengar ucapan Randy. Memang nya dia dan Amanda menunda nunda untuk punya anak. Lah, menikah saja baru beberapa bulan tapi memang belum di kasih saja rezeki sama Allah.
" Iya nanti aku cepat cepat buat Amanda hamil terus tiap tahun melahirkan biar aku gak kalah sama mas Randy, " ucap Alfian gak mau kalah.
__ADS_1
Dan kini giliran Alfian mendapat pukulan di lengan nya dari Amanda " Enak saja melahirkan tiap tahun. Kamu saja sana kalau mau melahirkan tiap tahun, " omel Amanda dan Alfian hanya menyengir tanpa dosa, hahaha.
" Sudah sudah, kalian ini di saat seperti ini pun masih saja berdebat. Tidak pernah lihat waktu, tempat dan kondisi, " lerai Ilham merasa malu dengan dokter yang sedari tadi senyum senyum melihat kelakuan anak dan menantu nya.
" Maaf, pi, " ucap Alfian, Amanda dan Randy berbarengan.
Suster datang menghampiri dan memberikan surat persetujuan operasi kepada Randy lalu di tanda tangani oleh Randy. Sebelum itu, dokter sudah pamit terlebih dahulu untuk bersiap siap melakukan operasi.
Setelah menandatangi surat persetujuan, suster membawa Randy ke satu ruangan untuk mensterilkan diri dan memakai pakaian khusus untuk berada di dalam ruang operasi menemani Vita.
****
Randy sudah berada di ruang operasi dan berada di samping kepala Vita sambil terus mengelus puncak kepala Vita dan menciumi wajah Vita serta menghapus air mata Vita yang menetes karena menahan rasa sakit.
Vita sudah di suntik bius dan akan segera di laksanakan operasi oleh dokter. Randy meringis melihat alat alat yang akan di gunakan untuk operasi istri nya. Melihat istri nya menangis menahan rasa sakit saja sudah membuat hati nya hancur, apa lagi harus melihat perut istri nya di belah.
Sesungguh nya, Randy merasa kaki nya sudah seperti jelly saat ini. Namun, Ia tidak mungkin memperlihatkan keadaan diri nya seperti itu dan lagi saat ini istri nya butuh dukungan dari nya. Jika Ia terlihat lemah, bagaimana dengan istri nya yang saat ini sedang berjuang melahirkan kedua bayi nya.
" Kita mulai sekarang operasi nya, " ucap dokter memecah keheningan.
" Sebelum memulai operasi, mari kita berdoa untuk kesuksesan operasi ini. Doa di mulai sesuai dengan kepercayaan masing masing, " ucap dokter lalu mereka mulai berdoa.
" Kita mulai operasi nya. Scalpel, " pinta dokter. (maaf, kalau istilah medis nya salah untuk pisau bedah).
Suster memberikan scalpel kepada dokter dan dengan tenang dokter mengarahkan scalpel ke perut Vita. Saat scalpel hampir mengenai perut Vita, dokter refleks berhenti karena teriakan Randy.
" Tunggu, " teriak Randy saat melihat pisau itu hampir mengenai perut Vita.
" Ada apa, tuan muda?, " tanya dokter itu bingung.
" Apa alat alat yang kalian gunakan sudah di sterilkan?, " tanya Randy.
" Tentu sudah dan tidak mungkin kami melakukan operasi dengan alat alat yang tidak steril, tuan muda, " jawab dokter itu dengan sabar.
" Ok baik, lanjutkan, " perintah Randy dengan perasaan lega.
Dokter mengangguk lalu kembali melanjutkan operasi. Namun, saat scalpel hampir mengenai perut Vita, lagi lagi terhenti karena teriakan Randy.
" Apa kalian yakin, istri ku tidak akan merasa kesakitan saat pisau itu mengiris perut nya?, " Dokter menghela nafas nya dengan berat, merasa kesal karena Randy terus saja mengganggu operasi nya. Mengiris katanya, memang nya bawang, gerutu dokter itu dalam hati.
__ADS_1
" Nona muda sudah di bius jadi tidak akan merasakan sakit saat menjalankan operasi, " jawab dokter dengan perasaan kesal.
Tidak hanya dokter dan suster yang kesal karena sejak tadi Randy terus saja mengganggu, Vita juga merasa kesal karena operasi nya tertunda terus karena pertanyaan pertanyaan tidak penting dari Randy.
" Mas, kalau kamu terus saja mengganggu jalan nya operasi, lebih baik kamu keluar saja, " omel Vita.
" Ehh, maaf sayang. Aku hanya ingin memastikan yang terbaik untuk kamu. Ok ok, aku akan diam saja di sini, " balas Randy takut melihat wajah garang istri nya.
Gimana gak garang itu wajah Rand, sedari tadi Vita sudah menahan rasa sakit dan kamu malah terus mengganggu operasi nya. Randy Randy, buat greget saja sih, ingin nampol, hahaha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.