
Saat jam istirahat, Vita meminta waktu Alfian untuk berbicara sebentar dengan nya mengenai isi pesan yang di kirim Alfian untuk diri nya.
" Lo mau bicara apa dengan gue, Vit?, " tanya Alfian to the point saat mereka hanya tinggal berdua di dalam kelas.
" Em, gue mau tanya, sebenarnya apa isi pesan yang lo kirim ke gue kemarin malam?, " Tanya Vita balik.
Alfian mengernyitkan kening nya. Ia melihat kemarin malam kalau pesan nya sudah langsung di baca meskipun tidak di balas. Tapi, kenapa sekarang Vita menanyakan isi pesan dari nya.
" Ada apa? Bukan nya pesan gue udah lo baca?, " tanya Alfian.
" Yang baca bukan gue, tapi suami gue. Dan karena pesan lo, handphone gue jadi korban kecemburuan nya, " jawab Vita.
" Serius, yang baca pesan gue itu suami lo?, " tanya Alfian terkejut.
" Iya. Maka dari itu gue mau tau langsung dari lo apa isi pesan yang lo kirim untuk gue. Karena pesan lo itu, nanti sore setelah selesai belajar bersama di rumah mertua gue, mertua gue mau bicara dengan lo dan tentu nya dengan gue dan suami gue juga, " jawab Vita.
" Maaf karena gue, lo pasti bertengkar sama suami lo. Gue gak bermaksud seperti itu, " ucap Alfian merasa bersalah.
" Iya gak apa apa. Sekarang, lo jawab jujur apa isi pesan lo itu, " pinta Vita.
" Vita maaf karena telah mengganggu waktu istirahat mu tadi. Aku ingin sekali merawat mu di saat diri mu sakit. Tapi, apa daya diri mu telah menjadi milik orang lain. Maaf, karena hati ini masih belum bisa melupakan mu karena sejujur nya hati ini memang hanya tertulis nama mu. Namun percaya lah, aku bahagia karena melihat suami mu begitu mengkhawatir kan diri mu dan terlihat sangat mencintai mu. Sekarang, aku yakin kalau dia akan selalu membahagiakan dirimu dan gak akan membiarkan diri mu terluka. Terima kasih, karena pernah menjadi bagian dari cerita hidup ku. Aku mencintai mu, sahabat ku. itu isi pesan gue kemarin malam untuk lo, " jawab Alfian.
Vita menghela nafas nya dengan berat. Ternyata isi pesan Alfian sesuai dengan yang di ucapkan Randy.
" Sekali lagi gue minta maaf ya karena udah menggangu rumah tangga lo. Gue akan tanggung jawab dan menjelaskan kepada suami dan mertua lo nanti. Gue janji, ini terakhir kali nya gue kirim pesan ke lo secara pribadi, " ucap Alfian.
" Gak apa apa Fian, gue udah maafin lo. Yaudah, ayo kita nyusul yang lain nya ke kantin. Nanti keburu bel masuk kelas berbunyi, kita gak sempat makan, " ajak Vita.
" Baiklah, " balas Alfian.
Alfian dan Vita berjalan keluar kelas menuju kantin sekolah menyusul teman teman sekelas mereka. Selama perjalanan menuju kantin, mereka mengobrol membahas tentang pelajaran apa yang nanti akan mereka bahas saat belajar bersama di rumah Vita.
****
Di dalam ruang kerja Randy, Rei merasa kepala nya pusing melihat Randy yang sedari tadi hanya berjalan mondar mandir di depan nya. Sejak Randy menyuruh nya untuk datang ke ruangan kerja Randy, Rei hanya melihat Randy mondar mandir dan masih enggan untuk berbicara.
" Hei Rand, sebenarnya kamu kenapa? Kepala ku pusing melihat mu sedari tadi mondar mandir seperti setrikaan. Kalau masih belum mau cerita, aku mau balik ke ruangan ku, masih banyak pekerjaan yang belum aku selesai kan, " ucap Rei kesal.
__ADS_1
Randy menghentikan langkah nya dan duduk di sofa bersebelahan dengan Rei. Wajah nya terlihat sangat serius.
" Rei, katakan kepada ku dengan jujur. Apakah sikap ku yang menghancurkan handphone Vita setelah membaca pesan dari laki laki itu, adalah karena aku merasa cemburu?, " tanya Randy.
Rei menghela nafas nya dengan berat. Ternyata, masalah kemarin malam sampai Ia di panggil ke ruangan Randy.
" Memang nya perasaan kamu gimana saat membaca pesan itu?, " tanya Rei balik.
" Yah aku marah, kesal dan tidak terima ada laki laki lain perhatian dan mengatakan kata kata mesra untuk istri ku. Vita itu istri ku dan hanya aku saja yang boleh mengatakan kata kata mesra untuk nya, " balas Randy.
" Dasar bodoh. Itu udah jelas kamu cemburu. Dan Vita juga tadi malam gak salah mengatakan kamu cemburu karena memang kenyataan nya begitu, " ucap Rei kesal.
" Kalau aku cemburu, berarti aku cinta dong sama Vita?, " tanya Randy polos.
Rei merasa geram melihat sahabat nya ini begitu bodoh kalau udah berurusan dengan yang nama nya cinta.
" Sekarang aku mau tanya. Apa yang kamu rasakan saat bersama Vita? Dan apa yang kamu rasakan saat jauh dari Vita?, " tanya Rei.
" Saat bersama Vita, aku merasa bahagia. Aku bahagia hanya karena melihat dia tersenyum dan merasa nyaman saat memeluk diri nya. Aku juga merasakan sakit jika dia sakit dan terluka. Lalu, saat aku jauh dari nya, aku merasa ada rasa rindu menyelimuti hati ku dan gak ingin berlama lama jauh dari nya. Aku juga gak ingin dia dekat dekat dengan orang lain saat jauh dari ku, " jawab Randy lalu tersenyum saat membayangkan Vita tersenyum untuk diri nya.
" Tapi, kalau aku mencintai Vita, bagaimana dengan Clara? Aku udah berjanji hanya akan mencintai Clara, " ucap Randy.
" Vita itu istri mu dan dia berhak mendapatkan cinta dari mu. Dan sebenar nya, kamu berdosa besar saat ini karena lebih mencintai wanita lain dari pada istri mu. Kamu harus sadar posisi mu saat ini yang udah menjadi suami Vita. Ingat, saat ini Vita lebih berhak atas diri mu dari pada Clara, " balas Rei ketus.
" Kalau kamu belum yakin dengan perasaan mu ke Vita, kamu bisa menguji nya untuk meyakinkan apakah kamu benar benar sudah mencintai Vita atau belum, " usul Rei.
" Cara nya?, " tanya Randy penasaran.
" Bukan kah, nanti Vita akan belajar bersama dengan teman teman nya? Pasti, Alfian juga akan datang. Nanti, saat di rumah, jika kamu marah dan merasa hati kamu sakit saat melihat Vita dekat dengan Alfian dan tertawa bersama Alfian, sudah bisa di pastikan kamu benar benar sudah mencintai Vita, " jawab Rei.
" Hanya seperti itu?, " tanya Randy gak percaya.
" Iya, hanya seperti itu udah bisa membuktikan nya, " jawab Rei.
" Hmm, baiklah. Kita lihat nanti, apakah hati ku merasa sakit atau tidak saat Vita tertawa bersama laki laki itu, " gumam Randy.
" Kalau tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan, aku balik ke ruangan ku. Masih banyak pekerjaan menanti diri ku, " ucap Rei.
__ADS_1
" Ah, tidak ada lagi. Rei, thanks untuk saran nya, " balas Randy.
" Santai aja, " ucap Rei menepuk pelan bahu Randy lalu pamit dan berjalan meninggalkan ruang kerja Randy menuju ke ruangan nya.
Setelah Rei pergi, Randy kembali ke meja kerja nya untuk meneruskan kembali pekerjaan nya. Hari ini, Ia harus cepat menyelesaikan pekerjaan nya karena harus cepat pulang ke rumah sesuai perintah papi nya kemarin malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Iklan dikit :
Readers : Thor, greget deh. Kenapa Randy **** banget sih tentang cinta?.
Author : Lo aja greget, apa lagi gue yang buat cerita nya 😂.
Readers : Yaelah thor thor 😧.
Author : Hahahaha.
__ADS_1