
JAKARTA, INDONESIA.
" Mas Randy, maafkan aku. Aku harus pergi. "
Demi apa, hati nya hancur setelah membaca pesan itu. Kenapa, setelah saling mengungkapkan perasaan, Vita malah pergi meninggalkan nya.
Tanpa terasa bulir bulir air mata sudah membasahi kedua pipi Randy. Randy terisak sambil memeluk surat dari Vita.
" Vita, kenapa kamu tega pergi meninggalkan aku lagi. Bukan nya kamu sudah berjanji akan selalu ada di sisi ku. Bukan nya, kita sudah saling mencintai tapi kenapa kamu malah pergi, " gumam Randy sambil terus terisak.
" Vita, " teriak Randy memanggil nama Vita.
Randy terus menangis dan berulang kali berteriak memanggil nama Vita sambil terus memeluk erat surat dari Vita.
Setelah menangisi kepergian Vita selama lima menit, Randy tersadar dan langsung bangkit lalu mengambil kunci mobil nya.
Randy bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan air mata yang masih mengalir. Ia berjalan dengan cepat dan terjatuh saat melewati ruang keluarga karena kaki nya terselip.
Buughhh.
Randy meringis kesakitan karena lutut nya terbentur lantai. Ilham dan Rita panik melihat Randy tersungkur di lantai dan segera menghampiri Randy.
Ilham membantu anak nya berdiri dan memapah untuk duduk di sofa. Randy memeluk Rita yang kini duduk di samping nya. Bahkan, bibi yang sedang berada di dapur juga datang menghampiri ruang keluarga saat mendengar suara keributan di sana.
" Rand, kamu seperti anak kecil saja menangis seperti ini hanya karena tersungkur. Memang nya kamu mau kemana terburu buru gitu?, " tanya Rita.
Randy tidak menjawab pertanyaan Randy. Ia terus menangis di pelukan mami nya. Ia menangis seperti ini bukan karena lutut nya yang sakit, tapi hati nya yang sakit di tinggal pergi istri nya.
" Rand, sudah lah jangan menangis seperti itu. Kamu cengeng sekali hanya karena jatuh. Ingat, kamu sudah dewasa bahkan sudah menjadi suami, masa lemah begitu, " ledek Ilham.
Randy menggeleng pelan dan semakin menangis di pelukan mami nya.
" Rand, kamu kenapa semakin menangis? Apa lutut mu terasa sangat sakit? "tanya Rita khawatir.
" Randy menangis bukan karena jatuh tadi mi, Randy menangis karena Vita, " jawab Randy dengan air mata yang terus mengalir.
" Vita kenapa?, " tanya Rita dan Ilham berbarengan dan saling menatap, bibi juga ikut khawatir saat mendengar nya.
" Vita pergi lagi tinggalin Randy. Kenapa Vita pergi mi, kenapa, " ucap Randy semakin menangis sesegukan.
" Maksud kamu Vita pergi apa Rand? " tanya Rita yang tidak paham.
" Vita pergi tinggalin Randy mi. Terus, mami papi juga santai banget di sini nonton tv, sementara istri Randy pergi tinggalin Randy, " ucap Randy yang kesal dengan sikap kedua orang tua nya yang terlihat santai.
" Hei, kenapa kamu jadi salahin mami papi. Lagi pula maksud kamu Vita pergi itu apa, mami papi gak ngerti, " balas Ilham kesal.
Randy menyodorkan secarik kertas yang berisi pesan dari Vita. Rita mengambil kertas itu dan membaca nya bersama Ilham. Mereka berdua tertawa terbahak bahak setelah membaca surat itu.
Randy bingung dengan sikap orang tua nya, harus nya kan khawatir atau panik tapi kenapa malah tertawa begitu.
" Kenapa mami papi tertawa?, " tanya Randy yang kini air mata nya sudah berhenti mengalir karena bingung.
" Kamu itu lucu banget sih Rand. Bisa bisa nya di kerjain sama menantu papi, " ucap Ilham sambil mengatur nafas nya karena tertawa tadi.
" Hah? Maksud papi apa?, " tanya Randy yang semakin bingung.
" Vita pergi bukan karena kabur lagi dari rumah tapi dia pamit pergi ke sekolah, " terang Ilham dan Rita mengangguk.
" Papi dan mami tidak bohong kan?, " tanya Randy memastikan.
" Papi gak bohong Rand. Kalau gak percaya tanya saja itu sama bibi, " ucap Ilham sambil menunjuk bi Ana.
__ADS_1
Bi Ana mengangguk mengiyakan perkataan majikan nya.
" Benar tuan muda, nona Vita pergi ke sekolah tadi pagi. Nona Vita juga tadi di antar sama mang Ujang, supir kita. Kalau tuan muda masih tidak percaya, bibi akan panggilkan mang Ujang ke sini, " ucap bi Ana meyakinkan.
Randy melepaskan pelukan nya bersama Rita lalu menatap kedua orang tua nya bergantian dan kedua orang tua nya mengangguk.
" Tidak perlu bi, Randy percaya, "ucap Randy sambil menghapus sisa sisa air mata nya.
Bi Ana mengangguk lalu pergi meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke dapur melanjutkan pekerjaan nya.
Randy menyandarkan punggung nya di sofa, menenangkan diri nya sambil berfikir, apakah benar Vita hanya pergi ke sekolah.
" Mi, pi, benar kan Vita pergi ke sekolah, bukan pergi meninggalkan Randy untuk selama nya?, " tanya Randy kembali.
" Hah kamu ini Rand masih saja tidak percaya. Benar, Vita tadi pagi pergi ke sekolah. Dasar kamu ini, bisa bisa nya di di jahili oleh Vita, " ledek Ilham.
Randy mendengus mendengar ledekan dari papi nya.
" Ini kan karena papi dan kamu Rand yang mengajari menantu mami menjadi jahil seperti ini. Dan sekarang, kamu mendapatkan balasan dari kejahilan kamu waktu itu, " ucap Rita.
" Vita, awas saja kamu nanti saat kembali ke rumah. Aku akan beri kamu hukuman atas kejahilan kamu ini. Berani sekali kamu membuat aku menangis seperti ini, " gumam Randy kesal.
" Sudah sana kamu mandi lalu turun kembali ke bawah untuk sarapan, " ucap Rita.
Randy mengangguk lalu beranjak dari sofa dan berjalan kembali ke kamar nya.
****
Vita sedang menikmati semangkok bakso yang ada di hadapan nya. Vita memakan bakso nya sambil terus tersenyum. Bukan hanya saat makan di kantin saja sih, tapi sejak sarapan di rumah dan saat sedang mendengarkan penjelasan guru di kelas, Vita selalu tersenyum.
Ayu sudah tidak tahan lagi melihat Vita tersenyum gak jelas sejak datang ke sekolah, Ia pun bertanya kepada Vita.
" Vit, lo kenapa sejak tadi pagi sampai di kelas senyum senyum gak jelas gitu?, " tanya Ayu.
" Pasti karena sudah baikan sama suami lo kan? Ehmm, berapa ronde kemarin malam momsky? Kuat juga ya momsky hari ini bisa masuk sekolah, " tanya Vira begitu vulgar.
Vita memukul pelan lengan Vira. Bisa bisa nya, teman nya yang satu ini berbicara begitu vulgar di tempat umum.
" Mesum lo Vir. Gue gak ngapa ngapain kemarin malam, kenapa harus gak masuk. Lagi pula gue juga masih perawan kok, " ucap Vita keceplosan.
Mereka semua tersedak mendengar ucapan Vita dan buru buru meminum minuman mereka. Mereka semua menoleh dan menatap ke arah Vita.
Vita sadar barusan diri nya keceplosan. Vita hanya nyengir melihat semua teman nya menatap ke arah diri nya.
" Suami lo belum nyentuh lo sama sekali? Kenapa Vit? Kalian gak punya masalah lain kan?, " kini Aldo yang bertanya dengan nada pelan agar tidak kedengaran orang orang di kantin.
" Ehh gak ada masalah. Hanya gue saja yang masih belum siap. Gue bersyukur suami gue mau ngerti dan nunggu gue sampai benar benar siap, " jawab Vita berbohong.
Semua bernafas lega mendengar jawaban Vita. mereka fikir ada masalah lain yang di sembunyikan Vita dari mereka.
" Terus, kenapa momsky senyum senyum gak jelas sejak tadi pagi?, " tanya Fabian.
" Ahhh itu karena, " ucap Vita.
Flashback on.
Vita terbangun pagi pagi sekali. Ia membuka mata nya, lalu berusaha melepaskan diri nya dari pelukan Randy yang sudah melonggar. Karena pengaruh obat yang di minum Randy sebelum tidur, Randy masih tertidur nyenyak saat Vita mengangkat tangan nya dari pinggang Vita.
Vita bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci muka nya. Setelah itu, Vita mengelap wajah nya dengan handuk dan turun ke bawah untuk memasak sarapan.
Selesai memasak sarapan, Vita kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap siap pergi ke sekolah.
__ADS_1
Sampai Vita selesai mandi dan berpakaian, Randy masih tidur dengan nyenyak. Vita tidak tega membangun Randy dan membiarkan Randy tetap tidur.
Vita membereskan buku pelajaran dan memasukkan ke dalam tas sekolah nya. Setelah itu, Vita melangkah kan kaki nya keluar dari kamar.
Saat kaki kanan nya baru melangkah keluar dari pintu, Vita terfikir untuk membalas kejahilan Randy waktu itu pada nya. Ia pun mengurungkan niat nya keluar dari kamar dan berbalik berjalan kembali masuk ke dalam kamar.
Vita membuka tas sekolah nya dan mengambil sebuah buku. Ia mengoyak selembar kertas dari buku itu dan menulis pesan untuk Randy, lalu meletakkan di atas meja rias agar kelihatan oleh Randy saat bangun tidur.
" Ahh, sayang sekali aku tidak bisa melihat reaksi nya saat dia membaca pesan ku, " gumam Vita pelan.
" Ehh, tunggu dulu, aku ada ide, " gumam Vita lagi.
Vita berjalan menuju ke meja belajar nya dan membuka laci meja belajar nya. Ia mengambil handycam milik nya dari dalam laci lalu kembali menutup laci meja nya.
Vita melihat lihat ke setiap sudut ruangan, Tempat mana yang cocok untuk menaruh handycam nya agar bisa merekam jelas setiap kejadian di kamar nya tanpa di ketahui oleh Randy.
Vita melihat kembali ke arah meja belajar, Ia berfikir meja belajar nya cukup cocok untuk menaruh handycam nya dan pasti mas Randy gak akan curiga.
Setelah memutuskan untuk meletakkan di atas meja belajar nya, dengan segera Vita menghidupkan handycam nya dan mengarahkan handycam nya agar dapat merekam dengan jelas ruangan kamar nya.
Vita sedikit menumpukkan beberapa buku di samping kanan kiri handy cam nya agar Randy tidak menyadari jika ada handycam di sana yang sedang merekam.
Setelah selesai, Vita bergegas keluar kamar agar tidak ketahuan oleh Randy. Ia sarapan bersama kedua mertua nya dan tidak memberitahukan kejahilan nya itu kepada kedua mertua nya agar bisa terlihat natural.
Selesai sarapan, Vita pamit kepada Rita dan Ilham untuk berangkat ke sekolah. Ilham menyuruh Vita untuk berangkat ke sekolah di antar oleh mang Ujang, Vita menuruti perintah mertua nya dan pergi ke sekolah diantar oleh supir keluarga Djaya.
Flashback off.
Vita selesai bercerita kepada semua teman teman nya dan mereka semua hanya melongo mendengar cerita Vita.
" Vit, sejak kapan lo bisa jahil begini?, " tanya Aldo tak percaya teman nya ini bisa berubah suka menjahili orang.
" Sejak gue jadi istri nya mas Randy. Meskipun, keluarga mas Randy terlihat kaku dan sombong saat berada di lingkungan luar, tetapi mereka sangat hangat saat berada di rumah. Dan juga sering saling menjahili satu sama lain. Gue merasa beruntung menjadi bagian dari mereka, gue merasa memiliki keluarga yang utuh kembali dan mereka benar benar menyayangi gue, " jawab Vita sambil tersenyum bahagia.
" Alhamdulillah, gue turut bahagia mendengar nya. Kini gue lega dan benar benar bisa mengikhlaskan lo untuk dia, " ucap Alfian.
" Thanks Alfian, lo memang laki laki yang sangat baik. Gue doakan lo mendapatkan jodoh yang baik dari Allah, " balas Vita tersenyum dan Alfian juga membalas senyuman Vita.
Mereka kembali melanjutkan makan mereka sambil terus bercerita dan bercanda tawa. Setelah bel masuk berbunyi, mereka kembali bergegas kembali ke kelas dan melanjutkan belajar mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.