Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 130 Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Vita terbangun saat merasa ada yang mengelus elus pipi nya. Ia meregangkan otot otot nya lalu perlahan membuka mata nya. Vita tersenyum bahagia mendapati wajah tampan suami nya saat membuka mata nya.


" Sayang, ayo bangun, cuci muka mu terus kita ke bawah. Sudah waktu nya makan siang, " ajak Randy lembut.


Vita hanya mengangguk kan kepala nya lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah membasuh wajah nya dan mengelap nya dengan handuk, Vita keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Randy yang sedang duduk menunggu nya di tepi tempat tidur.


" Ayo, " ajak Randy saat berdiri di depan Vita.


Vita menggeleng kan kepala nya lalu mengangkat tangan nya minta untuk di gendong oleh Randy.


" Gendong, " rengek Vita manja.


Kening Randy berkerut mendengar Vita minta di gendong oleh nya untuk turun ke bawah. Ok fix, benar benar ada yang aneh dengan istri nya ini.


" Sayang, " rengek Vita lagi karena Randy masih diam.


" Ehh iya sayang, sini aku gendong, " seru Randy.


Randy bersiap siap ingin menggendong Vita ala bridal style tetapi Vita menolak nya. Ia ingin di gendong di depan seperti koala. Dengan cepat Randy menggendong Vita lalu keluar dari kamar dan turun ke bawah.


Semua yang ada di ruang makan menatap heran ke arah Randy yang sedang menggendong Vita seperti koala. Terlihat, Vita sangat manja di dalam pelukan Randy.


" Sayang, ayo turun, " ucap Randy saat sudah tiba di ruang makan.


Vita menggeleng kan kepala nya lalu semakin mempererat pelukan nya di leher Randy.


" Kalau kamu gak mau turun, gimana mau makan nya sayang?, " ucap Randy mencoba membujuk Vita agar mau turun.


" Aku gak mau turun, mau di gendong terus sama kamu, " balas Vita manja.


Randy menatap mami nya meminta jawaban dengan sikap aneh Vita saat ini, ya kali saja mami nya tau kan. Tetapi, Rita malah menggeleng kan kepala tanda dia sendiri juga tidak tau.


" Yasudah kalau kamu gak mau turun, gak apa apa, " ucap Randy lalu berjalan menuju meja makan, menarik kursi sedikit lebih lebar lalu duduk di sana dengan Vita berada di pangkuan nya yang terus memeluk nya.


" Sayang, kamu sakit nak? Kenapa turun ke bawah sampai di gendong Randy?, " tanya Rita.


Vita melepas pelukan nya lalu menoleh ke arah mertua nya.


" Vita baik baik saja mi. Vita cuma mau di gendong saja sama mas Randy, " jawab Vita lalu kembali memeluk Randy.


Semua semakin menatap heran dengan sikap Vita yang sangat manja dengan Randy. Benar benar bukan Vita yang biasa nya. Kalau Vita yang biasa nya, dia tidak akan mau bermanja di depan semua orang karena tidak ingin di goda oleh seluruh keluarga.


" Kamu mau makan apa sayang, biar aku suapin?, " tanya Randy lembut sambil mengelus rambut Vita.


Vita melepas pelukan nya lagi dengan Randy lalu melihat ke arah meja makan. Di sana banyak sekali tersedia menu yang enak enak, tetapi Vita sama sekali tidak bernafsu untuk memakan nya.


" Gak mau makan, gak selera lihat menu nya, " Rengek Vita semakin manja.


" Sebanyak ini tidak ada yang ingin kamu makan sayang?, " tanya Randy memastikan.


Vita menggeleng kan kepala nya sementara Randy menghela nafas nya dengan berat. Ia benar benar bingung dengan sikap Vita hari ini.


" Kalau kamu gak mau makan semua ini. Lalu kamu mau makan apa sayang? Nanti aku akan beli kan untuk mu, " tanya Randy.


Vita berfikir sejenak lalu tersenyum kepada Randy.


" Aku mau makan spagetti dengan banyak keju di atas nya. Tapi, Aku mau emmm Fian yang masak, " jawab Vita yang ragu di akhir kalimat nya.


Semua orang menatap tak percaya ke arah Vita, sementara Alfian tersedak saat mendengar Vita meminta diri nya yang memasak spagetti.


" Hei sayang, yang suami kamu itu aku bukan Fian, " seru Randy kesal.


" Tapi, aku mau Fian yang masak sayang, " rengek Vita dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Randy menghela nafas nya dengan berat, Ia tidak sanggup melihat wajah istri nya yang hampir ingin menangis.


Randy mengalihkan pandangan nya ke arah Alfian yang sedang asyik menikmati makanan nya.


" Kamu gak dengar tadi Vita minta kamu untuk masak spagetti. Sana cepat masak, " perintah Randy dingin.


Alfian menghentikan aktivitas makan nya lalu menatap Randy dengan kesal.


" Kan kamu suami nya mas, bukan aku. Jadi, kenapa harus aku yang masak untuk nya, " balas Alfian ketus.


" Ck, kamu gak dengar tadi Vita minta nya kamu yang memasak. Kalau dia mau aku yang memasak, gak perlu aku menyuruh mu, " seru Randy yang semakin kesal.

__ADS_1


Rita melerai kedua putera nya lalu meminta Alfian untuk menuruti keinginan Vita. Sebenar nya, Alfian mau saja memasak untuk Vita, tetapi Ia tidak suka dengan cara Randy yang menyuruh nya tadi. Tidak ada sopan nya saat meminta tolong.


Alfian meletak kan sendok dan garpu nya lalu berdiri dan berjalan ke dapur untuk membuat kan spagetti sesuai permintaan Vita tadi.


Setelah Alfian pergi ke dapur, semua orang kembali memakan makan siang mereka. Sesekali, mereka melirik ke arah Randy dan Vita, ahh lebih tepat nya ke arah Vita yang terus saja memeluk Randy dengan erat.


Papah Andy yang biasa nya suka menggoda Vita, kali ini diam saja. Ia merasa yakin kalau Vita sedang hamil seperti ucapan istri nya tadi. Jadi, dia tidak akan menggoda Vita karena orang hamil itu sangat sensitif sekali.


Saat sedang asyik makan, tiba tiba bel rumah berbunyi. Dengan segera, bi Asih pergi ke depan untuk membukakan pintu.


Tak berapa lama, bi Asih kembali bersama dengan Rei dan juga anak anak XIIipa1. Rei dan yang lain nya saling bergantian menyalami Ilham, Rita, Lisa dan Andy. Lalu, tatapan mereka semua beralih ke arah Vita yang sedang duduk di pangkuan Randy dengan memeluk erat tubuh Randy.


" Kalian sudah makan anak anak?, " tanya Ilham mengalihkan pandangan Rei dan yang lain nya.


" Ehh, sudah pi, " jawab Rei dan yang lain nya mengangguk.


" Sayang, ada teman teman kamu, kamu gak mau menyapa mereka?, " tanya Randy.


" Gak, lagi malas, " jawab Vita acuh sambil melihat ke arah teman teman nya.


" Kok kamu ngomong gitu sayang. Mereka datang kan mau ketemu kamu, " ucap Randy.


" Aku bilang aku lagi malas. Lagi pula, aku gak menyuruh mereka datang, suruh saja nanti Alfian yang menemani mereka, " jawab Vita ketus.


Semua orang melongo tak percaya mendengar jawaban Vita. Ini kali pertama Vita bersikap kasar kepada teman teman nya.


" Sayang, kenapa kamu bicara kasar seperti itu terhadap teman teman mu, " tegur Ilham.


Vita menunduk kan kepala nya, Ia merasa bersalah dan takut dengan Ilham.


" Maaf pi, " ucap Vita.


Vita mengangkat kepala nya lalu menatap Randy.


" Sayang, aku mau gak mau makan lagi. Aku mau ke kamar saja, " ucap Vita lirih.


" Tapi sayang, kamu harus makan, " balas Randy.


" Gak berselera lagi, " ucap Vita sambil melirik tajam ke arah teman teman nya lalu bangkit dari pangkuan Randy dan berjalan cepat menuju kamar nya. Vita juga mengabaikan panggilan Randy kepada nya.


****


" Mi, sebenar nya Vita kenapa sih, Randy jadi khawatir. Lihat saja tadi, baru kali ini Vita bersikap seperti itu " ucap Randy.


" Mami gak yakin sih, tapi menurut mamah Lisa, ini tanda tanda Vita sedang hamil, " jawab Rita gak yakin.


" Hamil, " beo Randy, Rei dan teman teman Vita yang lain nya.


" Iya Rand, menurut mamah sih gitu melihat dari sikap Vita hari ini. Biasa nya, kalau orang hamil suka mau yang aneh aneh terus kadang sikap nya bisa berbeda dari biasa nya. Ya seperti tadi itu, bersikap kasar sama teman teman nya, " timpal mamah Lisa.


Randy diam mematung, Ia mencerna kata kata mamah Lisa.


" Jadi, Vita hamil? Kalau gitu, Randy bentar lagi punya anak dong?, " tanya Randy tak percaya.


" Belum pasti juga. Kalau mau hasil yang benar, kita harus membawa Vita ke dokter untuk memeriksa nya, " jawab mamah Lisa.


" Coba kamu yakin kan Vita sekarang untuk mau ke dokter ya Rand, " seru Rita.


Randy mengangguk lalu bangkit dari duduk nya. Saat ingin melangkah kan kaki nya, Alfian yang baru datang dari dapur memanggil Randy.


" Mas, ini spagetti untuk Vita, " panggil Alfian.


Randy berbalik lalu mengambil sepiring spagetti dari tangan Alfian lalu mengambil segelas air putih yang ada di atas meja. Setelah itu, Ia bergegas menuju ke kamar nya menyusul Vita.


" Jadi, momsky hamil?, " tanya Vira.


" Ck, kan tadi di bilang mamah Lisa belum pasti harus periksa ke dokter dulu, " gerutu Ayu sambil menoyor kepala Vira.


" Iya iya. Tapi kalau beneran hamil, wuiihh mantap dong mas Randy bisa langsung buat momsky hamil, " ucap Vira terkekeh.


" Woii, mesum otak lo, " balas Ayu lalu mereka semua tertawa.


Di dalam kamar, Randy melihat Vita sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memain kan ponsel nya.


Randy menghampiri Vita lalu meletak kan piring dan gelas yang di bawa nya ke atas meja dan duduk di tepi tempat tidur di samping Vita.


" Sayang, makan dulu yuk. Alfian sudah susah payah masak untuk kamu, " bujuk Randy.

__ADS_1


" Gak mau, gak lapar lagi, " balas Vita ketus.


" Sayang, please makan yah. Aku gak mau kamu sakit karena gak makan siang, " bujuk Randy lagi.


Vita menoleh ke arah Randy. Ia melihat raut wajah khawatir dari suami nya. Vita menghela nafas nya dengan berat lalu meletak kan ponsel nya di samping nya.


" Yasudah, tapi suapin yah, " balas Vita.


Randy mengangguk lalu Ia mengambil piring yang berisi spagetti dengan banyak taburan keju di atas nya dan mulai menyuapi Vita.


Vita makan dengan lahap, dan tak butuh waktu lama, sepiring spagetti sudah pindah semua ke perut Vita. Setelah itu, Randy memberikan segelas air putih kepada Vita.


Vita mengambil segelas Air putih yang di sodor kan Randy lalu meminum nya sampai habis. Setelah itu, Ia berikan kembali gelas kosong nya kepada Randy.


Setelah meletak kan kembali gelas kosong ke atas meja, Randy menggenggam kedua tangan Vita dengan erat.


" Sayang, " panggil Randy.


" Ada apa?, " tanya Vita datar.


" Emm begini, aku dan semua orang ingin membawa kamu periksa ke dokter, " jawab Randy ragu ragu.


" Aku tidak sakit kenapa harus periksa ke dokter?, " tanya Vita bingung.


" Iya kamu memang tidak sakit sayang, tapi kita ke dokter ingin memeriksa yang lain, " jawab Randy yang bingung menyusun kata kata nya.


" Haisshhh, kamu ini sebenar nya ingin bicara apa sih. Periksa yang lain apa? Kalau ngomong yang jelas dong buat kesal saja, " seru Vita mulai kesal.


" Anu sayang, semua berfikir kalau sikap kamu hari ini yang aneh itu karena kamu sedang emm itu kamu sedang hamil. Jadi, kami ingin mengajak mu periksa ke dokter kandungan untuk memasti kan nya, " balas Randy ragu ragu takut Vita semakin kesal dan marah.


" Hamil? Jangan bercanda! Lagi pula, kita baru melakukan nya satu bulan ini, masa bisa hamil secepat itu. Itu gak mungkin, " sanggah Vita.


" Tapi sayang, apa salah nya kalau kita periksa dulu. Memang kita baru sebulan ini melakukan nya tapi kan kita melakukan nya hampir setiap hari. Jadi, bisa jadi sekarang sudah ada anak kita di perut kamu, " Randy terus mencoba membujuk Vita, berharap Vita mau pergi periksa ke dokter.


" Tapi gak mungkin mas, masa iya baru sebulan sudah bisa hamil?, " Vita terus saja menyanggah ucapan Randy kalau diri nya hamil.


" Tapi, gak ada salah nya kan kalau kita periksa ke dokter. Please sayang, aku ingin memeriksa nya langsung agar aku bisa tenang, " pinta Randy memelas.


Vita menghela nafas nya dengan berat. Sejujur nya, dia juga tau jika dalam waktu satu bulan, seorang wanita bisa saja hamil setelah berhubungan badan. Tapi, diri nya terlalu takut jika nanti pergi untuk periksa ke dokter ternyata hasil nya negatif. Tidak hanya dia yang merasa kecewa, tetapi semua orang juga pasti akan kecewa.


" Sayang, " Panggil Randy lagi karena Vita masih saja diam.


Vita melihat ke arah Randy lalu tersenyum dan mengangguk.


Randy merasa senang karena Vita mau pergi untuk periksa ke dokter. Ia pun segera mengajak Vita untuk berganti baju dan turun ke bawah mengajak yang lain nya untuk pergi ke rumah sakit.


" Semoga saja hasil nya positif, aku gak mau membuat semua orang kecewa, " gumam Vita lirih dalam hati saat diri nya dan Randy berjalan turun ke lantai bawah.


Setelah berada di bawah, Randy langsung mengatakan kepada semua orang kalau mereka akan pergi ke dokter. Dan sudah pasti, semua orang pada heboh dan ingin ikut ke rumah sakit menemani Vita.


Kehebohan seperti apa lah nanti yang mereka semua ciptakan di rumah sakit saat memang benar Vita di nyatakan positif hamil. Pasti nya akan mengguncangkan satu rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2